Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Sepasang Kekasih Yang Bercengkrama


__ADS_3

Malam ini bagaikan malam yang terindah dalam hidupku. Mas Abi yang aku kagumi ternyata mengungkapkan perasaan cintanya. Bagai mimpi yang tak ingin aku sudahi. Aku tersenyum melihat rasi bintang yang semakin terlukis indah, dan rembulan yang cahayanya semakin berkilau..


"Al.., kog senyum-senyum sendiri menatap langit.. Ada bayanganku ya di sana..?" Pertanyaan Mas Abi membuatku seketika tersadar dari lamunan.


"A..aku terpesona memandang cahaya bulan di malam ini Mas. Rasanya.., aku ingin terbang ke sana, mengungkapkan rasa bahagia... Mungkin aku lebai ya Mas...??? Hhhehe.." Jawabku dengan mengalihkan pandanganku pada wajah Mas Abi, yang kurasa semakin tampan...


"Terpesona pada cahaya bulan atau..., dengan cahaya hidupmu Al...?" Mas Abi tersenyum dan mulai menggodaku.


"Ach.., Mas Abi, bikin aku semakin tersipu lho..., hhhehe... Iya.., aku terpesona pada cahaya hidupku, bahkan karena terlalu terpesonanya.., aku tak ingin malam ini cepat berlalu Mas..."


"Oya...?? Aku juga Al.... Sebenarnya malam ini aku ingin selalu bersama dengan cahaya hidupku. Aku ingin bersegera menjadikanmu Ratu di hidupku Al...." Ucapan Mas Abi yang dalam, tatapannya yang lembut.., membuat hati gadis ini semakin meleleh.


"Ratu...? Maksudnya Mas..?" Pertanyaan spontan yang terucap dari gadis yang sedang nervous.


"Alya...., aku ingin segera menjadikanmu kekasih halalku.... Mungkin terkesan terburu-buru, tapi sungguh itu keinginan dari lubuk hatiku Al..." Mas Abi memandangku dengan tatapan penuh ketulusan.


"I..iya Mas, akupun ingin..." Aku membalas tatapan Mas Abi dengan memberikan senyuman terindah.


"Al...., semoga kita mendapat restuNya ya..." Mas Abi mengungkapkan harapan itu dengan memandang langit, seolah tengah menatap Robbnya.


"Aamiin Mas.., semoga..." Balasku, juga menatap langit yang terhampar luas. Semoga doa dua insan ini, juga diaamiini oleh penduduk yang berada di langit ke tujuh.....


"Mm...., oya Al..., bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini? Cukup melelahkan tidak..?" Mas Abi mulai mengalihkan pembicaraan yang cukup romantis tadi...., hhhehe.


"Yaaa..., lumayan Mas. Banyak barang yang harus dipacking. Tadi juga ada salah seorang customer yang memintaku dan Pak Akhmad untuk membantu menata peralatan rumah tangga yang ia beli, di dapurnya..."


"Kog bisa Al..?"


"Iya Mas, katanya dia baru pindah rumah.., jadi nggak ada yang bantuin menata..."


"Owh..."


"Tapi awal kami bertemu terkesan sangat memalukan Mas..., hhhehe..."


Mas Abi mulai mengernyitkan keningnya..


"Kog memalukan..??"


"Iya..., aku kira dia seorang Turis.., karena wajahnya mirip orang Korea..., hhhhehe. Pertama aku menyapanya dengan Bahasa Inggris, karena tidak mendapat balasan.., aku mencoba menyapa dengan Bahasa Korea, ehh.., malah diketawain Mas..., hhhhaha..."


"Hhhhaha.., sepertinya menarik Al ceritamu, teruskan...." Seperti biasa Mas Abi dengan setia mendengar ceritaku, dia menatapku dengan tatapan penuh cinta.


"Mas..., aku nggak nyangka ternyata dia orang Jawa..., hhhhaha. Ya Allah Mas..., kalau ingat saat itu rasanya aku ingin segera berlari menjauh, dan bersembunyi ke toilet..." Aku menceritakan tentang pertemuanku dengan Mas Raikhan dengan tertawa lebar.

__ADS_1


"Ya Allah..., pujaan hatiku ini ternyata lucu juga ya.., hhhhaha. Al..Al..." Balas Mas Abi juga disertai tawa.


"Memangnya si turis kw..., cowok atau cewek Al..?"


"Cowok mas... Tapi dia pria baik. Memberi uang kelebihan, mentraktir salad buah, orange jus dan ice cream..., hhhhhehe..." Jawabku polos. Tiba2 Mas Abi menatapku dengan muka masam.


"Al..., apa pria itu lebih baik dariku..? Apa dia lebih tampan? Apa dia lebih menarik..? Aku cemburu Al..." Aku terkejut mendengar pertanyaan Mas Abi. Aku sadar telah membuatnya salah faham dengan ucapanku yang memuji pria lain.


