
Setelah mereka bertiga merasa cukup lelah mengelilingi Studio Alam Gamplong..., Raikhan mengajak Alya dan Arif untuk makan siang di restoran miliknya.
Untuk menuju ke Raikhan Fast Food, hanya memakan waktu sekitar lima belas menit dari Studio Alam Gamplong.
Setibanya di Raikhan Fast Food, mereka bertiga langsung disambut oleh para karyawan restoran.
Para karyawan membungkuk hormat, dan memberi salam kepada owner mereka dan sang istri.
Raikhan mempersilahkan Alya dan Arif untuk duduk di bangku yang berdekatan dengan jendela. Kemudian, ia pun memesan beberapa menu.
*********************
Kini mereka bertiga tengah menyantap salad buah, yamie hijau, dan salad sayur. Serta menikmati kesegaran orange jus, dan infused water, sembari berbincang.
"Mas..., In shaa Allah besok pagi aku akan kembali ke LN.."
"Kenapa buru-buru ke LN lagi Rif..?"
"Sebenarnya tugasku belum selesai Mas.. Aku kembali ke Jogja, karena menghadiri acara resepsi pernikahan Aldi dan ingin melepas kangen dengan para sahabat Mas..."
"Hmmm..., baiklah Rif.. Good luck ya.."
"Iya Mas, trimakasih... Oiya Mas, titip sahabatku yang satu ini ya..!" Ucap Arif sembari melirik Alya. Raikhan pun membalasnya disertai seulas senyum.
"Kalau itu pasti Rif.. Aku akan menjaga sahabatmu, karena dia wanita special dalam hidupku..."
"Trimakasih Mas.. Aku percayakan Alya padamu.."
"Siap Tuan Muda, trimakasih atas kepercayaanmu..." Balas Raikhan dengan tersenyum lebar.
Mereka terus berbincang.., Alya memilih untuk tidak banyak bicara dan hanya menjadi pendengar.
"Sudah kenyang Sayang..?"
"Sudah Mas... Kita pulang sekarang..?"
"Mmmm..., sebentar ya Yank...! Ada yang ingin aku sampaikan kepada para karyawan.."
"Baiklah Mas..."
"Mas.., makasih ya sudah digeratisin makan di restoranmu... Semua menunya mantul, pantas selalu ramai Mas..." Arif tersenyum lebar.
"Hhhhaha..., sama-sama Rif. Alhamdulillah mantul karena semua menu diracik dengan penuh perasaan, kalau laris... Itu karena doa dari seorang istri yang solekhah Rif.."
"Yes, I agree Mas..... Hhhhahaha..."
Setelah menyantap makanan, Raikhan menemui karyawannya untuk membicarakan sesuatu hal mengenai restoran. Alya dan Arif masih duduk diposisi yang sama.
"Al... Jaga dirimu ya...! Aku pamit.., kali ini sahabatmu akan ke LN lagi..."
"Iya Rif, jaga dirimu juga...! Tentang perjodohanmu, benar kata Mas Rai..., cobalah istikharah...! Mohon petunjuk dariNya..."
"Iya Al... Hufttt..., rasanya dadaku sesak melihat kenyataan yang tak sejalan dengan keinginan. Meski sulit, aku akan berusaha untuk menerimanya Al. Tetaplah bahagia Sob...!"
"Heem Rif.. Maaf ya...., bagaimana pun juga.., aku sudah memiliki suami yang teramat baik. Apalagi sebentar lagi, kami akan memiliki buah hati. Tentang kita, biarlah menjadi masa lalu dan tersimpan dalam memory..."
"Iya Al... Kamu adalah sahabat yang special, sekaligus cinta pertama bagiku.."
"Berusahalah untuk membuka hatimu untuk gadis lain Rif...! Kamu pria baik, In shaa Allah jodohmu juga seorang gadis yang solekhah Sob.."
"Aamiin Al.. Tetap jaga persahabatan kita ya...! Semoga persahabatan ini, tak lekang oleh waktu..."
__ADS_1
"Aamiin..."
Raikhan terlihat berjalan semakin mendekat ke arah mereka berdua.
"Sudah Mas..?"
"Iya, sudah Sayang... Yuk kita pulang sekarang..!"
Raikhan, Alya dan Arif mulai melangkahkan kaki keluar dari restoran, menuju parkiran mobil.
*******************
Alya dan suami, kini telah sampai di rumah kedua orang tua Raikhan. Mereka melangkahkan kaki ke ruang keluarga. Terdengar suara musik tik tok yang sedang viral...
"Eh..., Putra tampan Mama dan Putri cantik Mama sudah datang..." Mama Shela menyapa putra dan menantu kesayangan.
"Mama sedang apa...?" Alya melontarkan pertanyaan, karena kepo dengan apa yang sedang dilakukan oleh Mama mertua.
"Ini lho Say..., Mama tuch baru suka bingitzzz sama si Aldeb bintang sinetron Ikatan Cintrong.. Duhhh...., ampun dech, manisnya nggak ketulungan..."
"Lihat donk.., Alya juga suka bingitzzz Ma, sama si Aldeb.. Manisnya tanpa pemanis buatan..." Ucapan Alya seketika membuat Raikhan bergumam, dan mengelus dadanya.
