
To Readers
Trimakasih author ucapkan pada readers karena sudah dengan senang hati membaca dan selalu mengikuti kisah Alya.
Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penulisan kata atau bahasa, karena sebenarnya author hanya seorang penulis dadakan... ššš
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like š, klik ⤠untuk favorit, klik juga rate 5, jangan ragu untuk memberikan komentar, dan apabila berkenan berikan vote untuk mendukung author. ššš
Happy reading š
ššššššššššššššš
Percintaan semalam, bagai candu bagi kedua insan yang sedang dimabuk asmara. Usai menjalankan sholat Subuh dan membaca kalam cintaNya..., mereka berdua kembali mereguk kenikmatan surga dunia.
Arunika menyapa..., menambah kehangatan penyatuan cinta dua insan yang seolah tak ingin terpisah. Mereka pun terus beradu dalam hasrat yang tersalurkan.
Hingga terdengar.....
Tokk...tok..tok...
Suara pintu kamar diketuk.
"Dhen..., Non.... Sudah ditunggu Tuan dan Nyonya Besar, untuk sarapan bersama..."
Suara Bi Ijah dari luar kamar, seolah mengganggu aktivitas percintaan yang terjadi di dalam.
"Mas..., Bi Ijah memanggil..." Bisik Alya di telinga sang suami.
"Huftt..., Bi Ijah mengganggu saja..." Nampak raut kecewa dan kesal di wajah tampan Raikhan.
"Xixixi..., makanya udahan dulu Mas... Aku juga capek.."
"Capek tapi seneng kan...??" Raikhan tertawa lebar.
Alya mencubit pipi sang suami.
"Aduh..." Raikhan mengaduh dan mengelus pipinya karena cubitan sang istri yang lumayan keras.
"Dasar kamu Mas... Cepat jawab Bi Ijah...!! Tuch manggil2 terus lho Mas....
"Iya Sayangku..." Raikhan mencium buku-buku jari sang istri, kemudian ia pun berteriak.....
"Iya Bi..., nanti kami sarapan lima belas menit lagi... Sampaikan ke Papa, Mama ya...!!"
"Owh..., nggih Dhen... Bi Ijah sampaikan segera.." Bi Ijah segera berjalan menuju ruang makan untuk menyampaikan pesan dari Raikhan.
"Mas.., aku mandi dulu ya...?"
"Aku ikut Yank..." Suara Raikhan terdengar menggoda.
"Hmmm.., tidak boleh... Kelamaan Mas, tidak enak sama Papa Mama, mereka berdua sudah menunggu..."
"Hufffttt..., baiklah Yank..." Raut muka Raikhan tampak kecewa. Alya tersenyum lebar melihat ekspresi wajah sang suami.
Mereka pun mulai bergantian membersihkan diri dengan mandi besar.
*****************
Di ruang makan....
__ADS_1
Kini Raikhan dan Alya, sudah duduk berhadapan dengan Papa Abraham serta Mama Shela.
Dengan intens, Mama Shela menatap putra dan menantu kesayangan secara bergantian.
"Hmmm..., ada sesuatu yang mencurigakan Pa..."
"Maksud Mama...?" Tanya Papa Abraham dengan mengerutkan dahi.
"Ada bau sampo di rambut kedua anak kita... Biasanya mereka tidak sekompak ini Pa..."
Alya dan Raikhan menundukan wajah, menyembunyikan rona merah. Sedangkan Papa Abraham yang mulai mengerti arah pembicaraan sang istri, tertawa geli.
"Sudahlah Ma, jangan dibahas...!! Terserah mereka berdua. Mau kompak pakai sampo atau tidak..."
"Pa..., ini menyangkut keturunan keluarga kita..."
"Alya..., Sayang... Apa kalian sudah mereguk manisnya surga dunia...??"
Alya masih menunduk, ia semakin malu menatap kedua mertuanya, karena pertanyaan konyol si Mama Shela. Ia pun memilih diam, seolah tidak mendengar pertanyaan Mama mertua.
"Apa-apaan sich Mama... Tuch istriku jadi malu Ma..." Raikhan mulai menengadahkan kepala dan menjawab pertanyaan konyol Mamanya dengan nada kesal.
"Pfffft....., hhhhahha.... Mama cuma bercanda Sayang, karena Mama teramat bahagia.., sepertinya semalam dan tadi usai subuh ada penyatuan cinta yang melenakan...."
"Mama..., jangan dibahas...!!"
"Baiklah putra Mama yang tampan dan gagah, Mama sudahi dulu bahasan soal itu.... Mama bangga pada kalian, segera beri kami cucu...!! Supaya rumah ini semakin ramai..." Mama Shela mengerlingkan matanya dan tersenyum lebar.
"Alya..., Sayang... Ambilkan makanan yang banyak untuk suami tampanmu...!! Karena semalam dan pagi tadi sudah bekerja cukup keras..." Ucap Mama Shela menggoda Raikhan dan Alya.
"Iya Mama..." Balas Alya dengan memberikan senyuman, namun di wajah ayunya masih nampak rona merah. Ia pun mengambil piring dan mengisinya dengan nasi serta aneka lauk yang terhidang, kemudian menyerahkan pada Raikhan.
