Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...

Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...
Merayumu


__ADS_3

Indri yang telah termakan omongan Arya merasa kesal mendengar pembelaan Marvel tentang Nissa. Dia semakin muak pada Nissa, sosok wanita yang baginya tak lebih dari sekedar pembohong.


"Bukankah setiap orang memiliki sisi busuk yang mereka sembunyikan?"


"Maksud kamu apa sih, In? Mas nggak faham deh!" tanya Marvel yang semakin tidak faham arah pembicaraan Indri. Marvel menatap Indri dan Nissa bergantian, meminta jawaban dari dua orang wanita yang ada di dekatnya itu.


Ketika Indri melirik sinis pada Nissa, justru sedari tadi Nissa terlihat diam, tenang, dan hanya tersenyum samar karena menurutnya belum waktunya untuk Nissa bicara.


"Apa yang busuk, In? Kenapa malah diam?" Marvel menatap tajam ke arah Indri.


"Ah, gapapa Mas! Lupain aja!" ucap Indri mengalihkan perhatian.


"Yang dia maksud busuk sejak tadi itu aku, Vel!" ucap Nissa dengan tenang hingga membuat Marvel langsung menoleh padanya.


"Maksudnya giman, Nis?" tanya Marvel kurang paham.


"Yang dia maksud busuk itu aku. Sedangkan orang yang Indri masukkan ke kantormu itu Arya, mantan tunanganku. Aku tidak tahu apa yang sudah dia dengar dari Arya dan mamanya. Padahal, sebagai orang yang cerdas dan berilmu, harusnya dia ber tabayyun lebih dulu sebelum memutuskan suatu masalah. Melihat permasalahan tidak hanya dari satu sisi. Dan hanya mendengarkannya dari satu pihak tanpa mencari tahu kebenarannya lebih dulu. Tapi sepertinya sepupumu telah termakan kata-kata dari Arya dan mamanya. Ya, aku akui Arya memang tampan, tapi hanya bunga yang bodoh yang termakan bujuk rayu si kumbang," jelas Nissa sambil menatap Indri dengan senyum manisnya. Hal itu membuat Indri semakin tidak suka dan muak pada Nissa.


"Apa nggak ada wanita selain dia Mas, buat kamu dekati? Aku khawatir dia hanya memanfaatkan kamu saja, Mas!" ucap Indri sambil melirik Nissa.


Nissa masih berusaha bersikap tenang meski dadanya bergemuruh akibat rentetan fitnah dari Indri. Tapi Nissa pun sadar jika bukan sepenuhnya salah Indri, ia hanya korban dari kisah bohong Arya.


"In, sebenarnya apa yang Arya ceritakan padamu? Bisakah ku menceritakan semuanya?" Indri jadi terkekeh mendengar permintaan Nissa.


"Yakin aku boleh cerita di depan Mas Marvel? Didepan laki-laki yang kamu incar? Jangan salah! Mas Arya cerita semuanya ke aku lho..."


"Tidak masalah, ceritakan saja!" jawab Nissa. Sedangkan Marvel tetap diam menyimak percakapan dua wanita cantik yang ada di dekatnya.


"Mas, aku harap setelah aku ceritakan semuanya, Mas segera mencari wanita lain dan tinggalkan wanita bermuka dua ini!" ucap Indri.


"Wanita yang ada di samping kamu ini selingkuh dengan laki-laki lain saat masih bertunangan dengan Mas Arya. Bahkan, saat sudah dipergoki pun, ia enggan berpisah. Lelaki mana Mas, yang mau hidup sama tukang selingkuh?" Indri mulai bercerita, dan Nissa hanya diam.


"Karena mas Arya tetep nggak mau melanjutkan pertunangan mereka, makanya akhirnya Mas Arya di pecat dari perusahaan nya." Indri menirukan setiap kata yang diucapkan Arya padanya.


