
To Readers
Alya ucapkan terimakasih atas dukungan readers. Mohon maaf sementara author hanya bisa up 1 episode perhari... šššš
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak like š, klik ⤠untuk favorit, klik rate 5, dan apabila berkenan bisa dukung author dg memberikan vote..., jangan ragu untuk berkomentar ya readers.. š
Trimakasih..., happy reading ššš
šššššššššššššš
Alya duduk di depan meja rias. Ia menyisir rambutnya yang masih basah sembari melamunkan sentuhan bibir Raikhan. Sentuhan hangat dan menggetarkan, yang ia rasa karena mengena tepat di bibirnya.
"Ya Robb..., apakah ini namanya jatuh cinta yang sesungguhnya..?? Aku menjaga semua yang Engkau berikan, hanya untuk disentuh satu orang pria saja.., yaitu suamiku..."
"Ya Robb..., mungkinkah hatiku sudah terbuka untuknya? Getaran ini teramat hebat di relung rasa..." Bisik Alya dalam hati sembari masih menyisir rambutnya yang tergerai indah.
Tanpa sadar, sang suami yang sedang dilamunkan sudah berdiri di belakangnya.
Pria itu tampak semakin tampan dengan rambut yang masih basah.
Raikhan mencium puncak kepala sang istri dengan penuh cinta. Ada getaran yang semakin kuat dirasakan oleh Alya.
"Sayang.., rambutmu yang indah ini harum sekali... Sini aku bantu menyisirnya...!"
"Ti...tidak usah Mas... Sudah selesai kog.."
"Kamu gugup Yank...?"
"I..iya.. Ciuman yang tiba2 tadi membuatku seperti ini..." Jawab Alya dengan polos.
"Pfffftttt...., hhhaha... Ya Allah Sayang, ternyata itu yang membuatmu gugup. Itu belum apa2 Sayang..." Raikhan mengerlingkan mata, seolah sedang menggoda sang istri.
"Apa-apaan sich Mas..." Wajah Alya semakin memerah seperti kepiting rebus.
Raikhan duduk bersimpuh di hadapan sang istri.
"Yank.., sisir rambutku biar semakin tampan..!!" Meski wajahnya masih terlihat memerah, Alya tetap mengabulkan keinginan sang suami.
"Hmmm....., baiklah Mas....!!" Alya mulai menyisir rapi rambut sang suami.
Ia menatap lekat wajah Raikhan.....
"Mas..."
"Ya...., ada apa Sayang??"
"Menatap wajahmu ini.., jujur aku jadi geli sendiri..."
__ADS_1
"Mmm..., memangnya wajahku lucu..??" Raikhan menengadahkan wajahnya, dan menatap sang istri.
"Hhhhaaha..., Ya Allah Mas... Swear aku ingin tertawa rasanya, kalau ingat masa itu...."
"Maksudmu Yank...?" Raikhan mengerutkan dahinya.
Alya merangkum wajah sang suami dengan kedua telapak tangannya yang mungil.
"Mas...., waktu SMA aku pernah bercanda dengan sahabatku, Vita. Dia pernah bertanya tipe lelaki yang menjadi kriteria seorang Alya itu, seperti apa...??"
"Terus jawabanmu apa Yank..?" Tanya Raikhan seolah ingin tahu.
"Hahhhaha...., Ya Allah... Sebenarnya ini tidak masuk akal Mas..."
"Hmmm..., sepertinya jawaban yang Sayang berikan pada Vita sangat menarik..."
"Huum Mas... Sebenarnya aku menjawab asal pertanyaan Vita. Mungkin jawabanku diamini oleh para malaikat, dan terkabul sekarang...."
"Aku menjawab, tipe pria yang aku sukai seperti aktor Korea, Lee Min Ho....." Tawa Alya semakin menjadi, mengingat kenyataan yang sangat kebetulan. Pria yang menikahinya sesuai dengan apa yang diucapkan saat dia masih duduk di bangku SMA, mirip Lee Min Ho... š
"Hhhhhaha..., Ya Allah Yankkkk... Memangnya suamimu ini mirip Lee Min Ho..??"
"Ya..., kalau dilihat sich memang mirip Mas... Cuma yang jadi suamiku bukan oppa Korea, tapi oppa Jawa..., pfffffttt..hhhhhahaha..."
Raikhan mencubit hidung Alya dengan gemas...
"Hmmm..., berarti Sayang sudah menyukaiku sejak lama... Sebelum kita saling mengenal..."
"Sayang harus mensyukuri..., berarti doa kita sebenarnya sama, hanya waktu dan caranya berbeda...." Balas Raikhan dengan tertawa kecil.
"Huum Mas..., mungkin dulu waktu SMA karena terlalu ngefans si oppa, terselip doa semoga jodohku berwajah tampan sepertinya..."
