Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Maafkan Aku dengan Keputusan Ini....


__ADS_3

Raikhan sudah bersiap untuk mengantarkan Alya pulang ke rumah, pria itu menunggu si gadis pujaan hati di ruang tamu. Ia duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Mas Raikhan...." Terdengar suara Alya memanggil. Raikhan segera menoleh, ternyata gadis yang dicintainya sudah berdiri tepat di belakang sofa.


"Sudah siap Al..?" Raikhan beranjak dari duduknya.


"Sudah Mas..."


"Okay, kita berangkat sekarang..."


"Eitsss...., tunggu Mama donk.. Mama ikut ya Sayang..." Ternyata Mama juga sudah berada di ruang tamu.


"Hmmm..., baiklah Ma...." Balas Raikhan, ia pun mulai melangkahkan kaki ke luar rumah. Disusul oleh Mama Shela dan Alya yang berjalan dibelakangnya.


*****************


Mereka bertiga sudah berada di dalam mobil......


Raikhan mulai melajukan mobilnya. Mama Shela dan Alya duduk di jok bagian belakang. Kedua wanita itu dengan asik bercengkrama. Seolah ada saja bahan pembicaraan yang mereka perbincangkan.


Tanpa terasa sampailah mereka di depan Masjid, dekat gang kecil menuju rumah Alya. Raikhan menghentikan mobil, kemudian menaruhnya di lahan kosong, selatan masjid.


Setelah ke luar dari dalam mobil, mereka bertiga berjalan melewati gang kecil.


"Ma.., maaf harus melewati jalanan sempit seperti ini..."


"Tidak apa2 Sayang..., dulu Mama juga pernah tinggal di perkampungan, yang jalanannya seperti ini...."


"Serius Ma..?" Alya seolah tak percaya dengan ucapan Mama Shela.


"Iya Al...., sebelum Papanya Raikhan menikahi Mama. Mama dulu hanyalah seorang gadis biasa yang dijodohkan dengan pria yang luar biasa..." Balas Mama Shela dengan tersenyum.


Mereka pun sampai di depan rumah Alya.


Tok..tokk..tokk...


Alya mengetuk pintu dan mengucapkan salam. "Asalamu'alaikum, Ibu...."


"Wa'alaikumsalam..."


Krekkkk...


Pintu itu terbuka, nampak Ibu berdiri di baliknya.


"Nduk..."


"Inggih Bu..."


"Jeng Shela juga ikut?"

__ADS_1


"Iya Jeng, kebetulan selain mengantar Alya pulang, ada yang ingin saya bicarakan dengan njenengan..." Balas Mama Shela dengan memberikan senyuman hangat.


"Owh..., kalau begitu monggo masuk...!!" Ibu mempersilahkan mereka untuk masuk.


Sampai di ruang tamu, mereka pun duduk di kursi panjang yang terbuat dari bambu. Mama Shela duduk bersebelahan dengan putranya.


"Alya tinggal sebentar ya Ma, Mas Raikhan.."


"Iya Sayang....." Balas Mama Shela dengan memberikan senyuman.


Alya melangkahkan kaki menuju dapur. Setelah mencuci kedua tangan, ia pun membuat empat gelas teh hangat dan menyiapkan camilan ala kadarnya.


**************


Di ruang tamu Mama Shela dan Ibu memulai pembicaraan, sedangkan Raikhan seolah hanya menjadi pendengar setia.


"Jeng, sebelumnya saya minta maaf apabila nanti ada perkataan yang kurang berkenan. Sebenarnya kedatangan saya kemari, selain untuk mengantarkan putri njenengan pulang, kami juga ingin bersilaturahim untuk mengenal lebih dekat keluarga Alya..."


Mama Shela berhenti sejenak...


"Jeng..., saya dan juga suami berkeinginan agar Raikhan menggantikan posisi Abimana, dengan harapan untuk menjaga dan memberikan kekuatan kepada putri njenengan melewati masa2 sulit di hidupnya, karena kehilangan seorang calon suami di hari menjelang pernikahan...."


"Oleh karena itu, saya mewakili suami terlebih dahulu, untuk meminang putri njenengan, agar bersedia menerima putra kami sebagai suami. Kami tidak akan memaksa Alya untuk membalas perasaan Raikhan saat ini, namun cukup ijinkanlah putra kami, agar bisa selalu berada di samping putri njenengan, menjaganya, mencurahi kasih sayang, dan memberikan kekuatan supaya Alya tetap semangat melanjutkan hidupnya...."


Setelah mendengar semua apa yang disampaikan Mama Shela, Ibu pun kemudian membalasnya.....


"Saya sangat berterimakasih sekali atas apa yang Jeng Shela sampaikan. Bahkan saya sangat bersyukur, Jeng Shela dan suami berkeinginan menjadikan Alya sebagai menantu. Saya berharap, Alya juga bersedia menerima Nak Raikhan untuk menjadi pendamping dan sandaran hidupnya. Meskipun saat ini, putri saya sedang berduka."


Alya ke luar dari dapur. Sebenarnya teh yang dibuatnya sudah siap dari tadi, namun karena mendengar percakapan Mama Shela dan Ibu, gadis itu mengurungkan niat untuk secepatnya mengantarkan teh dan camilan.