"Ya Allah Yank..., suamimu sudah setampan ini masih nge fans si Aldeb..."
Alya berjalan mendekat ke arah Mama Shela, yang masih asik menonton vidio si Aldeb sedang tik tok-an "ampun bang jago" di youtobe.
Alya menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan, matanya nampak berbinar begitu melihat si Aldeb....
Lagi-lagi Raikhan mengelus dada dengan kelakuan Mama dan sang istri.
Papa Abraham nampak menggeleng-gelengkan kepala melihat kedua wanita yang sedang mabuk si Aldeb...
"Baiklah Mama sayang...."
"Nahhh.., Mama berdiri... Siap yaaa..!! Mama puter nich musiknya.. Ehhh, tapi gerakannya hati-hati lho Say...! Kasihan cucu Mama.."
"Asiiaappp Mama..."
"Tarikkkkk...."
Mama Shela dan Alya pun mulai berjoged ampun bang jago....
Ampun bang jago..., sory bang jago...., ampun bang jago... Tet..tet..tet..tet...
Ampun bang jago..., sory bang jago.., ampun bang jago...
"Pffffttt ... hahhahahaha, huffttt Mama sampai keringatan Say.."
"Hhhhhhaha... Alya juga Ma..."
Raikhan dan Papa Abraham duduk di sofa, pandangan mereka terpaku melihat dua orang wanita berbeda generasi yang masih saja tertawa terkekeh sambil bergoyang ampun bang jago...
"Ampun dech Pa, lama kelamaan Alya ketularan Mama..." Gumam Raikhan.
"Hmmm.., iya Rai... Tapi mereka terlihat sangat kompak.."
"Iya Pa.. Tapi tak apalah, dari pada istriku keseringan menangis, lebih baik happy terus.. Ya..., meski ampun bang jago...."
"Sudah.., sudah ya Say... Mama sudah capekkkk..."
"Hhhahaha..., iya Ma.. Nanti malam kita lanjut lagi.."
__ADS_1
"Siap Putri cantiknya Mama..." Mama Shela mengusap buliran keringat yang menetes di wajah dengan jemari lentiknya, begitu juga dengan Alya.
"Alya sayang.., tadi Mama chatingan sama Mommynya Arka..."
"Chatingan apa Ma..?"
Mama berbisik di telinga menantu kesayangan... "Katanya..., yuk kita viralkan ampun bang jago..!!"
Apa yang dibisikan Mama Shela membuat Alya tertawa terkekeh...
"Ppfffftttt...., hahhhhhhaa... I agree, Ma.."
"Berdirilah Sayang..! Sini Mama bantu...!"
Tangan Mama Shela merangkul pinggang Alya, untuk membantu sang menantu berdiri.
Raikhan beranjak dari duduk dan berjalan mendekati istrinya.
"Ayo Yank, kita ke kamar...!"
"Ehhhmmm..., masih sore lho Rai... Nanti Mama dan Papa bisa mendengar suara-suara menggoda dari dalam kamar kalian.." Mama Shela mulai melontarkan ucapan konyolnya.
"Apa-apaan sich Mama... Raikhan dan Alya mau membersihkan badan dulu..." Balas Raikhan dengan nada kesal.
"Wahhhhhhahaa..., itu malah mau membersihkan badan berdua.. Duch Rai, jangan lama-lama lho..! Kasihan debay yang ada di perut istrimu.."
Seketika wajah Alya memerah seperti kepiting rebus karena mendengar celoteh Mama Shela.
"Mama...., please dech..!!" Raikhan bertambah kesal.
"Hhhhaha.. Ya sudah sana, kalian segera mandi..!! Gendong istrimu Rai...!! Kasihan Alya kelelahan goyang ampun bang jago..."
"Itu kan karena Mama... Yuk Yank, aku gandheng saja ya..!"
"Nggak mau Mas..." Alya menggelengkan kepala.
"Kog nggak mau Yank..?" Raikhan mengerutkan kening.
Alya mengulurkan kedua tangannya, dan seperti biasa menampakan wajah puppy eyes.. "Gendhong aku Mas..!"
"Ya Allah Yank.. Lama-lama ketularan tingkahnya Mama.."
Alya tersenyum lebar mendengar ucapan sang suami.
Dengan perlahan tangan Raikhan meraih tubuh Alya, dan menggendongnya.
"Uchh.., so sweetnya mereka Pa... Mama juga mau donk Pa, digendhong..."
"Mama.., nanti kalau encok Papa kambuh bagaimana?"
"Ya tinggal dikasih balsam geligee..., Pa..."
Papa Abraham beranjak dari duduk, kemudian meraih tubuh Mama Shela dan menggendong sang istri.
"Masih kuat juga si Papa..." Ucap Mama Shela dalam hati... š š
ššššššššššššššš
Hai readers
Jangan lupa tinggalkan like, rate 5, klik ⤠untuk favorit, dan jangan ragu untuk berkomentar.. Jika berkenan beri vote untuk mendukung author, Trimakasih šš
__ADS_1