"Bisa jadi Yank... Kalau suamimu ini tertarik dengan kepolosan seorang Alya, karena selalu bersikap apa adanya..., dan ceria... Seketika terselip dalam setiap lantunan doa, semoga gadis itu kelak menjadi miliku..." Raikhan menatap sang istri dengan lekat.
"Ternyata Sang Maha Cinta mengabulkan segala pinta dan doaku. Kita disatukanNya dalam ikatan yang halal...."
"Mas...., aku jadi terharu mendengar ucapanmu... Sebegitu besarkah rasa cintamu? Hingga tiap lantunan doa terucap pinta padaNya untuk memiliki istrimu ini..."
"Iya Sayang, bahkan sangat besarnya..., saat mengetahui gadis itu sudah mempunyai calon suami, ada rasa sakit yang menyayat di hati. Namun ketika aku tau pria yang beruntung itu adalah Bima, yang kupinta di tiap sujud bukan lagi pengharapan untuk memilikimu, namun ucapan pinta untuk kebahagiaan kalian..."
"Hingga Allah berkehendak lain..., kecelakaan merenggut nyawa seorang sahabat sekaligus kekasih dari gadis yang aku cintai. Saat melihat gadis itu berduka, suamimu ini juga ikut merasakan hal yang sama Yank...."
"Sudahlah Mas..., jangan berbicara tentang Mas Abi lagi...!! Aku takut kembali berharap dia masih ada. Dan harapan yang semu itu akan kembali melukai hatiku..." Mata Alya nampak berkaca-kaca.
"Maafkan suamimu ini Sayang, bukan maksudku untuk menggali luka..."
"Iya Mas... Yang aku pinta, jaga aku..., jangan pernah meninggalkan istrimu ini.... Alya hanyalah seorang gadis yang rapuh, bila tanpa sandaran hidup...."
__ADS_1
"Iya Sayang, aku akan selalu menjaga dan tidak akan pernah meninggalkanmu..."
"Trimakasih Mas..."
Alya memeluk sang suami yang masih duduk bersimpuh di hadapannya. Raikhan pun membalas pelukan sang istri.
Setelah beberapa saat berpeluk, dengan perlahan mereka saling melepas pelukan, tatapan mata keduanya pun beradu. Ada getaran yang semakin menjadi, dirasakan oleh Raikhan dan Alya. Wajah mereka semakin dekat, dan penyatuan dua bibir tak bisa terelakan. Kedua insan saling menikmati kelembutan dari pertautan itu.
Tanpa melepas penyatuan kedua bibir, Raikhan dengan sigap membopong tubuh sang istri.
Alya mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
Dengan perlahan Raikhan membaringkan tubuh sang istri di ranjang, dan melepas ciumannya.
Mata Raikhan menatap sang istri dengan penuh cinta, begitu pun sebaliknya... Alya juga menatap sang suami dengan tatapan yang sama.
"Sayang..., bolehkah aku memilikimu seutuhnya...??"
Dengan bibir gemetar, Alya menjawab...
"Iya Mas... Miliki istrimu ini seutuhnya...!! Aku sudah siap Mas...."
Raikhan mengecup kening istrinya dengan lembut, dan mengucapkan doa sebelum bersenggama....
****************
Setelah cukup lama bercinta dan merasakan kenikmatan pertama mereguk indahnya surga dunia, tubuh mereka berbalut selimut.
Alya menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami, dengan jemari tangan kanan bergerak seolah membentuk pola2.
Raikhan menghujani rambut sang istri dengan kecupan hangat.
"Trimakasih Sayang... Malam ini aku sangat bahagia..., memiliki cinta dan harta terindah yang selama ini kamu jaga kesuciannya Al..."
"Huum Mas, aku juga sangat bahagia..., karena menyerahkannya hanya untukmu, suamiku..."
"Sayang.., aku bersihkan badan dulu ya..."
"Iya Mas..." Alya mengangkat kepala dan duduk dengan perlahan sembari menahan rasa sakit yang masih tersisa karena sentuhan dibagian harta terindahnya, untuk pertama kali.
Raikhan beranjak duduk, kemudian memakai pakaiannya kembali, dan mencium punggung sang istri yang masih terbuka.
"Yank, pakai lagi bajumu...!" Ucap Raikhan dengan lembut, ia mengambil pakaian sang istri yang terserak dan membantu memakaikannya.
"Trimakasih Mas..." Ucap Alya dengan senyum manis terhias dibibir.
"Sama-sama Sayang...." Raikhan mencium kening istrinya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Pria itu pun beranjak dari ranjang dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi....
Malam ini sebagai penanda pengalaman pertama yang teramat romantis, dan akan menjadi memory terindah, bagi kedua insan yang telah disatukan dalam ikatan yang halal...... š