Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...

Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...
Membujuk Marvell


__ADS_3

"Loh, kalian kok sudah masuk? Nggak jadi ambil cuti?" tanya Marvell.


"Enggak Mas!" Jawab Indri. Sedangkan Arya hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Ya sudah, kalian ke ruangan saya sebentar ya! Ada hal penting yang harus saya sampaikan pada kalian berdua!" ucap Marvell.


Arya dan Indri mengangguk bersamaan lalu saling pandang , setelah itu keduanya kompak mengikuti langkah Marvell menuju ruangan lelaki itu. Marvell mempersilahkan kedua orang itu untuk duduk.


"Ada apa ya, Mas?" tanya Indri begitu dia dan Arya sudah duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Marvell.


"Begini In, kamu pastinya sudah tahu dan paham dengan aturan perusahaan yang tidak memperbolehkan suami istri bekerja di satu tempat. Jadi, dengan sangat terpaksa saya harus merumahkan kamu dan mempertahankan Arya karena dia adalah kepala keluarga yang nantinya bertanggung jawab untuk menafkahi keluarganya. Ini surat keterangan nya, gaji kamu bulan ini, sekalian uang pesangon kamu."


"Maksud Mas Marvell gimana? Ini ada apa sih Mas sebenernya? Indri masih nggak ngerti, jangan main-main ya Mas! Nggak lucu ini Mas!" Indri dan Arya saling pandang setelah mendengar apa yang dikatakan Marvell.


"Iya nih Pak, maksudnya gimana ya? Masa tiba-tiba main pecat aja, nggak ada pemberitahuan lebih dulu?" ucap Arya.


"Pak Arya, mungkin kamu masih belum paham karena kamu karyawan baru di sini. Tapi harusnya tahu sih, karena point itu kan ada di surat perjanjian kerja. Tapi saya nggak heran sih, kamu masuk ke perusahaan ini kan lewat jalur khusus ya! Tapi nggak masalah sih sebenarnya, disini saya hanya bersikap profesional saja. Mengingat masalah pribadi di antara kita, saya tekankan jika ini tidak ada hubungan sama sekali dengan masalah pribadi kita! Dan saya tidak ingin ke depannya ada fitnah yang beredar jika saya memecat Indri karena ada masalah pribadi di antara kita. Yaa, meskipun saat ini belum ada fitnahan seperti itu, tapi siapa yang tahu kedepannya, bukan begitu Pak Arya? Saya hanya antisipasi dari halnyang seperti itu saja. Dan kamu Indri, kamu tidak lupa kan jika ada peraturan seperti itu di perusahaan saya?" ucap Marvell panjang dan sengaja menyindir Arya yang sudah memfitnah Nissa saat dia memecat Arya.

__ADS_1


"Iya Mas, aku ingat, tapi apa tidak ada sedikit toleransi Mas, aku kan sepupu Mas Marvell? Aku juga sudah lama lho mengabdi di perusahaan ini. Masa iya harus di pecat sih Mas?" tanya Indri.


"Maaf In, sebenarnya saya juga berat, tapi namanya peraturan tetap peraturan dan saya harus profesional di sini. Saya harus tegas sama kamu, karena saya tidak ingin ada kecemburuan sosial di sini. Saya tidak mau diremehkan dan dipandang rendah oleh karyawan karena mereka menganggap saya pilih kasih. Jadi meskipun kamu sepupu saya, di kantor status kamu sama dengan karyawan yang lain!"


"Atau begini saja Pak, saya saja yang keluar dari sini!" ucap Arya. "Saya kan karyawan baru di sini, beda dengan Indri yang sudah lama bekerja di sini, apalagi posisi Indri sangat penting bagi perusahaan dan sulit untuk segera mencari gantinya, bagaimana?" ucap Arya dengan tidak tahu malunya.


Marvell mengernyitkan dahinya ketika mendengar ucapan Arya, yang secara tidak langsung sudah membuat sisi buruknya terlihat. Seharusnya sebagai laki-laki dan kepala keluarga yang bertanggung jawab dia membujuk Indri untuk berhenti bekerja dan jadi ibu rumah tangga biasa saja. Karena mencari nafkah adalah tugasnya.


