Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Perlombaan Dimulai


__ADS_3

Alyssa berada disebuah ruangan yang memang disediakan untuk para peserta dan orang yang menemani. Perlombaan masih sebentar lagi akan dimulai, dan sekarang dia masih duduk dikursi tunggu bersama Cici.


Para saingan Alyssa terlihat begitu yakin dan percaya diri, apalagi mereka juga berasal dari basic yang memang tukang masak. Sedangkan Alyssa, dia hanya pelayan restoran yang mencoba peruntungan.


"Sya" panggil Jimmy


Alyssa menoleh pada Jimmy yang baru datang dengan sebuah celemek dan name tag ditangan nya.


"Pakai dulu, perlombaan sudah mau dimulai" ujar Jimmy.


Alyssa mengangguk dan langsung berdiri. Cici juga langsung membantu Alyssa memasang celemek nya.


"Semangat, kamu pasti menang" ujar Cici.


Alyssa mengangguk pelan dan tersenyum getir, seraya kembali memandang para peserta yang sudah memakai celemek sama seperti nya ini. Celemek bewarna hitam dan bertuliskan nama restoran Denue. Restauran tempat perlombaan ini di adakan.


"Kamu harus semangat, fokus, dan jangan fikirkan apapun oke. Kami menunggu kamu disini", ujar Jimmy seraya mengusap kepala Alyssa dengan lembut.


Alyssa mengangguk dan tersenyum. Dia benar benar terharu, karena Jimmy sudah begitu baik pada nya.


"Aku pasti semangat, doain aku ya kak, Ci" pinta Alyssa seraya memandang Jimmy dan Cici bergantian.


"Tentu Sya. Doa kami selalu menyertai kamu " jawab Cici. Sedangkan Jimmy juga langsung mengangguk.


Alyssa memandang pintu masuk aula yang akan dijadikan tempat perlombaan. Para peserta yang lain nya juga sudah mulai masuk.


"Aku masuk dulu" pamit Alyssa


"Semangat" seru Jimmy dan Cici bersamaan.


"Pasti" jawab Alyssa yang langsung berlari meninggalkan Jimmy dan Cici untuk masuk kedalam sana.


Alyssa adalah salah satu peserta yang paling muda diantara peserta yang lain. Dan dia juga peserta yang tidak memiliki pengalaman apapun di bidang memasak. Hanya bermodal nekad dan hobi, dan itu yang menjadi penguat nya.


Alyssa hanya berharap dia bisa menang diantara orang orang terbaik yang ada disini.


Alyssa langsung berlari kearah pantry yang memang terdapat nama nya disana. Pantry yang sudah sangat lengkap semua alat alat masak, yang tentu nya canggih dan berkualitas. Beruntung nya Alyssa karena bekerja direstauran mewah, jadi dia tidak lagi bingung dengan semua peralatan memasak ini.


Alyssa berdiri kaku dipantry nya, seraya menarik nafasnya dalam dalam. Jantung nya bergemuruh dengan hebat, tapi Alyssa berusaha sekuat mungkin untuk menenangkan dirinya. Meski kini rasanya dia mendapatkan pandangan sinis dari peserta yang lain nya.


Dihadapan mereka sudah berjejer beberapa juri yang memang adalah seorang chef ternama dinegara itu. Sepertinya Restoran ini memang lah restauran yang cukup mewah sehingga untuk mencari chef saja harus melewati tahap dan perlombaan seperti ini.


Keren sekali...


Masih ada beberapa kursi kosong disana, mungkin acara akan dimulai dengan menunggu kedatangan penghuni kursi itu.


Tertera nama 'Presdir Albizar Malik Dewantara' disebuah papan kecil diatas meja.


Mungkin itu pemilik restauran ini. Sepertinya bos besar juga karena dia bergelar Presdir.


Apakah tampan seperti Zayden nya?


Atau gendut dan botak seperti yang ada dalam bayangan Alyssa sebelum nya??


Astaga...


Kenapa dia malah berfikir jauh kesana.


Huh... tidak masalah, setidak nya itu bisa mengurangi rasa gugup Alyssa. Membayangkan Zayden yang tampan dan bekharisma. Apalagi saat tersenyum dan .......


Lamunan Alyssa langsung terhenti saat beberapa orang masuk kedalam aula itu yang diikuti oleh beberapa orang berjas.


