
Di malam yang hening..ku sapa rembulan dengan lantunan kalam cinta, kuungkap nestapaku padaNya.. Teringat segala lika-liku cinta yang datang silih berganti, tangisku basahi rukuh yang putih suci..
Aku tersadar.. Allah selalu menjaga dengan sentuhan rasa ragu, agar aku tak memilih cinta yang salah..
Alya
Β
**********
Seperti yang disarankan mas Abi, aku menjalankan sholat Istikharah, untuk bertanya yang sebenarnya tentang kata hatiku pada Robbi, aku ingin memastikan apakah aku mencintai Arif atau mungkin rasa ini hanyalah bentuk ujian dariNya untuk melengkapi kisah cinta yang masih berliku..
Aku harus mampu memilih untuk menunggunya mengungkapkan rasa yang ia miliki, atau .... aku akan melangkah tanpa berharap lebih padanya..
Kembali rasa ragu menyentuh kalbu, seperti ada jawaban yang telah tertera... Aku harus tetap tegar kali ini...
Kuhabiskan malam ini dengan terus berdzikir.., hingga tak sadar, aku tertidur di peluk rukuh...
πππππππππππππππ
Arunika menyapaku.., aku bangun dengan segera dari tidur, ku ayunkan langkah menuju kamar mandi untuk segera mengambil air wudhu.. Hah.., aku terlambat sholat subuh..
Dengan berlari kecil, aku kembali menuju kamar, dan kupakai mukena.. Kemudian aku menjalankan sholat dua rakaat..
Setelah salam, kupanjatkan doa padaNya, untuk tak kembali resah..
Aku memutuskan hanya akan menerima seseorang yang mencintaiku karena Allah.. Tiba-tiba aku berharap kelak ada pria yang mengucapkan Β Ψ§ΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΨΩΨ¨ΩΩΩΩ ΩΩΩ ο·²Β Ana uhibbuki fillah...
Kumantapkan hati, untuk menanti dengan iklas dan sabar.., sosok pria yang benar2 ingin menjadikan aku kekasih halalnya, bukan kekasih yang hanya diberikan harapan tanpa ikatan yang jelas...
Bismillah.., aku pasrahkan segalanya padaMu Allah...
ting... notif pesan di ponselku berbunyi
05.40] Assalammu'allaikum Al, hari ini jadi menemaniku refresing?
05.55] Wa'allaikumsalam Rif... Iya, In shaa Allah jadi.
06.05] Oke Al, aku jemput jam berapa?
06.13] Terserah kamu Rif.
06.23] Baiklah, nanti jam 09.00wib ya?
06.28] Siap Rif
06.35] Assalammu'allaikum Al..
06.40] Wa'allaikumsalam....
Aku melepas mukena, dan melipatnya. Ku taruh di hangar, kemudian menggantung di dinding kamar.
Kulangkahkan kaki menuju kamar mandi, untuk segera mengguyur tubuhku dengan kesegaran air di pagi hari.
Setelah mandi, seperti biasa..., aku membantu ibu menyiapkan sarapan. Kedua adikku bertugas menyapu dan membersihkan halaman rumah.
Sayur cha bayam, sambal tomat kesukaanku, tempe garit, kerupuk dan teh hangat sudah memenuhi meja makan.
__ADS_1
Kupanggil Asti dan Hana untuk membersihkan tangannya, dan bergegas sarapan. Kami berempat duduk melingkar, mulai menikmati rejeki yang Allah berikan di pagi ini...
"Bu.., nanti Alya ijin...., mau pergi dengan Arif.." Kataku sambil mengunyah nasi yang masih ada di mulut.
"Iya Al..., ibu ijinkan. Jaga dirimu ya Ndhuk..!" Balas ibu dengan menatapku.
"Inggih.. Trimakasih ya Bu.." Ucapku dengan tersenyum dan membalas tatapan beliau.
"Iya Ndhuk.." Balas ibu dengan memperlihatkan senyumnya yang teduh.
*******
Tak terasa jam di dinding menunjukkan tepat pukul 09.00wib.. Aku sudah bersiap menunggu Arif di ruang tamu.
tok..tok...tok... terdengar pintu diketuk
"Assalammua'llaikum Al..." Suara seseorang dari balik pintu.
"Wa'allaikumsalam.." Balasku, dengan membukakan pintu...
krekkkk...
"Arif...., mau masuk dulu...?"
"Kamu sudah siap Al..?"
"Sudah..."
"Kita langsung berangkat saja ya Al.."
"Huum.., bentar aku mau pamit ibu dulu ya Rif.."
"Baiklah, yuk masuk..! Ibu sedang bercengkrama di ruang tamu dengan kedua adikku..."
Arif membalas ucapanku dengan mengangguk...
Aku dan Arif berjalan ke ruang tamu, untuk bertemu dengan ibu. Kami melangkah semakin mendekati beliau.
"Bu, Alya berangkat dulu ya..." Ucapku dengan mencium punggung tangan ibu. Kemudian diikuti oleh Arif..
