Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Ternyata Dia....???


__ADS_3

Tepat pukul 16.00wib, Mas Abi sudah menjemputku. Ia menunggu di seberang jalan seperti biasa. Setelah berpamitan pada Bu Martha dan semua rekan kerja, aku keluar dari toko dengan berlari kecil menyeberang jalan. Aku berjalan mendekat ke samping kiri mobil Mas Abi, kemudian membuka pintu dan memasukinya.


Mas Abi mulai melajukan mobilnya ke arah timur, dari pusat kota.


"Sayang, kita ke rumah sahabatmu dulu ya..?"


"Iya Mas..."


"Setelah ke rumah Rudy, aku ajak ke rumah sahabatku ya Al. Nanti aku kenalin sama si dokter malang. Dia tampan lho Yank, badannya gagah tinggi, supel, tapi setelah peristiwa dua tahun yang silam, sahabatku sedikit pendiam. Tertawa saja jarang, tapi aku selalu berusaha membuatnya tersenyum. Aku sering bercerita tentangmu pada sahabatku...."


"Hah..., Mas Abi cerita apa aja sama si Mas Dokter?"


"Hhhaha..., ada dech... Sahabatku sering tertawa kalau mendengar cerita tentang dirimu Yank, bahkan katanya..dia juga pernah bertemu dengan seorang gadis polos nan lucu..."


"Owh ya...?? Duhhh, pasti Mas Abi cerita tentang makanku yang rakus ya...?"


"Iya Sayang.... Itu salah satunya Al...., hhhaha..." Mas Abi tertawa lebar seolah meledekku. Aku yang salah tingkah karena malu menyadari kebiasaan burukku, mencoba mengalihkan pandangan ke luar jendela.


"Hmmm..., aku malu lho Mas. Mau ditaruh di mana nanti mukaku ketika bertemu dengan Mas Dokter...??"


"Santai aja Yank, dia malah terhibur kog setiap mendengar kisahmu, hhhhehe..."


"Semoga Mas Dokter nggak ilfil ya Mas.."


"Pastinya enggak Yank..." Ucap Mas Abi dengan tertawa kecil, sembari menyetir mobilnya.


***********


Setelah menempuh perjalanan yang diwarnai dengan canda tawa, tanpa terasa mobil Mas Abi berhenti di halaman rumah sahabatku, Rudy.


Seketika sekelebat bayangan tentang kenangan indah menari-nari di ingatanku. Sawah yang terhampar, kolam ikan, pohon kelapa yang menjulang tinggi..., seolah menjadi saksi bisu kebersamaan yang pernah kulalui bersama Arif. Aku menghela nafas panjang dan berusaha untuk menyingkirkan ingatan itu. Di hati ini memang memiliki cinta yang dalam untuk Mas Abi, namun Arif adalah sahabat yang sangat special bagi gadis sepertiku.


Kami mulai melangkah mendekat ke teras rumah Rudy. Rupanya sahabatku tengah asik memainkan dawai gitar dengan duduk santai di balai bambu, yang membuatnya tidak menyadari kehadiranku dan Mas Abi.


"Assalammuallaikum Rudy, kakaknya Emo...xixixi..." Sapaku sembari meledeknya.


Sahabatku terkejut dan berhenti memainkan dawainya, ia menatap kami secara bergantian dengan mulut ternganga.


"Hhah..., A..Alya?"


"Hhehe, iya Rud... Awas ada lalat masuk ke mulut lho..."


"Huftt..., aku kaget Al.., tiba2 kamu ada di hadapanku, bersama cowok tampan.. Biasanya kamu datang sama A... Ehh, maaf hampir keceplosan..." Ucap Rudy sambil menutup mulutnya.


"Hmmm, itu dulu Rud.. Kenalkan calon suami Alya..!! Mas Abimana yang super tamfann..., hhehe..."

__ADS_1


Aku memperkenalkan Mas Abi pada Rudy. Mereka saling bersalaman dan melemparkan senyum.


"Owh.., calon suaminya Alya? Kenalkan Mas, saya sahabatnya Alya dari SMA, Rudy..."


"Saya Abimana Mas, calon suami Alya.." Balas Mas Abi.


"Mari duduk dulu...!! Sebentar saya ambilkan minum.."


Aku dan Mas Abi kemudian duduk di balai bambu yang ada di teras rumah.


"Nggak usah Rud, kami cuma sebentar kog. Tapi kalau kamu petikan kelapa muda, aku mau sich dibawa pulang..hhhhaha..."


"Hahhh, dasar Alya.... Ada kog Al yang udah dipetik. Butuh berapa?"


"Tiga ya Rud, buat oleh2 sahabatnya Mas Abi.., hhehhehe.."


