Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Tunggu Aku Pulang ...


__ADS_3

šŸ’“ Wahai kekasih, kerinduanku semakin memuncak. Hingga tak sabar diri ini ingin segera berlari menjamah cintamu kembali. Aku akan pulang, menggapai asa yang sudah tak tertahankan šŸ’“


- Flasback on Abimana -


Senja kian menorehkan warna jingga di langit. Burung - burung terbang beriringan mengepakkan sayapnya dengan penuh semangat, untuk bersegera pulang ke rumah.


Abimana nampak duduk di atas kursi bambu, yang berada di halaman rumah. Pandangan kedua netra tertuju pada rindangnya pepohonan. Pikiran pria berparas tampan dipenuhi asa untuk segera bertemu kekasih hati.


"Aku ingin segera pulang Al. Merengkuh penyatuan cinta kita dalam ikatan suci pernikahan yang tertunda."


"Ehm, Nak Bima sedang melamun?" Tanpa ia sadari, Pak Arya sudah berdiri tepat di belakangnya.


Abimana menoleh, dan memberikan seulas senyum kepada pria paruh baya yang telah menyelamatkan nyawanya.


"Ehhh, Pak Arya."


"Hmmm, pasti Nak Bima ingin segera pulang ke rumah kan?" Pak Arya melontarkan pertanyaan kepada Abimana, sembari beranjak duduk di sebelah pria berparas tampan.


"Iya Pak. Saya ingin segera mempersunting Alya."


"Apa Nak Bima sudah mengingat jalan pulang?"


"In shaa Allah sudah Pak."


"Di mana rumah Nak Bima?"


"Rumah saya di Sleman, letaknya tidak jauh dari wisata kebun salak."


"Mmm, yaya .... baiklah, kapan Nak Bima berencana akan pulang ke rumah?"


"Saya inginnya segera Pak."


"Kalau begitu, besok pagi Bapak akan mengantarkan Nak Bima, ke rumah Pak Dukuh, letaknya agak jauh dari gubug ini."


"Benarkah Pak?" Mata Abimana berbinar, nampak raut kebahagiaan terpancar di wajah tampannya.


"Tentu saja Nak Bima." Pak Arya membalas dengan disertai senyuman yang merekah.


*****************


Malam ini, Abimana tidak sanggup memejamkan mata. Pikiran si pemuda tampan dipenuhi bayangan Alya yang selalu membawanya ke dunia penuh angan - angan.


Abimana berbaring di atas dipan bambu. Pandangannya tertuju pada langit - langit kamar. Pria tampan itu nampak berbicara sendiri, sesekali bibirnya terhias senyuman manis.

__ADS_1


"Al, apa kabarmu di sana? Apa kamu juga merindukan pria ini? Ach, ingin rasanya berlari untuk segera menemuimu. Aku rindu cerita dan canda dari gadis yang mampu menakhlukan hati seorang Abimana."


Abimana menghela nafas.


"Al, jujur firasatku tidak enak. Ada kegundahan dan kesedihan yang tak mampu terlukiskan. Ach, semoga kamu masih setia Yank. Namun bila .... semoga tidak. Aku yakin kamu menungguku, calon istri Abimana Surya Saputra. Besok, aku akan pulang Yank. Sungguh tidak sabar, menanti rembulan kembali ke peraduan, dan berganti sinar mentari pagi. Aku merindukanmu .... "


***************


Di sepertiga malam, Abimana kembali beranjak dari tidur untuk segera berwudhu. Air wudhu nan dingin, membasahi bagian - bagian tubuhnya.


Pemuda itu membentangkan sajadah, dan memulai ritualnya, menjalankan sholat sunah lail.


Abimana ditemani cahaya rembulan, yang nampak bersinar terang, mengusir kepekatan malam. Rasi - rasi bintang, menghiasi langit dengan gemerlapnya. Suara nyanyian alam, semakin menambah kenikmatan seorang hamba merayu pada Sang pemilik semesta.


Usai salam, Abimana menengadahkan tanggan, seraya meminta dengan penuh pengharapan.


"Robb, puji syukur hamba atas segala pinta yang Engkau kabulkan. Kini ingatan hamba telah kembali. Mudahkanlah diri ini untuk bersegera pulang dan menunaikan kewajiban yang tertunda. Jagalah dia, kekasih yang teramat hamba cinta."


Abimana mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Ritual malam ini, dilanjutkan dengan membaca kalam cinta yang terdengar sangat merdu.


Seorang gadis berlesung pipi, terpesona mendengar lantunan kalam cinta yang dikumandangkan oleh Abimana. Tanpa terasa, buliran - buliran bening membasahi wajahnya yang kuning langsat.


Malam kian merangkak pergi, digantikan dengan kumandang adzan subuh yang terdengar sayup - sayup.


Pak Arya terbangun dari lelapnya tidur. Beliau bergegas beranjak dari pembaringan, dan melangkahkan kaki untuk mengambil air wudhu.


Begitu juga dengan Suci. Si gadis manis segera mengikuti langkah sang bapak.


