Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Cinta Menguatkanku...


__ADS_3

Seperti biasa, setiap selepas dzuhur... Alya selalu pergi ke mini market yang terletak tidak jauh dari rumah kedua orang tua Raikhan.


Di mini market....


Alya melangkah masuk ke dalam mini market.... Nampak pria bermasker sedang mendisplay beberapa produck makanan ringan. Tanpa berpikir panjang, Alya berjalan mendekati pria itu...


"Hai Mas... Asalamu'alaikum..." Sapanya dengan dihiasi senyum manis.


Pria bermasker terkejut dengan kedatangan bumil yang tiba2...


"Duhhh maaf ya Mas.., malah mengagetkan..." Alya tertawa terkekeh...


Pria bermasker mengambil secarik kertas dan pena, yang selalu disiapkan di saku baju seragam kerjanya.


Wa'alaikumsalam... Tidak apa-apa Mbak... Saya hanya sedikit terkejut.. Ada yang perlu saya bantu..?


Alya tersenyum setelah membaca tulisan si pria bermasker.


"Sudah dilanjut dulu pekerjaannya Mas..!! Saya mau memilih buah dan ice cream.... Oiya, kita belum berkenalan lho Mas..."


Iya Mbak... Kenalkan, nama saya Surya...


Alya terdiam.., seolah ada yang terngiang dalam ingatannya...


"Ohwww..., Mas Surya... Saya Alya Mas... Nama Mas, mengingatkan saya kepada seseorang, parfum yang Mas Surya pakai juga..." Alya menghela nafas..., seolah ingin menghempas beban di dada.


Maaf... Kalau boleh tahu, siapa yang Mbak Alya maksud..?


"Dia mantan calon suami saya Mas.. Tapi sudah hampir satu tahun meninggal.. Achh..., sudahlah Mas, saya tidak ingin membicarakannya lagi. Dada saya sesak setiap mengingat kepergiannya yang sangat tragis..."


Mbak Alya sangat mencintainya..?


Alya mencoba tersenyum, meski setiap mengingat Abimana, sama seperti membuka luka lama yang hampir sembuh, karena ketulusan cinta Raikhan dan kehadiran malaikat kecil yang masih ada di rahimnya.


"Iya Mas... Tapi itu dulu, sebelum kehadiran malaikat kecil yang sebentar lagi akan terlahir ke dunia.. Dan ketulusan cinta suami saya, yang membuat hati istrinya ini luluh... Meski serpihan perasaan untuk pria yang telah tiada itu, masih ada..." Mata Alya berkaca-kaca..., ia mencoba mengalihkan pandangan ke langit2...


Degggg....


Pria bermasker merasakan rasa sakit di relung rasa... Hatinya tersayat, mendengar semua ucapan Alya... Andai waktu bisa kembali, ingin rasanya ia menghindari kejadian tragis itu.. Namun mungkin kisah cinta mereka sudah tertulis di buku takdir.. Meski saling mencinta, dan ingin memiliki.., tetapi nyatanya mereka tak jodoh...


"Al..., maafkan aku.. Maaf telah membuatmu seperti ini... Andai waktu dapat kembali, aku ingin mengulang kebersamaan kita..."


"Al.., andai kamu tahu.. Aku masih ada di dunia ini.. Perasaanku sama sekali tidak berubah.. Kekuatan cintalah yang menyelamatkan dan menguatkanku.." Bisik pria bemasker di dalam hati, sembari menundukan wajah, menyembunyikan matanya yang memerah.... Ingin rasanya ia mendekap Alya dalam pelukan, meluapkan kerinduan... Namun, semua sudah terlambat... Alya bukan untuknya lagi.., kini wanita yang sangat dicintai sudah menjadi istri dari Raikhan, sahabat karib pria bermasker... Abimana... 😩😭


"Huftttt.., aku kog malah jadi mellow..?? Hhhhehe.., sorry Mas... Malah curhat yaa.." Alya mencoba menahan air mata yang hampir tertumpah.


Tidak apa-apa Mbak... Jangan mengingat masa lalu lagi...! Jika membuat hati Mbak Alya terluka..

__ADS_1


"Hmmmm..., iya Mas.. Mengingat masa lalu hanya akan membuat terluka. Semoga perasaan cinta saya kepada suami semakin besar.., karena dia pantas untuk mendapatkan balasan cinta yang lebih...."


Mendengar ucapan Alya, semakin membuat Abimana tenggelam dalam duka. Ia tersadar, cinta Alya sudah terbagi.., untuknya hanya berupa secuil serpihan perasaan, sedangkan untuk Raikhan..., seakan lebih besar.. Karena Alya dan Raikhan sudah menyatu dalam ikatan cinta nan suci, serta kehadiran buah hati yang sebentar lagi akan terlahir, menambah kuat ikatan mereka berdua.


Abimana berusaha iklas dan berdamai dengan takdir....


