Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...

Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...
Bahan tertawaan


__ADS_3

"Aku belum selesai ngomong!"


"Apaan sih?" Indri menyentakkan tangannya hingga lepas dari cekalan tangan Arya.


"Kamu harus bantuin aku biar bisa kembali bekerja di kantor sepupu kamu itu, Indri. Gak apa-apa deh mesti cuma jadi staff biasa aja. Aku terima kok mesti jabatannya nggak tinggi dan gajinya nggak banyak," desak Arya meminta bantuan pada Indri tanpa basa basi.


Dia mencoba meyakinkan Indri jika mantan supervisor dan staff keuangan seperti dirinya rela bekerja sebagai staff biasa. Setidaknya itu lebih bergengsi daripada menjadi seorang Office Boy.


"Aku nggak bisa dan nggak akan pernah mau." jawab Indri.


"Pokoknya kamu harus bantuin aku, In."


Arya yang sibuk mendesak Indri melupakan keberadaan Marvell, pemilik perusahaan yang dia bicarakan dari tadi yang saat ini sedang berdiri di samping Indri dan terus mengamati tingkah Arya sejak tadi. Karena kesabarannya yang sudah menipis, Marvell pun angkat bicara.

__ADS_1


"Kamu itu jenis manusia macam apa sih? Nggak tahu diri banget! Kalau saja dari awal sejak menikah kamu memperlakukan sepupuku dengan baik, sudah pasti hidupmu akan enak. Tapi apa nyatanya? Baru juga dikasih ujian sedikit, watak asli kamu dan Ibumu itu sudah keluar."


Indri pun ikut menimpali, "Ar..... Ar.... Aku kira setelah berpisah dariku kamu akan hidup jauh lebih bahagia dan bertemu dengan wanita yang jauh lebih baik dari aku. Tapi, nyatanya malah semakin blangsak. Dan sepertinya sudah tidak ada lagi wanita yang mau sama kamu."


Penghinaan Indri mengikis kesabaran Arya. Dulu dia memang bisa mendapatkan wanita yang lebih segalanya dari Indri, namun sekarang semuanya berubah.


"Jangan sombong! Akan aku buktikan nanti. Aku pasti bisa dapatkan wanita yang lebih segalanya dibanding kan kamu," ucap Arya geram.


Menurutnya bukanlah suatu hal yang sulit untuk nya mendapatkan wanita, toh selama ini banyak wanita yang sudah takluk dan terperdaya oleh rayuan mautnya. Apalagi semua itu ditunjang oleh penampilan nya, wajah yang tampan dan body yang proporsional


Arya hendak membalas ucapan Marvell, tapi Pak Irawan tiba-tiba datang dan menarik lengan bajunya. Saat itu pula, Arya baru sadar jika dirinya sudah jadi tontonan dan juga pusat perhatian beberapa orang.


"Kamu jangan macam-macam sama tamu Bos ya! Kamu mau di pecat di hari pertama kali kamu bekerja?" Pak Irawan memperingatkan Arya akan konsekuensi yang akan di terima Arya nantinya. Jika dia sampai di pecat, bisa-bisa dia menerima amukan dari Rendra dan juga Mamanya.

__ADS_1


"Ayo!" Pak Irawan menarik tangan Arya. "Mohon maaf ya Pak, Bu!" ucap Pak Irawan pada Marvell dan juga Indri.


Indri tersenyum sinis pada Arya yang masih menatap tidak reka saat melangkah pergi.


Pak Irawan membawa Arya ke Pantry, "Kamu ngapain sih, cari gara-gara?" tanya nya sambil membuat teh dan juga kopi.


"Ck!" Arya berdecak sebal. "Mereka duluan yang ngatain aku, Pak!" jawab Arya berbohong agar dirinya tidak disalahkan.


Pak Irawan menggelengkan kepalanya. "Bapak lihat kamu yang menghampiri perempuan tadi. Bahkan Bapak melihat kamu yang memaksa dia."


Tenggorokan Arya tercekat dan tidak mampu menjawab. Dia tidak bisa memikirkan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan nya saat ini.


"Yaaa.... sah-sah saja lah, Pak. Dia itu masih istriku." ucap Arya.

__ADS_1


Pak Irawan yang mendengar itu terdiam seketika lalu tertawa terbahak-bahak beberapa detik kemudian.


"Kenapa ketawa, Pak? Ada yang lucu memangnya?"


__ADS_2