Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Seperti Menatap Wajahmu....


__ADS_3

Raikhan segera membaringkan tubuh Alya di ranjangnya dengan perlahan. Baju si gadis malang basah kuyup. Mama Shela dengan segera membawa baju ganti untuk dikenakan pada Alya.


"Rai..., kamu keluar sebentar ya...!"


"Raikhan di sini saja Ma.., sampai Alya kembali siuman.."


"Ckckk..., duh anak Mama nie bener2 nggak ngerti... Kasihan kan si Alya kalau bajunya basah kuyup seperti itu..."


"Atau..." Mama Shela menatap tajam pada putranya.


Raikhan terkejut dengan ucapan serta tatapan Mamanya.


"Atau apa Ma...?"


"Atau.., kamu yang akan mengganti pakainnya Alya...?? Ppffttt...., hahhha..." Mama Shela tertawa lebar. Terlihat raut wajah Raikhan berubah memerah.


"Apaan sich Mama..."


"Makanya..., cepetan geh.. Keluar boy....!!" Perintah Mama Shela sembari masih menahan tawa.


"Okay Ma.., Raikhan mau ambil baju dulu. Sekalian numpang mandi di kamar Mama dan Papa..."


"Baguslah.., cepat ambil pakaian gantimu..!! Kasihan Alya, pasti dia sudah kedinginan.."


Raikhan segera mengambil baju ganti di almari, kemudian pria itu bergegas keluar kamar dengan menunduk, seolah menyembunyikan wajahnya yang masih memerah. Ia teramat malu mendengar candaan Mama Shela.


Mama Shela menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum melihat sikap Raikhan ketika keluar kamar. Beliau dapat membaca ekspresi wajah malu putranya.


"Hemmmm..., Raikhan..., Raikhan..."


Dengan telaten Mama Shela membuka baju Alya yang basah, kemudian dipakaikannya baju ganti.


Mama Shela mengusap telapak kaki Alya yang dingin dengan minyak kayu putih. Wanita cantik itu memperlakukan si gadis malang dengan penuh kasih sayang, seolah Alya adalah putrinya sendiri.


**************


Tok..tokk..tokk


Suara pintu kamar diketuk. Rupanya Raikhan sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Pria gagah itu menggunakan stelan kaos berwarna hitam, dilengkapi bawahan celana jeans pendek (selutut).


"Ma..., Raikhan sudah boleh masuk?"


"Mm.., boleh Sayang... Masuklah...!"


KLEK...


Perlahan pintu kamar dibuka oleh Raikhan.


"Ma.., Alya sudah siuman belum?" Pertanyaan yang terlontar dari bibirnya.


"Belum Rai..., coba periksa dia..!"


Pria gagah itu berjalan mendekati Alya. Kemudian ia duduk di pinggir ranjang.


Sebelum tangan Raikhan berhasil menyentuh kening Alya untuk melihat kondisinya, tiba2 kelopak mata si gadis terbuka dengan perlahan.


Bibir mungilnya mulai bergerak...., dan mulai berucap dengan lirih..., matanya menatap Raikhan...


"Mas Raikhan...., apa yang terjadi pada Alya?"


"Tadi kamu pingsan lagi Al.., makanya aku bawa ke rumah ini..."


"Mas..., aku ingin pulang..."


"Alya..., kamu masih lemas Nak... Badanmu juga sedikit demam. Sayang..., lebih baik bermalam di rumah kami dulu ya...!! Besok pagi kami akan mengantarkanmu pulang." Sahut Mama Shela, sembari mengusap kepala Alya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Tapi Ma.., Alya tidak enak bila harus bermalam di sini.., pasti merepotkan Mama dan Mas Raikhan.."


"Jangan berpikir seperti itu Sayang, Mama dan Raikhan tidak merasa direpotkan. Bahkan Mama sangat senang dengan kehadiranmu di rumah ini..." Ucap Mama Shela dengan memberikan senyum hangat pada Alya.


"Tapi Ma..."


"Sudahlah.., yang penting sekarang Alya harus semangat, lanjutkan hidupmu dengan bahagia Nak...!!"


"Makan dulu ya Sayang...!! Kasihanilah tubuhmu Al...."


"Alya tidak lapar Ma..."


"Hmmm..., baiklah kalau begitu..." Nampak Mama Shela berpikir sejenak.


"Rai.., kamu kan seorang dokter. Pasti tau donk, apa yang akan kamu lakukan terhadap pasien yang tidak mau makan sama sekali..." Mama melirik putra kesayangannya seolah memberi kode.


Beruntung, Raikhan bisa membaca apa yang ada dipikiran Mama Shela.


"Pasti Ma... Raikhan akan memberi cairan infus untuk si pasien. Sebentar Ma.., Raikhan akan mengambil apa yang dibutuhkan.."


