Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...

Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...
Makan Malam Spesial


__ADS_3

Nama Imelda segera melangkah ke arah tangga yang menghubungkan dengan kamar Nissa di lantai dua. Sedangkan Marvell, saat ini lelaki itu sedang memandangi sebuah foto besar dalam sebuah bingkai sederhana yang terpasang di dinding ruang tamu. Sebuah foto yang menampilkan Nissa dengan pose di apit oleh kedua orang tuanya.


Namun, belum sempat Mama Imelda menapaki anak tangga yang pertama sudah terlihat seorang gadis cantik sedang menuruni tangga.


Marvell yang belum menyadari kehadiran gadis dengan paras cantik yang sekilas mirip artis Asmiranda yang saat ini mengenakan dress berwarna coklat selutut. Yah, memang secantik itu Nissa, dengan versinya yang memiliki tinggi seratus tujuh puluh senti. Oleh karena itu, Arya masih tergila-gila pada Nissa hingga saat ini.


"Udah di tungguin tuh, Nis."


Suara Mama Imelda menyita perhatian Marvell, seketika lelaki tampan itu pun menoleh. Dua iris matanya pun langsung terpusat pada Nissa yang terlihat sangat cantik dan sempurna.


Bagaimana tidak? Tubuh tinggi semampai Nissa yang kini berbalut gain model mini dress tengah menampakkan kaki jenjangnya yang mulus. Dress yang dipadukan dengan brokat hingga bagian bawah terlihat sangat elegan. Make up tipis dengan lipstik berwarna nude semakin menyempurnakan penampilannya malam ini. Rambut panjangnya dia biarkan tergerai, hanya dia beri jepit di sisi kirinya tepat di bagian belakang telinga.


Marvell tidak mengalihkan pandangannya ke arah lain dan terus terkunci pada sosok Nissa yang sedang menuruni anak tangga. Hingga sampai di ujung akhir anak tangga, Marvell belum menyadari jika Nissa sudah berada di dekatnya.


Marvell terkesiap saat tiba-tiba tanpa dia sadari Nissa sudah berdiri di depannya dan melambaikan tangan.


"Eeh, maaf!" ucap Marvell kikuk.


"Nggak papa, aku maklumi saja kok. Namanya juga barusan lihat bidadari turun dari tangga." ucap Nissa sambil tergelak.


Sedangkan Marvell nampak salah tingkah, terlihat dari tangannya yang mengusap tengkuknya.


"Kita berangkat sekarang aja ya, Nis!"


"Begitu juga boleh."


Marvell mengangguk, kemudian dia beranjak dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Mama Imelda untuk berpamitan.


"Jangan pulang terlalu malam ya, Vell. Tante nitip Nissa ya!"


"Nissa sudah besar lho Ma.. masa' pakai acara dititipin segala kayak anak TK?" seloroh Nissa.


"Iya, Tante. Sebelum jam sepuluh Marvell pastikan Nissa sudah sampai di rumah dalam keadaan utuh."


Mama Imelda mengangguk kemudian melepas kepergian putrinya bersama teman lelakinya itu. Tidak bisa dipungkiri, tidak aada sedikit pun rasa khawatir saat Nissa bersama dengan Marvell.

__ADS_1


Mama Imelda melambaikan tangannya saat kendaraan roda empat milik Marvell mulai bergerak keluar dari halaman rumah. Dan setelah kendaraan roda empat itu melewati pintu gerbang, Mama Imelda segera melangkah masuk ke dalam rumah.


"Aku mau ngajak kamu ke satu restoran yang bagus banget. Kamu pasti suka!"


"Oh ya? Dimana?"


"Ada deh, nggak jauh kok."


"Hmmm, baiklah. Aku penasaran."


Puluhan menit pun berlalu. Mobil Marvell tanpamu masuk ke sebuah area parkir sebuah bangunan gedung terkenal yang menjulang tinggi di pusat kota.


"Makan di sini?" tanya Nissa.


"Iya, apa kamu ingin tempat yang lain?" tanya Marvell sebelum mereka keluar dari mobil.


"Ah, tidak. Disini kelihatannya juga bagus. Hanya saja aku belum pernah datang ke tempat ini. Ini baru pertama kalinya."


"Dan semoga, untuk pertama kalinya kamu datang ke tempat ini akan memberikan kesan yang bagus dan tidak akan pernah kamu lupakan."ucap Marvell.