Indri juga menceritakan tentang Nissa yang menentang prinsip hidup Arya soal berbakti pada sang Ibu. Dengan lincah Indri menirukan setiap ucapan Arya yang menancap sempurna di ingatan Indri.


Hening, keadaan berubah setelah Indri selesai bercerita. Nissa merasa ini waktunya untuk bicara.


"Sudah bicaranya? Atau masih ada lagi?" tanya Nissa menatap Indri dengan tajam.


"Itu saja menurutku sudah sangat fatal, sebagai pemilik perusahaan bukankah itu terkesan murahan? Apa kamu tidak diajarkan untuk menjaga harkat dan martabat kamu oleh kedua orang tua kamu?"


Nissa mengepalkan tangannya mendengar Indri membawa nama orang tuanya.


"Jangan pernah libatkan orang tua ku dalam hal ini! Aku yakin, jika kamu tahu yang sebenarnya kamu akan menyesal dan menarik semua kata-kata kamu. Seperti yang kukatakan tadi, sebagai orang cerdas dan berilmu, harusnya kamu cari tahu dulu kebenarannya, jangan kamu telan mentah-mentah ucapan hanya dari satu pihak saja. Agar kamu tidak malu jika ternyata informasi yang kamu terima sebelumnya salah."


"Asla kamu tahu In, kami berpisah bukan karena itu, tapi ...."


Nissa menceritakan yang sebenarnya, mulai dari Mama Amel yang meminta mobil pada Nissa sebagai ganti balas jasa karena telah membesarkan Arya. Juga ancaman Mama Amel membatalkan pernikahan jika Nissa tidak memberikan mobil, hingga akhirnya Nissa memilih mundur. Juga tentang Arya yang terbukti menyelewengkan yang perusahaan bekerja sama dengan orang dari bagian keuangan.


Hal itu jugalah yang menjadi pertimbangan bagi Nissa, seandainya Arya adalah orang yang baik Nissa tidak akan keberatan memberikan mobil senilai 500 juta. Namun, masalah itu terbuka tepat ketika ia mendapatkan bukti kecurangan-kecurangan dan laporan kinerja Arya yang kurang baik. Juga sikap Arya yang ingin melecehkan Nissa sebagai bentuk rasa kesal karena penolakan darinya. Masih untung Nissa hanya memecat Arya, tidak melaporkan tindakan Arya ke polisi. Apa jadinya jika Nissa melaporkan semuanya ke polisi? Ternyata kesempatan yang Nissa berikan agar Arya berubah jadi lebih baik justru digunakan untuk memfitnah Nissa.


Dua versi cerita yang berbeda membuat Marvel terdiam, berbeda dengan Indri yang masih tidak percaya pada Indri dan lebih membela Arya dan semakin membenci Nissa.


"Kamu jangan percaya sama wanita ular ini Mas? Namanya maling mana ada yang mau ngaku! Dia itu cuma mencari simpati sama kamu Mas!" ucap Indri sambil menunjuk-nunjuk muka Nissa dengan jarinya.


"Kamu tahu hal itu tapi masih saja percaya sama Arya? Bukankah Arya juga bisa melakukan hal itu, membuat cerita sedih seolah dia yang tersakiti. Jika tidak begitu, apa kamu mau untuk sekadar mengenalnya?"


Ucapan Nissa merupakan pukulan telak untuk Indri, tapi bukannya sadar Indri malah makin menjadi.


"In, jika boleh aku kasih kamu saran sebaiknya kamu jangan terlalu dekat dengan. Arya dan keluarganya. Mungkin saat ini kamu belum bisa menerima apa yang aku katakan, tapi tidak masalah. Semua akan kembali pada dirimu sendiri yang paling penting aku sudah bebas dari keluarga toxic itu. Lebih baik kamu cari tahu lebih dulu seluk beluk keluarga Arya,"


ucap Nissa lelah menghadapi Indri.


