Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...

Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...
Drama Cap Ikan Asin


__ADS_3

"Lalu bagaimana rencana Om dan Tante selanjutnya?" tanya Marvell.


"Kami sepakat untuk melaporkan mereka ke kantor polisi Vell. Apalagi, kami juga punya banyak bukti perbuatan mereka. Kami khawatir jika mereka kembali mengganggu dan mengusik ketenangan Indri.


"Benar itu, Tan. Mereka berdua harus dikasih pelajaran. Jangan biarkan mereka lolos begitu saja!" ucap Marvell yang kemudian beralih menatap pada Indri.


"Kalau bisa segera lapor pada polisi, In. Biasa ada batas waktu lapor. Soalnya kamu kan harus visum juga." ucap Marvell mengingatkan.


"Iya Mas. Habis ini aku mau lapor ke kantor polisi sama Mama." jawab Indri.


"Kamu sama Mas aja saja In. Biar Tante Sofie temani Om Nando aja disini. Siapa tahu bisa cepat sembuh!" ucap Marvell sambil memainkan alisnya.


"Kamu bisa aja Vell!" jawab Papa Nando menanggapi gurauan dari Marvell. "Emang nggak papa Vell kalau kamu ngantar Indri ke kantor polisi? Takutnya kamu sedang sibuk."


"Nggak papa Om, hari ini aku free. Nggak ada kerjaan yang terlalu penting kok!" jawab Marvell.


"Terima kasih ya, Vell. Ini Om ada bukti kejahatan Arya dan Mamanya. Om kirim ke nomor ponsel kamu ya!"


Marvell mengangguk, lalu terlihat Papa Nando yang serius menggerakkan jemarinya di atas layar ponsel miliknya. Sedetik kemudian, ponsel yang ada di saku Marvell bergetar. Dengan cepat Marvell mengambil ponsel nya danwlihat notif. Ada dua video masuk di ponsel nya.


Sebelum berangkat, Marvell menyempatkan untuk melihat video kiriman dari Papa Nando. Detik demi detik video itu berputar. Hingga pada saat tangan Arya tiba-tiba melayang dan mendarat di pipi mulus Indri, Marvell memejamkan matanya. Ia tidak kuasa menyaksikan sepupunya diperlakukan seperti itu. Hingga akhirnya Marvell menekan tombol kembali pada ponsel miliknya.


"Astaga Om, Tante. Marvell tidak menyangka jika Arya dan Mamanya sanggup bertindak sejauh itu. Padahal, Marvell sangat berharap jika Arya dan Mama Amel bisa menyayangi Indri tanpa melihat apa yang Indri punya."


Lelaki itu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memasukkan ponselnya kembali ke saku celana.


"Itulah Vell, sebenarnya Om dan Tante tidak ingin berurusan lagi dengan mereka. Tapi mereka yang lebih dulu bikin ulah. Maka dari itu, Om dan Tante memutuskan untuk lapor pada polisi.


Mama Sofie dan Papa Nando mengangguk setuju. Begitupun dengan Indri.


"Iya Tante, itu memang keputusan yang tepat!"


"Ayo, In. Kita berangkat sekarang saja!" ajak Marvell.


"Iya, Mas."


"Hati-hati ya, Nak!" Mama Sofie memeluk putri semata wayangnya itu.


"Vell, Tante titip Indri ya." ucap Mama Sofie.

__ADS_1


Marvell mengangguk sebelum akhirnya melangkah pergi bersama Indri.


Belasan menit kemudian, mobil yang dikendarai Marvell memasuki kantor polisi. Indri memberikan laporan, dan polisi meminta Indri segera melakukan visum pada dokter yang telah dipercaya.


Berbanding terbalik dengan Arya dan Mama Amel yang saat ini baru sampai di rumah. Keduanya segera keluar dari mobil taksi online dan masuk ke dalam rumah.


"Ar, Mama sebel banget tahu nggak! Mama nggak terima mereka memperlakukan kita seperti ini." Mama Amel bersungut sambi menghempaskan pantatnya di sofa dengan kasar. Arya juga ikut duduk dengan perlahan disana.


Arya terdiam, dia masih memikirkan ide untuk membalas Indri dan keluarganya. Hingga akhirnya dia tersenyum. Hal itu membuat Mama Amel bergidik ngeri sekaligus heran.


"Kamu kenapa Ar? Jangan bilang gara-gara dihajar Indri lantas otakmu jadi geser," ucap Mama Amel saat melihat Arya masih bertahan dalam diam dan terus tersenyum.


