
Tuan Juanda nampak begitu cemas. Hari sudah pagi saat ini dan keberadaan Alyssa belum juga ditemukan.
Dia sudah mengerahkan seluruh orang orang Zega untuk menyebar mencari keberadaan Alyssa. Bahkan mereka juga sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Seluruh jalanan dan cctv di sekitar tempat kejadian sudah mereka periksa, namun cukup sulit karena penculikan itu terjadi di daerah sepi dan tidak berpenduduk.
Tuan Juanda bahkan tidak tidur semalaman karena dia cemas dengan Alyssa, apalagi gadis itu yang sedang mengandung anak Zayden sekarang.
"Aku tidak bisa diam saja. Kita harus pergi ke Bandung untuk mencari mereka" ujar tuan Juanda pada pak Pong.
"Tapi kesehatan anda sedang menurun tuan" sahut pak Pong terlihat keberatan. Pasalnya kondisi tuan Juanda juga sedang tidak sehat. Ditambah dengan fikiran nya yang tidak tenang dan juga tidak ada tidur sama sekali.
"Aku tidak ingin menyesal untuk yang kedua kali" ucap tuan Juanda.
Pak Pong hanya bisa menghela nafas panjang dan segera mengikuti tuan Juanda.
...
Sedangkan Wira kini sudah berada di Bandung. Karena Bandung adalah tempat tinggalnya, jadi dia juga sudah meminta orang orang nya untuk menyebar dibeberapa tempat. Mereka juga bekerja sama dengan pihak kepolisian Bandung. Aksi pencarian besar besaran ini dilakukan untuk mencari Alyssa. Menantu dikeluarga Zega.
Meski tidak dikenal, tapi sekarang, status Alyssa sudah cukup penting bagi keluarga konglomerat itu. Apalagi Alyssa yang sedang mengandung calon penerus.
Jimmy tidak pergi ke Bandung, melainkan ke tempat lain untuk mengurus hal yang juga tidak kalah penting.
...
Sementara disuatu tempat. Didalam sebuah gudang yang tidak layak pakai, Alyssa duduk dengan lemah disana. Tangan dan kakinya diikat dengan kuat. Bahkan mulutnya juga dibekap dengan sebuah kain.
Alyssa benar benar terkejut saat sadar malam tadi dia sudah berada ditempat sepi ini. Tempat yang gelap dan juga dalam keadaan yang terikat.
Rasa dingin lantai yang begitu menggigit membuat perut Alyssa sakit, tubuhnya juga mulai demam. Apalagi dengan hujan diluar sana yang juga terdengar begitu deras.
Air mata ketakutan tidak pernah berhenti mengalir diwajahnya, rasanya tidak bisa dijabarkan.
Kenapa dia bisa ada disini?
Siapa yang tega membawanya kemari?
Apa salah Alyssa?
Apa dia akan mati disini tanpa orang tahu??
Alyssa semakin menangis terisak dengan mulut yang dibekap kuat. Bahkan penampilan nya sekarang sudah begitu menyedihkan.
Matanya mengedar was was kesetiap sudut ruangan yang masih terlihat gelap, namun sudah tidak segelap semalam. Malam tadi dia benar benar berada dalam keadaan yang gelap gulita. Bahkan Alyssa sampai gemetar ketakutan karena tidak bisa melihat apapun.
Didalam hati dia selalu memanggil nama Zayden. Berharap lelaki itu datang menolongnya, meski dia rasa itu tidak akan mungkin.
Alyssa tersandar di dinding dengan tubuh yang semakin melemah. Hujan diluar masih begitu deras. Bahkan tidak tahu kapan hujan itu akan berhenti.
__ADS_1
Entah hujan yang akan berhenti lebih dulu, atau nyawanya yang akan tamat duluan.
'Mas Zayden..... tolong' batin Alyssa dalam hati, sebelum matanya mulai terpejam dan dia yang langsung tergeletak tidak berdaya diatas lantai yang begitu dingin.
Membiarkan dingin menyelimuti tubuhnya yang mulai lemah dan tidak lagi sadarkan diri.
...
Byurrr
Alyssa terkesiap kaget dan langsung membuka mata disaat tubuhnya disiram dengan se ember air. Pandangan matanya begitu sayu dan samar samar, tapi dia masih bisa melihat jika kini seorang gadis cantik berdiri dihadapan nya dengan pandangan mata yang penuh benci.
"Bangun" seru Anabella
Alyssa hanya meringis dan menahan sakit disekujur tubuhnya. Dia masih terbaring diatas lantai, karena sungguh, Alyssa sudah benar benar lemas sekarang.
"Bangun kataku!!" teriak Anabella yang langsung menarik tubuh Alyssa dengan kuat, hingga Alyssa terduduk dan tersandar didinding.
Anabella meraup wajah Alyssa dengan kasar, bahkan dia menekan kepala Alyssa didinding itu dengan kuat.
