Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Menu special


__ADS_3

Setelah selesai membaca kalam cintaNya, Mas Abi dan Mas Raikhan bergegas untuk main game.


Saat ini aku sedang duduk di sofa, sedangkan mereka duduk di bawah, beralaskan karpet tebal.


Aku hanya terdiam, sambil memainkan ponsel, menunggu dua sahabat yang tengah asik dengan stick game di tangan mereka. Sesekali kedua sahabat itu nampak tertawa lebar dan saling beradu kata.


"Sayang..., ayo duduk di sebelahku..!! Aku ajari main game..." Ucap Mas Abi sebelum melanjutkan game ke level berikutnya.


"Aku tidak terlalu suka main game Mas. Kalau Alya masak aja buat Mas Abi dan Mas Raikhan gimana?"


"Boleh juga Sayang, tapi tanya dulu sama si tuan rumah...!!" Ucap Mas Abi sambil melirik sahabatnya.


"Hmmm..., kebetulan Al.., aku juga sudah lapar. Masak yang enak ya..!! Bahannya ada di kulkas...." Mas Raikhan berucap tanpa melihat ke arahku. Tatapannya terpaku pada layar.


"Okay.., tunggu sebentar ya Tuan2...!!" Ucapku sembari melangkah ke dapur.


Ku buka kulkas dengan perlahan, rupanya banyak sekali bahan untuk membuat aneka masakan. Setelah mengambil beberapa macam sayur dan daging ayam, aku segera menyiapkan bumbu dapur dan peralatan masak.


"Calon istri Mas Abi ini, akan masak beberapa menu special untuk kedua pria perfect, semoga mereka suka."


"Kebetulan ada mie hijau kering. Okelah menu pertama yang akan ku masak..., Ifu mie. Menu kedua, ayam goreng mentega. Lanjut menu ketiga, Cap Chay goreng dengan irisan cabe tiga biji... Minumnya apa ya??? Aha...!!!" Aku berkata pada diriku sendiri, kemudian berlari kecil ke arah Mas Abi untuk meminta kunci mobil.


"Mas.., Mas Abi..., pinjem kunci mobil donk..!!"


Mas Abi masih asik dengan permainannya. Ia menjawab tanpa menoleh. Sebel juga sich, kalau para pria sedang asik nge game, ada seorang gadis di sini..., ech malah dicuekin.


"Kuncinya ada di atas meja Yank, ambil aja...!!"


Setelah mengambil kunci, aku berlari kecil menuju mobil Mas Abi.


Begitu sampai, aku mengambil dua buah kelapa muda di bagasi mobil, kemudian membawanya ke dalam rumah.


"Mas, kuncinya Alya taruh lagi di atas meja ya..."


"Iya Sayang...." Jawab Mas Abi lagi2 tanpa menoleh ke arahku. Huftttt....


***********


Aku mulai memasak menu makanan dengan bahan yang sudah teracik, tanpa membutuhkan waktu yang cukup lama..., dan semoga semua hasil masakannya berasa enak... 😁


Setelah selesai memasak semua menu, aku mulai menghidangkannya di atas meja makan. Piring, sendok, garpu dan tisu, ku tata dengan rapi.

__ADS_1


Minumannya juga special. Wedhang ala-ala orang Jawa.


Aku melangkahkan kaki ke ruang keluarga untuk memanggil dua sahabat yang masih asik dengan aktivitasnya.


"Mas Abi..., Mas Raikhan..., makanannya sudah siap..."


"Wuichhh.., cepet bener Yank..." Mas Abi mulai menyudahi permainannya.


"Ayo Rai, kita makan dulu masakan calon istriku....!! Hhhehe..."


"Baiklah..." Mas Abi dan Mas Raikhan mulai beranjak dari duduknya. Mereka mengikuti langkahku menuju ruang makan.


"Silahkan duduk Tuan2...!!" Aku mempersilahkan mereka untuk duduk melingkar, di depan meja makan yang di atasnya sudah tersedia beberapa menu istimewa. Seketika mata ke dua pria itu berbinar.


"Woww..., beneran ini semua masakan Sayang??"


"Iya Mas, semoga kalian suka ya..."


"Hmmm..., pasti suka. Iya kan Ray...?" Ucap Mas Abi sembari tertawa kecil pada sahabatnya.


"Iya, kelihatannya lezat... Pinter masak juga rupanya kamu Al..." Dokter muda itu memuji tanpa menatap. Aku mengerti, pasti Mas Raikhan berusaha menjaga pandangannya dariku. Aku empati padanya.