"Siap boskuhhhh..., bentar tak ambilin..." Rudy masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan buah kelapa yang sudah dipetiknya. Mas Abi hanya menggelengkan kepala mendengar ucapanku.


Tak lama kami menunggu, Rudy keluar dari balik pintu dengan membawa lima buah kelapa muda.


"Nich Al..., aku bawain lima biar nggak kurang..."


"Duch, malah nggak enak sendiri aku Rud, hhhehhe..."


"Hmmm, santai aja Sob... Oya Al, kangen nggak sama si Emo..??"


"Emo sudah di jual Al. Haahhh, gara2 ayah lagi butuh uang, untuk membayar biaya kuliah adikku..."


"Sabar ya Rud...!! Yang penting adikmu bisa kuliah..., nggak seperti aku.." Tiba2 rasa sedih menerjang. Mataku berkaca-kaca.


"Sayang juga ingin kuliah..?" Mas Abi menyahut dengan melontarkan pertanyaan padaku.


"Enggak kog Mas, lagian sekarang aku bisa kuliah secara pribadi. Bukankah calon suamiku ini seorang dosen...??" Aku menatap Mas Abi. Mas Abi membalas dengan tatapan yang lembut.


"Baiklah Sayang, kalau sudah menikah nanti aku akan mengajarimu tentang banyak hal..." Ucap Mas Abi dengan mengerlingkan mata.


"Duch, dari dulu aku cuma jadi obat nyamuk Al..." Wajah Rudy nampak cemberut.


"Hhhehe, kamu kan dah berhasil memikat salah satu customer di toko Bu Martha Rud, gimana hubungan kalian? Berlanjut nggak?"


"Berlanjut sich, tapi kan dia baru ke luar kota Al.."


"Duch, kasihannya ditinggal ke luar kota... Sabar ya Rud...!!"


"Hooh Al. Ech ngomong2 ada apa nich kalian datang ke rumah?"

__ADS_1


"Mo ngantar undangan Rud. Datang ya di hari pernikahanku..!!"


"What...?? Kamu mau nikah Al??"


"Yes.... Ini undangannya ya Rud.." Aku memberikan undangan bersampul biru pada Rudy. Ia pun menerimanya.


"Akhirnya kamu mau nikah juga ya Al.." Mata Rudy tampak berkaca-kaca.


"Iya Rud, doakan kami ya..!!"


"Pasti Al.., aku akan selalu mendoakan kalian.."


Setelah selesai berbincang, aku dan Mas Abi berpamitan. Kami berjalan meninggalkan teras rumah Rudy dengan diantarkan sahabatku itu. Setelah sampai di depan mobil, aku melambaikan tangan ke arah Rudy dan memberi senyuman manis, yang kemudian dibalasnya. Tak lupa kami menaruh buah kelapa muda di bagasi mobil.


Aku dan Mas Abi, masuk ke dalam mobil. Kekasihku, mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Rudy, yang dipenuhi dengan kepingan kenangan.


**************


Mas Abi terus melajukan mobilnya ke arah barat. Rupanya rumah sahabat Mas Abi, masih berada di perkotaan.


Setelah menempuh perjalanan, kurang lebih selama satu jam, kekasihku menghentikan mobilnya di depan rumah seseorang.


Aku sangat terkejut melihat rumah itu. "Rumah Mas Raikhan..." Gumamku dalam hati. Aku masih berpikir, mungkin Mas Abi hanya menghentikan mobilnya sejenak.


Tapi ternyata tidak, Mas Abi mengajakku untuk ke luar dari dalam mobil.


"Al, ini rumah sahabatku.. Ayo kita keluar..." Ucap Mas Abi dengan tersenyum.


"Hah..., beneran Mas?" Aku menjawab dengan mimik muka kaget.


"Iya Sayang... Kelihatannya kamu kaget Yank?" Mas Abi menatap, seolah sedang mengamati ekspresi wajahku.


"I..iya, rumah ini sangat bagus Mas, dengan tatanan tanamannya yang rapi dan tampak asri.." Aku mencoba berkilah.


"Betull Al, ya sudah Sayang, kita keluar dulu ya.. Ayo kita temui si dokter muda.., hhhehe.."


"I..iya, Mas..."


Kamipun keluar dari mobil, tak lupa kekasihku membuka bagasi dan mengambil tiga buah kelapa muda. Kemudian melangkahkan kaki menuju teras rumah sahabatnya.


Kakiku gemetar, seolah tak sanggup untuk melangkah dengan cepat.


Aku masih tak percaya, ternyata dokter muda malang namun mengagumkan, tak lain adalah Mas Raikhan. Sosok pria yang belum lama ini aku patahkan hatinya.


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, koment kritik dan saran, serta vote...


Trimakasih šŸ’–šŸ˜šŸ™


__ADS_2