"Kamu siapa? Berani mengatur saya! Suka-suka saya lah, ini kan perusahaan saya, bukan perusahaan kamu! Terserah saya dong, mau terima dan pecat siapa? Lagipula ini adalah kesepakatan saya dengan semua petinggi perusahaan. Jadi, tidak bisa diganggu gugat!"


"Tapi Mas, kan bisa salah satu di antara aku atau Mas Arya dipindahkan ke kantor lain. Jadi kita kan tetap tidak satu tempat kerja!" ucap Indri mencoba bernegosiasi.


Indri menatap lekat wajah kakak sepupu nya itu, emosinya seketika membuncah. Belum selesai masalah harta dan benda miliknya yang disita orang tuanya. Kini bertambah lagi satu dengan pemecatannya dengan alasan konyol yang tidak masuk akal menurutnya. Padahal, Marvell adalah pemilik perusahaan, harusnya bisa dong dia tidak memecat dan tetap mempertahankan dirinya.


"Jadi maksud Mas Marvell memecat Indri karena suami istri tidak boleh kerja di satu atap perusahaan begitu? Atau karena Mas Marvell takut aku khilaf dan ambil uang perusahaan? Begitu maksud Mas Marvell?" tanya Indri.


"Apa tadi ada kata-kata saya yang seperti itu?" tanya Marvell balik.

__ADS_1


"Halah, sudahlah Mas. Aku tahu maksud Mas Marvell. Selama bertahun-tahun aku kerja di perusahaan ini nggak pernah aku ada nilep uang perusahaan barang seribu rupiah pun."


Marvell meipat tangan di depan dada sambil menatap lekat Indri. Dia heran, bagaimana bisa sepupu nya itu bisa berubah drastis seperti itu setelah mengenal dan berhubungan dengan Arya. Ternyata lelaki itu benar-benar membawa pengaruh buruk bagi sepupu nya itu.


"Kamu mau tahu alasan kenapa saya bisa berpikiran seperti itu?" tanya Marvell sambil merubah posisi duduknya.


"Alasan utamanya, memang benar seperti apa yang kamu pikirkan barusan. Kenapa? Karena dengan orang tuamu sendiri, yang sudah merawatmu dari kecil hingga besar dan ada di posisi sekarang saja kamu bisa berbohong dan menentang! Apalagi dengan perusahaan? Aku yang hanya sepupu buat kamu, nantinya pasti akan kamu remehkan! Karena kamu merasa perusahaan ini punyaku, gak akan jadi masalah dong kalau aku ambil sedikit saja uangnya! Bagitu kan yang ada di pikiran kamu, In?"


"Kamu jangan fitnah ya, Mas! Aku tidak pernah melakukannya!"


"Bukan tidak In, tapi belum! Karena kamu memang belum melakukan itu! Ah, sudahlah. sebaiknya kalian pergi dari ruangan saya sekarang juga karena saya masih ada banyak pekerjaan. Dan untuk anda Pak Arya, jika tidak suka dengan keputusan yang saya ambil, silahkan buat surat pengunduran diri sekarang juga, karena saya akan dengan hati menerimanya. Masih banyak karyawan yang lebih kompeten yang mau bekerja di perusahaan ini. Jadi tidak masalah jika saya kehilangan dia orang karyawan seperti kalian."


Arya dan Indri menatap tajam pada Marvell. Arya tidak berani memaki ataupun membantah Marvell karena dia memang butuh pekerjaan ini. Sedangkan Indri yang ingat jika Marvell adalah sepupu yang sudah banyak membantunya hanya diam saja. Jika tidak ingat dia pasti sudah menampar wajah tampan Marvell.


Indri dan Arya akhirnya pergi dari tempat itu dengan membawa sejuta kesal dan emosi terpendam.


Setelah kepergian Arya dan Indri, Marvell segera mengambil ponsel dan mencari kontak yang dari kemaren terus menghubunginya.

__ADS_1


...**✿❀ 𝐻𝑎𝑝𝑝𝑦 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔 ❀✿**...


__ADS_2