Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...

Cinta Boleh, Tapi Jangan Bodoh...
Bertemu Nissa


__ADS_3

Arya segera memarkirkan kendaraan roda duanya di parkiran cafe yang tadi dimasuki oleh Nissa. Setelah itu, lelaki itu langsung masuk ke dalam cafe untuk mencari keberadaan Nissa. Ternyata, wanita itu duduk tak jauh dari tempat Arya berdiri dan sedang menikmati segelas minuman berwarna merah.


"Nissa.... "


Suara Arya membuat Nissa mendongak ke arah Arya. Matanya sedikit terbelalak karena terkejut melihat Arya yang tiba-tiba datang ke mejanya. Namun sedetik kemudian, wajah wanita cantik itu sudah berubah kembali datar tanpa ekspresi.


"Ada Apa?" tanya Nissa tanpa melihat Arya kembali. Ia kembali menikmati minuman yang ada di hadapannya.


"Niss, aku mau minta maaf sama kamu. Aku rindu sama kamu. Please, kembali sama aku, Niss. Aku masih sangat mencintai kamu!"


Pppfffttt


Nissa menyemburkan minuman yang ada dalam mulutnya, wanita itu terkejut saat mendengar ucapan Arya yang sangat tidak tahu diri barusan.


"Apa katamu? Mau ngajak aku balikan? Gak salah? Bukannya kemarin-kemarin kami dengan angkuhnya mengatakan jika penggantiku jauh lebih baik dari aku? Terus, kenapa sekarang tiba-tiba berubah?" tanya Nissa.


"Iya, Nis. Aku memang salah. Tolong maafkan aku. Ternyata kamu yang terbaik, Nis. Aku janji, aku tidak akan menuntut yang macam-macam sama kamu."


"Setelah perlakuan keji mu, dan juga Mama mu yang kau lakukan pada istrimu itu, kamu pikir aku mau kembali sama laki-laki macam kamu? Bahkan orang bodoh pun tidak akan sudi kembali pada lelaki macam kami. Dan sorry to say ya.... aku nggak bakal menjilat ludah yang sudah aku buang!"


"Terserah lah, Nis. Kamu mau bilang seperti apapun aku bakal terima. Mau kau hina aku, kau caci maki aku, aku bakal Terima, Nis. Tapi please, kembali lagi sama aku ya..." pinta Arya memelas.


"Lalu istrimu? Mau kamu taruh dalam tong sampah?"


"Aku sudah menceraikan Indri, Nis. Dia sudah bukan istriku lagi." ucap Arya, padahal baru saja dia mengatakan jika Indri adalah istrinya dan wajib patuh padanya.


"Oh ya? Sayang sekali itu bukan urusanku dan aku tidak tertarik sama sekali. Sejak aku putus denganmu, aku sudah tidak mau tahu lagi apapun tentangmu ataupun keluargamu. Jadi, sudah ya, nggak usah berharap terlalu banyak padaku. Mbak, minta tolong bill nya ya!"

__ADS_1


 Nissa mengalihkan pandangannya pada kasir yang ada di dekatnya. Sangat kasir yang tak sengaja mendengar percakapan Arya dan Nissa sedari tadi hanya mengangguk. Meski sebenarnya kasir itu juga ingin sekali memaki Arya saat melihat wajahnya yang sudah viral dimana-mana. Dia masih menahan itu semua karena dia masih dalam posisi bekerja. Dan yang paling penting, itu buka urusannya.


Setelah pelayanan menyerahkan bill uang Nissa minta, wanita itu segera membayarnya. Nissa kembali memakai tas nya.


"Kamu mau kemana, Nis?" tanya Arya saat melihat Nissa sudah memakai tas di pundaknya.


"Aku mau kemanapun itu bukan urusan kamu karena aku bukan siapa-siapa kamu. Ooh iya, sebelum aku pergi, ada kalimat spesial untuk kamu!"


"Oh ya? Apa itu, Nis? Apa kamu berubah pikiran dan mau kembali sama aku?" tanya Arya dengan wajah yang berbinar karena mengira Nissa akan kembali menerimanya.


"Jangan Ge er! Karena kamu terlalu buruk untuk aku perjuangkan! Aku cuma mau bilang, masih enak saat sama aku kan!"


