Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...

Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...
TOLOL


__ADS_3

"Kenapa ketawa, Pak? Ada yang lucu memang nya?"


"Iya... iya kamu memang lucu. Aduh, sampai sakit perut aku. Kamu kalau mimpi jangan di siang bolong! Mana ketinggian lagi mimpinya. Kami dengan Bu Indri? Kalian itu sangat jauh berbeda! Lihat saja pakaian kamu dan pakaian yang dia kenakan. Bu Indri terlihat sangat berkelas, sedangkan kamu....?" ucap Pak Irawan sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya terserah Bapak kalau tidak percaya! Tapi kenyataan nya memang seperti itu."


"Sudah, nggak udah banyak alasan lagi. Sekarang kamu bawa minuman itu ke ruang meeting." ucap Pak Irawan sambil menunjuk ke atas meja yang ada di pojokan.


Pandangan Arya segera mengikuti arah yang ditunjuk oleh Pak Irawan. Soalnya, ruangan yang di tunjuk adalah ruangan meeting yang tadi di masuki oleh Indri dan Marvell. Mau di taruh di mana mukanya jika dia yang harus mengantarkan minuman itu ke sana.


"Pak Irawan aja yang antar minuman ke ruang meeting, biar aku yang antar ini." ucap Arya sambil menyambar baki yang di atasnya terdapat teh dan kopi buatan Pak Irawan. Lalu pergi dengan cepat tanpa persetujuan Pak Irawan.


Pak Irawan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah Arya. "Bawa ke ruangan paling ujung yang sebelah kanan!" teriak Pak Irawan ketika sadar jika Arya belum tahu minuman itu akan di bawa kemana. Entah Arya mendengar nya atau tidak.


Arya menyusuri koridor menuju ruangan ya g tadi di maksudkan oleh Pak Irawan. Namun langkahnya berhenti saat melihat seseorang yang dia kenal.


"Kenapa harus ke ruangan ini sih?" keluh Arya tidak senang saat melihat Rendra ada di ruangan itu. Kakak yang paling tidak dia sukai.


"Silahkan, Pak." Arya meletakkan minuman di meja yang paling ujung yang dekat dengan pintu masuk.


"Hai.... ini bukan minumanku! Kamu nggak becus banget sih!" Salah seorang karyawan melayangkan protes setelah mencoba minumannya.


"Oooh, Bapak maunya kopi ya?" tanya Arya sambil menyerahkan satu cangkir kopi.


"Punyaku teh tawar!"


"Oh, tunggu sebentar saya carikan!"

__ADS_1


Arya malah mencicipi semua minuman yang dia bawa. Rendra yang melihat kelakuan Arya seketika menepuk jidatnya.


"Argh! Apa yang kamu lakukan? Kamu mau ngasih kopi sisa kamu ke aku?" bentak karyawan itu dengan emosi yang memuncak.


"Pak Irawan.... Pak Ir... " teriak karyawan itu memanggil Pak Irawan.


Arya, lelaki itu merasa jika yang dia lakukan tidak salah sama sekali. Dia hanya membantu mencarikan minuman yang sesuai dengan seleranya.


"Rupanya anak itu nggak punya otak buat mikir!" lirih Rendra yang geram. Ia segera berdiri dari kursinya dan menghampiri Arya.


Baru saja Arya akan membuka suaranya, Rendra segera berdiri di depannya dan menghentikan adiknya yang bodoh itu agar tidak semakin memperkeruh suasana.


"Maaf, Pak. Dia pegawai baru yang masuk hari ini. Saya akan suruh dia membereskan minumannya."


"Tapi.... "


"Saya ganti sama kopi dari coffe shop yang lagi viral itu deh, Pak... "


"Sama camilannya juga deh, Pak. Gimana?" tanya Rendra lagi.


"Oke, Deal!" jawab pria itu sumringah karena dapat ganti minuman viral yang harganya lebih mahal dan masih di tambah camilan pula.


