Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Pria Nekat


__ADS_3

"Mbak Alya..., ada yang nyari.." Teriak Hana dari luar kamar.


"Ya, siapa dek..??" Jawabku, dengan segera berjalan keluar kamar, dan menuju ruang tamu.


"Siapa Hana..??"


"Teman kakak tuch.." Jawab Hana, sembari memonyongkan mulutnya, seolah menunjuk ke arah seseorang yang mencariku.


Deg.. Aku melihat pria itu sudah duduk di kursi.. Pria yang sudah lama telah kuhapus jejaknya dari memory..


"Al.., aku datang.." Ucapnya dengan tersenyum dan menatapku lekat.


"Angga..?"


"Iya Al.., trimakasih sudah mengacuhkanku di malam reoni itu.. Tapi tak apa, aku masih punya kesempatan untuk bertemu denganmu di sini, di rumahmu..."


"Apa maksudmu datang ke mari..???"


"Duduk di sebelahku dulu Al, akan aku beri tau nanti....."


Dengan menghela nafas panjang, aku berjalan ke arahnya, dan duduk di kursi, bersebelahan dengan Angga.


"Al..., maaf, mungkin kamu tidak suka dengan kedatanganku.. Tapi aku sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk bertemu denganmu.."


"Al.., aku masih menyimpan kado pemberianmu waktu kita masih SMA.. Aku juga masih menyimpan semua surat balasan darimu.. Aku memang pria menyedihkan Al, masih mengharap pada gadis yang di hatinya sudah tidak ada aku lagi...." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Aku kasihan melihat Angga yang terlihat rapuh, tapi aku benci ketika mengingat dia dan Ratna pernah berbuat sesuatu yang membuat aku jiji*.....


Aku masih terdiam..., tidak membalas ucapan Angga..


"Al.., kamu masih tidak bisa memaafkanku..?? Aku benar-benar minta maaf Al, aku khilaf.., aku bersalah saat itu..."


"Ngga.., aku sudah memaafkanmu dari dulu, jangan pernah lagi merasa bersalah..!! Bukankah kita dari dulu hanya berteman, tidak lebih.." Jawabku tanpa menatapnya.


"Trimakasih Al.. Tapi.., masihkah ada harapan untuk memperbaiki semua kesalahanku? Impianku selama ini kamu membalas perasaanku.."


"Maaf Ngga, untuk saat ini aku belum bisa membalas perasaanmu.. Aku masih nyaman seperti ini.."


"Apa karena Arif..??"


"Bukan.., dia hanya sahabatku.."


"Lalu apa..?? please Al.., aku mohon beri aku kesempatan untuk mendapatkan balasan darimu.."


"Aku berjanji Al.., akan mencurahimu dengan kasih sayang, aku akan memberikan kebahagiaan.."


"Entahlah Ngga.. Aku benar-benar belum bisa menerimamu.."


"Please Al... Aku mohon dengan sangat Alya..!!" Angga beranjak dari duduknya dan bersimpuh di kakiku..


"Bangkitlah Ngga.., aku tidak nyaman.."


"Aku akan bangkit, asal kamu mau menerimaku Al.."

__ADS_1


Huftt.., rasanya aku kualahan menghadapi pria nekat ini.. Entah apa yang harus aku lakukan...


"Bangkitlah Ngga.., aku akan memberimu kesempatan.." Ucapku dengan terpaksa..


Angga mulai berdiri, nampak di bibirnya tersungging senyum kepuasan, kebahagiaan...


"Trimakasih Alya.." Ia berucap dengan tangannya akan memelukku.. Namun segera aku menepisnya..


"Eits..., sudah Ngga..!! Jangan pernah mencoba memelukku...!! Dan ingat, meski aku memberimu kesempatan, tapi aku masih Alya yang dulu.. Aku tidak ingin diciu*... atau kamu peluk.."


"Baiklah Al.., aku akan berusaha untuk tidak melakukannya.. Kita jadiankan Al...??"


"Ya.., aku akan mencoba memulai hubungan kita ini.." Ucapku dengan berat hati...


"Trimakasih Sayang.., trimakasih..." Ucapnya penuh kemenangan.....