"Pakai jarum juga kan Rai untuk memasangnya...??"


"Jelas donk Ma..."


"Baiklah segera diambil..!! Alya membutuhkan cairan infus itu..."


Raikhan beranjak dari duduknya, ia berpura-pura akan mengambil cairan infus.


"Ja..., jangan pasang infus...!! Alya takut jarum Mas.... Please jangan ya...!!"


Mama Shela dan Raikhan tampak menahan tawa. Mereka menatap si gadis polos dengan bersamaan.


"Makanya makan ya Sayang... Mama sudah masakin sup lho... Biar badanmu hangat. Mama juga sudah menyiapkan minuman jahe Al."


"Trimakasih ya Ma..."


"Alya bisa makan sendiri Ma...."


"Sayang..., tubuhmu masih lemas. Biarkan putra Mama yang menyuapi... Okay gadis pintar...?"


Alya mengangguk, seolah terhipnotis oleh ucapan dan tatapan Mama Shela.


"Mama tinggal dulu ya Nak..."


"Heem Ma..."


Mama Shela beranjak dari duduknya, beliau melangkah ke luar kamar untuk menemui Papa Abraham yang sedang bersantai di ruang keluarga.


**************


Raikhan mengambil nampan yang berisi nasi putih, sup asparagus, dan wedhang jahe hangat. Pria gantheng itu duduk di samping tempat tidur, kemudian ia mulai menyuapi Alya dengan telaten... Uppps... Bukan hanya gantheng tetapi juga tampan... Kalau dilihat sekilas mirip aktor Korea Lee Min Ho, begitulah kira2 wajah si dokter muda 😊😊.


Alya berusaha untuk duduk dengan perlahan, ia menyandarkan tubuhnya.


"Al...., buka mulutmu ya..!!"


Si gadis malang membuka mulutnya perlahan. Ia mulai menikmati suapan demi suapan sup asparagus yang masih hangat.


"Sudah Mas, aku sudah kenyang...."


"Yasudah, tidak apa2.. Yang penting tubuhmu sudah terisi makanan. Diminum jahenya ya Al...!!"


"Heem Mas..."


Rasa hangat menjalari tubuh Alya, setelah meminum wedhang jahe racikan tangan Mama Shela.

__ADS_1


"Makasih ya Mas Raikhan..."


"Iya Al...."


"Mas..., aku boleh minta tolong..?"


"Tentu saja Alya..."


"Aku ingin jendela kamarnya di buka dulu..."


"Tapi dingin Al...."


"Sebentar saja Mas, please ya..."


"Baiklah..."


Raikhan pun berjalan menuju jendela kamar untuk membukanya.


"Sudah Al..."


"Heem, makasih Mas Raikhan..."


"Mengapa kamu ingin jendela kamarnya dibuka Al..?"


"Aku ingin melihat rasi bintang yang ada di langit Mas.... Hanya dengan melihatnya, Alya seperti menatap wajah Mas Abi.."


Beruntung hujan di sore tadi turun tidak begitu lama. Langit pun terlihat cerah di malam hari. Seolah Sang pemilik semesta, ingin menghibur si gadis malang dengan langit yang bertabur bintang.


Raikhan duduk di pinggir ranjang dekat dengan Alya.


"Iya Al.., jika hanya dengan menatap rasi bintang seperti menatap Abimana dan mampu meluapkan kerinduanmu.., maka lakukanlah...!!"


Mereka berdua mulai menatap rasi bintang dari balik jendela kamar. Seolah wajah Abimana terlukis di sana.....


"Mas Abi..., dulu kita sering menatap rasi bintang berdua. Hai.., apa kabar di sana kekasihku..?? Calon istrimu ini sangat merindukanmu...." Ucapan yang keluar dari bibir mungil, seketika membuat Raikhan tersentuh. Pria itu mulai menatap Alya, terlihat ada buliran bening yang mulai menetes membasahi pipi gadis yang dicintainya..... Hati Raikhan kembali merasa tersayat....


****************


*Apalah arti cinta


Bila aku tak bisa memilikimu


Apalah arti cinta


Bila pada akhirnya takkan menyatu


Sesulit inikah jalan takdirku


Yang tak inginkan kita bahagia


Bila aku tak berujung denganmu


Biarkan kisah ini kukenang selamanya


Tuhan tolong buang rasa cintaku


Jika tak kau izinkan aku bersamanya.....


(She)


šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”šŸ’”*


Beri dukungan ke author ya readers.., pencet tanda ā¤ sebagi fav, tinggalkan like, koment, serta vote jika berkenan memotivasi author... 😊😊😊


Trimakasih 😘😘

__ADS_1


Bonus visual Raikhan dari sobat Author.. 😘😘



__ADS_2