Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Serpihan Hati Untuk Abi


__ADS_3

Tanpa terasa tiga minggu telah berlalu. Raikhan maupun Alya memulai pekerjaan mereka kembali.


Raikhan menggeluti usaha di bidang jasa tour and travel, serta restoran fast food. Restoran fast food yang dimiliki oleh Raikhan, menyajikan menu utama, berupa salad buah dan salad sayur.


Awal mula Raikhan mendirikan usaha tersebut, karena ia merasa menjadi dokter yang gagal, atas ketidak berdayaan menyelamatkan nyawa adik dari mantan kekasihnya. Mala, mantan kekasih Raikhan..., merasa teramat kecewa pada pria itu, hingga pada akhirnya memilih memutuskan pertunangan mereka, dan pergi jauh dari kota Jogja.


Sedangkan Alya, menjalankan pekerjaannya kembali sebagai seorang manajer di toko Bu Martha.


*************


Pagi itu Raikhan mengantar sang istri berangkat ke toko Bu Martha.


"Yank..., apa Sayang yakin tidak akan resign..?" Raikhan memulai percakapan, ketika mereka sedang berada di dalam mobil.


"Yakin Mas, aku sudah teramat nyaman bekerja pada Bu Martha.."


"Apa Sayang tidak tertarik membantu mengelola usahaku...?"


"Belum tertarik Mas..., hhhehehe. Kan sudah ada pakarnya. Suamiku ini dan Mama Shela..."


"Tapi untuk ke depannya, bantu suamimu ini ya Yank...!! Kita mengelolanya berdua..."


"Iya Mas.., In shaa Allah..."


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit, Raikhan menghentikan mobilnya....


"Yank.., sudah sampai..."


"Iya Mas.. Semangat bekerja ya suamiku. Cari uang yang banyak untuk bersedekah..!!" Ucap Alya dengan tersenyum lebar.


"Siap Yank... Sayang juga semangat ya..!! Beri aku kecupan Yank..!! Biar tambah semangat..." Raikhan mengerlingkan mata, disertai senyuman manis.


"Tadi kan di rumah sudah Mas..."


"Kurang... Di pipi dech..."


Cup...


Alya mengecup pipi suaminya dengan lembut.


"Sudah Mas..."


"Trimakasih Sayang..." Raikhan kembali tersenyum manis. Pria itu pun, mencium kening sang istri dengan penuh cinta.


Setelah menerima ciuman dari sang suami, Alya pun keluar dari dalam mobil, dan mulai berjalan menuju pintu masuk toko Bu Martha.


"Mbak Alya...." Teriak Lisa dengan penuh kegirangan karena untuk pertama kalinya melihat Alya, setelah tiga minggu tidak bertemu di tempat kerja. Gadis itu memeluk Alya dengan erat.


"Lisa kangennnnn banget Mbak..."


Alya membalas pelukan Lisa, dan berucap...


"Iya Lis, mbak Alya juga kangen..."


Perlahan mereka saling melepas pelukan.

__ADS_1


Bu Martha dan rekan kerja yang lain juga tampak bahagia dengan kedatangan Alya. Mereka menjabat tangan Alya dengan bergantian.


"Alya..., Sayang... Akhirnya kita bertemu lagi Ndhuk..." Bu Martha memeluk Alya, mata beliau nampak berkaca-kaca.


"Iya Bunda..." Alya membalas pelukan beliau.


"Bagaimana perasaanmu sekarang Al..? Sudah cukup tenang...?"


"Alhamdulillah Bunda... Ini semua berkat Mas Raikhan yang selalu menguatkan dan memberi kebahagiaan pada Alya..."


"Syukur, Alhamdulillah... Suamimu itu memang pria yang hebat..."


"Iya Bunda... Alhamdulillah.."


Bu Martha dan Alya saling melepas pelukan.


Mereka pun mulai menjalankan pekerjaan dengan penuh semangat.


Tiba2 pandangan mata Alya tertuju pada jalan di seberang toko. Ia seolah merasakan kehadiran Abi. Terbayang oleh Alya, senyuman sang mantan kekasih yang telah tiada, ketika menunggunya di seberang jalan.


"Mas..., mengapa serpihan hati ini tak kunjung menghilang, meski hatiku sudah terbuka untuk sahabatmu, yang kini menjadi suamiku. Mengapa perasaan ini sedikitpun tak memudar, meski raga sudah dimiliki oleh Mas Raikhan. Mengapa seolah kamu masih ada.. Mas Abi, dimana pun kamu berada saat ini, Alya selalu berdoa untukmu...." Ucapnya dalam hati. Tanpa terasa Alya meneteskan air mata. Ia segera menghapusnya dengan jemari tangan, dan menghela nafas dalam-dalam, untuk menghilangkan rasa sesak di dada setiap mengingat Abi.


Rupanya Lisa memperhatikan apa yang sedang dilakukan Alya.


