
Haiii Readers...
Mohon maaf kemarin author lupa untuk menyapa, karena ikut larut dalam kedukaan Alya yang masih mengingat Mas Abi.. š©š
Jangan lupa untuk tinggalkan like š, rate 5, jangan ragu untuk memberi komentar, dan klik vote untuk mendukung author agar tetap semangat melanjutkan kisah Alya... š š
Trimakasih, happy reading... ššš
ššššššššššššššš
Tanpa terasa pernikahan Raikhan dan Alya, sudah berjalan selama tiga bulan. Selama itu pula, Raikhan selalu mencurahi kasih sayang dan cinta serta berusaha memberikan kebahagiaan pada Alya.
Perlahan wanita itu pun membuka hati pada sang suami, karena terpesona dengan semua perlakuan Raikhan kepadanya. Ditambah lagi dengan lantunan kalam cinta yang terdengar indah dari bibir sang suami, hingga membuat hatinya luluh. Sedikit demi sedikit luka karena kepergian Abimana seolah terobati.
"Mas..., hari ini aku libur kerja..."
"Sudah ijin Bu Martha Yank...?"
"Sudah Mas.... Tadi Alya menghubungi beliau lewat panggilan telepon..."
"Sayang sakit...??" Tanya Raikhan dengan mimik wajah khawatir.
"Tidak Mas... Cuma sedikit pusing..." Jawab Alya sembari memijat-mijat kepalanya.
"Aku periksa ya Yank...?"
"Tidak usah Mas... Aku berbaring sebentar ya..? In Shaa Allah nanti pusingnya hilang sendiri.." Alya berjalan menuju ranjang, dan membaringkan tubuhnya dengan perlahan.
Seketika Raikhan pun mengikuti Alya, dan duduk di pinggir ranjang. Ia menatap lekat-lekat sang istri...
"Apa Sayang terlalu lelah..., karena aktivitas kita semalam...?"
"Hmmm..., bisa jadi..." Alya tersenyum lebar.
Nampak rasa penyesalan di raut wajah Raikhan.
"Maaf ya Sayang...!!! Aku terkadang khilaf kalau sudah bersamamu..."
"Hahhaha..., khilaf setiap hari ya Mas...??" Balas Alya dengan menampakan wajah puppy eyes.
"Sekarang pun suamimu ini bisa khilaf lho Yank, kalau wajahmu seperti itu... Bikin gemesss..." Raikhan mencubit hidung sang istri.
"Mas..., rasanya aku ingin muntah..." Alya segera beranjak dari ranjang dan dengan cepat berjalan memasuki kamar mandi.
Raikhan mengikuti sang istri dari belakang.
Hoekk...hoekkk...hoeekk...
Alya memuntahkan semua isi dalam perutnya. Raikhan dengan penuh kasih sayang mengelus punggung sang istri.
"Sudah Yank, muntahnya...?"
"Iya..., sudah Mas..."
Raikhan memapah sang istri, dan membaringkannya kembali di ranjang.
"Yank..., aku priksa ya..? Sebentar kog..."
"Heem Mas..."
__ADS_1
Raikhan segera mengambil tas yang sudah lama tidak ia sentuh. Tas itu berisi alat2 kedokteran, yang dulu sering digunakan ketika praktek di rumah sakit.
Raikhan mulai mengeluarkan tensimeter untuk mengetahui tekanan darah sang istri. Kemudian ia juga memeriksa denyut nadi.
Seketika raut muka Raikhan nampak sumringah. Ia tersenyum dan menatap lekat-lekat sang istri, yang wajahnya terlihat masih pucat.
"Mas Dokter..., bagaimana keadaan istrimu ini...?"
"Yank..., sudah berapa hari terlambat datang bulannya...?"
"Sudah dua minggu Mas..."
Raikhan memeluk istrinya dengan erat. Ia juga menghujani ciuman di wajah Alya.
"Mas..., ada apa ini?" Tanya Alya seketika, karena heran dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Dengan perlahan Raikhan mulai melepas pelukannya.
"Yank.., aku antar ke dokter Obgyn ya...?"
"Maksudnya apa Mas...?"
"Kita ke dokter kandungan..." Jawab Raikhan dengan mata berbinar sembari menciumi buku-buku jari sang istri.
"Aku hamil Mas...??" Alya melontarkan pertanyaan pada sang suami disertai senyuman yang mengembang. Wajahnya nampak menyiratkan kebahagiaan.
"Iya Sayang..., menurut pemeriksaan awal yang suamimu ini lakukan, istri tercintaku sedang hamil muda..."
"Alhamdulillah.., Mas..."
"Iya Sayang..., Alhamdulillah..."
"Mas.., kamu bahagia kita akan memiliki malaikat kecil...?"
"Aku juga bahagia Mas..., dimiliki pria sepertimu. Yang dengan tulus dan sabar mencintai wanita sepertiku...." Mata Alya nampak berkaca-kaca mengingat semua yang telah Raikhan lakukan untuk membuatnya bahagia.