"Iya Sayang, trimakasih ya..."
"Sama-sama Mas..."
Setelah Alya mengambil nasi dan lauk untuk dirinya, mereka berempat mulai menikmati makanan dengan lahap.......
****************
Usai sarapan, mereka berempat bercengkrama di ruang keluarga. Kebetulan hari ini Papa Abraham sedang libur.
"Putra Mama yang tampan.., untuk beberapa hari ke depan biar Mama saja yang membantu mengurus semua usahamu. Ajak putri Mama ini tamasya...!! Buat hatinya bahagia...!!"
"Iya Mama..., dengan senang hati..." Balas Raikhan dengan tersenyum.
"Alya..., Sayang.... Kalau boleh Mama usul, bagaimana kalau kamu resign dari pekerjaan..?"
"Mmm..., maaf Ma... Sepertinya Alya belum bisa. Lagi pula Bu Marta memberikan cuti cukup lama..., selama tiga minggu..."
"Baiklah Sayang, yang terpenting jaga kondisi kesehatanmu selalu...!! Jangan terlalu memaksakan bekerja...!! Sekarang sudah ada suami yang berkewajiban memberi nafkah..."
"Iya Ma.., trimakasih atas perhatian Mama..."
"Sama2 Sayang... Oiya, kemarin pagi anak dari om dan tante datang beserta pasangannya lho Rai... Sebenarnya mereka ingin mengajak pergi ke Kebun Bunga Amarilis...."
"Siapa saja Ma yang kemari...?"
"Raka, Jelita, Arka, Nayla, Dava, dan Vina... Siangnya Ara dan Anthony juga datang, mereka mampir karena sedang honeymoon di Jogja. Terus sorenya Anandhita dan Awang... Mereka berdua menitipkan kado special untuk kalian...." Jawab Mama Shela dengan tersenyum.
__ADS_1
"Si Roma dan Alisa datang juga Ma..?"
"Tidak Sayang..., mereka hanya melakukan vidio call, dan mengirim salam untuk kalian... Katanya baru sibuk rekaman album terbarunya..."
"Owhh.., sudah sukses ya mereka....?"
"Iya Rai...."
"Yank..., mumpung belum terlalu siang.. Bagaimana kalau kita pergi ke Kebun Bunga Amarilis...?" Ajak Raikhan pada sang istri, yang membuat mata Alya nampak berbinar seketika.
"Wahhh ke Kebun Bunga Amarilis..??? Iya Mas, aku setuju...."
"Baiklah..., ayo kita bersiap-siap....!"
"Huum Mas... Oya Ma, Pa..., kami pamit dulu ya..."
"Baiklah Sayang, hati2 di jalan...!! Kado dari Anandhita dan Awang, nanti Mama taruh di kamar kalian...."
"Iya Ma, trimakasih..." Jawab Alya dan Raikhan hampir bersamaan, sembari mencium punggung tangan Papa Abraham serta Mama Shela secara bergantian.
Setelah bersiap-siap, mereka pun berjalan menuju garasi... Sesampai di sana, Raikhan dan Alya segera masuk ke dalam mobil. Dengan perlahan pria tampan itu mulai melajukan mobilnya.....
*****************
Raikhan terus melajukan mobilnya menembus kepadatan jalanan Jogja-Wonosari.
Setelah menikmati perjalanan kurang lebih sekitar satu jam, Raikhan melajukan mobilnya dengan perlahan di sekitar Desa Salam, Kecamatan Patuk, tepatnya di sekitar jembatan Kali Pentung.
Terlihat hamparan bunga Amarilis milik beberapa warga yang tinggal di dusun tersebut.
Setelah menghentikan mobilnya dan menaruh di tempat parkir, Raikhan mengajak sang istri untuk segera keluar dari dalam mobil.
Kemudian pria tampan itu membeli dua tiket, dan mulai memasuki Kebun Bunga Amarilis milik salah seorang warga, yang terhampar luas.
Sepasang kekasih itu berjalan dengan bergandengan tangan melewati jalan setapak yang dikelilingi oleh hamparan bunga Amarilis.
"Yank...., Bunga Amarilis juga dikenal dengan nama lain Puspa Patuk... Bunga ini awalnya hanya dianggap gulma. Namun karena tangan dingin salah seorang warga, kini Bunga Amarilis memiliki daya tarik yang sangat memikat....."
"Keren ya Mas..?? Hamparan Bunga Amarilis yang berwarna oranye, seolah menjadi simbol kecantikan..."
"Iya Sayang..., Bunga Amarilis juga sering disebut lili hujan, bakung, atau bunga bawang...."
"Hmmm..., keindahan ini tidak boleh kita sia2 kan Mas..."
"Pasti Sayang ingin selfie kan...?"
"Hhhhehe..., huum Mas..."
"Baiklah..., berpose yang romantis ya Sayang..."
"Okey Suamiku...."
Alya dan Raikhan berpose di tengah hamparan Bunga Amarilis, dengan sangat romantis. Seolah mereka adalah seorang pangeran dan seorang putri yang tengah berkencan di Taman Kerajaan.... ššš
****************
Note: Bunga yang dipegang, adalah bunga yang sudah gugur. Model bukanlah author... š š
__ADS_1