Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Tentang Sahabat


__ADS_3

Haiii Readers


Trimakasih sudah membaca kisah Alya, semoga tidak bosan ya... šŸ˜‰šŸ˜˜


Jangan lupa tinggalkan like šŸ‘, ⭐⭐⭐⭐⭐, vote jika berkenan, klik ā¤ untuk favorit, jangan ragu untuk berkomentar... 😘


Trimakasih dan happy reading. 😘😘😘


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Arif masih duduk sambil menikmati kehangatan wedhang rondhe. Sesekali pandangannya tertuju pada para pengunjung yang terlihat tertawa sembari mengayuh sepeda tandem, bersama pasangan. Ia pun menjadi teringat kembali, tawa Alya saat mengayuh sepeda tandem bersama dirinya.


Ingatan kenangan bersama Alya semakin menari-nari di pikiran Arif... Hingga terdengar suara lembut menyapa....


"Mas Arif...." Tanpa menoleh, Arif menjawab sapaan itu.


"Apa Al...?"


"Mas Arif, ini aku..." Nampak seorang gadis berjalan semakin mendekat, dan duduk di hadapan Arif. Namun Arif masih belum menyadari siapa sebenarnya si gadis.


Suara bahkan wajahnya hampir mirip dengan Alya. Hanya penampilannya saja yang sedikit berbeda. Kini Alya sudah mengenakan jilbab untuk menutupi rambut panjangnya yang hitam. Sedangkan rambut gadis itu belum tertutup oleh jilbab, dan panjangnya hanya sebahu.


"Alya..., kenapa kamu menyusulku kemari..?"


"Mas Arif.., aku bukan Mbak Alya. Lihat Mas..! Aku Asti, adiknya Mbak Alya..." Ucap Asti sambil menatap Arif. Si Tuan Muda pun membalas tatapan Asti. Ia mulai tersadar, bahwa yang ada di hadapannya bukanlah Alya.


"Asti... Maaf As, aku kira kamu Alya.."


"Loh.., Mas Arif tadi nggak bertemu Mbak Alya di acara resepsi pernikahan Mas Aldi dan Mbak Renata..?"


"Tentu saja tadi aku bertemu dengan Alya dan suaminya.."


"Mas.. Mata Mas Arif kog sembab..? Habis nangis ya Mas..?"


"Achh..., tadi cuma kemasukan debu As.. Kenapa malam-malam kamu ada di sini sendirian..?"


"Hhhehe... Asti pulang kerja, terus mampir beli wedhang rondhe dan jagung bakar. Habisnya..., sudah beberapa hari ini Asti pingiiin banget Mas.."


"Naik apa kamu As..?"


"Tadi sich pesan ojek online Mas. Nanti aku juga pesan ojek online lagi. Lumayan Mas, baru promo..." Jawab Asti sambil tertawa, menampakkan gigi gingsulnya, sehingga menambah kesan manis di wajah ayu sang gadis.


"Nanti pulang dari sini, Mas Arif antarkan saja As..."


"Beneran Mas...?"


"Iya Asti... Bahaya kalau anak gadis pulang sendiri malam-malam..."


"Wahhh..., makasih banget Mas..."


"Sama-sama As..."

__ADS_1


"Ehhh Mas... Mata sembabnya Mas Arif pasti bukan karena debu kan..? Apa karena...., Mbak Alya..??"


Arif menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Asti.


"Hmmm..., sudahlah As.. Jangan membahas tentang Alya..!"


"Asti semakin yakin dech Mas, fik ini karena Mas Arif patah hati dengan Mbak Alya..."


"Sok tau kamu As..." Arif mengacak-ngacak rambut Asti. Bagaimanapun juga, gadis itu seperti adiknya sendiri.


"Yach..., Mas Arif malah mengacak-ngacak rambut Asti yang indah..." Ucap Asti dengan raut muka cemberut. Arif yang melihat perubahan raut muka Asti pun tertawa.


"Hahhaha Asti..., Asti... Wajahmu lucu kalau seperti itu..."


"Yeiiii akhirnya Mas Arif ketawa...." Mata Asti berbinar melihat pria yang ada dihadapannya tertawa, dan tidak nampak lagi bersedih.


"Makasih As, sudah membuatku tertawa..."


"Sama-sama Mas Arif... Oiya, sebentar Mas.. Asti mau mengambil wedhang rondhe dan jagung bakar. Sepertinya pesananku sudah siap dech..." Ucap Asti sembari beranjak dari duduk.


"Biar Mas Arif saja yang bayarin As.."


"Ehhh..., nggak usah Mas.."


"Sudah, jangan ngeyel As..!" Arif pun beranjak dari duduknya, dan berjalan mendekati si penjual untuk membayar rondhe serta jagung bakar.


"Makasih ya Mas Arif..." Ucap Asti disertai senyuman manis, setelah menerima kantung plastik yang berisi jagung bakar dan wedhang rondhe.


