Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Selalu Merasa Disayang


__ADS_3

Alya dan Raikhan masih saling berpelukan hingga terdengar lantunan adzan Subuh.


"Sayang.., pelukannya nanti lagi ya...? Sudah terdengar adzan...." Raikhan tampak menahan tawa dengan sikap istrinya yang seolah tidak ingin terlepas dari pelukan sang suami.


"Iya Mas..." Balas Alya dengan perlahan melepas tangannya yang melingkar di tubuh Raikhan. Wajahnya tampak cemberut.


"Jangan cemberut Sayang...!! Katanya belum cinta, tapi kog ingin dipeluk terus....??Hhhhehe...." Raikhan mencubit hidung istrinya dengan gemas.


"Alya kan sudah bilang Mas.., meski belum cinta tapi aku merasa nyaman..., huftt..." Alya membalas ucapan suaminya dengan sebal.


Cup...


Raikhan mencium kening Alya. Nampak rona merah di wajah istrinya.


"Hhhehe.., tuch memerah mukanya..."


"Apa-apan sich Mas..., aku mau ambil air wudhu dulu.." Alya menunduk menyembunyikan rona merah.


Ia berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Raikhan mengikuti langkah istrinya dari belakang.


Usai berwudhu mereka bersiap menjalankan sholat Subuh dengan berjamaah.


Alya dan Raikhan membentangkan sajadah. Setelah sang istri memakai mukena, Raikhan memulai ritual ibadahnya.


Usai salam, kedua pengantin baru itu menengadahkan kedua tangan, berucap segala pinta.


Tibalah saat pembacaan kalam cinta. Perpaduan antara suara Raikhan dan Alya, seolah menggetarkan alam. Hingga air langit pun menetes perlahan mendengar keindahan lantunannya...


"Maha benar Allah atas segala firmanNya...." Mereka berdua menyudahi pembacaan kalam cinta.


Setelah menutup mushaf, Raikhan duduk semakin mendekat pada sang istri. Alya pun mulai menutup mushaf yang ada di tangannya. Ia menaruh kedua mushaf itu, di meja yang berdekatan dengan posisinya saat ini.


"Sayang...." Raihan mulai menatap Alya dengan pancaran mata penuh cinta.


"Ya Mas..." Alya membalas tatapan mata suaminya.


Raikhan mengusap pipi sang istri dengan kelembutan.


"Jangan menangis lagi ya Yank...!! Lukamu adalah lukaku juga, dan tangis istriku ini adalah nestapa bagi suamimu... Buka lembaran baru dengan bahagia, meski tanpa melupakan masa lalu...."


Alya memegang tangan Raikhan yang masih berada di pipinya...


"Iya Mas..., istrimu ini akan berusaha untuk tidak lagi menangisi takdir yang telah tertulis, meski rasa sakit masih saja menghujam. Bagaimanapun juga perasaanku padanya terlanjur tertoreh sangat dalam..." Ucap Alya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya Sayang..., trimakasih sudah memiliki perasaan pada Bima dengan sangat dalam. Dia sahabat terbaik yang ada di dunia ini Al... Bahkan rasa kehilangan juga masih menyelimutiku. Ada kehampaan saat Abimana tak lagi ada..."


"Mas..., buatlah aku mencintaimu...!! In shaa Allah istrimu ini akan berusaha membalasnya dengan cinta yang lebih besar..."


"Iya Sayang, aku akan selalu berusaha... Sini aku peluk lagi.."


Alya tersenyum menyambut pelukan sang suami.......


****************


Arunika menyapa, tak ada lagi rintik gerimis yang membasahi bumi.


Sepasang pengantin baru telah selesai membersihkan diri dengan mandi, meski semalaman mereka belum mereguk manisnya surga dunia.

__ADS_1


Alya dan Raikhan hanya saling berpeluk.


Rasa cinta dan sayang yang dimiliki Raikhan pada Alya, melebihi nafsunya untuk memiliki tubuh sang istri. Pria itu teramat menjaga perasaan wanita yang dicintai. Ia teramat bersabar, hingga waktunya tiba. Ketika Alya benar2 telah siap membuka hati dan membalas rasa cintanya. Suami Alya hanya memberikan ungkapan kasih sayang dan cinta dengan kecupan tanpa di dasari oleh api gairah.


"Mas..., aku ke dapur dulu ya...? Siapa tau Bi Ijah sedang menyiapkan sarapan..."


"Iya Sayang..., sebentar lagi aku juga akan menemani Papa, berbincang di taman belakang..."


"Aku duluan ya Mas...?"


"Sebentar....!" Raikhan menarik tangan sang istri, hingga Alya kembali berada di pelukan suaminya.


"Sayang..., aku sangat mencintaimu..." Raikhan mencium puncak kepala istrinya dengan kelembutan. Alya kembali merasa teramat disayang, ada kehangatan yang menjalar di seluruh tubuhnya.