Rendra tersenyum kemudian menarik Arya kembali ke pantry dengan kasar. Padahal dia merekrut Arya karena kasihan dengan adiknya yang masih pengangguran itu. Meskipun dia tahu bagaimana sikap minus adiknya itu.


"Dasar bodoh! Otakmu nggak kamu pakai, hah?"


Baru saja bekerja satu hari, Arya sudah membuat masalah dikantornya. Semoga saja atasannya tadi tidak mempermasalahkan hal tersebut.

__ADS_1


"Aku kan cuma nyariin minumannya!" Arya berkata dengan ketus.


"Tapi bukan dengan kamu mencicipi semua minuman itu! Emang kamu mau minum bekas orang lain?"


"Yaaa... enggak lah....!"


"Itu tahu.... " Rendra semakin kesal dan bingung dengan bagaimana cara Arya berpikir.


"Sekarang kamu ke kedai di depan sana. Kamu belikan kopi dan camilan buat orang tadi! Nanti aku kirim pesanannya lewat WA. Awas aja kalau sampai salah lagi.!" ancam Rendra.


Rendra mengeluarkan tiga lembar pecahan berwarna merah kemudian menyerahkan kepada Arya.


Arya segera berangkat untuk membelikan pesanan Rendra. Sedangkan Pak Budi, kembali membuat minuman untuk pegawai yang lain kemudian mengantarkan minuman tersebut. Dalam hati dia mendesah, tambah pegawai bukan membuat pekerjaan nya semakin ringan dan berkurang, malah semakin bertambah banyak.


Setelah mengantarkan minuman dan makanan ke atasan Rendra tadi, Arya berniat istirahat karena merasa lelah. Tetapi, Benni, atasan Rendra meminta Arya untuk fotokopi beberapa berkas.


"Tolong fotokopi yang ini juga ya, maaf tadi lupa." ucap Beni saat Arya menyerahkan berkas yang sudah selesai dia fotokopi.


Pada jam makan siang pun, Arya tidak bisa makan dengan tenang. Baru saja hendak menyuapkan makanannya ke mulut, lagi-lagi Beni menyuruhnya untuk mengambil kertas yang ada di lantai atas. Masalahnya, lift kantor sedang dalam perbaikan hari ini. Jadi, mau tidak mau Arya harus naik ke lantai delapan dengan menggunakan tangga. Bayangkan saja bagaimana rasanya jadi Arya di hari pertama dia bekerja.


Arya sangat yakin jika Beni sedang mengerjai nya. Namun ia harus bersabar dan menahan emosinya. Ancaman Rendra masih terngiang-ngiang di telinganya agar tidak membuat masalah dan selalu bersabar.


Arya tidak pernah tahu jika pekerjaan sebagai Office Boy sangat berarti. Padahal, dulu dia selalu menganggap remeh pekerjaan yang saat ini dia jalani. Dulu, dia juga sering memerintah seenaknya office boy yang di kantor tempat dia bekerja dahulu.


Saat waktu sudah menunjukkan waktu pukul enam sore, Arya segera bersiap pulang dan berganti baju. Di sana, dia juga bertemu dengan Pak Irawan yang juga sedang berganti baju dan bersiap untuk pulang Setelah berpamitan dengan Pak Irawan, Arya kemudian berjalan ke cafe yang ada di seberang jalan. Cafe itu tidak jauh dari kantornya.


Arya memesan minuman dan duduk di pojokan, dia menghindari riuhnya pengunjung sambil menatap orang-orang yang masih lalu lalang di jalan. Jadi semuanya terlihat sangat jelas.

__ADS_1


"Arya, Hai.... ketemu lagi. Lagi ngapain?" sapa wanita sambil menepuk bahu Arya.


#Nah lhoooo.... siapa yang nepuk bahunya Arya.....


__ADS_2