Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Undangan Pernikahan Untuk Sahabat


__ADS_3

Mas Abi menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Aldi. Kemudian kami keluar dari dalam mobil, dan mulai melangkahkan kaki menuju teras rumah sahabatku itu.


Terbayang canda tawa bersama semua sahabat ketika kami masih SMA. Banyak kenangan yang terukir di teras rumah ini.


Aku dan Mas Abi berjalan mendekat ke arah pintu.


Tokkk....tokkk...tokkk....


Kuketuk pintu rumah Aldi dan mengucapkan salam.


"Assalammuallaikum..., Aldi...."


Tak lama kemudian pintu itu terbuka


Krekkkkk....


"Waallaikumsalam.... Alya...???" Suara seorang pria bertubuh tinggi namun kurus, dari balik pintu, membalas salamku.


"Iya...Di... Haiiii..." Balasku dengan tertawa kecil. Sebenarnya aku kangen dengan sahabat yang usil ini. Sayang dia sedang teramat sibuk dengan kuliahnya. Aldi tengah mengambil pendidikan S2 di fakultas kedokteran.


"Ya Allah Al..., apa kabarmu?" Tanya Aldi dengan menatapku intens.


"Alhamdulillah baik Sob, untung kamu ada di rumah Di, hhhehe..."


"Syukurlah kalau begitu, ayo masuk dulu...!!"


"Sudah..., kami di teras aja...Sob... Cuma mampir sebentar kog, takut mengganggu kesibukkan calon dokter...xixixi..." Ucapku sembari mencandai Aldi.


"Ach..., dasar Alya.... Baiklah, ayo duduk dulu...!!"


Kami pun mulai duduk di kursi, yang ada di teras rumah.


"Di, kenalkan ini calon suamiku, Mas Abimana..." Ucapku seraya mengenalkan Mas Abi pada Aldi.


"Hahhh..., yang bener Al??" Tampak raut terkejut dari wajah Aldi, karena dari dulu ia berharap aku bisa bersatu dengan Arif, sepupunya.


"Iya Di.."


Aldi pun menjabat tangan Mas Abi, dan memberikan senyuman.


"Aldi.., sahabatnya Alya Mas..."


"Saya Abimana..., calon suami Alya..." Mas Abi membalas jabatan tangan Aldi, juga dengan disertai seulas senyum.


"Mas, jaga Alya ya...!! Kalau dia nakal laporkan ke saya..., hhehe..."


"Iya Mas, In shaa Allah saya akan selalu menjaga Alya dengan hati, jiwa, dan raga saya... Alya nggak pernah nakal kog Mas, hhhhehe..."


Tak terasa selama satu jam kami berbincang dan bercanda, kemudian aku pun berpamitan. Tentu saja setelah memberi undangan pada Aldi.


"Di, keburu Maghrib.., kami pamit dulu ya.. Jangan lupa datang lho ke acara ijab qabulnya..!" Ucapku sambil beranjak dari duduk, diikuti oleh Mas Abi.


"Siap Al, pokoknya In shaa Allah aku akan datang..."


"Makasih ya Sob, doakan kami ya..!!" Ucapku dengan mata berkaca2.


"Pasti aku doakan Al, semoga diberi kelancaran, kemudahan, dan kamu juga diberi kebahagiaan Sob.." Balas Aldi yang juga menatapku dengan mata berkaca2.

__ADS_1


"Aamiin..., dah ya Di.. Salam untuk kekasih hatimu..., hhhehe..."


"Okey Al, akan aku sampaikan nanti.."


"Assalammuallaikum Sob..."


"Waallaikumsalam Alya..." Kami melangkah meninggalkan teras rumah Aldi. Sahabatku itu, mengantarkan kami hingga di depan mobil.


Aku dan Mas Abi kemudian masuk ke dalam mobil.


"Dah ya Di..." Aku melambaikan tangan ke arah sahabat baikku. Ia membalasnya dengan lambaian tangan dan senyuman yang mengembang.


****************


Setelah ke rumah Aldi, kami mengantarkan undangan ke rumah Ardhi, dilanjut ke rumah Vita, dan Dara. Kebetulan mereka sedang tidak ada di rumah. Undangan Ardhi aku titipkan pada istrinya, sedangkan undangan untuk Vita dan Dara, aku titipkan pada orang tua mereka.


Di tengah perjalanan, kami mampir di Masjid Gedhe, untuk melaksanakan sholat Maghrib.


Suasana ramai terlihat di Masjid itu. Secara keseluruhan, penataan dan detail bangunan Masjid Gedhe ini sangat mencirikan budaya Jawa Islam. Nampak dari atap masjid yang menggunakan pola susun tiga gaya tradisional Jawa bernama tajug lambing dan teplok. Pola ini bermakna tiga tahapan pencapaian kesempurnaan hidup manusia, yaitu hakikat, syariat dan makrifat.


Aku dan Mas Abi berjalan ke tempat wudhu. Mas Abi melangkah ke sisi utara, sedangkan aku ke sisi selatan.


Usai berwudhu, kami melangkahkan kaki ke dalam Masjid, kemudian menjalankan ibadah sholat Maghrib berjamaah.


Usai salam, seperti biasa dzikir dan doa terlantun dari bibir ini.