"Te..., terimakasih Mas..." Jawabnya dengan mencoba menahan gejolak rasa.


"Sayang, besok kita pergi ke suatu tempat ya...? Tapi harus berangkat sebelum subuh...."


"Kemana Mas....?"


"Ada dech...., hhehe... Tempat itu sangat indah Yank... Kalau nanti malam, kita ke Taman Pelangi ya..?"


"Heem Mas...."


"Yuk kita keluar dari kamar...!!" Raikhan melepaskan pelukannya dengan perlahan, dan memberi kecupan di pipi kanan sang istri.


Mereka melangkah keluar dari kamar. Raikhan selalu menggenggam tangan sang istri, seolah tak ingin terpisah.


"Mas, aku ke dapur. Mau dibuatkan teh atau kopi?"


"Aku teh, Papa biasanya kopi hitam Yank..."


"Aku tunggu minumannya di taman belakang. Jangan lupa bawakan biskuit juga ya Yank...!" Ucap Raikhan dengan memberikan senyuman manis. Lagi2 pria itu sukses membuat istrinya merasa disayang, dengan mendaratkan kecupan lembut di kening...


Cup....


"Iya Mas, akan aku buatkan..." Balas Alya dengan tersenyum, di matanya nampak binar kebahagiaan, karena merasa teramat disayang oleh suami.


Raikhan melangkahkan kaki menuju ke taman belakang. Di sana sudah ada Papa Abraham sedang duduk dengan santai. Beliau menyadari kehadiran putra kesayangan, dan menyambutnya dengan senyuman. Raikhan duduk bersebelahan dengan papa, kemudian mereka berbincang.


****************


Alya melangkah menuju dapur. Sesampai di sana, sudah ada Mama Shela dan Bi Ijah yang sedang sibuk memasak.


"Selamat pagi Ma..., Bi Ijah..." Sapa Alya dengan tersenyum.


"Pagi Sayang..."


"Pagi Non..."


Mereka berdua juga tersenyum membalas sapaan Alya.


"Masak apa Ma...?"


"Biasa Al, cuma sayuran dilengkapi ayam goreng, ikan goreng, tempe dan tahu bacam..."


"Hmmm, aromanya menggoda Ma..."

__ADS_1


"Oya...? Menggoda mana aroma masakan ini, atau.... Aroma putra Mama...?? Hhhhehe..." Mama Shela mulai mencandai menantunya.


"Mama..., bisa saja...." Alya tersenyum malu. Mereka mulai menyiapkan hidangan di atas meja.


"Putri Mama yang cantik, apa saja yang dilakukan putra Mama terhadap istrinya ini semalaman....?" Mama bertanya penuh ingin tahu.


"Mmmmm..., Alya jawab tidak ya...??" Alya gantian mencandai Mama Shela. Beliau merasa sangat penasaran dengan malam pertama kedua pasangan pengantin baru.


"Ayolah Sayang..., beritahukan pada Mama..!! Cerita ya Al..., ya...ya..ya...!!!" Mama Shela memohon dengan menampakan mimik wajah yang terlihat lucu.


Alya tertawa kecil dengan tingkah sang Mama mertua.


"Baiklah akan Alya ceritakan..."


"Cepat ceritakan Sayang...!! Sebelum kedua pria itu datang kemari..."


"Hhhehe..., iya Mama mertua Sayang... Mas Raikhan memeluk dan menciumi Alya dengan penuh kasih sayang Ma..." Balas Alya dengan tersenyum.


"Terus apalagi Sayang...?"


"Mmm.., cuma itu saja Ma. Kami menjalankan sholat dan membaca kalam cinta bersama..."


"Kalian belum mereguk kenikmatan surga dunia...?" Tampak Mama Shela mengerutkan kening.


"Belum Ma... Mas Raikhan menunggu Alya benar2 siap..."


"Owhh..., begitu ya...??"


"Heem Ma.., Mas Raikhan sangat pengertian..."


"Iya Sayang, semoga kalian berbahagia ya dengan pernikahan ini.. Mama akan selalu berdoa yang terbaik..."


"Makasih Ma..."


"Iya Sayang.."


"Owhh.., sampai lupa Ma.. Mas Raikhan minta dibuatkan teh untuknya dan kopi untuk Papa..."


"Kalau begitu, Mama akan bantu membuatkannya..." Mama Shela dan Alya mulai membuat teh dan kopi untuk kedua pria kesayangan.....


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Happy Reading...


Readers next episode, In shaa Allah author akan mulai lagi mengajak berkeliling ke beberapa tempat wisata yang ada di Yogyakarta.


Jangan lupa tinggalkan jejak, klik ā¤ untuk favorit, like, koment... boleh saran atau kritik, serta vote untuk memberi dukungan pada author.


Matur Nuwun.... 😘😘


Intip juga karya sobat author yang lainnya... šŸ˜




__ADS_1



__ADS_2