"Mbak Al..."


"Ehh.., ada apa Lisa...?"


"Mbak Al menangis ya...?"


"Mbak, jangan bohong pada Lisa... Mbak Al menangis kan?"


"Mm..., iya Lis..."


"Apa Mbak Al masih belum bisa move on dari Mas Abimana...?"


Alya kembali menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Lisa.


"Iya Lis... Rasanya masih ada serpihan hati yang tertinggal..."


"Mbak Al sudah mulai mencintai si oppa..?" Lisa menatap Alya dengan lekat.


"Mbak Alya rasa, sudah Lis. Separuh hati dan raga ini sudah milik Mas Raikhan..."


"Mbak..., teruslah berusaha untuk tidak mengingatnya lagi...!! Perlahan hapuslah kenangan tentang Mas Abi..!!"


"Mbak Alya sudah berusaha Lisa. Mungkin karena dulu terbiasa bergantung dan nyaman dengan Mas Abi, hingga membuat perasaan ini seolah tak terhapuskan. Mbak Alya merasa berdosa pada Mas Raikhan, karena masih memiliki serpihan hati untuk pria lain.."


"Sabar ya Mbak Alya...!! Mas Raikhan pasti bisa memahami..."


"Iya Lis, suami Mbak Alya pria yang hebat. Mas Raikhan tetap mencintaiku dengan tulus, meski ia tau masih ada serpihan hati untuk sahabatnya..."


"Mbak Al..., rasanya Lisa juga ingin ikut menangis. Lisa terharu dengan ketulusan cinta oppa. Semoga kalian selalu sakinah ya..."


"Aamiin.., trimakasih ya dedek manis..." Alya mencoba tersenyum membalas ucapan Lisa.

__ADS_1


"Yuk Lis..., kita mulai bekerja lagi...!! Tuch ada customer datang... Kamu yang melayani ya dek...!!"


"Siapppp Mbak ku..."


*******************


Pukul empat sore, Raikhan sudah menjemput sang istri di seberang jalan.


Setelah berpamitan pada Bu Martha dan semua rekan kerjanya, Alya segera menyeberangi jalan, untuk menghampiri sang suami.


Setelah Alya masuk ke dalam mobil, Raikhan mulai melajukan mobilnya.


"Yank..., bagaimana pekerjaanmu hari ini..??"


"Alhamdulillah lancar Mas... Oiya, tadi rame tidak Mas restoran fast foodnya..?"


"Alhamdulillah laris Yank, banyak pelanggan yang kangen si owner...." Ucap Raikhan dengan tertawa kecil dan melirik sang istri.


"Huftt..., pasti pelanggan wanita ya Mas..?" Muka Alya nampak cemberut.


"Hhhaha..., ada yang cemburu ya..?" Raikhan tertawa lebar melihat ekspresi wajah sang istri.


"Hmmm..., tuch tau..."


"Tenang Yank..!! Suamimu ini tipe pria setia.." Ucap Raikhan dengan tersenyum.


"Iya Mas, aku percaya kog..." Tiba2 raut wajah Alya menjadi murung. Ia mengakui rasa cinta Raikhan yang besar dan kesetiaan pria itu terhadapnya. Ada rasa bersalah, ketika kesetiaan sang suami belum mampu dibalas. Karena masih ada serpihan hati untuk Abi.


"Loh..., Sayang kog murung...? Kita jalan2 ke Malioboro ya..? Nanti kita beli ice cream..."


"Iya Mas..."


"Senyum donk Sayangku..."


Alya berusaha tersenyum, meski hatinya masih merasa sesak karena perasaan yang belum mampu dihempas.


***************


Kini mereka berada di Malioboro. Raikhan membelikan Alya ice cream. Sepasang kekasih itu menikmati suasana di Malioboro dengan berjalan bergandengan tangan.


Sebenarnya tempat ini semakin membuat Alya teringat dengan kenangan bersama Abi. Apalagi jika berada di Masjid Siti Dzirjanah... Masjid yang menjadi saksi lantunan doa kedua insan, memohon ridhoNya untuk menyatukan cinta.


Mata Alya memerah, seolah berusaha menahan linangan air bening yang akan segera keluar dari kedua sudut netranya.


Alya terus mencoba menahan rasa sesak. Ia masih teringat akan janji yang diucapkannya pada Raikhan, untuk berusaha tidak akan meneteskan air mata lagi....


*****************



Di episode "Tunggu Aku di Malioboro", telah diceritakan tentang keelokkan dan keunikan yang melekat pada bangunan Masjid Siti Dzirjanah.


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Kisah cinta Arka dan Nayla dipenuhi dengan misteri yang harus diungkap karena sikap dari seorang ayah mertua yang teramat kejam. Novel ini dibumbui oleh kekocakkan si tokoh utama, yang selalu membuat readers ikut tertawa dengan ucapan atau tingkah konyolnya.

__ADS_1



__ADS_2