"Yuk kita mulai makan..! Mas Abi, Alya ambilkan ya nasi dan lauknya?"


"Siap Mas..." Aku mulai mengambilkan nasi dan lauk untuk calon suami yang tamfaan.


"Ini Mas..." Aku menyerahkan piring yang sudah terisi pada Mas Abi.


"Trimakasih Sayang..." Kekasihku membalas dengan memberi seulas senyum.


"Hmmm.., seneng ya kalau sudah punya calon. Apalagi kalau sudah di halalkan. Ada yang menyiapkan makanan, ada yang diajak bercengkrama, ada yang diajak tid... Ups, maaf hampir keceplosan Bim.."


"Hhhaha, nggak papa Rai... Jiwa jomblomu meronta-ronta ya Bro...?" Mas Abi tertawa lebar meledek sahabatnya. Membuatku juga ingin ikut tertawa melihat ekspresi kedua pria itu. Tapi kasihan juga Mas Raikhan. Sebenarnya kalau dilihat dari dekat, dia bukan hanya gantheng, tapi juga tampan. Seperti yang dikatakan Mas Abi, dokter muda ini tampan, gagah, tinggi dan supel. Senyumnya juga menawan. Duhhh..., aku kog malah memuji pria lain. Kupalingkan segera pandangan mata ini dan mulai menatap Mas Abi.


"Iya nich..., andai saja aku juga sudah punya calon sepertimu Bim.., nggak bakalan jiwa jombloku meronta-ronta..." Balas Mas Raikhan dengan wajah sendu.


"Maaf aku hanya bercanda Bro.. Kalau berkenan, biar Alya juga mengambilkan makanan untukmu."


"Tidak usah, aku bisa ambil sendiri kog.."


"Nggak papa, sini aku ambilkan Mas..!" Aku mengambil piring yang ada di hadapan Mas Raikhan.

__ADS_1


"Nasinya jangan terlalu banyak ya Al, lauknya juga dibanyakin sama seperti Bima..."


"Siap boss..." Aku mulai mengisi piring dengan nasi dan lauk, kemudian menyerahkannya pada si dokter malang.


"Makasih ya Al.." Ucap Mas Raikhan, kali ini dia menatapku sekilas.


"Sayang, minumannya apa aja nich..?"


"Ini ada teh hangat dan wedhang bajigur Mas. Minuman kesukaan Alya, yang terbuat dari bahan utama buah kelapa muda dan santan.."


Mas Abi mulai menyesap wedhang bajigur yang sudah aku siapkan di cangkir.


"Seger banget Al... Masakanmu juga, luar biasa mantulll..."


"Beneran Mas?" Tanyaku dengan mata berbinar.


"Iya Sayang, kalau nggak percaya tanya aja pada Pak Dokter Raikhan..!! Hhhehe..."


"Jangan sebut aku dokter Bim...!! Sudah lama aku tanggalkan sebutan dokter itu. Btw, masakanmu memang lezat Al.., mungkin itu yang membuatmu tidak suka saat aku bawakan makanan hasil olahanku..." Mas Raikhan seolah tidak menyadari apa yang ia ucapkan.


Gleg..


Aku berhenti mengunyah, begitu juga dengan Mas Abi. Calon suamiku seolah terkejut dengan ucapan sahabatnya. Kami menatap Mas Raikhan.


"Apa maksud ucapanmu Rai..?" Nada Mas Abi sedikit meninggi.


"Maaf Bim, mungkin aku salah bicara. Aku pernah membawakan Alya bekal makan siang, hanya untuk berterimakasih padanya..." Mas Raikhan mencoba berkilah.


"Benar apa yang diucapkannya Al..?" Mas Abi menatapku lekat.


"Iya Mas... Please jangan berpikir yang macam2...!! Mas Raikhan adalah sahabat baikmu, sedang aku sudah menjadi calon istrimu Mas..." Aku berusaha meyakinkan Mas Abim dengan menatapnya dalam.


"Syukurlah kalau begitu, maafkan aku Rai...!!! Aku sempat salah faham padamu..."


"Sudahlah tidak apa2 Bim, wajar saja.. Itu menandakan, begitu besar rasa cintamu pada Alya. Aku berdoa untuk kebahagiaan kalian.." Balas Mas Raikhan dengan menatap sahabatnya.


Aku berharap, Mas Abi tidak berpikiran negative tentang kami. Karena hanya dia, yang aku cintai dengan sepenuh hati.


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Jangan lupa tinggalkan like, koment kritik serta saran, rate 5, & kalau berkenan juga vote.

__ADS_1


Happy reading... 😘😘


__ADS_2