Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTOR] Alyra Annasya


__ADS_3

Sekilas Curhatan Author, sebelum melanjutkan kisah Alya....šŸ™šŸ™šŸ˜˜šŸ˜˜


Trimakasih untuk smua readers yang masih setia mengikuti kisah Alya, meski karya yang saya tulis ini masih seperti remahan peyek.. Ini semua karena author masih dalam tahap belajar membuat suatu karya.... šŸ˜…šŸ™


Untuk para Author yang mendukung karya ini, saya juga mengucapkan trimakasih..., apa yang kalian lakukan, saya juga membalasnya dengan hal yang sama. Namun, jika komenan saya di karya sobat author tidak nampak.., sungguh itu semua terlepas dari ketidak tahuan saya...šŸ˜©šŸ™


Trimakasih and happy reading... 😘


Tetap jangan lupa tinggalkan like, komentar, rate 5, klik ā¤ untuk favorit, jika berkenan berikan vote untuk mendukung author. Trimakasih... šŸ™šŸ™šŸ˜˜


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Pria bermasker, mengantar Alya hingga di depan pintu gerbang. Dengan tetap berusaha menyembunyikan wajahnya, ia menyerahkan barang belanjaan kepada security yang berjaga di rumah besar, orang tua Raikhan.


"Trimakasih ya Mas, sudah mengantar bumil... Maaf merepotkan.." Alya berterimakasih kepada pria bermasker, dengan disertai senyuman yang menghiasi bibir indahnya. Dengan masih menunduk, pria itu menuliskan balasan untuk Alya...


Sama-sama Mbak, saya tidak merasa direpotkan... Lain kali, kalau Mbak butuh bantuan lagi, In shaa Allah saya siap...


Alya terkekeh membaca tulisan si pria bermasker. Karena baru kali ini, ia berkomunikasi dengan cara yang tidak sewajarnya...


"Hhhhehe..., baiklah... Maaf Mas, kalau saya lancang bertanya.. Saya penasaran, mengapa njenengan selalu menundukan wajah..? Dan..., apa benar Mas tidak bisa berbicara..?"


Pria itu terdiam sesaat, seolah tengah berpikir dengan jawaban yang akan ia berikan...


Saya menundukan wajah karena merasa malu dan berusaha menjaga pandangan Mbak.. Saya hanya bisa bersuara dalam hati...


Lagi2 Alya terkekeh membaca tulisan pria bermasker...


"Yaa..., kalau bersuara hanya dalam hati, saya tidak akan mendengarnya Mas... Mmm..., tapi maaf dengan ucapan saya yang ceplas-ceplos ya Mas. Saya hanya bercanda.., tolong jangan dimasukan ke dalam hati...! Soal menjaga pandangan.., I like it... Tapi jangan karena merasa malu atau minder ya Mas...!!"


Iya Mbak... Saya permisi.... Dijaga kesehatannya ya Mbak..! Semoga ketika tiba waktunya untuk melahirkan, Mbak diberi kelancaran, kemudahan, dan keselamatan. Begitu juga dengan si kecil.... Aamiin...


Alya tersenyum membaca tulisan pria itu...


"Aamiin, trimakasih Mas... Andai bisa berbicara, saya yakin.. Mas adalah seseorang yang sangat supel dan perhatian... Selamat melanjutkan pekerjaannya Mas..."


Pria bermasker membalas ucapan Alya dengan menganggukan kepala... Ia pun melangkah pergi meninggalkan Alya, yang masih berdiri di depan pintu gerbang...


*****************


Di dalam rumah, Bi Ijah menunggu Alya dengan perasaan khawatir, karena sudah satu jam Nyonya kecilnya belum juga datang.


Ting...tong....


Terdengar suara bel...

__ADS_1


"Asalamu'alaikum Bi...."


"Wa'alaikumsalam.." Balas Bi Ijah..., wanita paruh baya itu segera membukakan pintu.


"Nyonya kecillll.... Mengapa lama sekali..? Bibi khawatir..."


"Hhhhehe.., baru satu jam Bi..." Alya tersenyum melihat ekpresi wajah Bi Ijah yang dipenuhi dengan kekhawatiran. Ia pun, masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ruang tamu, diikuti oleh Bi Ijah.


"Tapi Bibi tetap khawatir Nyah..."


Alya duduk di sofa sembari menyandarkan punggung, dan kedua kakinya diselonjorkan.


"Iya Bi.., maaf ya... Bi Ijah, jangan panggil Alya dengan sebutan Nyonya kecil...! Panggil Alya saja...!"


"Loh kenapa Nyah...?" Bi Ijah mengerutkan kening.


"Alya kan sudah bilang berkali-kali Bi..., karena kurang nyaman dengan panggilan itu..."


"Yaaa..., kan Nyonya tubuhnya imut, wajahnya apalagi..., hhhhehehe..." Bi Ijah tersenyum lebar melihat wajah Alya yang nampak cemberut. Alya dan Bi Ijah sering bercanda, keduanya terlihat tidak seperti majikan dan bawahan.