"Al.., kamu tidak menawariku minum..??Hhhehe.."


"Hhmmmm.., sebentar..., aku buatkan dulu.." Aku berjalan ke dapur dan membuatkannya teh hangat.


Setelah teh hangat siap, aku menuju ruang tamu dan mempersilahkan Angga untuk meminumnya.


"Trimakasih ya Al.."


"Heem.."


"Besok kita jalan2 Yank.."


"Aku antar kamu kerja ya..?"


"Nggak usah Ngga.."


"Kenapa Al..? Kita sudah resmi jadian lho.."


"Tapi aku ingin berangkat sendiri.., okey.."


"Baiklah, pulangnya aku jemput ya, kamu share loc aja..!!"


"Kita lihat saja besok... Sudah malam, aku mau tidur, Ngga.."


"Baru jam delapan Al.."


"Iya, tapi aku lelah, seharian pekerjaanku lumayan banyak.." Alasanku yang ingin Angga cepat pulang.


"Baiklah Al, aku pulang dulu ya..?"


"Heem.."


"Selamat tidur Sayang.., mimpikan aku ya..!!" Ucapnya lebai... Aku hanya tersenyum kecut, tanpa membalasnya..


Aku mengantarnya sampai di depan pintu. Angga berlalu dengan memberi senyuman, yang memperlihatkan kedua lesung pipinya.


Aku berjalan menuju kamar, kurebahkan badanku di atas ranjang.., kuambil ponsel..

__ADS_1


Ada beberapa pesan masuk.., terutama dari mas Abi..


18.30] Al bagaimana keadaanmu?


Apa kemarin malam reoninya sukses?


18.40] Al, aku menunggu ceritamu lagi


šŸ˜‰šŸ˜‰šŸ˜‰


Segera aku membalas pesan dari mas Abi dengan meneleponnya... Satu panggilan langsung diangkatnya 😊😊😊


šŸ‘¦ : "Assalammu'allaikum.. Anak manis, belum tidur?"


šŸ‘§ : "Wa'allaikumsalam.. Belum Mas, masih jam delapan, maaf tadi nggak langsung balas pesan Mas Abi.. Ada tamu tak diundang.."


šŸ‘¦ : "Siapa Al..??"


šŸ‘§ : "Angga.."


šŸ‘¦ : "Hah.., teman SMA mu yang....."


šŸ‘§ : "Huum Mas, aku terpaksa menerimanya..."


šŸ‘¦ : "Loh.., kog bisa Al..??"


šŸ‘§ : "Dia nekat Mas, memohon sambil bersimpuh.. Aku bingung mau berbuat apa?"


šŸ‘¦ : "Kalau kamu tidak suka ya harus tetap tegas Al, menolaknya..!!"


šŸ‘§ : "Huum Mas.., tapi mau gimana lagi, aku kasihan padanya.."


šŸ‘¦ : "Yasudah Al kalau sudah terlanjur menerimanya.. Tapi kalau kamu sedang pergi berdua dengan Angga, kabari aku segera ya Al..!! Entah mengapa feelingku tidak enak, kalau kamu dengannya."


šŸ‘§ : "Huum Mas.., makasih ya Mas Abi.."


šŸ‘¦ : "Sama2 Al.. Istirahat dulu.., besok kerja kan?"


šŸ‘§ : "Huum."


šŸ‘¦ : "Aku antar?"


šŸ‘§ : "Tidak usah Mas, aku bisa berangkat sendiri kog.."


šŸ‘¦ : "Baiklah anak manis, kalau ada apa2 jangan ragu kirim pesan atau telepon aku ya..!!"


šŸ‘§ : "Siap Mas.. Sebenarnya aku masih ingin cerita tentang reoni kemarin Mas.. Tapi kapan2 aja kalau Mas Abi main ke rumah lagi, hhhehe...."


šŸ‘¦ : "Baiklah Al.. Assalammu'allaikum..."


šŸ‘§ : "Wa'allaikumsalam, Mas.."


Aku menutup panggilan itu, dan aku mulai berangkat ke alam mimpi... 😓😓😓

__ADS_1


__ADS_2