Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Negeri di Atas Awan


__ADS_3

Alya merasa teramat bahagia di malam ini. Nampak binar matanya ketika menatap keindahan yang tersuguh di Taman Pelangi.


Setelah menikmati makanan di food-court, Raikhan mengajak sang istri untuk segera pulang ke rumah orang tuanya.


"Sayang.., kita pulang sekarang ya...!"


"Heem Mas..."


"Malam ini kamu bahagia Yank..?"


"Iya Mas, bahagia banget... Makasih ya suamiku..." Nampak senyum Alya merekah sembari menatap suaminya.


"Iya Sayangku..., Alhamdulillah..." Balas Raikhan, sambil mengusap pipi sang istri penuh kasih sayang.


Dengan bergandengan tangan, mereka melangkah menuju parkiran mobil.


**************


Di dalam mobil mereka berbincang dan bercanda. Alya menguap beberapa kali.


"Ngantuk Yank...?"


"Huum Mas..., ngantuk banget..."


"Yasudah, Sayang tiduran dulu ya...! Kalau sudah sampai, nanti aku bangunin..."


"Heem.., makasih Mas..."


"Iya Sayang..." Balas Raikhan sambil menatap istrinya sekilas dan memberikan senyum.


Alya mulai memejamkan mata. Sedangkan sang suami masih melajukan mobilnya menembus keramaian kota Yogya di malam hari.


Sesampai di depan rumah kedua orang tuanya, security dengan segera membuka pintu gerbang. Raikhan pun kembali melajukan mobilnya memasuki garasi.


Pria itu kemudian keluar dari dalam mobil dengan membopong tubuh sang istri yang sudah terlelap.


Perlahan ia berjalan menuju pintu yang sudah dibuka oleh Bi Ijah.


Raikhan melangkah menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamar dengan kaki.


Kemudian pria itu pun membawa tubuh sang istri dan membaringkannya di ranjang dengan perlahan.


"Sayang..., tidurlah yang nyenyak... Besok pagi kita akan ke tempat yang sangat indah... Negeri di atas awan....." Raikhan membelai rambut sang istri dengan mesra, dan menciumi pipi serta kening... Nampak kasih sayang yang begitu besar di raut wajah tampannya.


Setelah mengganti pakaian, dan berwudhu..., Raikhan membaringkan tubuh di sisi sang istri..., dan memeluk erat kekasih halalnya, seakan tak ingin terpisah....


****************


Seperti biasa, Raikhan bangun di sepertiga malam. Ia bersujud, berbisik, merayu pada Robb nya....


Ia lantunkan kalam cinta dengan kemerduan suara yang diberikan Tuhan sebagai anugerah.


Usai menjalankan rutinitasnya, pria itu berjalan mendekat ke arah sang istri yang masih terlelap.


Raikhan duduk di pinggir ranjang....


"Sayang..., bangunlah...! Sebentar lagi kita berangkat Yank...." Pria itu membangunkan sang istri dengan membelai lembut rambut dan mencium kening.


Alya mulai menggerakan kepala, kedua kelopak matanya perlahan terbuka.....

__ADS_1


"Mas..."


"Iya Sayang..."


"Kita jadi pergi pagi ini...?"


"Huum, sudah setengah tiga pagi. Buruan mandi...!! Terus kita berangkat..."


"Iya Mas..., sebentar aku kumpulkan nyawa dulu....." Terlihat mata Alya menyipit, karena menahan kantuk.


"Hhhhaha..., ya Allah Sayang... Kamu lucu kalau seperti ini..."


"Sudah terkumpul semua..., aku mandi sebentar ya Mas..."


"Iya Yank...."


Alya beranjak dari ranjang, ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Rupanya Raikhan dengan pengertian, sudah menyiapkan susu dan roti tawar di atas meja.


"Yank, jangan lama2 yang mandi...!!"


Klekkkk...


Bunyi pintu kamar mandi yang terbuka. Alya sudah selesai membersihkan badan dan mengganti pakaiannya.


"Sayang, minum susu dan makan roti dulu ya..!!"


"Iya Mas..."


Alya duduk di sebelah Raikhan, ia mulai meminum dan memakan, susu beserta roti yang telah di siapkan oleh suaminya. Begitu juga dengan Raikhan, ia pun mulai menikmati susu serta roti.


"Iya Sayang...." Balas Raikhan dengan menatap sang istri.


"Mas..., susu dan rotinya sudah habis secepat kilat...., hhhhehe..."


"Mau nambah Yank...??"


"Sudah cukup Mas..."


"Okay, kalau begitu kita berangkat sekarang..."


"Huum..."


"Pakai jilbab dan jaket Yank...!! Di sana dingin...."


"Baiklah suamiku..." Balas Alya sambil tersenyum dan mengerlingkan mata. Ia pun segera memakai jilbab dan jaketnya.


