Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Aqiqah Baby Alyra (END)


__ADS_3

Mentari tersenyum merekah, menebarkan sinar kehangatan. Lembut sapaan sang bayu serasa menyejukan jiwa yang mulai sembuh dari lara karena mencinta.


Pagi ini, tepatnya pukul 10.00 wib, Raikhan beserta keluarga mengadakan acara aqiqah untuk putri kecil mereka.


Acara diadakan di rumah kedua orang tua Raikhan, yang dihadiri oleh seluruh keluarga, para sahabat, dan ratusan anak yatim.


Acara aqiqah dibuka dengan lantunan kalam cinta yang dibacakan oleh Hana, adik bungsu Alya. Suara Hana terdengar sangat merdu, hingga membuat para hadirin merasa tergetar hatinya.


Usai terlantun kalam cinta, acara selanjutnya adalah kata sambutan dari Raikhan. Papa muda itu mengutarakan rasa syukurnya atas kelahiran putri tercinta, ia juga meminta agar semua hadirin memberikan doa tulus mereka untuk Alyra.


Setelah kata sambutan, dilanjutkan dengan acara inti yaitu mencukur rambut bayi secara simbolik lalu di ikuti dengan pengesahan nama putri kecil Alya dan Raikhan, Alyra Annasya.


Semua nampak larut dalam kebahagiaan, tak terkecuali Abimana dan Kirana yang juga turut hadir di acara tersebut.


Ustadz Ilham mulai memberi tausiyah ketika acara inti telah selesai dilaksanakan. Ustadz muda itu terlihat sangat kharismatik dan nada bicaranya halus, sangat kontras dengan karakter adik kandungnya, meski seorang perempuan namun tomboy. Dialah Ayunda Kirana, adik satu - satunya yang dimiliki oleh Ustadz Ilham. Mereka jarang sekali bertemu di rumah, karena Ustadz Ilham memiliki jadwal untuk memberi tausiyah yang begitu padat.


Ustadz Ilham mengakhiri tausiyahnya dengan memanjatkan doa untuk si bayi kecil, Alyra. Para hadirin ikut mengaminkan setiap doa yang terucap dari bibir beliau.


Tibalah acara makan bersama. Abimana dan Kirana nampak selalu bersama. Ketika mengambil makanan pun, mereka terlihat berdua. Kedua orang tua mereka, sangat berbahagia melihat keakraban kedua insan. Begitu juga dengan Raikhan dan Alya.


Tanpa terasa pandangan mata Alya tertuju pada pria yang pernah sangat dicintainya, Abimana.


Dalam hati kecil Alya berbisik, "Mas Abi, meski masih ada setitik rasa untukmu, namun aku berusaha menepisnya, karena perasaan cintaku kini lebih besar kepada Mas Rai. Bukan karena wanita ini mudah berpindah kelain hati, namun karena Mas Rai sudah memiliki hati dan juga ragaku sepenuhnya. Ditambah ikatan cinta yang semakin kuat dengan kelahiran Alyra. Berbahagialah Mas Abi, semoga kamu mendapat pengganti cinta yang lebih sempurna."


"Sayang." Suara Raikhan membuat Alya terperangah.


"Ya Mas, ada apa?"


"Lihatlah Bima dan Kirana, mereka sangat serasi ya? Mereka berdua terlihat begitu romantis, dengan tanpa malu - malu saling menyuapi makanan. Kamu cemburu tidak Yank?"


Alya mencubit lengan suaminya karena merasa kesal dengan ucapan yang tanpa basa - basi keluar dari bibir Raikhan.


"Awww sakit Yank."


"Makanya jangan mengucapkan perkataan yang konyol itu!"


"Hhhhehe, maaf Cintaku."


Tanpa disadari, Kirana dan Abimana sudah berjalan mendekat ke arah mereka berdua.


"Eheemmmm, ngomongin siapa yakkk?" Ucapan Kirana membuat Alya dan Raikhan terkejut.

__ADS_1


"Itu loh, ngomongin Markun dan Markonah." Balas Raikhan dengan tersenyum lebar.


"Haissshhh, nggak boleh gibah lho! Tuch kalau nggak percaya tanya Bang Ilham!"


"Gibah dikit yang baik - baik nggak masalahkan Ran?" Tawa Raikhan semakin menjadi.


"Tetep Nggak boleh, titik!"


Mereka berempat tertawa lepas. Tercipta keakraban yang begitu menghangatkan. Meski dahulu pernah ada rasa cinta yang begitu dalam, bahkan kisah mereka teramat rumit serta menyisakan duka, namun dengan keikhlasan dan berusaha berdamai dengan takdir, kini mereka pun mampu mengubah nestapa menjadi bahagia.


"Mas Abi, kapan menghalalkan Mbak Kiran?" Mendengar pertanyaan Alya seketika membuat Abimana dan Kirana saling berpandangan. Meski masih ada setitik rasa cinta Abimana untuk Alya, namun pria tampan itu sadar, ia harus mampu membuang jauh2 perasaan cintanya, dan berusaha membuka hati untuk wanita lain.