Selesai melaksanakan ritual ibadah, aku melepas mukena dan melipatnya, serta menyimpannya ke dalam tas.


Aku berjalan ke luar Masjid, nampak Mas Abi sudah menunggu.


Kami berjalan beriringan menuju tempat di mana mobil Mas Abi diparkir.


Mas Abi mulai menjalankan mobilnya...


"Ke mana lagi kita Sayang?"


"Ke rumah Rudy ya Mas..."


"Di mana rumahnya Al..?"


"Di daerah Kalas** Mas..."


"Lumayan jauh ya Al..."


"Huum Mas, kira2 mau dilanjutkan besok atau..., sekarang Mas?"


"Kalau besok aja gimana Sayang..? Sekalian nganter undangan ke rumah sahabatku. Jalannya searah kog Yank...."


"Baiklah Mas.., tapi besok aku kerja Mas.."


"Ya..nggak papa Al... Kalau sekarang aku sudah cape..., hhhehe..."


"Baiklah Mas, nggak papa... Dibuat santai aja...."


"Kita mampir makan yuk Yank...!"


"Di mana Mas?"

__ADS_1


"Di lesehan dekat Mandala aja ya? Di sana ayam bakarnya enak, bumbunya terasa, sambalnya menggugah selera..."


"Mantulll donk Mas, sesuai selera Alya... Hhhaha.."


"Hhehe...., aku tau Yank seleramu tuch seperti apa..., makanya aku ajak ke sana.."


"Siiiipppp, makasih Calsumku.." Ucapku disertai tawa, dan menatap wajah kekasih yang tertampan.


"Sama2 Sayang...." Balas Mas Abi dengan memberikan senyuman manis, namun tetap fokus menyetir mobil.


************


Tidak sampai setengah jam, kami sampai di seberang jalan sebelah kiri Mandala. Mobil Mas Abi dititipkan di rumah temannya yang bertempat tinggal di kampung tidak jauh dari lokasi tersebut.


Kami pun berjalan dan menyeberang jalan, menuju warung lesehan yang dimaksud Mas Abi.


Begitu sampai di depan warung, salah seorang karyawan mempersilahkan kami duduk dan memberikan daftar menu.


"Aku pesan ayam bakar aja Al.., sambalnya matang... Minumnya, es jeruk aja dech..."


"Okay Mas, aku catat dulu ya... Aku lele bakar, terong goreng, sambalnya matang, tambah...cha kangkung, minumnya sama dengan Mas Abi aja dech..." Ucapku sembari menulis menu pesanan kami.


Aku memberikan catatan pesanan kepada karyawan warung. Kami menunggu pesanan datang, dengan berbincang. Aku dan Mas Abi membicarakan tentang persiapan pernikahan kami.


Di sela2 obrolan, Mas Abi menceritakan tentang sahabatnya. Entah namanya siapa, aku tidak bertanya dengan detail pada kekasihku itu. Mas Abi pun, tak menyebutkan siapa nama sahabat yang diceritakannya.


"Al.., sahabatku itu seorang dokter muda yang malang..."


"Loh, kenapa Mas?"


"Di saat kariernya sedang naik, tiba2 ujian datang menghampiri. Adik dari kekasihnya meninggal dunia, saat ditangani oleh sahabatku itu..."


"Memangnya sakit apa Mas...?"


"Aku juga kurang tau Yank... Setelah gagal menolong adik kekasihnya, si wanita menyalahkan dan memutuskan hubungan mereka. Karena merasa gagal, dia meninggalkan jabatannya sebagai dokter muda di salah satu rumah sakit swasta yang ternama. Ia memilih menutup diri dari apapun yang bersinggungan dengan masalah kedokteran. Kini dokter muda yang malang, memilih menjalankan bisnisnya yang ia rintis selama dua tahun terakhir ini...."


"Kasihan ya Mas, pasti sulit untuk menjadi sahabatmu itu. Kalau orang lain yang mengalami, pasti ia akan depresi. Namun dia sangat hebat Mas, meski sedang diuji, tetap mau menjalankan usaha lain..."


"Huum Al, sekarang usaha yang dirintisnya malah semakin berkembang. Aku bangga pada sahabatku itu Al..."


"Memangnya, dia punya usaha apa Mas...?"


"Mmmm.., restoran cepat saji namun mengandalkan bahan alami dan sayur-sayuran, selain itu.., si dokter yang malang juga berhasil mengembangkan bisnis di bidang tour and travel.."


"Hebat ya Mas, padahal tidak sesuai dengan bidangnya.., belum mengenalnya saja..aku sudah kagum Mas.."


"Kagum boleh Yank.., tapi tidak boleh menjadi cinta.."


"Hhhehe, iya donk Mas.., aku kan dah punya calon suami yang perfect..." Ucapku sambil tertawa lebar dan menatap kekasih tampan yang sedang duduk di samping gadis ini, ia pun ikut tertawa.


Akhirnya makanan yang ditunggu datang. Kami mulai makan dengan lahap, sembari menikmati suasana malam di sekitar Mandala.


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Hai readers..., kira2 siapa ya nama sahabatnya Mas Abi?? Tunggu episode selanjutnya yach..!!


Jangan lupa tinggalkan like, koment, vote

__ADS_1


Trimakasih šŸ˜ŠšŸ’–šŸ’–


__ADS_2