Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Ucapan Mama Shela


__ADS_3

Alya dan Mama Shela melepas pelukan mereka. Si gadis masih terdiam mencerna semua perkataan wanita cantik itu.


"Al..., mengapa diam..?? Adakah perkataan Mama yang salah atau tidak berkenan?" Mama Shela menatap Alya dengan lekat.


Alya membalas tatapan beliau dan memberikan senyuman manisnya....


"Sama sekali tidak Ma.., Alya diam karena sedang berusaha memahami apa yang Mama sampaikan..."


"Lalu..., bagaimana menurutmu Sayang? Bersediakah jika kamu menerima putra Mama?"


"Maaf sebelumnya Ma..., mungkin saat ini.., Alya belum bisa menjawab pertanyaan Mama. Tapi entah kelak jika suasana hati Alya sudah tidak terlalu berduka karena kepergian Mas Abi...."


Alya terdiam sejenak..., ia menghela nafas panjang...


"Mas Raikhan pria yang sempurna, dia sangat baik dan perhatian, putra Mama pantas mendapatkan gadis yang lebih baik dari Alya..."


"Sayang..., di mata Mama atau pun Raikhan.., gadis yang pantas mendampingi putra Mama itu kamu Al.. Seorang gadis yang mampu meluluhkan hati pria yang enggan lagi mengenal cinta karena pernah terluka..."


"Mama tahu.., sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini, karena putri cantik Mama tengah berduka..."


Mama semakin lekat menatap Alya, tangannya mengusap rambut si gadis dengan penuh kasih sayang....


"Sayang.., Mama tidak memintamu untuk mencintai Raikhan. Mama hanya ingin Alya mau menerima kehadiran putra Mama, agar saat putri cantik ini merasa rapuh karena kedukaan, ada Raikhan yang selalu menguatkan dan berada di samping Alya..."


"Ma..." Mata Alya tampak berkaca-kaca.


"Iya Sayang...." Balas Mama Shela dengan suara lembut.


"Tapi ini tidak akan adil bagi Mas Raikhan, bila Alya menerima putra Mama tidak berlandaskan cinta..."


"Ssss.., sudahlah Sayang.., jangan berpikir seperti itu..., cinta bagi Mama hanyalah kata pengantar kasih sayang Al..., cinta juga bukan hal utama yang melandasi suatu hubungan bisa terjalin, yang terpenting adalah keiklasanmu, kelapangan hatimu untuk menerima. Cinta bisa tumbuh dengan sendirinya Sayangku...."


"Mama...." Alya memeluk kembali tubuh Mama Shela. Air mata si gadis kini tertumpah.


"Sayang..., dulu Mama dan Papanya Raikhan juga menikah tanpa didasari cinta, kami dijodohkan Al. Namun seiring bergulirnya waktu, karena perhatian, ketulusan dan kasih sayang yang ditunjukkan Papa, Mama mulai tersentuh... Alhamdulillah cinta itu mulai bersemi, kami pun memiliki buah cinta yang tampan, dialah Raikhan...." Mama Shela membalas pelukan Alya.


"Sudah ya..., jangan menangis lagi putri cantik...! Mama mau memanggil dua pria kesayangan dulu ya... Duduk di sini, hapus air mata dari wajah ayumu Nak....!!"


"Iya Ma..." Alya melepaskan pelukan dengan perlahan. Gadis itu mengusap air mata dengan jari lentiknya.


Mama Shela beranjak dari duduk dan berjalan untuk menemui Papa dan Raikhan.


***************


Kini mereka berempat berkumpul di ruang makan. Mama Shela duduk bersebelahan dengan Papa Abraham. Sedangkan Alya duduk bersebelahan dengan Raikhan.


"Sayang..., kenalkan Om ini Papanya Raikhan. Panggil beliau, Papa saja ya Alya...!!" Mama Shela memperkenalkan suaminya pada Alya. Papa menatap gadis yang duduk dihadapannya disertai senyuman ramah. Si gadis pun membalas dengan sikap yang sama.


"Salam kenal dari Alya, Papa..."


"Iya Sayang.., salam kenal juga dari Papa Abraham... Papanya Raikhan, pria tampan yang duduk di sebelahmu..." Papa melirik putranya, tampak Raikhan menundukkan wajah.


"Mmm.., sekarang kita makan dulu ya... Ni buat Alya ada sayur bayam, tempe, ayam goreng... Kalau mau, juga ada cha brokoli, ikan goreng, tumis kangkung... Maaf ya Al, masakan Mama sederhana...."


"Ini sudah menu special bagi Alya Ma..." Balas Alya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu..., Sayangku..."


Mama Shela mengambil piring yang ada di hadapan Papa Abraham, dan mulai mengisi dengan makanan yang disukai suaminya.


"Alya juga mau Mama ambilkan...??"


"Tidak usah Ma, Alya ambil sendiri saja..."


"Mm..., baiklah Sayang.... Sekalian tolong ambilkan untuk putra Mama yang kadang makannya nggak nafsu ya Al...!!"


"I...iya Ma, Alya akan ambilkan..."


Alya mengambil piring yang ada dihadapan Raikhan.


"Mas Raikhan, lauknya mau apa...?"


"Cha brokoli dan ayam goreng saja Al..., nasinya sedikit...."