Kemudian, Nissa melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Wanita itu menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Arya yang menurutnya begitu lucu dan sangat menggemaskan. Saking gemasnya, Nissa sampai ingin menampol kepala lelaki itu dengan menggunakan hells yang saat ini dia pakai agar otaknya yang geser itu kembali ke posisi yang benar.


"Sialan!" desis Arya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Nissa. Bahkan wanita itu cekikikan saat ingat ekspresi wajah Arya yang mirip orang cengo.


" Bisa-bisanya ngajak balikan! Dasar orang sinting, nggak tahu malu! Sungguh lelucon yang sangat membagongkan!" ucap Nissa saat dia sudah berada di area luar cafe. Dia melangkah menuju ke mobilnya yang ada di area parkir yang ada di cafe tersebut.


Arya memesan minuman dingin, dia berharap minuman itu bisa mendinginkan hatinya yang saat ini sedang panas.


...*****...


"Lho, Ar. Kamu kok sudah pulang? Ini baru jam berapa?" tanya Mama Amel yang heran saat melihat Arya pulang padahal jam masih menunjukan pukul sebelas siang.


"Arya dipecat, Ma!"


"Kok bisa? Memangnya kamu buat salah apa sampai kamu dipecat?" tanya Mama Amel sambil terus mengikuti langkah Arya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Nggak tahu, Ma. Katanya gara-gara kemarin sempat berurusan dengan polisi. Tapi Arya yakin, kalau itu cuma akal-akalan Marvell aja. Soalnya Indri sudah balik kerja di sana." jelas Arya saat langkah Mamanya sudah sejajar dengan nya.


"Apa? Indri balik kerja lagi di sana?"


"Iya, balik lagi jadi manager keuangan! Sialan kan Ma! Kemarin aja waktu jadi istri Arya dia dipecat. Giliran udah kayak gini, eeeh... malah dipekerjakan lagi. An***g emang!" ucap Arya kesal.


"Alaaah.... itu pasti cuma akal-akalan keluarga Indri saja, Ar! Dasar brengsek!" umpat Mama Amel kesal.


"Ah, udah ah Ma. Arya mau tidur dulu. Ngantuk!" ucap Arya sambil berjalan ke arah kamarnya.


Braakkk


Arya membanting pintu kamarnya karena merasa kesal dengan kejadian yang baru saja dia alami.


Tampak Mama Amel mengusap dadanya karena merasa kaget hingga dada wanita paruh baya itu berdebar. Kemudian wanita itu meninggalkan kamar putra nya dan duduk di kursi yang ada di depan tivi. Dia mengambil remote kemudian mencari stasiun televisi kesayangan nya, menonton drama serial khas ikan terbang.


Meski televisi di hadapannya sedang menyala, namun pandangan dan pikiran wanita itu memikirkan putranya yang saat ini kembali bergelar sebagai pengangguran.


"Kalau lama menganggur lagi, gimana sama biaya hidup ke depan?" batin wanita itu.


"Nanti ajalah, telpon ke Rendra. Siapa tahu kan dia bisa bantu."


Wanita itu merasa lega karena menganggap jika permasalahannya saat ini sudah menemukan solusinya. Kali ini dia bisa menikmati sinetron drama yang menampilkan seorang wanita yang sedang menangis tersedu-sedu di pojokan kamar karena tahu jika sang suami selingkuh bahkan mertuanya mendukung.


"Pantas sajalah suaminya selingkuh! Penampilannya aja macam babu! Nggak salah sih, aku aja kalau punya menantu macam itu, pasti bakal nyuruh anakku cari perempuan lainnya." celetuk Mama Amel yang terbawa alur sinetron.


Sementara di tempat lainnya, Rendra menghembuskan nafasnya setelah melirik jam yang ada di ruang kerjanya. Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Ia segera merapikan kertas-kertasnya yang berserakan di atas meja. Setelah dia tumpuk rapi dia masukkan ke dalam map, baru setelah itu dia simpan di dalam laci meja kerjanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, pulang." ucap Rendra.


Semenjak ia tahu istrinya hamil, jam pulang adalah salah satu hal yang paling dia rindukan. Andaikan jarak kantor dan rumah kontrakan nya dekat, ia lebih memilih pulang di jam istirahat siang.


__ADS_2