Raikhan, pria itu hanya menunduk..., dan memilih diam mendengarkan percakapan Mama Shela dan Ibunya Alya.


"Ma, Mas Raikhan..., silahkan diminum teh hangatnya...!" Alya menaruh nampan yang berisi empat gelas teh dan camilan di atas meja. Ia mempersilahkan Mama Shela dan Raikhan untuk segera meminum teh buatannya.


"Makasih Al..." Raikhan mengambil satu gelas teh hangat, kemudian menyesapnya, dan diikuti oleh Mama Shela.


"Makasih ya Sayang...., teh buatanmu nasgitel..."


"Iya..., sama2 Ma.., Mas...."


Alya duduk di kursi bambu, bersebelahan dengan ibunya.


"Al..., bagaimana keputusanmu Ndhuk? Pasti tadi kamu mendengar apa yang kami bicarakan..." Tanya Ibu dengan suara lembut.


Alya terdiam sejenak, nampak ia sedang berpikir...


"Bolehkah sebelum memutuskan hal ini, saya meminta ijin terlebih dahulu pada ayah dan juga ibu dari Mas Abi...? Saya takut akan menyakiti hati kedua orang tua dari pria yang semestinya dua hari lagi akan menjadi suami Alya..." Gadis itu tertunduk, seolah menyembunyikan kesedihan yang terpancar dari raut wajahnya.


"Iya Sayang, tentu saja boleh. Kami akan menunggu Al.... Kapan kamu akan menemui kedua orang tua Abimana? Biar Mama ikut serta, karena ayah dan ibu Abimana sudah kenal dekat dengan keluarga kami. Bahkan sudah seperti saudara. Dan Mama yakin, mereka akan mengijinkan Al.." Balas Mama Shela dengan tersenyum, dan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Baiklah Ma... Untuk waktunya, Alya serahkan pada Mama saja..."


"Mmmm..., kalau begitu...., bagaimana kalau besok ba'dha Ashar.....?"


"Apa tidak terlalu terburu-buru Ma?"


"Tentu tidak Sayang... Nanti siang biar Mama hubungi dulu mereka via telepon. Okey..."


"Iya Ma.."


"Sepertinya sudah cukup apa yang ingin saya sampaikan Jeng. Untuk itu kami mohon diri...."


"Lho kog buru2 Jeng..?"


"Iya, sebentar lagi saya ada acara dengan ibu2 di kompleks perumahan, membahas rencana bakti sosial yang akan dilaksanakan minggu ini."


Mereka berempat beranjak dari tempat duduk, dan melangkahkan kaki ke luar rumah.


Mama shela dan Ibu saling berpelukan, begitu juga Alya, ia memberikan pelukan hangat pada wanita cantik itu.


Mama Shela dan Raikhan mulai berjalan meninggalkan rumah Alya. Si gadis mengikuti dari belakang, ia mengantarkan mereka berdua hingga sampai di depan masjid.


"Sampai bertemu lagi ya Sayang..., Asalamu'alaikum"


"Iya Mama..., Wa'alaikumsalam."


***************


Setelah mengantar Mama Shela dan Raikhan, Alya berjalan menuju rumah. Begitu sampai, Alya bergegas masuk ke dalam kamar. Gadis itu membaringkan tubuhnya di ranjang, dan mengambil foto Abimana yang ada di atas meja.


"Mas..., maafkan Alya dengan keputusan ini. Sungguh hanya kamu Mas, yang masih bersemayam di hati. Namun calon istrimu ini tidak boleh egois. Jika Alya menolak pinangan Mama Shela, ada hati yang akan terluka lagi. Hati dari seorang pria yang teramat perhatian dan peduli pada kekasihmu ini...."


"Mas, mungkin kita tidak berjodoh di dunia, tapi Alya berharap..., kelak di surgaNya kita masih bisa dipertemukan, meski hanya saling menatap..."


"Gadis ini..., teramat merindukanmu Mas..."


Alya mendekap erat foto kekasihnya yang telah tiada. Tampak linangan air mata membasahi pipi...


"Robb..., sampaikan salam hamba untuk pria yang seharusnya menjadi calon imamku..." 😭😭😭


ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤


Readerss mohon maaf kalau Alya masih nangis di episode ini, karena ketidak berdayaannya untuk move on dari Abimana.


Si author harus siap2 mendapat salam jitak dari salah satu readers sekaligus sobat author..., sory ya Mak Shanty.., Alya masih galau šŸ˜…šŸ˜…šŸ˜…šŸ™


Kunjungi juga karya dari sobat author ya readers.. "Cintaku pembunuh kekasihku" Disana ada Arka yang tamfan tapi gesrek...šŸ˜…šŸ˜˜


"Jatuh Cinta Sendirian" Kisah cinta seorang gadis bernama Ara yang penuh liku. šŸ˜šŸ˜˜

__ADS_1


"My stiff Husband" Kisah seorang pria yang tamfan tapi nyebelin šŸ˜‚šŸ˜˜


Trimakasih, selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak like, koment, rate 5, dan vote... 😘😘😘


__ADS_2