"Nah..., sudah siap Mas..."


Raikhan dan Alya melangkahkan kaki keluar dari kamar.....


***************


Raikhan mulai melajukan mobilnya ke arah selatan. Jalanan kota Jogja masih tampak lenggang.


Kurang lebih setelah melalui perjalanan sekitar 35km, pria itu menghentikan mobilnya.


"Yank..., kita ke mushola dulu ya.." Ucap Raikhan setelah keluar dari mobil.

__ADS_1


"Iya Mas..."


Mereka pun berjalan menuju ke arah mushola untuk menunaikan sholat Subuh terlebih dahulu, sebelum menikmati pemandangan yang disajikan.


Usai sholat Subuh, Raikhan mengajak istrinya untuk melanjutkan perjalanan.


Mereka berjalan perlahan melewati jalan pintas yang sudah dicor sampai menuju ke gardu pandang. Dengan hati-hati sepasang kekasih itu melangkah, karena jalan yang dilalui masih gelap, dan ada beberapa anak tangga yang licin oleh tanah basah.


Selama perjalanan menuju ke gardu pandang mereka disuguhi suara-suara binatang hutan seperti tonggeret yang terasa begitu menenangkan. Orkestra alam ini tidak akan mereka temui di kota-kota besar. Raikhan mengajak sang istri duduk sejenak dan menikmati alunan alam yang begitu menentramkan.


Setelah merasa cukup, mereka segera melanjutkan perjalanan menuju gardu pandang. Waktu yang diperlukan untuk berjalan kaki sampai di gardu pandang kurang lebih sekitar 15 menit.


"Mas, kenapa kita tadi tidak naik mobil saja sampai sini...?"


"Biar semakin romantis Sayang..., kita berjalan perlahan dengan saling bergandengan tangan..." Balas Raikhan dengan menampakan senyumnya yang mempesona.


"Hmmm, begitu ya..?"


"Iya..., Sayang keberatan..?"


"Tentu tidak Mas, aku sangat menikmati perjalanan ini..."


"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan. Sampai di atas, aku akan tunjukan pemandangan yang menakjubkan Yank..."


"Huum Mas...."


Sepasang kekasih itu mulai melanjutkan perjalanannya, hingga sampai di gardu pandang.


"Nah Yank..., lihat gumpalan awan itu...!!" Raikhan menunjukkan pemandangan yang membuat mata istrinya seketika berbinar. Ia takjub melihat penampakan gumpalan awan. Seolah mereka tengah berada di suatu tempat yang sangat indah "Negeri di Atas Awan..." Ucap Alya dengan senyuman yang mengembang.


Raikhan memeluk istrinya dari belakang, sembari mengecup lembut puncak kepala Alya.


"Makasih ya Mas.., sudah membawa Alya ke tempat seperti ini..."


"Iya Sayangku..."


"Tahu ngga Yank, tempat ini namanya Kebun Buah Mangunan. Berada di Pegunungan Sewu, setelah matahari menampakan sinarnya, akan terlihat pemandangan yang menghijau. Dibawahnya juga mengalir Sungai Oya yang seolah-olah membelah perbukitan. Warna air Sungai Oya selalu berubah-ubah tergantung musim. Pada musim penghujan airnya akan berwarna kuning keruh, sementara pada musim kemarau air sungai tersebut akan berubah menjadi hijau tosca yang nampak seperti ular hijau raksasa sedang melintas. Lalu jika kita melihat lebih cermat maka akan tampak dari kejauhan sebuah  Jembatan Gantung Selopamioro..."


"Masya Allah..."


"Nanti kita ke jembatan itu Yank...."


"Huum Mas... Pemandangan di sini romantis sekali...."


"Iya Al.., selain romantis.., pastinya akan membuat hati Sayang akan lebih tentram dan bahagia untuk meneruskan langkah perjalanan hidup..."


"Huum Mas..., istrimu ini sangat bahagia. Aku nyaman dan tentram, apalagi ada anugerah terindah yang selalu berada di sisi.., yaitu kamu Mas..., suamiku..." Senyum Alya semakin mengembang.


Raikhan mengeratkan pelukannya, ia pun menghujani kepala dan pipi sang istri dengan kecupan yang menghangatkan..... 😘


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Author mengucapkan terimakasih kepada readers yang telah memberikan vote, maaf tidak bisa menyebutkannya satu persatu. 🙏🙏😍


Tetap dukung author untuk melanjutkan kisah Alya, dan semoga bermanfaat.


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like, rate 5 😍😘😘


Jika ada usulan tempat wisata di Yogyakarta yang akan dikunjungi Raikhan dan Alya selanjutnya, silahkan tinggalkan koment ya readers. Jangan sungkan2 untuk berkomentar. 😉

__ADS_1


Trimakasih 😘😘😘😘


__ADS_2