
Sebenarnya agak kurang semangat update hari ini karena kemaren sudah up bab dari siang, eeh... ternyata baru masuk siang ini..... 😁😁😁
Kayak mau bikin laporan orang hilang ke kantor polisi ya, harus nunggu 1x24 jam dulu baru laporan naik🤭🤭🤭🙏🙏🙏
Happy reading gaes....
...*****...
Pagi mulai menyapa, sinar matahari yang masuk lewat celah ventilasi udara memberi kehangatan di kamar sepasang pengantin baru.
Jarum jam belum genap menunjukkan pukul enam pagi, tapi kedua nya telah terbangun. Seperti Mama Amel yang saat ini tengah menuju ke kamar sepasang pengantin baru itu.
Tok.... Tok.... Tok...
Indri menoleh ke arah pintu saat mendengar benda itu diketuk. Segera Indri menoleh ke sumber suara lalu membuka pintu kamarnya. Terlihatlah wajahnya Mama Amel di depannya.
"Sudah bangun ternyata, Mama kira masih tidur karena capek habis begadang!"
Indri mengusap tengkuknya, dia hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan mertuanya. Dia tahu apa maksud dari ucapan Mama mertuanya itu.
"Ayo kita sarapan bareng, habis itu kita santai-santai sambil berenang. Biar kira lebih akrab gitu.. " ucap Mama Amel.
Indri terdiam karena saat ini dia bingung harus menanggapi ajakan mertuanya seperti apa. Wanita itu menoleh ke arah Arya yang saat ini masih ada di dalam kamar, hal itu membuat Mama Amel juga ikut melongokkan kepalanya ke dalam kamar Indri dan Arya. Hingga terlihat Arya yang tengah mengemasi barang-barang miliknya. Mama Amel segera masuk saat Indri sudah bergeser memberikan jalan.
"Lho, Arya. Kamu mau kemana?" tanya Mama Amel sambil mendekati Arya.
"Pulanglah Ma, ngapain juga disini! Cari penyakit saja!" jawab Arya ketus.
Mama Amel yang bingung mendengar jawaban Arya segera menatap Indri. Sorot matanya menyiratkan jika dia meminta jawaban tentang yang sebenarnya terjadi.
Arya menghentikan kegiatannya dan menatap sang Mama yang saat ini telah duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Ada apa dengan kalian? Baru aja nikah tapi kok kamu kayak bad mood gitu Ar? Apa yang terjadi?"
"Oke, Mama dengerin cerita Arya ya! Jangan dipotong sampai Arya selesai. Hah.... kesel Arya! Mama tahu, Papa dan Mama Indri semalam kan pulang. Sebelumnya mereka datang dan pamit mau pulang!"
"Iya Mama tahu, semalam mereka juga pamit ke kamar Mama, tapi Mama nggak antar mereka ke depan, Mama capek banget soalnya, Ar!"
"Intinya bukan itu yang bikin Arya kesel dari semalam Ma! Yang bikin Arya kesel itu, semua barang milik Indri, dari mobil, uang tabungan Indri di rekening, bahkan sampai uang amplop tamu sudah di ambil semua sama orang tua Indri. Cuma ponsel aja yang mereka kembalikan. Indri sudah gak punya apa-apa Ma!"
"Apaaaa? Jadi dia sekarang sudah miskin sekarang?" tanya Mama Amel.
Tiba-tiba saja.....
Bruuugh.....
Mama Amel pingsan, wanita itu tidak kuat menerima kenyataan jika sm dia rencananya terancam gagal total.
...*****...
Indri terkejut, karena selama ini dia tidak pernah diperintah oleh orang tuanya melakukan pekerjaan rumah meski itu hanya sekedar membereskan bekas makan mereka.
Suasana yang sangat berbanding terbalik, tidak sama dengan saat Indri belum sah menjadi anggota keluarga di rumah ini. Sikap Mama Amel dan Arya yang dulu hangat, kini jadi begitu dingin dan ketus.