"Marvel aku pergi dulu, soal kerjasama bisa kita bicarakan lagi lain waktu. Permisi." Nissa segera bangkit dan berlalu.


Saat Marvel hendak beranjak mengikuti langkah Nissa, tiba-tiba saja Indri mencekal pergelangan tangannya. Marvel seketika menoleh dan menatap tajam Indri.


"Biarkan Nissa pergi Mas! Wanita itu tidak pantas untukmu."

__ADS_1


Marvel hanya diam dan menatap semakin tajam membuat Indri melepaskan cekalan tangannya pada Marvel.


"Nissa tunggu sebentar!" ucap Marvel ketika dia berhasil mensejajarkan langkah dengan Nissa.


"Ada apa lagi Vel? Aju sudah tidak mood lagi jika mau membicarakan kerja sama!"


"Bukan soal itu Nis, maafkan Indri! Mungkin dia sudah termakan omongan mantan tunangan kamu."


"Iya, aku maklum kok. Mungkin dia sedang jatuh cinta pada Arya. Jadi apapun yang dikatakan Arya akan dia telan semuanya begitu saja." jawab Nissa.


Obrolan mereka berlanjut, hingga akhirnya sampai di parkiran kantor Marvel.


"Aku langsung balik ke kantor ya!" pamit Nissa


"Iya, maaf soal yang tadi ya Nis! Aku benar-benar menyesalkan kejadian itu."


"Gapapa Vel, kalau bisa sepupu kamu jangan sama Arya. Percayalah, Arya dan mamanya bukanlah orang yang baik. Mereka hanya mengincar harta saja. Ya sudah, aku pamit dulu ya," ucap Nissa.


Marvel hanya menjawab dengan anggukan saja. Bersamaan dengan mobil Nissa yang meninggalkan kantor Marvel, nampak Indri yang kembali dari makan siang. Lelaki itu segera menyusul Indri memasuki gedung.


"In, keruanganku sekarang!" ucap Marvel ketika langkah mereka sudah sejajar.


Indri berdecak, menatap sang kakak sepupu yang melewatinya begitu saja. Ia kesal karena ini pertama kalinya dia bertengkar dengan Marvel. Sepanjang jalan, Marvel memasang wajah datar, tanpa membalas sapaan pegawainya seperti biasanya. Pandangannya lurus ke depan tanpa senyum yang biasanya menghiasi bibir.


Sedangkan Indri, sepanjang jalan dia terus menggerutu. Tidak ada hentinya dia mengumpat dan memaki Nissa. Wanita yang dianggap sebagai biang masalah.


Tok! Tok! Tok!


Indri mengetik pintu selayaknya bawahan yang hendak masuk ke ruangan atasannya.


"Masuk!" terdengar suara dari dalam.


Indri segera membuka pintu, terlihat sang kakak sepupu yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil melipat tangan di depan dada. Perlahan, Indri duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Marvel.


"Apa kamu tidak menyesal dengan tindakan yang kamu lakukan tadi?"


"Astaga Indri! Kamu sudah dewasa loh! Tentu apa yang kamu lakukan tadi salah. Jika kamu mendengar sesuatu yang buruk maka sampaikan sendiri sama aku! Bukan malah seperti tadi!"


"Nissa sendiri kan Mas yang menantang untuk mengatakan semuanya! Kenapa Mas Marvel malah marah dan menyalahkan aku?"


"Nisa itu bukan wanita baik-baik Mas, dianitu cuma mau mengambil simpati Mas Marvel saja, untuk apa? Tentu saja untuk membuat Mas Arya cemburu ketika melihat dia berhasil mendapatkan lelaki yang lebih kaya dan lebih mapan dibandingkan Mas Arya. Jangan jadi bodoh gara-gara bucin sama cewek dong Mas!"


Marvel berdecak, "In, aku sudah lama mengenal Nissa. Mas tahu betul bagaimana karakter Nissa. Sekarang Mas tanya. Berapa lama kamu mengenal Arya?"


