Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Welcome Tuan Muda


__ADS_3

Haiii Readers


Bagi readers yang membaca kisah Alya dari episode awal, pasti akan langsung tahu siapa si Tuan Muda?


Bahkan dari komenan beberapa readers, banyak yang nge fans dengan sosok sahabat Alya yang satu ini... šŸ˜


Sosok seorang Tuan Muda yang baik hati, sederhana, supel dan tentunya memiliki wajah yang menarik serta kharismatik.


Yukksss, dibaca kelanjutan kisah Alya ini ya Sob...!!


Jangan lupa untuk like šŸ‘, klik ā¤ untuk favorit, beri rate 5, dan vote untuk mendukung author šŸ˜‰ Btw jangan ragu untuk memberikan komentar, karena author akan lebih bersemangat ketika membaca koment dari readers.


Trimakasih & happy reading šŸ˜


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Selepas Isya'....


Saat ini Alya dan Raikhan tengah mempersiapkan diri untuk menghadiri resepsi pernikahan Aldi dan Renata. Aldi adalah salah seorang sahabat Alya yang teramat menyayangi si gadis biasa. Bahkan ia sempat berharap, supaya Alya bisa memiliki hubungan khusus (melebihi persahabatan) dengan saudara sepupunya, Arif si Tuan Muda.


Tapi sayang, karena sikap Arif yang terkadang tidak terbaca membuat si gadis biasa ragu, dan memutuskan hanya tetap menganggap lelaki itu sebagai sahabat.......


****************


"Mas..., istrimu ini sudah terlihat cantik dan anggun belum..?" Tanya Alya kepada sang suami. Saat ini ia sedang duduk di depan cermin.


"Istriku selalu cantik dan anggun. Tapi jangan terlalu cantik Yank...!! Akan banyak pria yang menatapmu nanti.., aku bisa cemburu.." Balas Raikhan dengan menatap lekat-lekat sang istri dan duduk bersimpuh di hadapannya.


Alya merangkum wajah sang suami...


"Aku kan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu Mas, mana mungkin ada yang tertarik.."


"Hmmm.., kharisma seorang wanita hamil itu lebih terpancar Yank.."


"Oya..?"


"Iya Sayang... Bahkan suamimu ini semakin terpesona dengan kharisma bumil yang sedang duduk di hadapanku.." Raikhan memegang kedua tangan Alya yang masih merangkum wajahnya.


"Mulai lagi Mas..., gombalanmu.."


"Kapan aku gombal Yank..?? Si tampan ini selalu berkata jujur pada sang istri tercinta..."


"Hhhaha..., iya..., iya Mas..., aku percaya.."


Dengan penuh rasa sayang, Alya mencium dahi sang suami.


"Kita berangkat sekarang Mas...!" Alya melepas rangkuman tangannya dari wajah Raikhan.


"Baiklah Sayangku...."

__ADS_1


Mereka berdua beranjak dari duduk, dan mulai berjalan keluar dari kamar.


Raikhan dan Alya melangkahkan kaki menuju garasi.


Sesampai di depan pintu mobil, mereka dengan segera masuk ke dalamnya.


Raikhan mulai melajukan mobil dengan perlahan.....


*****************


Resepsi pernikahan Aldi dan Renata berlangsung di sebuah aula hotel berbintang lima.


Setelah mengisi buku tamu, Raikhan dan Alya melangkahkan kaki memasuki ruangan. Di samping kanan dan kiri pintu masuk ruangan tersebut, dihiasi janur kuning yang melengkung.


Begitu memasuki ruangan, nampak nuansa romantis yang terpancar. Ruangan itu di dekor dengan rangkaian bunga mawar nan cantik dan foto kedua mempelai pun terpajang.


Alya dan Raikhan, mulai berjalan mendekati kedua mempelai. Nampak wajah Aldi dan Renata yang begitu bahagia.


"Aldi..., selamat ya Sob. Swear nggak nyangka Di, akhirnya kamu sudah jadi suami orang..." Ucap Alya dengan menjabat tangan sahabatnya dengan erat. Mata keduanya nampak berbinar.


"Hhhaha..., iya Al... Kamu juga Sob, nggak nyangka sudah menjadi istri orang....."


"Semoga sakinah mawadah warohmah ya Sob..." Ucap Alya, mendoakan sahabatnya dengan tulus.


"Aamiin, makasih ya Sob..."


"Masama Di..." Setelah memberi selamat pada Aldi, Alya berganti memberi selamat pada Renata dan memeluk si mempelai wanita. Raikhan yang berjalan mengikuti sang istri dari belakang pun juga menjabat tangan kedua mempelai serta mengucapkan selamat.


"Sayang ingin makan apa?? Biar aku saja yang mengambilkan..."


