
.... Tahukah engkau, meski ingatanku menghilang dan ragaku seolah terasa rapuh, namun dengan menatap wajah ayumu yang hanya di selembar foto, jantung ini berdegup kencang, bahkan rasa cinta yang ada di relung rasa semakin bertambah ....
.... Flasback on Abimana kecelakaan ....
Lembayung merona, menandakan hari akan merangkak perlahan berganti dengan kegelapan malam.
Abimana yang pingsan cukup lama, mulai terlihat membuka matanya dengan perlahan. Pak Arya dan Suci, tersenyum penuh kesyukuran.
"Nak, Alhamdulillah kamu sudah siuman."
Abimana nampak seperti orang yang tengah kebingungan.
"Siapa namamu Nak Mas?" tanya Pak Arya dengan disertai seulas senyum.
Abimana mencoba mengingat siapa namanya, namun karena benturan di kepala yang cukup keras, ia kehilangan semua ingatan.
Dengan memegang kepalanya yang serasa pusing jika dipaksakan untuk mengingat, Abimana menjawab pertanyaan Pak Arya, "Sa .. saya tidak tau Pak. Arghhhhh .... "
"Sudah, jangan dipaksakan! Untuk istirahat saja dulu! Maaf, Bapak menemukan foto gadis ini di saku baju." Pak Arya menyerahkan foto Alya kepada Abimana.
Pria itu menerimanya. Sebelum melihat foto Alya yang dibalut dengan jilbab ( foto saat lamaran ), ia membaca terlebih dahulu tulisan yang tertera dibaliknya, 'Alya calon isteriku'.
"Alya ... ?"
"Bagaimana, apakah Nak Mas dapat mengingat gadis ayu yang ada di foto?"
Abimana menggelengkan kepalanya, "Saya tidak mengingatnya. Tetapi, jantung saya berdegup kencang ketika menatap foto gadis ini."
Pak Arya tersenyum dan membalas ucapan Abimana, "In shaa Allah, perlahan ingatanmu akan kembali Nak. Tetapi jangan terlalu dipaksakan. Sekarang makanlah bubur ini, dan minumlah jamu yang sudah Bapak racik! Semoga lukamu akan segera sembuh."
"Aamiin, trimakasih Pak." Abimana nampak meringis menahan sakit. Ia masih terbaring di atas dipan bambu. Pria malang itu berusaha untuk bangkit dari posisinya, namun tidak mampu.
"Nak Mas berbaringlah dulu! Jangan dipaksakan! Biar putri Bapak yang menyuapi."
"Iya Mas, Suci suapi ya?" Abimana hanya mengangguk membalas pertanyaan Suci. Dengan perlahan gadis itu menyuapi Abimana. Si pria malang membuka mulutnya, dan mulai memakan bubur.
"Alhamdulillah sudah habis. Ini Mas, diminum dulu air putihnya! Setelah itu minum jamu racikan Bapak!" Suci menyuapi Abimana beberapa sendok air putih, dilanjut dengan lima sendok makan jamu racikan Pak Arya.
"Trimakasih."
"Sama - sama Mas." Balas Suci dengan tersenyum manis menampakan kedua lesung pipinya. Gadis manis itu kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah dapur.
__ADS_1
Abimana masih terbaring. Ia menatap foto Alya lekat - lekat dan berucap lirih.
"Alya, benarkah kamu calon istriku? Jika benar, maafkan calon suamimu yang terbaring tanpa daya ini! Alya, jika benar kamu kekasihku, tunggu kedatanganku! Calon suamimu ini, akan berusaha mengingat semua. Haahhh, namaku saja ... sungguh kekasihmu ini tidak ingat Al."
"Nak Mas, harus tetap semangat! Mari kita sembahyang! Bapak akan membantumu bertayamum."
" Iya Pak."
Pak Arya mulai membantu Abimana bertayamum. Kemudian beliau membersihkan diri dengan berwudhu.
Usai membersihkan diri, mereka mulai menjalankan ibadah sholat maghrib berjamaah.
Abimana menjalankannya sembari berbaring.
*******************
Di TKP.
Suara ledakan mobil yang sangat keras, mengejutkan beberapa pengendara yang sedang melewati jalanan desa X. Penduduk sekitar pun, nampak berbondong - bondong mencari asal suara ledakan.
Setelah menemukan asal suara, salah satu diantara mereka langsung menghubungi nomor polisi.
Setelah menunggu sekitar setengah jam, polisi pun datang. Dengan perlahan beberapa polisi dibantu oleh tim SAR, menuruni jurang yang terjal.
Tasbih biru itu adalah tasbih kesayangan Abimana, pemberian dari Raikhan sebagai tanda persahabatan. Raikhan membeli dua buah tasbih yang sama persis ketika ia berkunjung ke Kalimantan Timur.