Sepertinya itu rombongan Presdir itu.


Ya, memang dia, karena dia berjalan menuju kursi yang sudah disediakan.


Mata Alyssa mengerjap perlahan, karena ternyata bayangan nya salah lagi. Presdir ini juga tampan, hanya saja dia terlihat angkuh dan sombong, juga sangat dingin. Sangat berbeda dengan Zayden nya yang memiliki wajah teduh.

__ADS_1


Alyssa ikut membungkukkan tubuhnya disaat semua peserta lain menyapa hormat Presdir itu.


Namun lagi lagi Presdir itu nampak hanya diam dan mengangguk kecil saja. Hanya gadis yang ada disebelah nya yang tersenyum dengan hangat. Gadis muda yang sangat cantik dan terlihat lembut. Sangat bertolak belakang dengan Presdir berwajah dingin itu.


Gadis itu masih sangat muda, mungkin mereka seumuran. Apa gadis itu kekasih Presdir itu??


Mungkin saja..


Ya, dia Presdir, mudah saja baginya untuk mendapatkan seorang gadis muda dan masih segar, cantik pula. Padahal Alyssa yakin jika usia mereka pasti berbeda jauh.


Huh... tapi sama saja kan dengan Zayden nya. Jika mereka bisa bersama sekarang, mungkin begitulah penggambaran mereka sekarang.


Presdir yang dingin tapi terlihat hangat dan gengsi ketika memandang gadisnya. Lucu sekali.


Ah, kenapa Alyssa jadi melihat Presdir itu dan gadis nya. Dia harus fokus sekarang. Apalagi sekarang salah satu juri sudah mulai membuka acara dan menyebutkan apa saja yang harus mereka masak.


Mereka semua dibebaskan untuk memasak apapun yang mereka bisa. Semua nya, yang terpenting adalah makanan dalam negeri dan khas Indonesia. Penampilan dan cita rasa adalah penilaian utama, dan setelah itu kebersihan dan kehigienisan makanan.


Alyssa bisa bernafas lega mendengar nya. Namun yang membuat nya terperangah tidak percaya adalah waktu yang diberikan untuk memasak.


Hanya satu jam..


Astaga. Otak Alyssa langsung berputar memikirkan apa yang harus dia masak dalam waktu satu jam.


"Oke.. kalian harus menunjukkan bakat terbaik kalian. Dan waktu nya dimulai dari.... sekarang!!!" teriakan juri itu langsung menggema didalam aula itu.


Alyssa langsung berlari ke tempat bahan bahan yang sudah disediakan disana. Saling berebut dengan peserta yang lain.


Dia memilih bahan bahan yang penting dengan cepat, dan tidak lama, Alyssa kembali berlari menuju pantry nya.


Ayo Alyssa, kamu harus bisa..


Kamu harus semangat.


Tunjukkan pada dunia jika orang kampung seperti mu juga berhak bahagia.


Kamu harus bisa,


Kamu harus bisa merubah nasibmu menjadi lebih baik lagi.


Demi hidupmu sendiri.


dan juga...


demi cintamu...


Semua kata kata penyemangat dan rasa yang menggebu untuk berjuang terus menerus Alyssa sebutkan didalam hati. Dan itu sedikit banyak nya mengurangi kegugupan Alyssa. Alyssa terus fokus dan bekerja dengan cepat. Mencuci, mengiris, merebus, membuat bumbu, dan semua nya dia lakukan dengan gesit dan cukup rapi.


Keinginan untuk merubah nasib begitu besar. Hinaan dari orang orang yang dia terima selama ini membuat semangat di hati Alyssa langsung membara. Dia harus bisa menang, dia harus bisa berubah. Harus!


Ting...


"Dua puluh menit lagi!" seruan dari juri membuat jantung Alyssa semakin bergemuruh. Namun tidak membuat konsentrasi nya hilang. Bahkan kamera yang sejak tadi meliput dia dan pekerjaan nya pun tidak lagi Alyssa hiraukan. Dia hanya fokus pada pekerjaan nya saja.


Hingga kedatangan seorang gadis yang merupakan kekasih Presdir itu membuat Alyssa berhenti sejenak, sembari untuk menarik nafas.