"Ma..maaf Mas, bukan maksudku memujinya..." Ucapku menyesal.


"Apa..., kamu tertarik dengan pria itu Al..?" Pertanyaan Mas Abi dengan suara lirih.


"Hhhehe...., apa-apaan sich Mas Abi, aku baru pertama kali bertemu dengannya.., mana m mungkin secepat itu bisa tertarik. Apalagi di sisiku sekarang sudah ada pria perfect..." Ucapku dengan tersenyum sambil melirik Mas Abi.


"Benarkah di matamu aku terlihat perfect Al...?" Wajah Mas Abi mulai terlihat cerah.


"Iya.., sangattt perfect, aku tak ingin yang lain selainmu Mas. Andai boleh meminta.., aku hanya ingin tercipta untukmu...."


"Al.., aku juga hanya ingin tercipta untukmu, yang akan selalu hadir memberikan kasih sayang..."


"Until Jannah With you.. Mas....." Ucapku dengan menatap Mas Abi dan memberikan senyuman padanya.


"In shaa Allah Alya...." Mas Abi membalas tatapan dan senyumanku, nampak di wajahnya semakin ada binar kebahagiaan.


"Minta ijin apa Mas...?" Jawabku dengan mengernyitkan kening.


"Meminta ijin untuk memiliki hati putrinya...., hhhhahaa..." Balas Mas Abi dengan tawa yang lebar.


"Hhhehe..., Mas Abi, silahkan minta ijin... Kalau aku bertemu dengan Ayah dan Ibu Mas.., aku juga akan meminta ijin.., untuk memberikan hatiku seutuhnya untuk putranya..."


"Al.., trimakasih ya.. Banyaklah berdoa, semoga kita ditakdirkan berjodoh...! Tiba-tiba terbesit rasa takut Al, mungkin karena aku terlalu bahagia..., dan takut kebahagiaan ini hanya sementara.." Ucap Mas Abi dengan sendu.


"Mas jangan berpikir seperti itu, aku juga takut membayangkannya.... Aku akan selalu berdoa untuk kita.. Jika kita ditakdirkan berjodoh, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang berbakti padamu Mas, aku ingin selalu menatap senyum indah dari suamiku..."


"Aku juga akan selalu berdoa dan berikhtiyar, agar kita secepatnya bisa bersatu Al.."


"Huum Mas..."


"Sudah malam Al.., aku pulang dulu ya..?"


"Hmmm..., serasa sebentar ya Mas...? Sebenarnya aku tidak rela kamu cepat pulang Mas..., hhhhehe..."


"Sabar ya Alya manis.., aku akan berusaha segera membuat kita tidak akan terpisah..., hhhhehe..."

__ADS_1


"Iya Mas..."


"Aku mau pamit Ibu dulu Al.."


"Baiklah Mas.., ayo masuk dulu...! Ibu ada di ruang tamu, biasa lagi asik menonton sinetron..., hhhhehe..."


*******


Kami berdua melangkahkan kaki menuju ruang tamu, di sana ada Ibu dan kedua adikku.


Kami berjalan mendekat pada Ibu...


"Bu...., Mas Abi mau pamit..." Ucapku pada beliau. Ibu menoleh ke arah kami.


"Bu..., saya pamit dulu ya.." Ucap Mas Abi dengan menampakkan senyuman.


"Iya Nak.., hati2 ya.." Balas ibu juga memberi senyum.


"Bu.., saya juga mohon ijin..., untuk mencintai putri Ibu..." Mas Abi menunduk mengucapkan kata2 itu.


"Nak Abi, Ibu tidak salah mendengar...??" Ibu terkejut dan matanya tampak berkaca-kaca.


"Iya Bu, saya mencintai Alya dengan kesungguhan dan ketulusan hati..." Ucap Mas Abi mantap, dengan menatap wajah Ibu.


"Ya Allah... Ibu sangat bahagia mendengarnya Nak... Ibu merestui kalian. Semoga hubungan kalian juga mendapat ridho dariNya, Aamiin.."


"Aamiin...., trimakasih Bu..." Ucap Mas Abi sambil bersimpuh dan mencium tangan Ibu. Beliau mengusap rambut Mas Abi penuh kasih sayang. Aku, Asti dan Hana..., berkaca-kaca melihat pemandangan di hadapan kami.


******


Malam ini...., bukan hanya aku yang berbahagia, tapi juga kami semua. Aku, Mas Abi, Ibu, Asti... dan Hana.


Aku mengantar Mas Abi, sampai di depan gang. Kami saling beradu pandang.., dan berharap esok akan bertemu lagi...


"Hati-hati Mas..!" Ucapku dengan memberinya senyuman manis.


"Iya calon istriku..., Assalammu'allaikum.."


"Wa'allaikumsalam Mas...."


Mas Abi mulai melajukan motornya, aku menatap punggung kekasihku itu hingga ia tak nampak lagi...


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–

__ADS_1



__ADS_2