
Hari yang paling di tunggu akhirnya tiba, hari paling bahagia bagi seorang Indri. Sebentar lagi dia akan sah menjadi istri dari Arya. Lelaki yang sangat dia cintai, bahkan dia rela melakukan hal diluar nalar demi cintanya itu.
Gedung yang disewa lumayan megah, dekorasi dan bunga-bunga yang cantik semakin menambah ruangan yang akan digunakan untuk akad dan pesta. Catering, MUA, juga kamar hotel juga telah dipesan dari seminggu yang lalu.
Rencananya setelah akad Arya dan Indri akan menginap di kamar hotel. Tak hanya memesan satu kamar, karena ternyata Mama Amel juga minta untuk ikut menginap karena dia belum pernah merasakan nikmatnya menginap di hotel mewah. Tentu saja itu semua menggunakan uang Indri untuk membayar semua tagihannya. Meskipun begitu, tidak menghabiskan seperempat dari jumlah tabungan Indri. Sedangkan Mama Sofie dan Papa Nando menginap satu malam saja dan itu menggunakan uang mereka sendiri.
Meski Papa Nando tidak diberitahu tentang hal itu, tapi dia bukan orang yang bodoh, dia tahu jika semua pastinya menggunakan uang putri semata wayangnya. Namun dia tetap berusaha bersabar karena ada hal yang lebih penting dari itu semua. Dan ia pastikan jika Indri akan mengetahui siapa sebenarnya sosok lelaki dan keluarga yang dia bela mati-matian itu.
Saat ini Indri sedang di rias di kamar yang sudah dia pesan, sedangkan Arya ada di kamar Mama Amel. Nanti setelah acara selesai dan mereka sudah sah sebagai suami dan istri baru Arya akan pindah ke kamar Indri.
Sebelum subuh tadi, MUA yang dipesan Indri sudah datang. Indri yang terlalu fokus dirias tidak sadar jika ada seseorang yang menyelinap masuk ke kamarnya. Indri tidak tahu dan tidak bisa melihat karena ada sekat yang menutupi tempat dia dirias.
Sang MUA yang tahu kalau orang itu adalah orang dekat indri, dan melihat kode dari orang itu agar diam hanya menganggukkan kepala karena menganggap orang itu akan memberi surprise untuk calon pengantin.
Orang itu menuju ke nakas tempat Indri menyimpan yas yang berisi barang-barnag berharga miliknya. Setelah melihat apa yang dia cari, segera dia mengambil apa yang diinginkan lalu mengembalikan kembali tas Indri di posisi semula. Setelah itu orang itu keluar dari kamar Indri.
"Hah, selamat. Semua sudah ada di tanganku. Semoga setelah ini Indri akan sadar siapa sebenarnya lelaki yang dia pilih itu. Juga wajah asli dari mertuanya. Dengan begini, lelaki mokondo itu tidak akan dapat berkutik. Aku tidak sebodoh indri, dan aku tidak akan membiarkan kamu terus-terusan menggerogoti harta anakku. Dasar buaya buntung!"
Lekas orang itu segera menuju ke kamarnya dan sang Istri.
"Papa darimana saja? Mama daritadi nyariin lhoo!" ucap Mama Sofie samb memperhatikan barang-barang yang ada di tangan suaminya.
"Itu bukannya barang-barang punya Indri ya, Pa? Kok bisa ada di Papa?" tanya Mama Sofie.
"Udah, Mama nggak udah berisik. Ini bagian dari rencana yang sudah Papa susun."
__ADS_1
"Rencana? Rencana apa Pa?"
"Iya Ma, ini bagian dari rencana Papa. Papa cuma ingin Indri tahu wajah asli Arya dan keluarganya kalau tahu Indri sudah tidak punya apa-apa!"
"Kenapa harus seperti itu, Pa? Bukankah dengan menandatangani surat perjanjian kemaren itu sudah bisa jadi bukti kesediaan mereka untuk tidak mengutak atik harta pribadi Indri sebelum dia menikah!"
"Ma, orang licik itu punya seribu satu macam cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Ini hanya salah satu cara Papa untuk melindungi hak Indri. Jika mereka bisa berbuat licik, maka Papa akan lebih licik lagi."
"Terus, apa gunanya syarat yang kemaren Papa ajukan? Kalau memang Papa tidak setuju kan tinggal Papa katakan saja pada Indri!"
"Mama ini, kayak nggak pernah tahu istilah 'Kalau sudah cinta tai kucingpun rasa coklat', sa halnya dengan yang Indri alami saat ini. Dia sudah dibutakan cintanya pada Arya. Percuma Papa sekolahkan dia tinggi-tinggi, tapi semua logika dan kecerdasan mendadak hilang entah kemana sejak kenal dengan lelaki mokondo itu! Ma, Papa ini sering ketemu dengan orang-orang baru, Papa bisa tahu karakter seseorang hanya dari gaya dia bicara saja. Apa Mama kira Papa tidak tahu apa yang sebenarnya diincar lelaki itu dari putri kita? Dia itu tidak tulus Ma!"