"Hai, kamu memasak apa?" sapa gadis itu.


Alyssa tersenyum memandang nya, sangat cantik dan benar benar lembut.


"Saya membuat soto dan sate Madura nona" jawab Alyssa sambil terus mengaduk soto nya didalam panci dan juga sembari mengaduk larutan agar yang sedang dia masak di tungku sebelah.


"Wah itu menu yang berat" ucap gadis itu.


Alyssa langsung tertawa kecil dan mengangguk.


"Iya, tapi saya juga menyediakan puding kiwi sebagai makanan penutup nona" jawab Alyssa lagi.

__ADS_1


Gadis itu terlihat begitu takjub dengan semua masakan nya. Atau karena Alyssa yang terlihat grusa grusu?


"Dalam waktu satu jam kamu bisa membuat itu semua?" tanya gadis itu, nampak begitu terkejut.


Alyssa mengangguk dan kembali tertawa


"Saya usahakan nona" jawab Alyssa. Ya mau bagaimana lagi. Memang mustahil nampak nya, tapi sampai detik ini, Alyssa yakin dia bisa mengerjakan semuanya.


"Saya boleh mencicipi nya? sepertinya makanan kamu terlihat begitu menarik" pinta gadis itu.


Dan mendengar itu, Alyssa jadi senang, seperti oase ditengah Padang pasir disaat dia kesulitan bernafas seperti ini.


Dan dengan cepat Alyssa langsung memberikan sendok pada gadis yang entah siapa nama nya ini.


"Silahkan nona, soto ini saya rasa sudah pas, dan sebentar lagi juga matang. Hati hati panas nona" ucap Alyssa seraya memandang gadis itu yang langsung mencicipi soto nya dengan begitu hati hati namun tidak nampak canggung sedikitpun. Ya, dia kekasih bos besar, mungkin akan Alyssa jadikan contoh nanti. Haha


Jantung Alyssa cukup berdebar tidak keruan saat sesekali memandangi gadis itu. Ekspresi nya sulit terbaca, namun Alyssa tahu jika dia pasti menyukai soto Alyssa ini.


"Apa ada yang kurang nona?" tanya Alyssa


Gadis itu menggeleng dan tersenyum seraya dia yang mendekat kearah Alyssa.


"Sempurna" bisik nya.


Alyssa langsung tersenyum malu mendengar itu. Ya ampun, dia benar benar senang dipuji seperti itu. Mudah mudahan saja ini benar.


"Nona, pujian anda membuat saya salah tingkah" ucap Alyssa


"Tidak, aku serius. Semangat lah, kamu mempunyai peluang disini, Alyssa" ucap nya seraya melirik name tag Alyssa.


"Tentu nona, terima kasih banyak" jawab Alyssa.


Alyssa tersenyum saat gadis itu mengusap lembut bahunya. Dan setelah itu, gadis itu kembali kekursi nya. Meninggalkan Alyssa yang kembali berkutat dengan makanan nya.


Sungguh, semangat dan pujian dari gadis itu semakin membuat Alyssa bersemangat.


Dia terus bekerja tanpa henti dan tanpa menghiraukan apapun lagi.


Hingga saat juri berseru kembali.


"Lima menit lagi!!!"


Buru buru Alyssa meraih piring dan mangkuk untuk memplating hasil masakan nya.


Dan disaat saat seperti ini Alyssa benar benar gugup. Waktu lima menit, apa bisa dia memplating semua nya dengan baik dan cantik.


deg


deg


deg


Tangan Alyssa bergetar saat menuangkan kuah soto yang lumayan panas itu kedalam mangkuk.


"ayo Alyssa, tenang ... relaks" gumam Alyssa seraya menarik nafasnya dalam dalam.


Beberapa kali dia lakukan itu, hingga soto berhasil tersaji dengan rapi. Namun belum sampai disitu, masih ada sate dan juga puding nya.


Keringat dingin sudah membasahi wajah dan tubuh nya. Sungguh Alyssa sudah benar benar bergetar karena gugup


tiga


dua


satu


"Stop!!!" teriakan juri langsung membuat Alyssa tersandar dipantry dengan nafas yang bergemuruh.

__ADS_1


"Untung selesai" gumam nya dengan helaan nafas yang cukup berat dan lega.


__ADS_2