
Pagi ini suami Alya bersiap untuk berangkat menjemput tamu dari Jakarta yang telah memesan jasa Raikhan tour and travel.
Tamu Raikhan kali ini adalah pasangan muda yang berkeinginan menikmati spot-spot wisata di Yogyakarta, setelah mereka melihat beberapa foto yang diselipkan pada sebuah novel sederhana, namun berlatar belakang keindahan tempat wisata di kota Jogja. Tamu yang istimewa itu bernama Rafa dan Refa.
Kebetulan para driver yang bekerja dibawah naungan Raikhan tour and travel, semuanya sudah mengemban tugas masing-masing, menjemput para tamu dari luar kota.
Sehingga mau tidak mau, Raikhan sendirilah yang menjemput dan menemani mereka berdua, untuk traveling.
Seperti biasa, Papa Abraham berangkat ke kantor, karena beliau memang sangat sibuk mengelola perusahaannya sendiri yang bergerak di bidang real estate, sama seperti perusahaan yang dimiliki oleh papa Arif.
Mama Shela, sudah beberapa bulan ini disibukkan dengan usaha putranya, Raikhan fast food. Karena Raikhan teramat sibuk menjalankan bisnis yang bergerak di dua bidang yang berbeda. Mau tidak mau beliau harus ikut turun tangan, agar usaha yang digeluti putranya tetap dapat berjalan. Meski ada beberapa orang yang dipercaya dapat menjalankannya, namun Mama Shela tetap lebih yakin jika ia menangani sendiri.
Sedangkan Alya..., wanita itu memilih resign dari pekerjaan yang teramat dicintainya, demi mematuhi keinginan sang suami dan mama mertua, karena perutnya yang semakin membesar. Alya hanya ditemani Bi Ijah..., melewati hari ini dengan membaca buku yang ia dapat dari kelas kehamilan, menonton TV, berjalan-jalan di halaman rumah, dan sesekali menerima vidio call dari suaminya.
******************
Siang selepas Dzuhur..,
Alya berjalan mendekati Bi Ijah, yang sedang sibuk memasak aneka menu makanan..., di dapur.
"Bi Ijah..., Alya ingin pergi ke mini market.."
"Tapi Bi Ijah sedang memasak, Nyonya kecil..."
"Saya bisa berangkat sendiri kog Bi.."
"Tapi nanti Bi Ijah bisa kena marah Den Raikhan, kalau membiarkan Nyonya kecil pergi sendiri..."
"Enggak kog Bi, kan mini marketnya tidak jauh.."
"Iya, tapi pesan Den Raikhan..., Bi Ijah harus selalu menemani Nyonya kecil..."
"Hhhhehe, santai saja Bi.. Saya hanya sebentar, tidak akan lama.. Okey..."
"Nyonya kecil mau membeli apa..?"
"Ice cream..., Bi.." Alya menampakan wajah imutnya, sehingga membuat Bi Ijah terkekeh.
"Ya Allah... Setiap habis dzuhur kog bawaanya ingin ice cream, Nyah..?"
"Nggak tau Bi... Mungkin keinginanya si kecil.. Tapi ice cream buah kog..."
"Jangan banyak-banyak lho Nyah..!!"
"Iya Bi, hanya se cup kecil... Setelah menikmati ice cream meski satu cup, sudah membuat lega.."
"Hmmm.., baiklah kalau demi si kecil Nyah.. Tapi beneran lho ya, hanya sebentar..! Bawa ponsel ya, Nyonya kecil...!"
"Siap Bi Ijah yang syantikkkk..." Mata Alya berbinar, karena Bi Ijah mengabulkan permintaannya untuk pergi ke mini market sendiri. Entah mengapa, selama kandungannya memasuki usia tujuh bulan, Alya sangat gemar minum ice cream meski hanya satu cup kecil, di saat selepas dzuhur.
"Hhhhaha.., Nyonya kecil bisa saja bilang Bi Ijah syantikkk... Wajah Bi Ijah sudah keriput Nyah, nggak mungkin syanntikk.." Bi Ijah tersenyum geli mendengar ucapan si Nyonya kecil.
"Echhh siapa bilang nggak syantikk, meski sudah tidak muda lagi..., bekas kecantikan Bibi sewaktu muda, masih sangat terpancar jelas..."
"Achhh..., Nyonya kecil memang bisa membuat orang lain tersunjang..." Bi Ijah terkekeh.
"Hhhhehe..., yasudah Bi... Alya berangkat ke mini market dulu ya...?"
__ADS_1
"Iya Nyonya kecil..., hati-hati ya...!"