"Salah Papa juga yang dulu terlalu mengekang dan membatasi pergaulan Indri, jadinya dia sekarang terlalu kuper apalagi soal hubungan dengan lawan jenis. Padahal yang Papa pikirkan dulu hanya karena ingin menjaga Indri dari pergaulan yang salah , eh malah sekarang dikadalin sama upil biawak!"
"Tapi Pa, Amel itu sahabat baik Mama waktu sekolah dulu. Apa iya dia tega menyakiti putih kita?"
"Baru tiga bulan yang lalu sih, Pa! Itupun juga karena gak sengaja ketemunya!"
"Nah, apalagi seperti itu! Apa Mama tahu seperti apa dia sekarang selama tidak bertemu dengan Mama? Yang sering ketemu saja masih susah ditebak karakter aslinya seperti apa! Ini lagi, baru tiga bulan ketemu!"
"Trus kita mesti gimana Ma? Kalau apa yang Papa katakan tadi benar, nggak mungkin to kita biarkan Indri masuk ke gerbang penderitaan!"
"Ya, mau gimana lagi Ma? Pap sebenarnya juga nggak rela menyerahkan putri Papa satu-satunya ke tangan lelaki brengsek macam Arya. Tapi kalau tidak seperti ini, Indri pasti akan terus menyalahkan kita, Ma. Mama tenang saja, Papa tidak akan pernah tinggal diam dan membiarkan Indri menderita. Mama percaya saja sama Papa!"
"Kalau begitu, setelah menikah biar mereka tinggal di rumah kita Pa. Biar Mama bisa jagain Indri."
__ADS_1
"Jangan Ma! Kalau tinggal di rumah kita, Indri tidak akan pernah tahu seperti apa sebenarnya Arya dan juga keluarganya. Biarkan dia tinggal bersama suaminya."
"Tapi, kalau nanti mereka menyakiti Indri gimana Pa?"
"Mama tenang saja, Papa sudah merencanakan semuanya. Nanti akan ada anak buah Papa yang akan melaporkan semuanya, Mama jangan khawatir ya, InsyaAllah Indri akan aman. Papa melakukan ini agar Indri bisa sadar dan menjadi pelajaran untuknya kelak saat mengambil keputusan, harus dipikir matang-matang dan dicari dulu kebenarannya.
"Apa Papa tahu semuanya dari Marvell?" tanya Mama Sofie.
"Tanpa Marvell memberi tahu Papa, sudah pasti Papa akan mencari semua informasi tentang lelaki itu lebih dulu. Papa tidak masalah meski lelaki itu bukan dari kalangan atas asalkan lelaki itu benar-benar bertanggung jawab dan tulus mencintai putri kita bukan karena ada maksud terselubung seperti Arya dan mamanya."
"Lagipula coba Mama pikir pakai logika ya! Wanita seperti Nissa, mantan calon tunangan Arya itu, dia wanita yang kaya, dia cerdas, dia dari kalangan terpandang dan juga anak seorang pengusaha. Mana mungkin dia rela hidup bersama orang yang tidak tepat! Dia punya alasan membatalkan pernikahannya dengan Arya. Dan itu yang Papa cari tahu, cukup satu hari saja. Dan apa Mama tahu kalau Arya itu sempat akan mempekosa Nissa agar wanita itu tidak membatalkan pernikahan nya dengan Arya?"
"Jadi maksud Papa, yang membatalkan pernikahan itu bukan Arya tapi Nissa?" tanya Mama Sofie dengan mata membelalak karena kaget dengan fakta yang baru saja dia dengar dari Papa Nando.
"Ya, Nissa membatalkan pernikahan saat Amel teman Mama itu meminta mobil seharga lima ratus juta sebagai tanda terima kasih karena sudah merawat dan membesarkan Arya! Gila kan? Meski tampan tapi satu keluarga gak ada yang waras!"
"Selain itu, Arya juga terbukti melakukan kecurangan. Dia bekerja sama dengan orang keuangan mengambil uang perusahaan diam-diam."
"Kalau begitu, kita batalkan saja pernikahan ini Pa! Kita tunjukkan saja bukti-bukti kejahatan Arya!"
"Sayangnya CCTV ruangan Nissa mati, Ma. Jadi nggak ada bukti. Orang Papa dapat informasi dari karyawan perusahaan Nissa, semua karyawan berkata hal yang sama karena pada saat itu ada ribut-ribut di jam kerja. Jadi mereka semua tahu ulah Arya!"
"Lagipula, apa Mama mau melihat Indri unuh diri kalau sampai pernikahan ini gagal? Orang yang patah hati itu, otaknya tidak akan bisa berpikir sehat Ma. Jadi biarkan saja semua berjalan semestinya. Kita lihat saja, Arya akan tetap dengan sandiwaranya atau sikapnya akan berubah."
Mama Sofie terdiam. Dia membenarkan ucapkan suaminya, dia juga menyesali kebodohannya karena tterlalu percaya dengan sahabatnya itu. Dia tidak menyangka jika sangat sahabat akan tega mengkhianatinya.
__ADS_1
...☆࿐ཽ༵༆༒ 𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈 ༒༆࿐ཽ༵☆...