Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Bertemu Ibu


__ADS_3

"Sayang... Hari ini kamu liburkan..?" Tanya Angga ketika kami duduk di teras rumahku.


"Iya Ngga.."


"Kita jalan2 yukk..!!"


"Jalan2 ke mana..?"


"Ke Malioboro, atau kita mantai aja Al.."


"Ehmm.., aku nggak mau.."


"Maunya ke mana?"


"Ke rumahmu, sudah lama aku tidak bertemu ibumu Ngga.."


"Tapiiii..." Angga mengernyitkan keningnya, ia tampak berpikir.


"Tapi kenapa? Tidak boleh ya aku bertemu beliau..?"


"Boleh sich... Mmm.., baiklah.."


"Oke, aku pake baju ini aja ya...? Bentar aku ambil tas dan pamit ibuku dulu.." Aku beranjak dari duduk, dan berjalan ke kamar, mengambil tas. Di ruang tamu, aku lihat ibu sedang duduk melihat TV bersama Hana dan Asti.


"Ibu.., Alya pamit nggih.., mau ke rumah Angga sebentar.." Ucapku sambil mencium tangan beliau.


"Hati-hati ya ndhuk..!! Jaga diri baik2 ya Al..!!"


Pesan ibu sambil mengusap rambutku.


"Iya bu..., Alya akan jaga diri baik2.. Assalammu'allaikum.."


"Wa'allaikumsalam..."


Aku berjalan mendekati Angga, dan mengajaknya untuk segera berangkat.


*******************


Angga mengajakku berboncengan dengan motor maticnya. Seperti biasa, aku selalu menaruh tas di depan tempat duduk, untuk memberi sekat. Aku selalu melakukannya ketika berboncengan dengan pria. Maaf.., itulah kebiasaan seorang Alya, yang mungkin bisa dianggap aneh...


Angga melajukan motornya dengan kencang, sesekali dia memintaku untuk berpegangan padanya, namun kebiasaanku yang aneh ini.., selalu menolaknya. Akhirnya Angga mengalah dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Tidak sampai satu jam, kami sampai di rumah Angga. Rumah yang dulu pernah beberapa kali aku kunjungi.

__ADS_1


"Ayok Al.., masuk ke dalam..!!"


"Iya Ngga.." Jawabku sambil berjalan mengikutinya.


Kami sampai di ruang keluarga, tampak seorang ibu paruh baya sedang menonton TV.


"Ibu..., dicari Alya.." Ucap Angga pada ibu itu. Beliau lalu menoleh ke arah kami..., tampak matanya berkaca-kaca melihatku. Tanpa aku sadari, ibu Angga berlari ke arahku.., beliau memeluk erat tubuh ini.


"Nak Alya... Benar ini kamu Nak??"


"Iya bu, ini Alya..." Kubalas pelukkan beliau, ada rasa haru yang menyelimuti pertemuan kami.


Tubuh beliau tampak kurus, wajahnya seolah memendam duka yang teramat dalam..


"Bu..., jangan cerita macam2 pada Alya ya..!!" Ucap Angga setengah berbisik.


"Al.., aku tinggal sebentar ya...?"


"Mau kemana Ngga?"


"Beli camilan Al, kamu mau nitip apa..?"


"Nggak nitip apa2 Ngga.."


"Heem.."


Angga berjalan keluar ruangan, tinggal aku dan ibunya berada di ruang keluarga.


"Yuk nak, duduklah..!!"


"Iya bu.. Bagaimana kabar ibu..??"


"Sangat tidak baik Al.., huhhhuhu.."


Beliau menjawab dengan disertai tangisan yang menyayat. Aku memeluk ibu Angga, mencoba untuk menenangkannya.


"Bu.., ceritakan pada Alya, apa yang sebenarnya terjadi selama ini..!!"


"Tapi pasti Angga akan marah Nak.., hhuhu..."


"Bu.., jangan takut pada Angga, In shaa Allah Alya akan berusaha membantu meringankan beban ibu.."


"Baiklah Nak.., ibu akan menceritakannya padamu Al.. Sebenarnya empat tahun yang lalu, Angga sudah menikah dengan Ratna. Mereka dikarunia seorang anak yang cantik, Salsa namanya. Anak mereka kini berumur empat setengah tahun, karena sebelum menikah.., Ratna hamil dulu. Dua tahun ini, Ratna pergi ke Bandung, rumah kedua orang tuanya. Ratna pergi karena tidak tahan melihat kelakuan Angga yang sering pulang malam dan membawa perempuan lain ke rumah..."

__ADS_1


"Lalu bagaimana anak mereka bu..??"


"Salsa ibu rawat Nak, gadis kecil itu sedang bermain ke rumah tetangga..."


"Kasihan Salsa ya bu.." Tak terasa air mataku pun menetes, mendengar kisah Angga, dan keluarga kecilnya yang tidak bahagia. Aku memantapkan hati untuk membantu beliau (ibu Angga), agar Angga dan Ratna bersatu, karena kasihan dengan nasib Salsa, buah hati mereka.


"Bu, Alya akan berusaha membujuk Angga untuk membawa Ratna kembali ke rumah ini.., demi Salsa..."


"Tapi Nak.., bagaimana kalau Angga murka?"


"Ibu tenang saja.. Angga tidak akan murka, Alya akan berbicara dengan hati2..."


"Iya Al.. Ibu percaya padamu Nak.., trimakasih Al.." Ucap beliau sambil mencium keningku. Aku merasakan kehangatan kasih sayang dari ibu yang malang ini.


"Uti..." Terdengar suara gadis kecil dari luar rumah. Ia berlari menuju ke ruang keluarga, mencari utinya.


"Uti..., tadi Salsa diejek teman2..., hiks...hiks.. Kata mereka Salsa sudah tidak punya ibu.." Gadis kecil itu menangis mendekap tubuh utinya.


Aku menghampiri si gadis, dan membelai rambutnya. Mungkin ia terkejut, kemudian mata polosnya menatapku.... Aku pun tersenyum ke arahnya..


"Tante siapa..?"


"Tante, teman ayahnya Salsa.. Jangan bersedih..!! Sebentar lagi ibumu akan kembali ke rumah ini.."


"Benarkah.., tan..tante..??"


"Iya Sayang, tante akan bilang ke ayah, supaya dengan segera menjemput ibu..."


"Trimakasih tante.."


"Iya sayang.., sini peluk tante..!!" Salsa memelukku dengan sangat erat...


"Yuks kita tunggu ayah sambil nonton TV..!!"


"Okey tante.."


"Salsa suka film apa..?"


"Marsha..te.."


"Siap anak cantik, duduk yang manis di samping uti ya..!!"


"Baik..te..."

__ADS_1


Aku kembali merasa ada sayatan di hati ini. Tapi aku harus tetap tegar, dan yakin rencana Allah adalah yang terbaik. Ach.., mungkinkah ini jawaban dariNya.. Menuntunku agar tidak lagi memilih cinta yang salah...


__ADS_2