Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Dosen Kharismatik


__ADS_3

Seperti janjinya..., hari Kamis ini Mas Abi mengajakku ke tempatnya bekerja. Pukul 07.00wib, Mas Abi sudah datang ke rumah.


Beruntung menu sarapan kali ini, selesai aku hidangkan di meja makan, tepat lima menit sebelum kedatangannya. Ada Chap Chay Jawa, tempe mendoan, tahu isi, ayam goreng crispy, sambal tomat dan kerupuk. Dilengkapi dengan minuman teh hangat dan air putih.


Aku juga sudah siap dengan penampilanku kali ini, hem warna biru soft dan bawahan celana baggy pants warna hitam. Disertai dengan tas selempang dan sepatu flat warna senada hem yang kukenakan. Aku berdandan dengan make up soft, karena sebenarnya...Alya memang tidak pandai berdandan...hhhehe.


Kami berempat duduk melingkar, menikmati sarapan di pagi ini dengan suka cita. Tentu saja karena kehadiran seorang pangeran tampan di antara kami. Mas Abimana pria pujaan hatiku, dan calon menantu idaman ibu.


Selesai sarapan, aku dan Mas Abi beranjak dari duduk, kemudian berpamitan dengan mencium tangan ibu, dan mengucapkan salam pada beliau serta kedua adikku.


*********


Kami berdua melangkah menuju parkiran mobil, lahan kosong di sebelah selatan Masjid. Sesampai di samping mobilnya, Mas Abi membuka pintu untukku dan mempersilahkan duduk di depan.


Mas Abi mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Disepanjang perjalanan kami mengobrol dan bercanda.


"Mas..Abi, aku kog deg..degan ya..??"


"Deg..degan kenapa Al..? Gugup ya duduk di samping calon suamimu yang tamfaann ini...? Hhhhehe.."


"Ach...Mas Abi, kalau itu sich pasti...hhhehe. Aku takut....siapa tau pekerjaan Mas Abi levelnya jauhhhhh..di atasku, karena aku cuma karyawan biasa Mas..." Ucapku dengan menangkup wajah yang gelisah.


"Santai aja Alya sayang..., semua pekerjaan itu sama..kog.... Sudah, nggak usah takut atau gugup....!! Rileks ya sayang...!!" Mas Abi mengucapkan kata2 yang membuat kegelisahanku sedikit memudar. Apalagi disertai senyuman, yang selalu sukses membuat gadis ini merasa nyaman dan bahagia bila melihatnya.


"Huum Mas..."


Tak terasa selama setengah jam mobil Mas Abi melaju, kamipun sampai di tempat tujuan.


"Nah...sudah sampai Al.." Mas Abi menghentikan mobilnya di parkiran. Setelah itu kami berdua keluar dari mobil, dan berjalan menuju gedung berlantai tiga. Gedung itu berdiri megah, menampakkan kecerdasan arsitek yang telah merancangnya.


Aku terpukau melihat kemegahannya, karena baru pertama kali, seorang gadis sepertiku menginjakkan kaki di salah satu Gedung Universitas ternama, di kota ini. Tiba2 aku menyesali nasibku yang tak bisa menikmati bangku kuliah. Mataku berkaca-kaca, ada rasa sesak yang mendera...


"Alya...sayang.., kenapa wajahmu nampak sedih, matamu juga berkaca-kaca?" Pertanyaan Mas Abi, membuyarkan lamunan... Mas Abi menatapku lekat, seolah raut kekhawatiran terpancar dari wajahnya.


"Ehhh..eng..enggak Mas, aku cuma terharu..baru pertama kali lhoo Mas..Alya bisa menginjakkan kaki di Gedung semegah ini..."


"Owh...kalau sayang mau, setiap Mas mengajar.., Alya bisa ikut...hhhehe..."


Seketika aku terkejut mendengar ucapan Mas Abi. "Loh..., Mas....Mas Abi..


.Dosen di kampus ini?"


"Hhhehe..Iya Al.., aku mengajar di kampus ini... Yuk kita ke ruang sebelah sana...!" Ajak Mas Abi dengan memberikan senyuman. Kami berjalan beriringan sampai di depan ruang yang dimaksud oleh Mas Abi. Setiap berpapasan dengan para mahasiswa..mereka menyapa Mas Abi dengan sopan, begitu juga dengan kekasihku ini..ia membalas sapaan mereka dengan senyum yang hangat. Senyuman seorang dosen kharismatik.


Banyak mahasiswi yang terlihat menggodanya dengan sapaan bernada manja. Ach...aku jadi ilfil dengan tingkah mereka.

__ADS_1


"Sayang..mau ikut masuk...?"


"Enggak..Mas, aku tunggu di taman aja ya.. Takut jadi bahan tontonan mereka....."


"Tontonan siapa Al....?? Hhhhehe..."


"Semua anak didikmu Mas.."


"Hmm..baiklah, sayang tunggu di Taman...atau mau makan di kantin dulu...?"


