
Seminggu semenjak terakhir bertemu di saat hujan deras itu, Mas Raikhan tidak pernah datang lagi menemuiku. Tapi ia tidak mencancel pesanan set tekonya.
Hari ini pesanan tersebut sudah jadi. Aku mempackingnya dengan bubble warp, kemudian kumasukkan dalam kotak kardus yang tebal.
Aku berpikir akan mengantarnya siang ini. Sebelum pergi ke rumah Mas Raikhan, ku kirim pesan pada pria itu. Ternyata langsung dibalasnya, dan ia mengatakan sedang ada di rumah.
Aku berpikir..., apa yang akan aku bawakan untuk Mas Raikhan? Setidaknya untuk tanda permintaan maafku pada pria baik itu.
Setelah lama berpikir, akhirnya ku putuskan untuk memberi syal yang bertuliskan "Alya" pada Mas Raikhan. Syal itu hasil rajutan tanganku sendiri, dan selalu ada di dalam tas.
Tak apalah memberikan syal ini pada pria baik itu, setidaknya aku menganggap Mas Raikhan sebagai sahabat atau kakak yang teramat perhatian. Pikirku saat ini.
**********
Setelah menjalankan sholat Dzuhur, aku berpamitan pada Lisa dan Pak Akhmad untuk mengantarkan pesanan Mas Raikhan ke rumahnya. Aku menitipkan toko pada mereka berdua, serta rekan kerja yang lain.
Kupesan taksi online. Setelah menunggu beberapa menit, taksi itu sudah ada di depan toko. Aku segera masuk ke dalam taksi, dengan tetap hati2 membawa kotak kardus yang berisi pesanan Mas Raikhan, beserta payung yang ditinggalkannya.
Sopir taksi mulai melajukan mobilnya. Setelah beberapa menit melakukan perjalanan, tanpa terasa taksi yang membawaku sudah sampai di depan rumah Mas Raikhan. Usai memberikan uang pada pak sopir, aku beranjak keluar.
Rumah Mas Raikhan tampak sepi, seperti saat pertama kali aku datang ke sini.
Aku melangkahkan kaki hingga sampai di depan pintu. Ku ketuk pintu itu dan mengucapkan salam.
"Asaalammualaikum..Mas Raikhan..."
Tokk..tokk...tokkk
"Waallaikumsalam..."
Krekk... Pintu terbuka perlahan.
Nampak sesosok pria gagah, gantheng, dengan sinar mata yang teduh dihiasi senyuman manis, dari balik pintu.
"Masuk Al...!!" Ucap Mas Raikhan mempersilahkanku masuk.
"I..iya Mas, maaf ini payungnya aku taruh di mana ya?"
"Di teras aja Al.."
"Okay Mas..." Aku menaruh payung Mas Raikhan di teras rumah.
"I..ini pesanan Mas Raikhan.." Ucapku dengan canggung, sembari memberikan kotak kardus yang berisi set teko pesanannya.
Mas Raikhan menerima kotak kardus itu dengan menyunggingkan seulas senyum.
"Makasih ya Al..., ayo masuk dulu.."
"Iya Mas..."
__ADS_1
Kami berjalan memasuki rumah dan berhenti di ruang tamu. Mas Raikhan mempersilahkan aku untuk duduk di sofa.
"Duduk dulu Al...!! Sebentar, aku buatkan minum ya. Mau jus jeruk, mangga, atau...jambu?"
"Sudah Mas tidak usah. Alya hanya sebentar kog..."
"Hmmm...baiklah Al, atau air mineral saja ya, sebentar aku ambil di kulkas dulu.." Mas Raikhan berjalan ke dapur mengambilkan air mineral untukku.
Tak lama ia pun kembali membawa dua gelas air mineral.
"Diminum dulu Al...!"
"Iya Mas..." Aku mulai meminum air mineral yang diberikan oleh Mas Raikhan.
"Al..., kenapa bukan Pak Akhmad saja yang mengantarkan pesanannya?"
"Iya Mas, aku sengaja mengantarkan sendiri. Aku ingin meminta maaf pada Mas Raikhan atas kejadian seminggu yang lalu...."
"Sudahlah Al.., tidak ada yang perlu dimaafkan. Itu murni kesalahan dari pria yang baru bucin...." Ucap Mas Raikhan sambil menyesap air mineral yang ada di tangannya.
"Bucin...?" Pertanyaan spontan yang keluar dari mulutku.