Tim SAR membantu polisi untuk segera mengeluarkan jasad korban dari dalam mobil naas. Beruntung, plat mobil tersebut masih dapat dikenali.
Ketika melihat kerumunan orang yang berdiri di pinggir jurang, Alya meminta Raikhan untuk menepikan mobil dan menghentikannya. Raikhan keluar dari dalam mobil, dan berjalan mendekat ke arah kerumunan. Pria itu segera menemui salah satu polisi, dan bertanya tentang apa yang telah terjadi.
Betapa sangat terkejutnya Raikhan mendengar semua penuturan bapak polisi. Apalagi setelah mengetahui plat mobil yang terperosok ke jurang adalah milik Abimana. Ditambah tasbih biru yang diperlihatkan oleh bapak polisi kepadanya.
"Argghhhhh ... Bima. Ini tidak mungkin kamu kan Bim?" Seketika tubuh Raikhan lemas. Dadanya menyesak ketika mengetahui bahwa Abimana mengalami kecelakaan tragis.
"Bim, jangan tinggalkan calon istrimu! Bagaimana Alya menghadapi ujian ini Bim?" ucap Raikhan dengan suara lirih.
Alya yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi, dengan segera keluar dari dalam mobil dan berjalan mendekat ke arah Raikhan.
Betapa hancurnya hati Alya saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Calon istri Abimana meratap, menangis, bahkan ia tidak percaya bahwa jasad korban yang ditemukan adalah kekasihnya.
Semua mata tertuju pada si gadis malang. Seolah ikut merasakan kedukaan yang mendalam.
__ADS_1
Alya semakin tak mampu menopang tubuhnya yang serasa tanpa nyawa. Gadis itu jatuh pingsan. Dengan sigap Raikhan menangkap tubuh Alya yang hampir jatuh menyentuh tanah.
"Alya .... " teriak Raikhan seketika.
*****************
Abimana hanya bisa menjalankan ibadah sholat dengan berbaring. Dalam tiap lantunan doa pria itu meminta, agar segera diberikan ingatannya kembali.
Meski tidak mampu mengingat semua, yang dirasakan oleh Abimana adalah kerinduan ingin segera bertemu dengan gadis ayu yang ada di foto.
"Ya Robb, kembalikanlah ingatan hamba-Mu ini. Entah mengapa hamba sangat merindukannya. Ya Robb, jagalah dia untukku .... "
Selang beberapa minggu, luka yang ada disekujur tubuh Abimana mulai sembuh. Pria itu pun, sudah mampu untuk duduk dan berdiri. Perlahan, Abimana berusaha melatih kakinya kembali untuk berjalan.
Namun sayang, meski sudah berusaha semaksimal mungkin, Abimana tetap saja belum dapat mengingat siapa sebenarnya dirinya.
Setiap pagi, Suci dengan setia menemani Abimana berjalan - jalan di sekitar gubug, menikmati pemandangan alam dan mereguk kesejukan yang disuguhkan.
Rimbunan pohon di dalam hutan, mampu memberikan ketenangan dan ketentraman dalam hati yang gundah.
Jaka, nama yang diberikan oleh Pak Arya kepada Abimana, sebelum pria itu kembali mengingat semua hal tentang dirinya.
"Mas, ketika ingatan Mas Jaka kembali, jangan melupakan kami ya!" ucap Suci dengan pandangannya menerawang ke angkasa.
"Itu pasti Suci, karena berkat pertolongan Allah melalui perantara dirimu dan Pak Arya, aku bisa tetap hidup sampai saat ini." Balas Abimana dengan dihiasi seulas senyum.
"Semoga gadis yang ada di foto, masih menunggumu Mas."
"Iya Suci, semoga kekasihku masih setia menunggu. Meski mungkin, ia mengira bahwa calon suaminya ini sudah tiada."
"Tapi, Suci tidak bisa mebayangkan kedukaan kekasihmu Mas. Pasti hatinya hancur. Achhh, semoga Mbak Alya bisa tegar."
"Iya Suci, aku juga mengkhawatirkannya. Meski aku belum mengingat tentang Alya, namun hati ini meyakini, bahwa gadis itu adalah kekasihku."
Mata Abimana berkaca - kaca, dalam lubuk hatinya selalu memohon, agar segera diberikan ingatannya kembali.
ššššššššššššš
Readers trimakasih masih setia mengikuti kisah Alya, meski terkadang ceritanya masih serasa seperti remahan rengginang. š š š
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like š, rate 5, komentar dan vote untuk mendukung author.
__ADS_1
Trimakasih dan selamat membaca š