"Baru kemaren aku ketemu dan mengenal dia!" jawab Indri pelan.


"Oh my God, Indri!!" Marvel merasa gemas dengan adik sepupunya yang pintar tapi polos itu.


"Baru kemaren dan kamu percaya begitu saja bualannya?" tanya Marvel sambil menggelengkan kepala dan memijat pelipisnya yang berdenyut.


"Kamu benar-benar sudah termakan ucapannya, In! Ayolah! Kamu ini wanita berpendidikan, jangan pakai rasa saat mengungkap kenyataan, pakai logika Indri, sepupuku yang cantik!"


"Mas pasti akan menyesal jika suatu saat melihat wanita ular itu jalan dengan laki-laki lain!"


Marvel tertawa menanggapi ucapan Indri, "In, bodoh dan bucin itu beda tipis ternyata ya! Sekarang Mas tanya, apa tadi Mas ada mengatakan kalau Nissa itu kekasih Mas? Kami hanya berteman dan dia tadi datang karena kami ada rencana kerja sama. Seandainya nanti dia gandeng pria lain yang lebih dari aku, aku tidak ada masalah!"


"Halah, Mas jujur aja kalau Mas itu suka kan sama Nissa?"


"Wajar jika aku nantinya suka sama Nissa, dia wanita yang cantik, baik, pintar, cerdas, mandiri. Bener-bener definisi wanita yang mendekati sempurna. Tapi kembali lagi, jodoh itu ditangan Tuhan. Jadi aku ingatkan, bersikaplah sebagaimana mestinya. Jangan sampai rasa suka dan cintamu membuat kamu buta akan sekitarmu. Karena akan jadi sebuah penyesalan yang sia-sia saat matamu kembali terbuka."


Terjadi perdebatan beberapa lama di ruangan Marvel. Indri menghentakkan kakinya ketika keluar dari ruangan Marvel seperti anak kecil yang tidak mendapatkan apa yang dia mau. Marvel berulang kali menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik sepupunya. Marvel heran, sepupunya yang cerdas itu mendadak berubah jadi sosok yang bodoh ketika dihadapkan dengan cinta Arya.


Marvel menyudahi lamunannya dan mengambil ponselnya. Segara dicari nomer Nissa lalu jarinya mulai menari lincah.


[Kamu sudah sampai kantor Nis? Maafkan tingkah adik sepupu tadi, aku janji akan cari bukti tentang hubunganmu dan mantan tunangan kamu itu untuk membungkam mulut Indri.]


Ting


Ponsel Nisa berbunyi saat dia baru turun dari mobil. Nissa tersenyum ketika mendapati nama Marvel sebagai pengirim pesan.

__ADS_1


Nissa tidak langsung membalas pesan dari Marvel. Dia tidak mau disangka gila oleh karyawannya karena kedapatan senyum sendir sambil bermain ponsel.


Nissa menganggukan kepala sambil tersenyum pada pegawai yang menyapa di sepanjang jalan menuju ruangannya.


Sesampainya di ruangan, Nissa segera duduk di sofa yang ada di ruangannya. Nissa meletakkan tas dan segera membuka kembali ponsel yang sejak tadi ada dalam genggamannya.


[Aku baru sampai kantor, tentang adik sepupumu tidak usah kamu pikirkan. Silahkan saja jika kamu ingin mencari bukti tentang hubunganku dengan Arya karena sebenarnya aku sudah tidak peduli. Tugas utama mu adalah mengingatkan Indri agar jangan terlalu dekat dengan Arya dan keluarganya keluarganya sebelum semua terlambat.]


[Ya sudah tidak usah terlalu kamu pikirkan. Nanti kita jadwal ulang pertemuan kita untuk membahas kerjaan ya!]


[Oke]


...*****...


