Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Ke Rumah Oppa


__ADS_3

"Maaf Mas Raikhan, jadi menunggu agak lama..." Kataku, setelah beberapa menit yang lalu menelepon Bu Martha. Beliau mengijinkan aku untuk membantu Mas Raikhan, sebagai bentuk pelayanan prima dari toko kami.


"Tidak apa2 Alya.. Ayo kita berangkat...!!" Ajak Mas Raikhan sambil beranjak dari duduk.


"Tapi mohon maaf sebelumnya, saya mengajak Pak Akhmad ikut serta Mas. Beliau juga bisa membantu mengangkat barang2 yang sekiranya berat..."


"Mm..., baiklah Al. Ayo kita menuju ke mobilku...!!"


"Oke Mas..."


Kami bertiga mulai melangkah keluar dari toko, namun sebelumnya aku berpesan dengan rekan kerja yang lain untuk menjaga toko dengan lebih intens.


Sampailah kami di parkiran tempat mobil Mas Raikhan berada, ia membuka pintu bagasi untuk menaruh semua barang yang dibeli. Kemudian menyuruhku untuk masuk dan duduk di depan, serta Pak Akhmad duduk di belakang.


Di sepanjang perjalanan sesekali kami mengobrol tentang toko dan produck apa saja yang dijual.


Tak sampai satu jam, kami sampai di depan rumah Mas Raikhan.


Setelah menghentikan mobilnya, Mas Raikhan menyuruh aku dan Pak Akhmad untuk keluar dari mobil, dan membuka pintu bagasi. Kami mulai mengambil barang2 yang dibeli Mas Raikhan, dan membawanya masuk ke rumah, tentu saja setelah dipersilahkan si pemilik.


Rumah Mas Raikhan terkesan sederhana. Rumah itu dibiarkan tanpa gerbang, dan halamannya yang cukup luas dipenuhi dengan tanaman menghijau. Rupanya ada dua pintu di rumahnya, pintu yang satu untuk masuk menuju ruang tamu, sedangkan yang satu.., aku belum tahu. Di sana juga ada garasi untuk menaruh mobil dan motor.


"Taruh di sini saja...!" Ucap Mas Raikhan, menyuruh kami untuk menaruh barang2nya di dapur.


"Baik mas..." Aku dan Pak Akhmad mulai menurunkan barang2 yang kami bawa, kemudian membuka buble pack satu persatu.


Selesai membuka bungkus packingan, aku mencuci semua peralatan dapur itu terlebih dahulu, Pak Acmad membantu mengelapnya agar cepat kering.


Mas Raikhan berdiri dengan tangan bersedekap, tubuhnya disandarkan pada pintu, dan senyuman kecil sesekali terlihat di bibir sensualnya, seolah ia seorang bos yang sedang mengawasi pekerjaan bawahan.


Aku mulai mendisplay peralatan dapur itu dengan rapi, kumasukkan ke dalam almari piring dan mengelompokkannya sesuai fungsi.


"Pekerjaan kita sudah selesai Pak, yuk kita kembali ke toko....!" Ajakku pada Pak Akhmad.

__ADS_1


"Baik Mbak Alya.." Balas Pak Akhmad, sembari menyeka wajahnya dengan tangan, karena banyak buliran keringat yang menetes.


Kami berjalan mendekat ke tempat Mas Raikhan berdiri, dan berniat untuk pamit.


"Mas, pekerjaan kami sudah selesai.., kami pamit dulu ya.."


"Makasih Alya..., trimakasih juga Pak Akhmad, kalian duduk dulu.., istirahat sebentar..! Sudah aku pesankan salad buah... Mari kita ke ruang tamu...!" Ajak Mas Raikhan dan mulai melangkahkan kakinya ke ruang tamu. Kami berdua mengikuti dari belakang.


Sesampai di ruang tamu, Mas Raikhan menyuruh kami duduk, dan mempersilahkan menikmati salad buah serta orange jus yang telah dipesannya.


Dalam waktu sekejap aku menghabiskan makanan dan minuman itu. Mas Raikhan menatapku heran, karena makanan yang ia makan masih sisa separuh lebih, begitu juga dengan Pak Akhmad. Mas Raikhan menggeleng-gelengkan kepala tanda tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Al.., beneran semua masuk ke mulutmu??" Tanya Mas Raikhan dengan nada heran.


"Iyalah Mas..., masuk ke mana lagi...?? Hhhehe.." Jawabku dengan sekenanya dan membuat wajah Mas Raikhan tampak bertambah heran.