Alya mengambil nasi dan lauk sesuai permintaan Raikhan.


"Ini Mas...., mau tambah apa lagi...?" Alya memberikan piring yang sudah terisi tanpa menatap wajah pria dihadapannya, gadis itu sedikit menundukkan wajah.


"Sudah Al...., cukup ini saja, trimakasih ya..." Ucap Raikhan dengan mencuri pandang pada si gadis pujaan hati.


"Sama2 Mas..."


Setelah Mama Shela dan Alya mengisi piringnya masing2 dengan nasi dan lauk, mereka berempat mulai menikmati makanan hasil masakan si Mama cantik dan Bi Ijah.


*****************


"Al..., sebentar lagi aku akan mengantarmu pulang..."


"Iya Mas...."


"Lho...., tidak menginap lagi Sayang...?" Sahut Mama Shela...


"Tidak Ma..., apa kata orang nanti kalau ada anak gadis yang menginap di rumah seorang pria selama beberapa hari....?"


"Hmmm..., begitu ya Al...?? Padahal Mama ingin si putri cantik selalu ada bersama kami dengan tinggal di rumah ini... Kalau begitu, segera terima putra Mama ya Sayang..! Supaya kalian menjadi pasangan yang halal, biar tidak menjadi omongan orang..."


"Uhuk...., ehmmm...."


"Heiii...., tersedak apa putranya Mama..?"


"Tersedak ucapan Mama..."


"Hhhhhahhha...., tuch kan Al... Pria disebelahmu grogi lho..." Mama mencandai putranya dengan mengerlingkan mata.


"Apaan sich Mama...."


Alya hanya membalas ucapan Mama dengan tersenyum.


Sedangkan Papa Abraham terlihat menahan tawa mendengar ucapan istrinya yang kadang tidak bisa dikendalikan, apalagi bila menyangkut putra mereka.


"Ma, Raikhan, Alya...., Papa berangkat ke kantor dulu ya... Salam untuk keluargamu ya Sayang..."

__ADS_1


"Iya Pa..., In shaa Allah nanti akan Alya sampaikan."


Papa Abraham beranjak dari duduk, diikuti oleh istrinya. Mama Shela mencium punggung tangan Papa Abraham. Sang suami mencium kening istrinya dengan penuh cinta.


Pemandangan itu membuat Alya dan Raikhan terpukau. Terbesit rasa iri di hati kedua insan, melihat keromantisan pasangan yang tak lagi muda.


Mama Shela dan Papa Abraham berjalan ke luar ruangan. Meninggalkan Alya dan Raikhan yang masih duduk terdiam.


**************


Raikhan dan Alya beranjak dari duduk. Mereka membantu Bi Ijah memberesi piring, gelas, sendok kotor yang ada di atas meja.


"Sudah Dhen.., Non..., biar Bi Ijah saja yang membereskan semuanya..."


"Tidak apa2 Bi, sekalian nanti piringnya biar Alya yang mencucinya. Bi Ijah sarapan dulu..."


"Tapi Non.."


"Bi Ijah sarapan dulu, biar Raikhan yang membantu Alya..."


"Mm.., baiklah Dhen... Bibi sarapan dulu, kebetulan perut Bi Ijah sudah kruyuk..kruyuk, hhhehe..." Setelah mengambil makanan untuk sarapan, Bi Ijah berlalu meninggalkan mereka berdua.


Alya mulai mencuci peralatan makan yang kotor dibantu oleh Raikhan.


"Aku bisa sendiri kog Mas..."


"Aku tau..., tapi aku ingin membantu.."


"Al..., maafkan semua perkataan Mama ya...! Aku berharap kamu tidak marah karena ucapan beliau..."


"Sama sekali Alya tidak marah Mas... Apalagi Mama Shela teramat baik, perhatian, penyayang... Mas Raikhan harus bersyukur mempunyai Mama yang sempurna.."


"Iya.., aku sangat bersyukur lahir dari rahim seorang Mama yang hebat seperti beliau Al..."


"Papa dan Mamamu sangat serasi dan romantis ya Mas..."


"Iya.., semoga kelak kita juga seperti mereka ya Al..."


"Hahhh......??" Alya terkejut mendengar ucapan Raikhan. Hampir saja piring yang ada di tangannya terjatuh.


"HHHehe..., bercanda Al... Tapi kalau dianggap serius bolehlah..."


Alya memilih diam, ia tidak membalas ucapan Raikhan.


"Maaf Al..., jangan marah. Biar aku yang melanjutkan menata piring2 ini. Bersiap-siaplah..!! Aku akan mengantarmu pulang..."


"Iya Mas..."


Alya bergegas melangkahkan kaki menuju kamar Raikhan untuk mengambil tasnya.


Ada perasaan yang berkecamuk di dalam hati si gadis, betapa ia masih mencintai Abi dan mengharapkan semua yang terjadi hanyalah mimpi. Namun di sisi lain, Alya juga membutuhkan sandaran hidup, agar ia kuat melewati masa2 duka yang tengah dihadapinya..... Gadis itu pun mulai gelisah memikirkan semua ucapan Mama Shela...


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers..., like, koment, klik ❤untuk favorit, dan vote apabila berkenan mendukung author agar lebih semangat menulis.

__ADS_1


Matur nuwun 😘😘😘


__ADS_2