Keesokan harinya adalah hari pertama Marvel bekerja di kantor cabang milik Marvel. Arya Bekerja dengan semangat, tentu saja dia tidak ingin mengecewakan Indri.


Arya bekerja sesuai dengan apa yang Pak Hartono ajarkan. Dia yang sejatinya pintar dengan mudah menyerap apa yang diajarkan. Hingga hari beranjak siang, dan tiba waktu istirahat makan siang. Arya pun menyudahi pekerjaannya setelah itu beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kantin dekat kantor tempatnya bekerja.


Ternyata saat Arya baru mau duduk ia mendengar suara Indri yang memanggil dirinya.


Arya sangat senang, dadanya membusung dan kepalanya kian mendongak sebab ia sangat bangga karena jabatan Indri sebagai manager keuangan tentunya membuat Arya ikut disegani


oleh para karyawan yang ada disana.


"Kamu sudah pesan, Mas?" tanya Indri.


"Ini baru mau pesan, makan bareng yuk!" ajak Arya yang di jawab anggukan kepala oleh Indri, iapun ikut duduk di samping Arya.


Arya mengangkat tangan sebagai kode untuk memanggil pelayan yang tak lama kemudian datang menghampiri keduanya.


"Saya pesan satu ayam geprek plus nasi, sama es teh manis satu." Pelayan mencatat pesanan Arya.


"Kalau aku, nasi soto ayam sama es lemon tea ya Mbak!"


"Ada lagi Pak, Bu?"


"Sudah itu saja." jawab Arya.


Pelayan itu mengangguk lalu berlalu untuk menyiapkan pesanan Arya dan Indri.


"Gimana? Kesan pertama kerja hari ini? Betah?" tanya Indri.


"Betah dong, secara tempatnya enak. Orangnya ramah-ramah. Apalagi atasannya, udah cantik, ramah pula!" ucap Arya.


Kedua pipi Indri memerah karena Arya memujinya. "Lalu kerjaan kamu? Bisa ngikuti?"


"Bisa dong, Arya gitu lhooo! hahahha!"


Indri ikut tertawa karena menganggap ucapan Arya hanyalah gurauan saja.


"Oh iya, kemaren aku ketemu sama mantan tunangan kamu. Ya udah, aku maki-maki aja dia!"


Arya membelalak, menatap Indri penuh tanya. "Mau apa ternyata dia datang kesini? Apa dia bikin ulah?"


Indri menggeleng cepat,"Dia kesini ada urusan kerjaan katanya. Dia bukannya sadar setelah aku maki malah nyalahin dan mojokin kamu tahu nggak, Mas?"


Indri menceritakan apa yang dia alami kemaren dengan menggebu-gebu hingga lupa mengatakan jika Nissa bersama Marvel kemarin. Tangan Arya mengepal kuat ketika mendengar cerita Indri tentang perdebatannya kemaren. Namun Arya sangat bersyukur karena ternyata Indri tidak percaya dengan Nissa.


"Jadi, kamu percaya apa nggak dengan yang di ucapkan Nissa?"


"Aku? Jelas enggak lah! Wajahnya saja yang sok polos dan baik, nyatanya hatinya busuk. Dia kita aku akan balik mendukung setelah dia menceritakan versinya? Ooh tentu saja tidak! Aku lebih percaya padamu Mas, karena kamu anak Mama Amel. Sahabat baik Mama aku."


Arya menganggukan kepala sembari tersenyum puas.


"Syukurlah kamu tidak percaya dengan ucapannya yang tentu saja hanya bualan. Aku sangat beruntung bisa kenal dengan kamu, sudah cantik, baik, cerdas, tidak sombong lagi!"


Arya terus memuji Indri, Ia terus meniupkan rayuan-rayuan gombal pada Indri. Dan sayangnya Indri langsung percaya begitu saja hanya karena Arya anak teman baik mamanya.


Sungguh, naif sekali bukan?

__ADS_1


__ADS_2