"Selad solo dan ice cream ya Mas..." Balas Alya dengan menampakan senyumannya.


"Hmmm, baiklah Sayang. Tunggu di sini dulu, dan duduk manis...!"


"Okay Mas...."


Alya duduk di kursi tamu, sedangkan Raikhan melangkah mendekat ke meja saji....


Ketika sedang duduk menunggu sang suami, Alya mendengar suara yang dulu teramat familiar, menyapanya.


"Alya..."


Seketika Alya menoleh ke arah asal suara, ternyata sudah ada seorang pria yang duduk bersebelahan dengannya.


"Arif..." Ucap Alya dengan menatap Arif, seolah ia tidak percaya bahwa pria yang kini duduk di sampingnya adalah si Tuan Muda.


"Iya Al..., aku Arif..." Balas Arif, pria itu pun juga menatap Alya, disertai seulas senyuman.


"Wahhhh..., welcome Tuan Muda Arif..." Mata Alya nampak berbinar, karena bertemu dengan sahabatnya yang special.

__ADS_1


"Thank's Alya.."


"Sejak kapan pulang ke Indonesia Rif..?"


"Baru kemarin Al.., karena mendapat undangan pernikahan dari Aldi, dan setelah memperoleh kabar kalau ternyata sahabatku yang satu ini sudah menikah..."


"Siapa yang memberitahumu Rif...?"


"Aldi... Selain mengirim undangan via online, ia juga banyak bercerita tentangmu Al..."


"Ohh..., Aldi memang tidak berubah.."


"Iya Al... Bahkan dia sangat menyesalkan pernikahan kalian yang tergesa-gesa. Kata Aldi pernikahan kalian tidak berlandaskan cinta.."


"Awalnya seperti itu Rif, tapi sekarang aku sudah mencintai suamiku. Sebentar lagi kami juga akan memiliki buah hati..."


"Apa kamu yakin bahagia dengan pernikahanmu Al..??"


"Sangat yakin Rif.., karena suamiku seorang pria yang hebat..."


"Huftt..., aku teramat terlambat Al..."


"Maksudmu Rif...??"


"Harusnya aku yang berada di sisimu saat ini, jika kesalahan itu tidak pernah aku ucapkan..."


"Maaf Rif, aku semakin tidak mengerti dengan ucapanmu..."


"Al, sebenarnya perasaan itu sudah ada sejak kita pertama kali menjalankan sholat Dhuha berdua, sewaktu di SMA dulu..."


"Perasaan apa yang kamu maksud Rif..?" Alya semakin tidak mengerti dengan ucapan Arif.


"Perasaan mengagumi seorang gadis, yang berubah menjadi cinta..."


Gleg....


Alya terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Arif. Dulu dia menganggap semua perhatian Arif, hanya sebuah ungkapan sayang seorang sahabat. Bahkan untuk berpikir lebih pun, ia tidak berani, karena mereka berada di hierarki yang berbeda.


"Al, kesalahanku adalah mengucapkan kata.., terlambat.. Sebenarnya, itu hanya alibi ku untuk menahan perasaan yang teramat dalam padamu. Aku takut apabila nanti papa tidak merestui jika putranya ini memiliki hubungan dengan seorang gadis yang sederhana.... Namun apa yang telah aku ucapkan dan sikapku yang pengecut, malah menjadi bumerang di kehidupan seorang Arif saat ini..."


"Rif..., dulu aku sudah merasakan ada yang berbeda dengan perhatianmu yang seolah berlebihan. Namun aku sadar dengan posisiku yang hanya seorang gadis biasa, sedangkan dirimu adalah seorang Tuan Muda... Apalagi dengan ucapanmu yang seolah tidak mengharapkan ada hubungan melebihi persahabatan di antara kita.. Aku sudah menghempas perasaan kagum yang dulu pernah ada Rif... Karena aku takut, kekaguman itu juga berubah menjadi cinta..."


"Maafkan aku Al...!! Andai kamu memberi kesempatan, aku akan berusaha menebus kesalahan di masa lalu..."


"Sudahlah Rif.., anggap semua yang terjadi biarlah kenangan di masa lalu...!!"


"Tapi jujur Al, aku belum bisa menerima semua ini. Datanglah padaku ketika kamu merasa tidak bahagia dengan ikatan pernikahan kalian....!!"


"Maaf Rif... Aku sudah teramat bahagia dengan ikatan pernikahan kami... Suamiku sangat mencintai seorang gadis biasa ini, bahkan cintanya seolah tanpa syarat...."

__ADS_1


Arif terdiam mendengar semua ucapan Alya. Pria itu merasa teramat kecewa dan menyesal dengan kesalahannya di masa lalu....


__ADS_2