Mbak..., saya sudah selesai mendisplay. Saya bantu mencarikan barang kebutuhan yang akan Mbak Alya beli...


"Ohhhh..., iya Mas.. Sebagai gantinya nanti Mas Surya saya traktir ice cream lagi..." Alya tersenyum lebar..., tanpa sadar Abimana kembali terpaku menatap wajah ayu yang dulu selalu menghiasi hari-harinya. Di dalam hati, pria itu pun berucap....


"Alya.., menatap indahnya senyuman di wajahmu, membuat diri ini terdiam terpaku... Teringat cinta yang hampir menyatu, namun pada akhirnya harus kandas. Al..., banyak kata ingin kuucapkan, namun saat ini bukanlah waktu yang tepat... Berbahagialah Alya Putri, cinta pertama Abimana Surya Saputra...."


"Mas Surya.... Kog malah melamun...?? Ini ya Mas, daftar belanjaan saya..." Ucapan Alya membuyarkan lamunan Abimana.... Pria itu menundukkan wajah..., menyembunyikan wajah aslinya dari wanita yang masih sangat ia cintai. Alya memberikan secarik kertas bertuliskan barang-barang yang ingin dibeli.


Abimana menerima secarik kertas itu, dengan menahan gejolak di dada.


Iya Mbak maaf... Tunggu sebentar ya Mbak, akan saya ambilkan terlebih dahulu semua barang yang akan dibeli...!


Alya menyunggingkan seulas senyum....


"Baiklah Mas..., saya akan setia menunggu... Hehehe.... Mmmm.., jangan lupa dipilihkan buah yang segar ya Mas, buah belimbing dan jeruk...! Saya akan mengambil ice cream dulu... Trimakasih ya Mas..."


Sama-sama Mbak... Siap, akan saya pilihkan buah-buahan yang segar...


Alya kembali tersenyum membaca tulisan pria itu. Dengan memegang perut besarnya, Alya berlalu meninggalkan pria bermasker, yang tak lain adalah Abimana...


"Alya... Betapa aku merindukanmu..." Ucapnya lirih...... Abimana mengusap dadanya yang serasa sesak... Ia pun mulai mengambil beberapa barang sesuai catatan yang diberikan oleh Alya.


Setelah mengambil tiga cup ice cream, Alya berjalan mendekat ke arah Abimana. Pria itu sudah selesai mengambilkan semua barang yang dibutuhkan olehnya.


"Sudah semuanya Mas...?"


Sudah Mbak....


Alya dan Abimana berjalan menuju ke kasir. Nara, kasir sekaligus rekan kerja Abimana di mini market, nampak menatap Alya lekat-lekat.... Dalam hati si gadis berucap...


"Owhhh.., ternyata wanita ini yang membuat sahabat Pak Fahrie, rela menyamar sebagai karyawan mini market.... Malang sekali nasibmu pak dosen muda..."


Setelah sampai di depan meja kasir, Alya segera menyerahkan keranjang yang berisi barang belanjaan kepada Nara.


"Totalnya limaratus lima puluh ribu rupiah, Bu.."


"Okay, ini Mbak uangnya..." Alya memberikan enam lembar uang kertas berwarna merah.


"Kembaliannya, tolong diberikan ke Mas Surya saja ya Mbak..! Untuk membeli makan siang.."


Tidak usah Mbak Alya...

__ADS_1


"Echhh tidak apa2 Mas... Ice creamnya yang satu untuk Mas Surya. Maaf, kali ini Alya minum ice creamnya di rumah. Takut membuat Bi Ijah khawatir..."


Iya Mbak... Trimakasih untuk traktirannya... Saya antarkan sampai ke depan pintu gerbang ya Mbak..?


"Oke Mas... Trimakasih pake banget..." Balas Alya disertai tawa renyahnya.


Abimana mengangguk, membalas ucapan Alya....


*******************


Kering air mataku


mengingat tentangmu


Tentang kita yang tak jodoh


Dulu pernah bermimpi


saling memiliki


Nyatanya pun tak kesampaian


Rela, relakanlah masa itu


Biarkanlah jadi masa lalu


Kenang diriku Selalu di hatimu,


selalu di jiwamu


Simpan di memorimu


Kunanti dirimu bila malam pun tiba


Cukup kita yang tahu


Mimpi jadi saksinya


( T2... )


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Readers..., Alya belum menyadari bahwa pria bermasker itu adalah Abimana yang masih hidup...


Bagaimana Abimana bisa selamat dari kecelakaan...? Dan siapa sebenarnya, yang menjadi korban hingga tubuhnya hancur karena ledakan mobil naas itu...? Coba dech jawab di kolom komentar, sesuai versi readers.. šŸ˜…šŸ˜‰


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like šŸ‘, koment, rate ⭐⭐⭐⭐⭐, vote jika berkenan mendukung author...

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading.. 😘😘😘


__ADS_2