Usai membasahi tubuh dengan air wudhu, Pak Arya, Suci, dan Abimana bersiap untuk rukuk dan sujud, menghadap Robb-Nya.


*************


Mentari mengukir senyuman di pagi ini. Mata Abimana berbinar, semburat kebahagiaan menghiasi wajah tampannya.


Pagi ini Pak Arya dan Suci mengantarkan Abimana ke rumah Pak Dukuh, yang berada di perkampungan desa. Letaknya cukup jauh jika dijangkau dengan berjalan kaki.


Mereka melangkahkan kaki dengan disertai perbincangan serta canda tawa. Namun, si gadis manis berlesung pipi nampak murung, seolah ia tidak rela berpisah dengan pemuda tampan yang mampu mencuri hatinya.


"Nak Bima, maaf Bapak dan Suci tidak bisa mengantarkan sampai ke rumah. Nanti, Bapak akan meminta tolong kepada Pak Dukuh untuk mengantarkan Nak Bima sampai ke tempat tujuan. Jika Nak Mas menikah, jangan lupa memberi kabar kepada kami!"


"Iya Pak. Saya sangat berterimakasih kepada Bapak dan Suci. In shaa Allah, jika saya dan Alya menikah, Bapak beserta Suci yang akan pertama kali kami undang. Entah apa yang bisa dapat Bima lakukan untuk membalas semua kebaikan Bapak dan Suci."

__ADS_1


"Bapak sangat berbahagia mendengar ucapan Nak Bima. Jangan berpikir untuk membalas, karena apa yang kami lakukan sudah menjadi kewajiban sesama insan. Bapak hanya meminta, doakan kami agar selalu berada di jalan yang lurus! Dan doakan putri Bapak, semoga kelak mendapatkan jodoh yang seperti Nak Bima! Tampan nan rupawan, berakhlak mulia, dan tentunya soleh." Pak Arya tersenyum lebar.


"Sekali lagi Bima ucapkan trimakasih Pak. Saya akan selalu mendoakan Bapak dan juga Suci. Semoga Suci segera mendapatkan tambatan hati, sesuai yang diinginkannya." Balas Abimana disertai seulas senyum.


"Aamiin .... " Pak Arya dan Abimana mengaminkan doa hampir bersamaan.


Suci merasa terenyuh dengan doa yang diucapkan oleh pria yang mampu menarik hatinya.


"Mas, aku mengamini doa-mu. Semoga Allah mengabulkannya. Bila memang Mas Bima jodoh Suci, alangkah sempurnanya kebahagiaan yang Dia berikan. Namun, bagaimana dengan Mbak Alya jika Allah mengabulkannya? Ach, betapa egoisnya gadis desa ini." Ucap Suci di dalam hati.


Tanpa terasa, mereka telah sampai di depan rumah Pak Dukuh. Pak Arya, Abimana dan Suci menghentikan langkahnya tepat di depan pintu rumah.


"Assalamu'alaikum Pak Dukuh." Pak Arya mengucap salam.


"Wa'alaikumsalam." Terdengar balasan salam dari dalam rumah.


Kleekkk ....


Suara pintu dibuka. Nampak pria yang berusia sekitar empat puluh tahun, badannya agak berisi dan mempunyai tinggi ideal, berdiri di balik pintu.


"Ehh, Pak Arya. Monggo masuk Pak!" Pak Dukuh yang memiliki nama Tama Arka Saloka, mempersilahkan masuk ketiga tamunya.


"Nggeh, trimakasih Pak Tama."


Mereka berempat berjalan menuju ruang tamu. Pak Tama mempersilahkan tamu - tamunya untuk duduk di sofa.


Setelah mereka berempat duduk di sofa, Pak Tama mulai membuka percakapan.


"Maaf Pak Arya, tumben - tumbenan berkunjung ke rumah saya. Apa ada yang dapat saya bantu? Atau mungkin, Suci akan menikah dengan pemuda tampan ini?"


Perkataan Pak Tama seketika membuat pipi Suci memerah. Gadis manis itu menundukkan wajah.


"Mohon maaf sebelumnya Pak Tama. Kehadiran kami ke rumah Pak Dukuh, karena ingin meminta tolong. Perkenalkan, Nak Mas yang duduk di sebelah saya, bernama Abimana. Nak Bima mengalami kecelakaan tujuh bulan yang lalu. Nah, karena ingatannya sudah kembali, Nak Bima ingin bersegera pulang ke rumah. Maka dari itu, saya ingin meminta tolong Pak Dukuh untuk mengantarkan Nak Bima sampai ke tempat tujuan, rumah kedua orang tuanya."


Pak Tama nampak mengerutkan kening. Sebelum beliau mengiyakan permintaan Pak Arya, Pak Tama ingin mendengar penjelasan tentang kecelakaan yang menimpa si pria tampan.


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Thank's to readers dan author2 yang masih setia mengikuti kisah Alya. Semoga karya ini bermanfaat yach šŸ˜.


Jangan lupa tinggalkan like šŸ‘, komentar, rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐, dan vote untuk mendukung author.


Trimakasih and happy reading 😘😘

__ADS_1


__ADS_2