"Kau sudah berani mempermalukan aku. Kau juga sudah berani merebut Zayden dariku, maka sekarang, kau harus tahu pembalasan yang aku lakukan seperti apa" ucap Anabella terdengar begitu sinis dan penuh dendam.
"Aku tidak suka ada orang yang menghancurkan harapan ku. Kau tahu, aku begitu mencintai Zayden sejak dulu. Tapi kau malah menghancurkan semua nya."
"Kau membuat dia membenciku, kau membuat dia membatalkan pertunangan kami, dan karena kau, aku dan keluarga ku hancur berantakan "
Brak
"Aku tidak akan membuat mu mati dengan mudah Alyssa. Kau harus menderita terlebih dahulu sebelum kau mati" ucap Anabella lagi
Alyssa tidak bisa berbuat apapun, tubuhnya terikat dan sudah lemas, bahkan untuk sekedar berbicara saja dia tidak bisa karena mulutnya yang dibekap kuat.
Hanya air mata yang terus menetes diwajahnya yang sudah begitu pucat.
"Nona, orang orang itu sudah menuju kemari" seruan seseorang dari ambang pintu membuat Anabella menoleh sejenak. Namun dia kembali memandang Alyssa.
Alyssa harus mati dan jangan sampai ada jejak apapun yang tertinggal disini.
"Seret dia dan bawa ke hutan. Jangan tinggalkan jejak apapun" ujar Anabella pada orang itu.
"Baik nona" sahut nya.
Alyssa menggeleng dengan kuat saat tubuh nya diseret dengan begitu sadis keluar dari bangunan itu. Bahkan tanpa iba mereka menarik Alyssa berdiri dengan paksa dan kembali menarik Alyssa untuk berjalan menuju ke hutan. Tidak tahu ada dimana dia sekarang, tapi yang jelas seluas mata memandang Alyssa hanya melihat hutan yang cukup rimbun.
"Buang dia kejurang dan segera pergi dari sana" ujar Anabella lagi.
Orang orang itu mengangguk dan kembali membawa Alyssa.
Alyssa menangis ketakutan dan bergumam sepanjang jalan. Dia benar benar takut, bahkan tubuhnya bergetar hebat dan memberontak kuat. Namun apalah daya, dia lemah dan terikat. Mudah saja bagi orang orang itu untuk menyeret tubuhnya.
__ADS_1
Ya tuhan...
tolong...
tolong kirimkan Malaikat untuk menolong nya. Menolong anak nya.
Alyssa takut...
Alyssa benar takut.
Mas Zayden...
Sesakit inikah mencintaimu??? Kenapa begitu sulit hanya ingin hidup bersama mu.
Kenapa semengerihkan ini? Alyssa sungguh tidak sanggup lagi.
"Alyssa!!!!"
deg
"Alyssa!!!?"
teriakan orang orang yang memanggil namanya membuat Alyssa menangis bahagia. Dia bergumam sekuat tenaganya, namun tubuhnya kembali ditarik dengan kuat oleh orang orang itu.
'Mas Zayden tolong!!!' batin Alyssa yang hanya mampu berteriak
Karena samar samar atau hanya pengharapan nya, dia mendengar suara Zayden yang memanggil nama nya.
Rasa sakit akibat tusukan ranting, duri dan semak belukar dikaki nya tidak lagi dia rasakan, bahkan tarikan dan dorongan paksa ditubuhnya yang sudah sangat lemah pun sudah membuat Alyssa tidak lagi berdaya. Dia hanya berharap jika orang orang itu segera menemukan dia.
Hujan masih mengguyur dengan lebat, hingga membuat tubuh Alyssa basah kuyup. Rambut dan penampilan nya sudah terlihat sangat menyedihkan.
"Cepat lempar saja disini. Jangan sampai kita ditemukan oleh mereka" ujar salah seorang dari orang orang suruh Anabella
Alyssa menggeleng dengan kuat, dia ketakutan. Apalagi ketika melihat dibawah sana jurang yang sangat dalam.
'Jangan tolong jangan' jerit Alyssa dalam hati. Gumaman tangisnya benar benar terdengar pilu. Namun orang orang itu tidak lagi memperdulikan nya. Mereka sudah ketakutan, apalagi ketika mendengar jika orang orang yang mencari Alyssa sudah semakin mendekat.
'Tuhan tolong' lirih Alyssa dalam hati
Namun matanya melebar saat tubuhnya didorong dengan paksa kebawah jurang itu. Hingga Alyssa langsung terjatuh dan berguling kebawah sana dengan begitu tragis.
Buk
"Ughh"
Alyssa membuka matanya yang lemah, saat tubuhnya tidak sampai terperosok kebawah jurang, melainkan tersangkut diantara semak dan pohon yang ada di tebing jurang itu.
Mata Alyssa memandang lemah keatas, dimana tidak lagi dia nampak apapun. Karena pandangan matanya yang mulai kabur, seiring dengan darah yang keluar dan kepala dan juga bagian bawahnya.
__ADS_1
'Mas ... tolong'
'Ini sakit ..... sakit sekali'