"Al.., tubuh kamu kecil, mulutmu juga tidak lebar.. Tapi kog bisa ya...?"


"Hhhehe.., nggak tau juga ya Mas, mungkin karena salad dan orange jusnya sangat enakkkk..."


"Alya.., Alya..., sumpah baru kali ini aku bertemu gadis polos, lucu dan makannya rakus..., hhhhaha.. Gadis2 yang lain, kalau bertemu dengan pria gantheng sepertiku, mereka akan menunjukkan pribadi yang perfect... Ya ampun Al..., Al... Tanggung jawab kalau perutku kram lagi..., hhhhahahhha.." Tawa Mas Raikhan semakin menjadi.


Aku merasa harga diriku runtuh dihadapan pria itu gara2 perkataan Pak Akhmad... Kuperlihatkan muka masam pada mereka.


"Sudah Al.., jangan memasang muka masam seperti itu, aku malah senang dan tertarik dengan keunikkanmu..., hhhhehe... Senyum ya Al.., atau mau aku belikan ice cream...??" Ucap Mas Raikhan membujukku. Mendengar kata ice cream wajahku mulai cerah.


"Ice cream...?? Uchh.., beneran Mas??? Aku mau.." Ucapku spontan dihiasi senyuman yang mengembang.


"Okey, aku belikan ice cream.., skalian aku antar kamu dan Pak Akhmad kembali ke toko ya.." Katanya dengan tersenyum geli.


"Asikkk..., sering-sering beli produck ke toko kami ya Mas, skalian traktir..., hhhhhehe..." Candaku, dengan tersenyum lebar dan menyipitkan mata.


"Ya Allah... Gadis ini..., ckkkckk..." Kali ini Mas Raikhan mengelus dada..., hhhehe.

__ADS_1


Kami bertiga mulai beranjak dari duduk, dan melangkah keluar rumah.


Mas Raikhan mengantar kami dengan mobil Avan** warna silver miliknya, sama persis dengan yang dimiliki oleh Mas Abi, hanya saja plat nomernya berbeda.


Sebelum sampai ke toko, seperti janjinya.., Mas Raikhan mentraktirku ice cream. Kami mampir di mini market, bukan hanya satu biji ice cream yang dibeli, tapi satu lusin... Wooww.


"Al, dibagi ya dengan semua teman kerjamu...!" Kata Mas Raikhan, sambil memberikan kantung plastik yang berisi ice cream.


"Siap Mas.., trimakasih. Maaf ya Mas jadi merepotkan..." Ucapan basa-basiku disertai senyuman kecil, tanganku menerima ice cream pemberiannya.


"Ya...., sama2... Anggap itu tanda trimakasihku karena tadi kamu dan Pak Akhmad sudah membantu menata peralatan dapur.."


"Iya Mas.." Balasku dengan senyuman kecil.


Aku dan Mas Raikhan melangkahkan kaki keluar dari minimarket dan berjalan ke arah mobil yang diparkir. Kemudian kami masuk ke dalam mobil. Tampak Pak Akhmad sedang duduk terdiam menunggu.


Mas Raikhan mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali aku mencuri pandang pada pria itu, nampak senyuman kecil selalu menghiasi wajahnya. Mungkin hari ini hatinya sedang berbahagia, semoga saja ya..., hhhehe.


Akhirnya kami sampai di seberang toko, aku dan Pak Akhmad keluar dari mobil, serta mengucapkan trimakasih pada Mas Raikhan.


"Mas.., trimakasih banyak ya..." Ucapku dengan membungkuk, dan mendekatkan wajah di kaca jendela mobil yang masih terbuka, disertai dengan senyuman.


"Iya Alya.., trimakasih kembali ya. In shaa Allah lain waktu aku mampir ke toko.." Balasnya juga disertai senyuman.


"Iya Mas.., hati2 di jalan...!" Ucapku sembari menjauhkan diri dari jendela mobil.


"Iya Al..." Mas Raikhan membalas dengan tersenyum, kemudian ia mulai melajukan mobilnya.


"Yess..., hari ini ketiban durian runtuh..."


Teriakku dalam hati karena mendapat banyak rejeki dari Mas Raikhan yang baik hati, berupa uang jajan....., salad buah, orange jus, dan ice cream...


"Trimakasih Oppa..." 😊😊

__ADS_1


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Jangan lupa tinggalkan like, rate 5, vote, koment kritik dan saran, trimakasih šŸ˜šŸ˜


__ADS_2