"Hmmmm..., tetap saja Bi.. Umur Alya kan sudah 23 tahun.., nanti dikira masih anak-anak lho, kalau dipanggil dengan sebutan Nyonya kecil..." Bi Ijah duduk di samping Alya, dan mengurut kaki bumil dengan perlahan.


"Nyonya ingin dipanggil dengan sebutan apa....?"


"Mbak Alya saja ya Bi..." Alya tertawa nyengir.


"Itu tidak akan Bi...."


"Baiklah..., mulai saat ini.., Bi Ijah akan memanggil....., Mbak Alya..." Mata Alya nampak berbinar mendengar ucapan Bi Ijah.


"Asekkkkk..., makasih Bi Ijah syantikkkk..."


"Sama2 Mbak Alya imut...."


Mereka berdua tertawa lepas....


****************


Jam dinding menunjukan pukul setengah lima sore.


Papa Abraham, Mama Shela dan Raikhan sudah kembali ke rumah. Setelah membersihkan badan, mereka duduk bersantai dengan pasangan masing2.


Papa Abraham dan Mama Shela, menonton TV di ruang keluarga. Sedangkan Alya dan Raikhan duduk bersebelahan di bangku, taman belakang. Tangan kekar Raikhan merangkul pundak sang istri. Alya..., menyandarkan kepala di dada bidang suami tampannya. Mereka tengah asik bercengkrama.


"Mas.., bagaimana dengan kedua tamu dari Jakarta..., mereka menikmati travelingnya..?"

__ADS_1


"Iya Yank... Mereka sangat menikmatinya..."


"Syukur Alhamdulillah... Aku kangen kamu Mas..., rasanya ingin selalu berada di sisimu.."


"Iya Sayang..., aku juga... Rasanya sedetik pun tidak bisa meninggalkan istri comelku ini..." Raikhan mencium puncak kepala istrinya dengan penuh kelembutan.


"Mas.., jangan pernah tinggalkan Alya ya...! Entah mengapa, beberapa hari ini perasaanku tidak enak. Seperti timbul perasaan, takut kehilangan...."


"Sayang jangan berpikiran macam-macam..! Kasihan putri kecil kita... In shaa Allah, suami tampanmu ini akan selalu menjaga..."


"Heem Mas... Aku mencintaimu Suamiku..." Ucapan Alya, seketika membuat Raikhan sangat bahagia. Selama menikah, sang istri tidak pernah mengucapkan kata sayang apalagi cinta kepadanya.


"Ucapkan lagi Yank..!"


"Aku mencintaimu Suamiku..." Raikhan menghujani kecupan di wajah istrinya dengan penuh rasa cinta.


"Aku juga mencintaimu Istriku... Betapa sangat bahagianya suamimu ini mendengar ucapan yang selalu aku nantikan selama kita menikah Yank..."


"Maaf Mas.., karena dulu aku belum yakin dengan perasaanku..."


"Iya Sayang..., aku memakluminya... Yang terpenting, sekarang perasaanku sudah terbalas.. Betapa rasa syukurku padaNya, karena diberikan anugerah cinta yang sempurna...." Mata Raikhan nampak berkaca-kaca... Ia teramat mensyukuri kesempurnaan cinta yang diberikan Tuhan, sebagai anugerah terindah....


"Aku juga merasa teramat bersyukur Mas... Oiya, nama putri kecil kita siapa, Yeobo...?"


Alya terkekeh memanggil Raikhan dengan sebutan yeobo...


"Yeobo...?" Raikhan mengerutkan keningnya.


"Hhhhhaha..., iya Yeobo... Oppa Korea masa tidak tahu artinya...?" Alya semakin terkekeh..


Seperti biasa, jika Raikhan gemas.., yang dilakukan adalah dengan mencubit hidung istrinya...


"Apa Yank..., maksudnya yeobo..?"


"Xixixi..., itu panggilan sayang ala Korea.., Oppa..."


"Ya Allah Yank..., kenapa tidak Hubby saja sich..?"


"Achhhh..., sudah banyak yang menggunakan panggilan itu Mas..."


"Hmmm..., baiklah... Yank, bagaimana kalau putri kita diberi nama Alyra Annasya...?"


"Nama yang cukup bagus Mas... Artinya apa Suamiku...?"


"Alyra..., perpaduan nama Alya dan Raikhan... Nama Alyra Annasya..., memiliki arti bayi perempuan yang penuh dengan keberhasilan dan selalu menyebarkan kasih sayang..."

__ADS_1


"Masya Allah..., Yeoboku pintar dan kreatif juga ya, memberi nama putri kecil kita.." Mata Alya nampak berbinar, tangannya mengusap perut yang sudah semakin membesar.


"Iya donk... Suami siapa dulu..?? Hhhahaha..." Raikhan tersenyum lebar, tangannya pun ikut mengusap perut sang istri. Terasa gerakan si malaikat kecil, yang seolah ikut berbahagia.. 😘😘😘


__ADS_2