"Iya Al.., setiap hari aku selalu tersenyum ketika sekelebat bayangan wajah polosmu itu hadir. Masih teringat dengan jelas, saat pertama kali kita bertemu. Bahkan.., di sepertiga malam...., jujur aku masih menyebut namamu..."
Gleg...
Perkataan Mas Raikhan kali ini sukses membuatku terkejut kembali. Aku hanya terdiam, tak tahu harus bagaimana membalas ucapannya.
"Trimakasih Mas atas doa tulusmu. Alya juga berdoa, semoga Mas Raikhan segera dipertemukan dengan jodoh pilihanNya, yang terbaik..."
"Aamiin...semoga Al, trimakasih atas doanya..." Balas Mas Raikhan dengan lirih, seolah sedang menahan beban di dadanya.
"Mas..., maaf ini ada sesuatu untukmu. Semoga Mas Raikhan mau menerimanya..." Aku mengeluarkan syal rajut dari dalam tas, dan memberikan padanya. Tampak mata Mas Raikhan berbinar ketika menerima syal pemberian dariku.
"Makasih ya Al..., ini sangat special. Aku akan selalu menyimpannya...." Ucap Mas Raikhan sambil tersenyum.
"Iya Mas, sama2..."
Setelah beberapa menit bercakap, aku berpamitan pada Mas Raikhan. Sebenarnya ia menawarkan diri untuk mengantar, namun dengan halus aku tolak.
Mas Raikhan memesankan ojek online untukku, setelah membayar pesanannya.
Tak lama kami menunggu, pesanan gori** pun tiba.
"Hati2 ya Al..., nggak usah bayar ojeknya!! Sudah aku bayar pakai gop**." Ucap Mas Raikhan ketika mengantarkanku sampai di halaman rumah.
"Iya Mas, trimakasih ya... Jaga dirimu ya Mas, Assalammuallaikum..."
"Waallaikumsalam Alya..."
__ADS_1
Kemudian aku naik ke motor pak ojol dan memakai helmnya.
**********
Setelah sampai di depan toko, aku bersegera masuk ke dalam. Rupanya ada Mas Abi yang sedang duduk di kursi customer. Aku cukup terkejut melihat calon suamiku itu.
"Su..sudah lama Mas menunggu di sini?"
"Sudah sekitar lima belas menit yang lalu. Kata Lisa, Sayang baru mengantar pesanan. Kog sendirian yank..?" Pertanyaan Mas Abi yang terlontar dari bibirnya, ia menatapku lekat.
"Iya Mas, kebetulan yang pesan pelanggan kami. Aku mencoba memberikan pelayanan prima Mas, dengan datang langsung ke rumahnya. Apalagi toko sedang lumayan ramai pengunjung, tidak mungkin mengajak Pak Akhmad atau Lisa untuk menemani..." Alasanku.
"Hmmm..., baiklah sayang... Oya, ada pesan dari ayah dan ibu, hari Senin lusa kami akan datang ke rumah..."
"Mmm..., iya Mas..."
"Kami akan datang untuk bersilaturahim, sekalian melamarmu Al..."
Deg...deg...deg....
Hatiku tiba2 menjadi semakin berdebar. Ada rasa bahagia yang tak terkira menerobos masuk ke relung rasa.
"Al..., kamu sudah siap kan untuk menerima lamaran dariku...?"
"I..iya, su...sudah Mas. In shaa Allah aku sudah siap..." Balasku dengan terbata-bata.
"Syukur, Alhamdulillah... Trimakasih Sayang..."
"Sama2 Mas, Alya juga teramat berterimakasih..." Balasku dengan mata berkaca-kaca.
"Okay Sayang, aku mau kembali ke kampus dulu. Ada janji dengan beberapa rekan dosen. Nanti sore aku jemput ya..."
"Iya Mas, hati2 ya yang nyetir mobil...!! Jangan lupa makan siang Mas...!"
"Iya, Sayang juga ya, maaf tidak menemanimu makan siang Al..."
"Nggak papa Mas..."
"Assalammuallaikum calon istriku..."
"Waallaikumsalam calon suamiku...."
Aku mengantar Mas Abi, sampai di depan toko. Kekasihku mulai menyeberangi jalan, menuju parkiran mobil.
"Betapa bahagianya hatiku, mendengar Mas Abi akan melamar si gadis biasa ini... Terimakasih yaa Robb...." Bisikku dalam hati seraya berucap syukur padaNya.
ššššššššššššššš
Jangan lupa untuk selalu dukung author ya readers... tinggalkan like, vote, rate 5, serta jangan sungkan untuk memberikan kritik dan saran, agar author bisa berbenah...
__ADS_1
Trimakasih... šššš