"Aku kan sudah makan Mas.. Aku tunggu di taman aja ya.. Selamat mengajar ya Mas..."


"Iya sayang..tunggu aku!! Mungkin sekitar dua jam lho Al.."


"Iya...ngga papa Mas.."


"Okey, aku masuk dulu ya.."


"Huum Mas..."


Mas Abi melangkah masuk ke ruang kuliah, tempat ia mengajar. Aku menatap cara ia mengajar dari balik jendela. Nampak raut wajah seorang dosen muda yang cerdas dan kharismatik terpancar dari dirinya. Mas Abi menyuruh para mahasiswa yang ada di ruangan itu untuk mengumpulkan makalah.


Terbesit perasaan minder pada diri gadis ini. Tak percaya Abimana yang ku kenal ternyata seorang Dosen di salah satu Universitas ternama.


*********


Aku semakin mempercepat langkahku. Sesampai di taman, aku duduk di kursi panjang berwarna putih. Aku memandang ke sekeliling..banyak sekali bunga bougenvil yang tumbuh.


Perasaan campur aduk membuat hatiku tak nyaman. Aku merasa rendah bila harus bersanding dengan Mas Abi.


Aku terus memainkan ponselku, tanpa mempedulikan pandangan mata yang masih saja melihat dengan tatapan kurang bersahabat. Achh..mungkin mereka terkejut ketika melihat dosen tampan itu berjalan bersama dengan gadis yang tak menarik ini.


"Haii..., boleh aku duduk bersebelahan..?" Suara merdu dari seorang gadis mengusikku.


Aku menengadahkan wajah dan melihat si pemilik suara. Nampak seorang gadis cantik, dengan lesung pipi yang menghiasi senyuman. Tubuhnya tinggi semampai, seperti seorang model, rambutnya hitam tergerai.


"Ehh..ya, silahkan.." Jawabku sembari menatapnya dengan kagum. Gadis itu kemudian duduk di sebelahku.


"Kenalkan..namaku Diana..." Gadis itu mengulurkan tangannya, mengajakku untuk berkenalan.


"Mm..namaku Alya..." Aku membalas uluran tangannya dengan memberi seulas senyum.


"Al...tadi..kamu ke sini bareng Pak Bima ya..?" Pertanyaan Diana yang tiba2 membuatku cukup terkejut.


"Pak Bima...??"

__ADS_1


"Iya..Pak Bima, Dosen muda & kharismatik..pujaan Mahasiswi di kampus ini Al..."


"Owh..Mas Abimana ya?"


"Iya..Pak Abimana... Kamu siapanya beliau Al?"


Deg...


Aku ragu untuk menjawab hubunganku yang sebenarnya dengan Mas Abi.


"Alya... Kog malah diem..? Kamu saudaranya atau....teman dekat Pak Bima?" Kembali Diana melontarkan pertanyaan yang membuatku semakin gugup, dan tak bernyali mengungkap kenyataan.


"A...aku.., aku temannya.." Jawabku dengan terbata-bata.


"Owh... Tapi aneh lho Al... Baru kali ini Pak Bima terlihat mau jalan berdua dengan seorang gadis, bahkan raut wajah beliau tampak ceria..." Diana mngerutkan keningnya.


"Owh...mungkin moodnya baru bagus Di.." Balasku berharap Diana tidak bertanya lagi tentang aku dan Mas Abi.


"Bisa jadi...tapi tetap aneh Al.." Ucapnya dengan menatapku lekat.


"Sudahlah jangan bicarakan dia lagi ya.... Atau..kamu naksir sama Pak Dosen Di..?"


"Hhhaha...ya pastinyalah Al, dia Dosen muda, tampan, cerdas... Bodo* kalau aku tidak naksir... Hmm..tapi Pak Bima tipe pria yang sulit di dekati Al.. Rasanya aku sudah menyerah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hatinya..."


Gleg...


Aku hanya terdiam mendengar pengakuan Diana. Ada rasa panas di mataku... Jangan sampai aku menangis di sini...


"Al..apa..kamu bersedia membantuku..?" Pertanyaan Diana membuatku tersentak.


"A..apa maksudmu Di..?"


"Bantu aku mendapatkan hati Pak Bima...!!"


"Hah... Ma..maaf aku tidak bisa..."


"Alya..please..." Diana memohon dengan memegang erat tanganku. Aku berusaha melepasnya..


"Ma..maaf Di, aku harus pergi sekarang..."


Aku beranjak dari duduk, dan melangkahkan kaki dengan secepat mungkin meninggalkan gadis itu...


Aku terus berlari kecil keluar dari Gedung yang megah ini dengan perasaan yang galau..


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, rate 5, vote, koment..kasih saran serta kritik ke author ya.. Beri author semangat u/ berkarya.. 😊


Trimakasih dari Alya šŸ’–šŸ’–šŸ˜šŸ˜šŸ™


__ADS_2