"Bu.... Saya pinjam Alya sehari ya.., kami pamit Bu..."
"Iya Nak, titip Alya ya..! Jaga diri kalian...!" Balas ibu dengan tersenyum.
"Iya Bu, Assallammu'alaikum.." Ucapku kemudian melangkah keluar rumah bersama Arif.
Arif mengambil motornya, kemudian kami berboncengan. Di sepanjang perjalanan kali ini, kami hanya terdiam. Seolah lidah kami sama kelunya.
"Dah sampai Al.. Yuk turun..!" Kata Arif, sambil menghentikan motornya.
"Iya Rif.." Aku pun turun dari motor...
Terlihat pemandangan yang tidak asing, hamparan sawah.., pohon kelapa yang menjulang tinggi.., dua kolam ikan yang menjadi saksi bisu kebersamaanku dengan Arif saat itu...
"Hai Sob.., jadi datang juga kalian..." Rudy menghampiri, dan menjabat tangan kami bergantian.
"Iya Bro.., aku mau mancing lagi kali ini, tapi sebentar saja... Setelah itu aku mau mengajak Alya menyusuri persawahan.., malamnya aku ajak dia ke Alun-alun Selatan. Seperti saat aku akan berangkat ke Jerman dulu, hhhehe..." Arif tampak tertawa lebar...
__ADS_1
"Wahh..., romantis donkk..., hhhhaha..." Balas Rudy dengan tawanya. Aku hanya duduk, terdiam sambil melemparkan pandangan ke arah sawah yang terhampar.
"Hei Al..., selamat bersenang-senang hari ini.. Cie yang mau berduaan terus..." Rudy menggoda dan mengerlingkan mata.
Aku tersenyum membalasnya..."Kamu ikut juga ya Rud..."
"Enggak Al... Nanti mengganggu kalian..."
"Tentu tidak Rud, ayo ikutlah bersama kami..! Biar tambah seru..." Tiba2 Arif menyahut sebelum aku membalas ucapan Rudy.
"Huum Rud, kami malah senang kalau kamu mau ikut...." Imbuhku dengan tatapan meyakinkan.
"Hmmm..., baiklah.... Sebentar aku siapkan pancingnya dulu ya, skalian aku buatin minum.."
"Oke Rud, kami ke kolam langsung ya.."
"Okay Big Boss..., tunggu kedatanganku..di sana..."
Aku dan Arif, berjalan menuju kolam...., masih tanpa bercakap. Kami duduk bersebelahan, menunggu datangnya Rudy...
"Al..." suara Arif terdengar, memecah keheningan.
"Iya Rif.." jawabku dengan suara yang sedikit serak.
"Maaf membuatmu jadi serba salah mengartikan perhatianku padamu.. Maafkan aku yang pengecut ini... Aku hanya takut, kamu akan terlalu lama menungguku Al.." Ucapnya dengan tatapan yang sendu.
"Masih banyak tugas yang papa berikan kepadaku, aku harus menyelesaikannya dalam waktu yang mungkin cukup lama... Maaf.., ya Al... Aku harap kamu bisa mengerti maksudku..."
"Iya Rif.., aku mengerti maksudmu. Mungkin kita akan merasa lebih nyaman dengan hubungan persahabatan ini.. Tanpa ada ikatan yang lebih, dan pikiran yang membuat perasaan kita tersakiti.."
"Heem Al.., serahkan segalanya pada Allah, hanya waktu yang akan menjawab hubungan kita akan berubah seperti apa..."
"Iya Rif..., kamu benar. Kita nikmati saja kebersamaan ini.. Kita syukuri jalinan persahabatan yang teramat indah...
Kita menyayangi sebagai seorang sahabat..." Ucapku dengan mengembangkan senyum.
Entah mengapa, usai menjalankan sholat dua rokaat semalam, hatiku lebih merasa damai, tanpa ada keresahan, dan perasaan sedih....
"Al..., Rif..., ni dah aku bawakan pancingnya..." Teriak Rudy berlari tergopoh-gopoh ke arah kami.
"Minuman kalian, aku taruh di atas meja..., yang ada di teras..."
"Iya Rud.., trimakasih ya Sob.." Ucapku dengan senyum ke arahnya.
"Yukkk..., Sob kita mancing bersama....!" Senyum Arif mengembang, tangannya meraih alat pancing dari tangan Rudy...
"Al sini..! Mau belajar memancing lagi nggak...?" Ajak Arif, bibirnya terhias seulas senyuman.
"Iya Rif..., aku mau..., ajari aku ya...!" Ucapku dengan mata berbinar dan mendekat padanya...
Aku, Arif, Rudy..., menghabiskan waktu setengah hari dengan memancing.., disertai canda tawa......
Hari ini.., akan tergores di lembar kenangan yang tak akan terhapus oleh waktu...
Aku menyayangimu sebagai sahabat.........
ππππππππππππππ
__ADS_1
Arunika : Cahaya matahari sesudah terbit
jangan lupa tinggalkan like, koment & rate 5 πππ