"Baiklah Mas...."


Arif mengantar Asti dengan sepeda motor maticnya, hingga sampai ke rumah.


****************


Di kamar sepasang kekasih....


Raikhan dan Alya berbaring di atas ranjang. Mereka tengah bercengkrama. Alya menyurukkan kepalanya di dada sang suami, sedangkan Raikhan membelai rambut panjang sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Yank..., benarkah Arif sahabatmu dari SMA...?"


"Heem... Dia memang sahabatku Mas..."


"Hanya sebatas sahabat Yank..."


"Tentu saja, iya... Bagaimana kalian bisa saling mengenal Mas..?"


"Arif putra dari sahabat sekaligus rekan bisnis papa..., Yank.. Dulu sewaktu masih kecil, Arif dan Adam sering main ke rumah ini. Hingga remaja pun, terkadang Arif juga mengunjungiku. Hubungan kami sudah seperti saudara..."


"Owh..., begitu..."


"Ceritakan Yank, bagaimana kalian bisa bersahabat...!"

__ADS_1


"Mmm..., apa harus aku ceritakan Mas..?"


"Tentu Sayang..."


"Hmmm..., baiklah Mas. Dulu saat aku duduk di bangku kelas 3 SMA, ada seorang siswa baru yang sangat supel. Awal kami bersahabat, setelah menjalankan sholat Dhuha bersama. Sejak saat itu, kami semakin akrab. Namun bukan hanya kami berdua yang akrab, tapi juga Vita, Dara, Aldi, Ale, Ardhi dan Rudy. Persahabatan kami, selalu terjaga hingga saat ini Mas..."


"Pasti sangat menyenangkan ya Yank, saat berkumpul dengan mereka....?"


"Iya Mas..."


"Bercerita tentang sahabat, aku jadi teringat pada Bima Yank.. Kami bersahabat dari SMP... Aku dan dia, seolah tak terpisahkan. Kami berdua selalu kompak. Bahkan selama mengenyam bangku pendidikan, kami sama-sama tidak tertarik untuk memiliki pacar. Sampai saat lulus kuliah, Abimana tetap bersikukuh untuk tidak memiliki kekasih, karena ia ingin menjaga hati untuk satu wanita saja, yang diyakini kelak menjadi istrinya..."


Gleg...


Mendengar cerita tentang Abimana, seolah membuka kembali kenangan lama Alya bersama sang mantan kekasih.


"Berarti, aku ya Mas..., yang pertama menjadi kekasih Mas Abi..?"


"Iya Yank.. Sayang yang pertama dan terakhir bagi Abimana..."


Dada Alya tiba2 kembali merasa sesak. Buliran air bening hampir saja menetes. Namun demi menjaga perasaan sang suami, ia berusaha menahannya.


"Kalau bagi Mas Rai, aku sudah yang ke berapa...?" Tanya Alya dengan suara yang sedikit serak.


"Jangan tanyakan itu Sayang..! Yang terpenting untuk saat ini dan selamanya, hanya Sayang yang selalu ada di hati dan hidupku..."


"Tapi aku ingin tau Mas..."


"Hmm.., tapi aku takut akan membuat hatimu terluka Yank.."


"Please Mas..! Aku benar-benar ingin tau.."


"Baiklah Sayangku.. Tapi janji jangan berpikiran yang membuatmu sedih ya..!"


"Heem Mas..."


"Aku hanya pernah memiliki perasaan terhadap Mala Yank, itu pun sudah lama terhapus, setelah kehadiran Sayang. Aku dan Mala dijodohkan oleh kedua orang tua kami. Perjodohan itu hanya bertahan selama satu tahun, karena ketidak berdayaanku mengobati penyakit adiknya. Mama dan papa merasa terpukul dengan keputusan Mala beserta keluarganya, yang memutuskan pertunangan kami. Karena merasa bersalah, mama dan papa tidak ingin lagi menjodohkan putranya ini. Bahkan mereka akan menerima dengan tangan terbuka, siapa pun yang menjadi pilihan hati seorang Raikhan..."


"Mm.., itu makanya mama dan papa, menerima serta menyayangi si gadis biasa ini Mas..?"


"Iya Sayang, itu salah satunya. Namun karakter seorang Alya Putri lah, yang membuat mereka semakin menyayangi menantunya ini..."


"Benarkah Mas..?"


"Tentu saja Yank..."


Raikhan mencium puncak kepala sang istri dengan mesra.


"Percayalah Sayang, hanya kamu wanita yang selamanya menjadi istri seorang Raikhan dan selalu aku cintai..."


Dengan lembut Raikhan memberikan kecupan di seluruh wajah sang istri, dan mulai menyatukan cinta mereka kembali, dalam kenikmatan mereguk surga dunia...

__ADS_1


__ADS_2