"Terserah Kirana, bersedia dilamar kapan Al."


"Memangnya kita saling mencinta Bim?"


Abimana menjawab pertanyaan Kirana dengan mengulas senyuman yang menawan, "Ran, pepatah Jawa mengatakan bahwa TRESNO IKU JALARAN SEKO KULINO, CINTA BISA HADIR KARENA TERBIASA."


"Betul Mbak, apa yang dikatakan Mas Abi."


"Iya Ran. Seperti kami berdua, Alya membalas cintaku karena terbiasa mendapatkan sentuhan yang melenakan dari suaminya ini." Timpal Raikhan dengan mengerlingkan mata kepada istrinya. Alya membalas dengan menajamkan tatapan ke arah Raikhan.


"Pffftttt ... hahahha, hehhh Rai sadar nggak sich ucapanmu membuat telingaku ternoda. Tuch, Alya juga seperti akan membunuhmu." Kirana tidak mampu menahan tawanya.


"Pelankan tawamu Kiran! Semua tamu memandang ke arah kita."


"Upssss, maaf." Kirana mengangkat kedua jari tangannya.


"Jadi, kapan aku bisa melamarmu?" Ucap Abimana tanpa basa - basi, disertai tatapan penuh makna.


Wajah Kirana seketika menampakan rona merah.


"Bim, kamu sedang tidak bercanda?"


"Tentu tidak? Aku serius." Abimana menatap Kirana lekat - lekat.


"Aku menunggu Bang Ilham menemukan jodohnya Bim."


"Hemmm, bagaimana kalau kita kenalkan Ustadz Ilham dengan Suci?"


Mata Kirana berbinar mendengar ucapan Abimana, "Ahaaaa, ide yang bagus. Jadi, kapan kita pertemukan mereka Bim?"

__ADS_1


"Bagaimana kalau besok lusa, Ran?"


"Okey, baiklah. Aku akan membicarakannya dengan ayah dan ibu."


"Sippp." Abimana mengacungkan jempol.


Raikhan dan Alya tersenyum bahagia melihat kedua sahabat yang teramat serasi bila disandingkan.


Acara aqiqah ditutup dengan pembagian hadiah disertai sejumlah uang kepada anak - anak yatim, kemudian mereka melantunkan doa penutup majelis.


"Subhaanakallahumma wabihamdika ashadu anlaa ilaaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaik." Artinya: Maha suci Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau.


**************


Author Menyapa 😘


Asalamu'alaikum sobat author dan para readers.


Kisah Alya berakhir dengan kebahagiaan. Alya memilih Raikhan sebagai pendamping hidup untuk selamanya, dan berusaha menghilangkan rasa cinta terhadap Abimana, sosok pria tampan yang pernah menjadi mantan terindah.


Mohon maaf bila ada yang kecewa karena Alya tidak berjodoh dengan Abimana šŸ™šŸ™šŸ™


Karena jika mereka dipaksakan tetap berjodoh, si othor merasa kasihan dengan sosok Raikhan yang mempunyai ketulusan cinta. Apalagi baby Alyra, si kecil akan menjadi seorang anak yang malang bila kedua orang tuanya harus berpisah karena keegoan. šŸ˜…šŸ˜…


Alya dan Abimana menyadari, bahwa cinta tidak harus memiliki, meski masih ada setitik rasa yang masih tertinggal karena kenangan.


Maaf jika author tidak melanjutkan kisah cinta Abimana di novel Alya. šŸ™šŸ˜‰


In shaa Allah, author akan menuliskan kisah cinta Abimana di sekuel novel Cinta Gadis Biasa "Alya".


Untuk para readers dan sobat author yang selalu setia mengikuti kisah ini, author ucapkan terimakasih. 😘😘


Semoga kisah Alya bukan hanya menghibur, namun juga memberikan manfaat di kehidupan nyata. šŸ˜‡


Meski novel ALYA masih seperti remahan peyek, namun author merasa teramat bersyukur, karena tulisan ini murni karya author yang didasari dengan serpihan - serpihan kenangan. Upsss, tapi bukan pure kisah nyata ya Sob, karena banyak sekali balutan imajinasinya. šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚


Btw novel pertama ini sangat berarti bagi author ALYA, karena banyak sekali kenangan manis yang tercipta. Karena novel inilah, author mempunyai sahabat online, beberapa readers & author yang karyanya keren. 😘😘


Mohon maaf bila banyak kesalahan kata atau kalimat yang author tulis/ ketik, terus terang author hanyalah penulis dadakan yang awalnya hanya seorang readers.šŸ˜…šŸ™


In shaa Allah, sampai bertemu lagi di karya author yang ke dua 😘😘😘

__ADS_1


Wasalamu'alaikum


__ADS_2