"Iya Sayang... Ayo kita bersiap-siap ke dokter Obgyn..!! Aku punya kenalan dokter Obgyn yang bagus Yank. Beliau bernama Dokter Endang..."
"Mmm..., baiklah Mas. Aku ganti baju dulu ya..?"
"Iya Sayang..."
Selesai bersiap-siap, Raikhan mengantar sang istri untuk memeriksa kehamilannya ke dokter Obgyn.
******************
Di ruang pemeriksaan.
Raikhan dengan setia mendampingi sang istri yang sedang diperiksa oleh Dokter Endang.
Perawat yang membantu Dokter Endang mulai mengukur berat badan serta tanda-tanda vital, yang meliputi tekanan darah, denyut jantung, laju pernapasan, dan suhu tubuh. Selanjutnya Dokter Endang melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan kandungan.
Alya berbaring di ranjang pasien, kemudian Dokter Endang mulai melakukan USG.
"Nah Dokter Raikhan, coba anda lihat...!! Ini janin yang ada dalam kandungan Bu Alya." Dokter Endang menunjukan apa yang beliau maksud di layar monitor.
"Coba anda dengar, denyut jantung si kecil..!!"
Seketika mata Raikhan dan Alya nampak berbinar... Mereka teramat berbahagia dengan anugerah yang diberikan Tuhan.
"Malaikat kecil kita Sayang..." Ucap Raikhan pada sang istri, sembari mengecup kening Alya dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Iya Mas...., Alhamdulillah Allah menghadirkan malaikat kecil untuk kita..."
"Selamat Dokter Raikhan dan juga Bu Alya... Dijaga kandungannya dengan baik, jangan terlalu kelelahan, makan-makanan yang bergizi ya Bu...!!"
"Iya Bu Dokter, trimakasih..." Balas Alya dengan tersenyum.
"Dan untuk Dokter Raikhan, selalu jaga dan motivasi istri anda selama masa kehamilan....!! Hindari pikiran yang membuat Bu Alya stres....!!"
"Iya... Trimakasih Dokter Endang... Saya akan melakukan semua yang terbaik untuk istri dan calon anak kami..." Balas Raikhan dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.
Selesai pemeriksaan, Raikhan memapah sang istri, melangkah meninggalkan ruangan itu...
*****************
Sesampai di rumah, Mama Shela menyambut Raikhan dan Alya dengan raut wajah yang dipenuhi dengan kebahagiaan.
"Selamat Sayang...." Mama Shela memeluk sang menantu dengan penuh kasih sayang.
"Trimakasih Ma..." Alya membalas pelukan mama mertuanya.
Perlahan mereka saling melepas pelukan.
"Sayang..., betapa Mama merasa teramat bahagia...." Mata Mama Shela nampak berkaca-kaca.
"Iya Mama... Alya dan Mas Raikhan juga teramat bahagia. Mohon doanya Ma, semoga malaikat kecil kami selalu dalam lindunganNya, dan juga tumbuh dengan sehat...!!"
"Aamiin... Pasti Mama akan selalu berdoa untuk calon cucu tercinta, juga berdoa untuk Mama si kecil..."
"Makasih Ma..."
"Kembali kasih Alya, Sayang...."
"Sayang..., ingin makan siang apa? Aku masakan menu special dech..." Ucap Raikhan dengan tersenyum.
"Beneran, mau masak untuk Alya Mas..?"
"Iya donk Sayang..."
"Masakin aku mie hijau Mas...!! Seperti saat Mas Rai membawakan bekal makanan untuk Alya, sewaktu pdkt dulu..." Ucap Alya dengan tersenyum lebar.
"Hhhhhaha..., ach Sayang. Aku jadi malu lho Yank, kalau ingat masa itu. Hmmm..., tapi baiklah... Demi istri tercinta, akan aku masakan mie hijau yang terlezat...."
"Makasih Suamiku...." Mata Alya nampak berbinar.
"Tapi bayar dulu...!!"
"Bayar pakai apa sich Mas...?"
"Cium dulu...!! Tapi cium yang lengkap. Pipi, kening, hidung, dan bib...."
"Apa-apaan sich Mas... Ada Mama sama Bi Ijah. Malu tauuuu..." Alya mencubit pinggang sang suami.
"Duch.., sakit Yank..."
"Ehmmm.., ehmmm... Bi Ijah, sepertinya kita mengganggu kemesraan mereka berdua. Yuk.., kita nonton film India saja di ruang keluarga..!!" Ucap Mama Shela sembari meraih tangan Bi Ijah.
"Ehhh, iya Nyonya..." Jawab Bi Ijah dengan tersenyum lebar.
Mereka berdua melangkah meninggalkan pasangan muda yang seolah ingin selalu romantis....
__ADS_1