"Siap Bibi syantik.." Lagi-lagi Alya membuat Bi Ijah terkekeh.
Alya melangkah pergi, meninggalkan Bi Ijah, yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
********************
Di Mini Market....
Selain membeli ice cream, Alya tengah memilih beberapa camilan sehat kesukaannya. Tanpa sengaja, ia menjatuhkan sebungkus roti kering....
"Astaghfirullah..., hmmm jatuh..."
Sebelum Alya mengambil roti yang terjatuh, terlihat pria yang berperawakan tingginya hampir sama dengan Raikhan, datang mendekat, dan membantunya mengambil roti itu.
Pria itu memakai seragam karyawan mini market, namun wajahnya ditutup dengan masker dan kepalanya memakai topi.
"Trimakasih Mas..." Alya berterimakasih padanya, namun si pria hanya menganggukan kepala.
Pria bermasker itu mengambil secarik kertas dan pena dari dalam saku bajunya, ia menuliskan sesuatu..
Sama-sama Mbak.., ada yang bisa saya bantu lagi?
Pria itu menyerahkan secarik kertas yang berisi tulisannya pada Alya..
"Owhh... Tolong pilihkan buah yang segar ya Mas...! Mm..., maaf sebelumnya.. Mas, tidak bisa berbicara ya..? Dan mengapa wajah njenengan, ditutupi dengan masker..?" Balas Alya setelah membaca tulisan pria bermasker.
Si pria bermasker menulis jawaban atas pertanyaan Alya...
Iya, saya tidak bisa berbicara dengan njenengan. Saya memakai masker, karena wajah saya sangat buruk...
"Owhhhh...., maaf ya Mas... Oiya, sebagai tanda terimakasih, bagaimana kalau saya mentraktir njenengan, satu cup ice cream..?"
Baiklah Mbak.., tapi temani saya menghabiskan ice creamnya ya..! Kita duduk di teras mini market..
"Okay Mas... Kebetulan saya juga sudah tidak sabar untuk segera menikmati ice cream..." Balas Alya dengan dihiasi seulas senyuman.
Setelah membayar semua barang belanjaan, Alya dan si pria bermasker, berjalan ke teras..., kemudian duduk di kursi yang disediakan oleh mini market.
Mereka mulai berbincang, meski si pria selalu saja menuliskan kata, tanpa bersuara.
Sudah berapa bulan Mbak, usia kandungannya?
"Sudah hampir delapan bulan Mas.."
Mengapa suami anda tidak menemani belanja..?
"Suami saya sedang sibuk bekerja Mas.."
Ketika berada dekat dengan si pria bermasker, Alya merasakan aroma parfum yang dulu sangat familiar. Ia mencoba mengamati wajah pria itu, dengan menatap matanya. Namun si pria seakan mengetahui dengan apa yang dilakukan Alya. Pria itu pun selalu menunduk, dan seolah semakin menyembunyikan wajahnya.
"Mmm..., maaf Mas... Sudah satu jam saya berada di sini. Saya pamit dulu ya Mas..." Alya beranjak dari duduk. Si pria bermasker memberikan balasan melalui tulisan...
Iya Mbak... Saya antar sampai ke seberang jalan ya?
Alya nampak tersenyum membaca tulisan itu...
__ADS_1
"Baiklah Mas... Tapi jangan gandheng saya..! Nanti bisa kena marah suami..."
Tentu tidak Mbak...
"Hhhhhaha..., saya bercanda Mas. Jangan dianggap serius...!"
Pria bermasker itu, terpaku menatap tawa Alya yang semakin memancarkan pesona wajah ayu alami.....
******************
Aku masih ada di sini
Masih dengan perasaanku yang dahulu
Tak berubah dan tak pernah berbeda
Aku masih yakin nanti milikmu
Aku masih di tempat ini
Masih dengan setia menunggu kabarmu
Masih ingin mendengar suaramu
Cinta membuatku kuat begini
Aku merindu Kuyakin kau tahu
Tanpa batas waktu
Kuterpaku
Aku meminta Walau tanpa kata
Cinta berupaya...
Engkau jauh di mata tapi dekat di doa
Aku merindukanmu
Aku masih di dunia ini
Melihatmu dari jauh bersama dia
Walau pasti kuterbakar cemburu
Tapi janganlah kau ke mana-mana
Aku merindu Kuyakin kau tahu
Tanpa batas waktu
Kuterpaku Aku meminta
Walau tanpa kata Cinta berupaya....
( Fadly & Ade Govinda )
__ADS_1
šššššššššššššš
Jangan lupa like koment rate 5 and vote jika berkenan š