"Enggak lah, Ma! Justru Arya sudah dapat ide yang dapat mempermalukan mereka. Jika kita tidak bisa melakukannya, biarkan netizen yang bicara."


"Maksud kamu gimana sih, Ar?"


"Udah, Mama nggak usah banyak tanya. Yang penting sekarang kita buat video yang isinya sangat menyedihkan hingga akhirnya netizen yang akan menghujat mereka." ucap Arya.


Mama Amel tersenyum saat mendengar penjelasan dari Arya. "Ide bagus! Sekarang kan kita gampang banget bikin orang viral!" ucap Mama Amel tanpa sadar jika mudah juga menjerat seseorang jika menyalahi aturan karena jejak digital tidak dapat ditipu.


Akhirnya, sepasang ibu dan anak itu segera membuat video playing victim mereka. Tidak lama, video buatan mereka tidak lebih dari lima menit. Arya kembali memutar video yang dia buat,setelah memastikan semua sesuai dengan apa yang dia inginkan dan sudah tampaknya meyakinkan, Arya segera meng upload video itu di akun media sosial miliknya.


Ting.... Ting... Ting...


Suara notifikasi di ponsel Arya berdenting berkali-kali. Dalam hitungan menit, video yang laki-laki itu unggah di media sosial miliknya sudah menjadi sorotan netizen +62, terbukti dengan banyaknya notifikasi yang masuk di akun sosial media miliknya.


"Tuh kan, Ma! Rame!"


"Buruan buka, Ar! Lihat apa aja komentar nya!" ucap Mama Amel.


"Nanti aja, Ma! Biar sekalian kalau sudah banyak. Biar kita sekalian bacanya dan puas melihat mereka di hujat banyak orang."


Mama Amel mengangguk setuju dengan apa yang Arya ucapkan.


Dreeet..... Dreetttt.... ddreeeeeet.


Ponsel Indri bergetar, bahkan ini untuk yang kesekian kalinyakalinya semenjak dia keluar dari kantor polisi setelah membuat laporan.


Karena penasaran, akhirnya Indri mengambil ponsel yang ada didalam tas tentenh yang saat ini dia bawa. Ternyata, banyak sekali notif dari halaman media sosial miliknya. Dan ada notif dari salah satu temannya yang meng-tag akun sosmed pribadi milik Indri.

__ADS_1


Indri menekannya hingga muncul sebuah komentar dari temannya itu.


"Ini suami kamu kan, In?"


Indri menggulir layar ponselnya ke atas untuk melihat video yang beberapa menit lalu di unggah oleh Arya di media sosial. Tangan Indri menggenggam erat ponsel miliknya.


"Ternyata pilihan melaporkan mereka ke polisi itu benar-benar pilihan yang sangat tepat." ucap Indri lirih.


"Ada apa In?" tanya Marvell.


"Lihatlah, Mas!"


Indri menyerahkan ponsel miliknya pada Marvell.


Jika Indri tadi hanya memutar video yang di unggahan Arya yang saat ini sudah dibagikan berkali-kali juga ada ribuan like dan komentar disana. Marvell lebih memilih membacanya komentar netizen. Lelaki itu nampak tersenyum, sebab lebih dari sebagian isi komentar itu adalah hujatan untuk Mama Amel dan juga Arya.


"Abaikan saja, tidak usah kau pikirkan. Netizen sudah banyak yang tahu cerita sebenarnya." ucap Marvell.


"Kok bisa?" tanya Indri sambil menerima ponsel yang diulurkan Marvell.


"Iya, video kalian sebelumnya ya g di rumah sakit itu sudah viral lebih dulu sebelum Arya mengunggah video itu. Jadi, netizen sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi." jelas Marvell.


Indri akhirnya merasa lega dan mengangguk.


Di tempat lain, Arya menjadi murka saat membaca satu persatu komentar para netizen atas video yang dia unggah tadi.


[Dasar playing Victim! ]


[Halah, video pencitraan cap ikan asin! Video kalian di rumah sakit sudah lebih dulu viral dan nitizen bukan orang bodoh yang gampang percaya begitu saja dengan drama receh macam ini!]


Dan masih banyak lagi video yang menyudutkan dan menghujat Arya dan Mama Amel.


Tok... tok.... tok...


"Haduh, siapa sih?" Mama Amel menggerutu sambil menatap pintu yang masih tertutup.


𝑁𝑎ℎ 𝑙ℎ𝑜𝑜𝑜𝑜.... 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔....????


...**✿❀ 𝐻𝑎𝑝𝑝𝑦 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔 ❀✿**...

__ADS_1


__ADS_2