Indri membeku melihat mertua dan suaminya yang pergi begitu saja setelah selesai sarapan tanpa ada basa-basi terlebih dahulu. Dia masih berusaha berpikir positif saat melihat perubahan keluarga barunya itu. Wanita itu terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia bangkit lalu membereskan meja makan dari bekas sarapan mereka. Butuh waktu belasan menit untuk Indri menyelesaikan semua pekerjaan hingga tuntas dan bersih semua.
Setelah semua pekerjaan rumah selesai, Indri segera masuk ke kamar. Disana dia melihat suaminya yang sudah berpakaian rapi.
"Mau kerja lah, ngapain juga di rumah!"
"Lho Mas, cuti kita kan masih ada tiga hafinkagi kan?"
"Males aku di rumah! Bikin kesel aja, percuma juga kan ambil cuti,toh gak bisa kemana-mana, gak ada duit kan? Mending aku pergi kerja aja!"
__ADS_1
Setelah itu, Arya segera meraih tas yang biasa dia bawa saat bekerja.
"Tunggu Mas, aku juga kerja aja kalau begitu!"
Indri segera bersiap, ia berganti dengan pakaian formal yang biasa ia kenalan saat bekerja. Dengan mengendarai sepeda motor, Satu-satunya kendaraan yang saat ini mereka miliki, mereka berangkat ke ke kantor. Sepanjang jalan tidak ada obrolan diantara mereka berdua. Sebenarnya sudah beberapa kali Indri mencoba mencairkan suasana namun Arya tidak merespon sama sekali.
Setelah membelah jalan beberapa puluh menit, akhirnya mereka sampai juga hingga akhirnya kendaraan satu-satunya milik sepasang pengantin baru itu berjajar rapi di parkiran motor yang tersedia di kantor mereka.
"Loh, Pak Arya dan Bu Indri kok sudah masuk kerja aja? Nggak ambil cuti?" tanya satpam yang sedang patroli pagi.
Indri hanya menanggapi dengan senyuman, sementara Arya memilih pergi begitu saja. Langkah Arya yang panjang membuat Indri tertinggal sedikit jauh di belakanya. Indri harus sedikit berlari agar langkah mereka berdua bisa sejajar dan beriringan.
Bertepatan dengan Indri dan Arya yang sampai di lobby kantor, ternyata ada Marvell yang juga baru datang dan hendak masuk. Marvell sengaja datang ke kantor cabang untuk menghandle pekerjaan yang biasa dikerjaan Indri karena mengira Indri masih cuti.
"Loh, kalian kok sudah masuk? Nggak jadi ambil cuti?" tanya Marvell.
"Enggak Mas!" Jawab Indri. Sedangkan Arya hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Ya sudah, kalian ke ruangan saya sebentar ya! Ada hal penting yang harus saya sampaikan pada kalian berdua!" ucap Marvell.
Arya dan Indri mengangguk bersamaan lalu saling pandang , setelah itu keduanya kompak mengikuti langkah Marvell menuju ruangan lelaki itu. Marvell mempersilahkan kedua orang itu untuk duduk.
"Ada apa ya, Mas?" tanya Indri.
𝘏𝘢𝘺𝘰𝘰𝘰𝘰, 𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢?????
𝘏𝘢𝘺𝘰𝘰𝘰𝘰, 𝘳𝘦𝘷𝘪𝘦𝘸 𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘢𝘢𝘢𝘢????? 🤭🤭🤭🤭🤭🙏🙏🙏🙏
𝘉𝘢𝘣 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬 𝘺𝘢, 𝘢𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘰𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢! 𝘕𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳𝘴 𝘯𝘪𝘩, 𝘣𝘪𝘢𝘳 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪.... 🤭🤭🤭🙏🙏
ᨏᨐᨓ 𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒓𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈 ᨓᨐᨏ
__ADS_1