Nissa tampak mengangguk kemudian tersenyum pada Marvell.


"Terima kasih, Vell. Harusnya kamu nggak perlu repot-repot melakukan hal seperti ini." ucap Nissa.


"Tidak, Nis. Kamu tidak pernah merepotkan aku." jawab Marvell dengan suara yang terdengar lembut.


Keduanya kemudian melangkah masuk bersama ke dalam gedung yang letaknya di lantai nomer sembilan. Sebuah restoran sekaligus bar dengan menu andalan western dan Asia.


Marvell dan Nissa pun mulai masuk, dengan sigap Marvell menarik kursi yang ada di depannya untuk gadis cantik yang saat ini berdiri di samping nya.


"Kamu memang tidak salah pilih tempat, Vell. Aku suka tempatnya." ucap Nissa dengan wajah yang berbinar.


Pilihan Marvell yang memilih tempat di bagian outdoor benar-benar sangat tepat sekali. Nissa terlihat sedang menikmati pemandangan pusat kota yang saat ini terlihat benar-benar memukau karena sudah malam. Selain itu, di setiap sudut ruangan dipenuhi koleksi beraneka tanaman dan aneka bunga dan lengkap dengan berbagai aneka lampu gantung yang membuat suasana menjadi semakin romantis.


Sesekali, Nissa tampak memejamkan kelopak matanya menikmati semilir angin yang membelai wajah cantiknya.

__ADS_1


Selamat Malam. Ini daftar menunya." ucap seorang pelayan yang mendatangi meja mereka lalu memberikan buku menu pada Marvell.


"Kamu mau pesan apa, Nis?"


"Hmmm, apa ya?" jawab Nissa yang tampak bingung setelah melihat deretan daftar makanan yang menggugah selera.


"Steak sama lemon tea saja." jawab Nissa akhirnya. Dan Marvell pun mengangguk.


"Samakan saja ya, Mbak." ucap Marvell sambil mengembalikan bulu menu tersebut kepada pelayan setelah pelayan itu mencatat pesanan mereka.


Sembari menunggu pesanan mereka datang, mereka berbincang-bincang ringan sambil menikmati suguhan pemandangan yang ada di depan mata mereka.


Setelah beberapa lama, makanan yang mereka pesanpun datang. Tanpa banyak menunggu, keduanya langsung menikmati hidangan yang ada di depan meja mereka hingga akhirnya hidangan itu habis.


Tampak Nissa yang mengambil tissu yang ada di atas meja kemudian mengusap mulutnya untuk menghilangkan bekas makanan yang mungkin saja masih tertinggal di sana.


"Aku ke toilet sebentar ya, Nis." ucap Marvell.


"Oh, iya. Silahkan, Vell." jawab Nissa.


Marvell bergegas melangkah pergi, sedangkan Nissa mencari posisi duduk ternyaman nya dengan menyandarkan punggungnya pada kursi. Pandangan Nissa lurus ke depan. Berkali-kali ia menghela nafasnya dalam-dalam. Dia menikmati segarnya angin malam yang terasa menyegarkan.


"Hai... " suara sosok wanita yang berasal dari arah samping membuat Nissa menoleh. Dan seketika terlihat Indri yang sedang membawa sebuah buket bunga mawar yang sangat besar.


"Indri?" ucap Nissa yang tampak terkejut karena kehadiran Indri yang tiba-tiba ada disana. Wanita itu gegas berdiri dari tempat duduknya lalu sedikit bergeser hingga keduanya berdiri berhadapan.


Belum sempat Nissa bertanya lagi, tapi dia melihat kode dari mata Indri agar melihat ke arah belakang. Dan ternyata, Marvell sudah berlutut sambil menunjukkan sebuah cincin dalam kotak beludru berwarna merah.


"Apa ini?" tanya Nissa di tengah kebingungan nya.


"Rin, kebahagiaan ku saat ini adalah di saat kata aku dan kamu menjadi KITA."


Satu kalimat yang mampu membuat darah dalam tubuh Nissa menjadi berdesir seiring dengan detakan jantungnya yang semakin bertambah kencang.


"Maukah kamu menemaniku menuju kebahagian itu?" tanya Marvell.

__ADS_1


"Vell....?" Nissa tidak bisa berkata apa-apa.


#Nah lhooooo.... jawab Nis...... mau nggak.... 🤭🤭🤭


__ADS_2