Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...

Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...
Hari pertama bekerja


__ADS_3

Arya menuju ke kantor tempat Rendra bekerja dengan menggunakan ojek online. Dia sangat percaya diri dengan penampilannya. Meskipun hanya akan jadi office boy, tetapi untuk Arya penampilan tetep nomer satu. Karena Arya sangat yakin, jika nantinya dia bisa menggaet salah satu wanita kaya di kantor itu. Yah, meskipun tidak sekaya Nissa ataupun Indri. Tapi paling tidak dia bisa numpang hidup dan berleha-leha.


"Kamu bisa bekerja sekarang kan?" tanya Pak Soni. Ia terus mengamati penampilan Arya dari atas hingga ke bawah lalu kembali lagi ke atas. Dia merasa tidak yakin dengan penampilan Arya yang terbilang sangat rapi untuk jadi OB.


"Nggak wawancara dulu gitu, Pak?" tanya Arya.


"Nggak usah. Lagian kemarin kan sudah, kebetulan di sini kekurangan tenaga dan masih banyak yang harus dibersihkan. Ini seragam kamu, dan kamu bisa ganti di sana!" ucap Pak Soni menyodorkan seragam khas OB sambil menunjuk ke arah ruang ganti khusus pria yang terletak satu ruangan dengan loker pegawai.


Arya juga tidak menyangka jika dia harus langsung bekerja saat itu juga. Dia kira hanya datang untuk memberikan jawabannya saja, dan bisa bersantai sepanjang hari ini. Arya memaksa dirinya agar ikhlas menerima pekerjaan sebagai office boy meski gajinya cuma dia juta lima ratus rupiah.


"Tapi Pak, apa nggak bisa mulai besok saja bekerjanya? Saya pikir baru mulai bekerja besok."


"Kan sudah saya katakan kalau kami kekurangan tenaga OB di kantor ini. Jadi yang diterima ditempat ini langsung bekerja. Ini, silahkan di ambil!" ucap Pak Soni sambil mengangsurkan satu stell seragam khas OB.


Dengan terpaksa Arya mengambil seragam OB dari Pak Soni lalu keluar dari ruang HRD.


"Gimana, Ar? Beres?" tanya Rendra yang sengaja menunggu sangat adik, anak kesayangan Mamanya di depan ruang HRD.

__ADS_1


Arya hanya memajukan bibirnya dan menekuk muka glowing nya di hadapan Rendra.


"Ya sudah, ayo Mas antar ke ruangan yang khusus untuk OB," ucap Rendra lagi. Arya hanya diam dan mengikuti langkah Rendra dengan hati yang sangat kesal.


Hingga sampai di ruangan khusus OB pun Arya masih terus menggerutu. "Tahu gitu mending aku datang saja besok," ucap Arya sambil berjalan dan menghentakkan kakinya ke lantai hingga menimbulkan suara yang lumayan keras.


Rendra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu.


"Tolong di bimbing ya, Pak!" ucap Rendra pada Pak Irawan, salah satu kepala Office Boy di kantor tersebut.


"Nggeh, Pak Rendra." jawab pria paruh baya itu dengan sedikit membungkukkan tubuhnya. Sedikit banyak dia tahu bagaimana watak Arya setelah mendengar sedikit percakapan antara Arya dan Rendra barusan.


"Ikuti saya, Mas." Titah Pak Irawan setelah Arya selesai berganti baju. Ditangannya sudah menenteng dua buah ember dan pel.


"Ini, Mas Arya bersihkan disini. Saya akan bersihkan di lantai atas." ucap Pak Budi sambil menyerahkan ember dan pel lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Arya.


Arya menarik nafas yang terasa berat. Dengan setengah hati dia membersihkan lantai itu sambil berdoa dan berharap tidak bertemu dengan kenalannya di sana. Yah, namanya juga perusahaan, bisa saja tiba-tiba ada yang datang ke sana karena urusan pekerjaan.

__ADS_1


Rupanya doanya tidak di kabulkan, baru juga dia meminta tiba-tiba saja terlihat sosok wanita cantik yang berjalan berdampingan dengan sosok pria tampan ke arah ruang meeting saat dia sedang asyik mengepel lantai. Rasanya Tuhan tidak senang padanya.


Arya segera menyimpan ember dan alat pel nya. Lalu mengusapkan tangannya ke baju agar tidak bau. Kemudian ia menghampiri wanita itu.


"Indri, kamu ngapain disini?" tanya Arya.


"Arya? Kamu ngapain? Kerja di sini?" tanya Indri yang terkejut dengan kehadiran Arya yang tiba-tiba, terlebih saat melihat baju yang di pakai Arya.


Bukannya Indri meremahkan sebuah pekerjaan, tapi Indri cukup paham orang seperti apa Arya itu. Ia heran, kenapa Arya mau bekerja di tempat itu dengan posisi seperti itu, karena dia tahu Arya adalah lelaki yang selalu mengedepankan gengsi.


"Iya... aku.... emmm... aku kerja di sini. Kamu ada perlu apa kesini?"


"Aku ada meeting dengan klien Mas Marvell. Tapi, aku nggak nyangka kalau kamu bekerja di sini dan sebagai....... OB." ucap Indri sambil tersenyum mengejek.


Wajah Arya seketika memerah dan tangannya terkepal kuat menahan amarah dan bercampur malu.


"Ya udah ya... aku mau meeting dulu, nggak bisa santai-santai kayak orang lain." ucap Indri lalu berjalan melewati Arya begitu saja. Tiba-tiba Arya mencekal lengan Indri saat tangan wanita itu baru memegang handle pintu.

__ADS_1


"Aku belum selesai ngomong!"


"Apaan sih?" Indri menyentakkan tangannya hingga lepas dari cekalan tangan Arya.


__ADS_2