Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Doa di Sepertiga Malam...


__ADS_3

Malam semakin larut..., Raikhan menutup jendela kamarnya. Pria gagah itu menyuruh Alya agar segera beristirahat.


"Al..., sudah larut malam.. Istirahatkan badan dan pikiranmu..!! Besok pagi aku akan mengantarmu pulang. Oya, tadi aku sudah menghubungi Asti untuk meminta ijin Ibu, karena malam ini putrinya menginap di rumah kami..."


"Beliau mengijinkan, karena mengetahui keadaanmu Al, tidak mungkin malam2 Ibu menyuruhku untuk mengantarkan putrinya pulang dengan kondisi badan yang masih lemah. Jangan khawatir Al, aku akan tidur di kamar lain, kebetulan bibi sudah membersihkannya. Papa dan Mama juga ada di rumah mengawasi...."


"Kunci pintu sebelum tidur...!! Kalau perlu sesuatu.., kamu bisa menghubungiku lewat telepon...."


"Iya Mas Raikhan..., trimakasih. Maaf sudah merepotkanmu..."


"Sama sekali tidak merepotkan kog Al...., tidurlah yang tenang..!! Kalau rasa sedih itu datang lagi, mengadulah padaNya. Lantunkan kalam cintaNya...!! In shaa Allah, hatimu akan merasa tenang..."


"Heem Mas..."


"Selamat malam Alya..."


"Malam Mas Raikhan..."


Raikhan melangkah keluar kamar, dan menutup pintu dengan perlahan. Diikuti oleh Alya, yang kemudian mengunci pintu itu.


Si gadis malang berjalan menuju ranjang, dan membaringkan tubuh lemahnya. Ia segera menarik selimut dan mencoba memejamkan mata. Namun Alya masih saja tidak bisa tidur dengan tenang. Di pikirannya selalu terbayang wajah Abi, sang kekasih yang teramat dirindukan. Rasa sedih dan hampa mulai menjalari perasaan.


Alya teringat pesan Raikhan.., bila hatinya masih bersedih maka mengadulah dan membaca kalam cintaNya.


Alya beranjak dan segera berjalan perlahan dengan tubuh yang masih lemah, menuju kamar mandi. Kemudian, ia mengambil air untuk berwudhu.


Selesai wudhu, Alya berjalan ke sisi ranjang.


Gadis itu membentangkan sajadah dan memakai mukena. Ia pun duduk serta mulai membuka kalam cinta dan melantunkan dengan suara merdu.


Tiba2 Alya teringat pernah membaca surah itu secara bergantian dengan Abi dan Raikhan. Saat mereka berada di rumah si dokter muda, untuk memberikan undangan pernikahan.


Namun, undangan pernikahan yang telah disebar serasa percuma, karena sang calon mempelai pria telah tiada.


Alya pun meneteskan air mata dan mengadu pada Robb nya. Lama kelamaan.., karena kelelahan menangis, Alya tertidur di atas sajadah, tangannya memeluk erat musaf kalam cintaNya.


**************


Di sepertiga malam....

__ADS_1


Seorang pria tampan terlihat sedang duduk dan berdoa dengan khusyu di atas sajadah, memohon dengan penuh pengharapan...


"Ya Robb..., hilangkanlah kedukaan di hati gadis yang hamba cintai, berikanlah ia kebahagiaan, kembalikan senyum cerianya..."


"Ya Robb..., tiap tetesan air mata gadis itu, adalah nestapa bagi hamba. Ijinkanlah diri ini untuk menghapusnya..., ridhoi hamba yang meski tak sempurna, agar mampu menjaga gadis itu di setiap langkah kehidupan. Jadikanlah hambaMu ini, perantara kekuatan untuk melanjutkan kehidupannya...."


"Robb..., kabulkanlah segala pinta hamba..."


Usai memanjatkan segala doa, pria itu mengusap wajah dengan kedua telapak tangan...., dilanjutkan dengan lantunan kalam cinta yang terdengar sangat merdu dari bibirnya.....


Raikhan..., itulah sosok pria yang selalu bangun di sepertiga malam untuk bersujud dan mengiba pada Tuhannya....


*****************


Pagi menjelang, arunika menyapa.


Alya maupun Raikhan sudah membersihkan diri dan menjalankan sholat subuh di kamar masing2.


Di dapur..., Mama Shela dan Bi Ijah sudah menyiapkan sarapan. Papa Abraham tengah asik membaca koran dan meminum kopi hitam di taman, belakang rumah.


Alya keluar kamar, mencari Mama Shela. Tubuhnya kini sudah tidak terlalu lemah. Ia mulai bisa menguasai kedukaan setelah semalaman mengadu pada Robb nya.


"Ma...." Ia memanggil Mama Shela dengan suara lembut. Mama Shela menoleh dan tersenyum.


"Hai..., Sayang. Sudah bangun rupanya.., putri Mama yang cantikkk..."


"Heem... Mama sedang masak apa?"


"Mama sedang masak sayur bayam Sayang..., untuk putri Mama." Balas Mama dengan tersenyum dan memberikan tatapan penuh kasih sayang pada Alya.


"Ma..,trimakasih ya. Meski baru kemarin kita bertemu, tapi perhatian Mama membuat Alya merasa disayang...."


Mama Shela mematikan kompor, karena sayur bayam yang beliau masak sudah matang. Ia menggandheng tangan Alya, dan mengajak si gadis untuk duduk di kursi yang berada di ruang makan.


Wanita itu pun mulai membalas perkataan Alya dengan suara lembut.


"Sayang..., maafkan Mama ya.., mungkin sikap Mama berlebihan. Entah mengapa sejak pertama melihatmu, ada perasaan sayang yang begitu saja mengalir. Mama ingin selalu memperhatikan dan selalu ingin dekat dengan Alya.."


"Dulu Mama pernah kehilangan seorang anak perempuan. Dia tiada karena sakit panas. Putri Mama itu meninggal saat usianya masih tiga tahun. Betapa terpukulnya hati Mama saat itu Al..." Mama Shela mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Gadis kecil itu adik Raikhan. Putra Mama juga teramat berduka kehilangan adik satu2nya. Karena itulah Raikhan bercita-cita untuk menjadi dokter. Namun apa yang diraihnya kandas ketika tunangan putra Mama memutuskan hubungan mereka, hanya karena Raikhan tidak mampu menyelamatkan nyawa adik dari kekasihnya yang saat itu sedang sakit parah..."


Pandangan mata Mama menerawang. Ia merasakan apa yang diderita oleh putranya. Kedukaan karena harus kehilangan adik satu2nya dan kepedihan diputuskan oleh tunangan, karena ketidak berdayaan Raikhan menyelamatkan nyawa seseorang.


"Sabar ya Ma...!! Alya kira apa yang menimpa pada diri ini lebih menyedihkan. Tapi ternyata Mas Raikhan juga pernah mengalami ujian yang tidak kalah berat...."


"Iya Sayang..., anggaplah setiap ujian hidup sebagai tanda kasih sayangNya. Untuk itu, lanjutkan hidupmu dengan bahagia Al... Yakinlah, bahwa Dia...sangat menyayangi hambaNya. Tidak ada ujian yang tak sanggup dilalui oleh setiap insan, jika iklas dan tawakal selalu menjadi kunci untuk melaluinya..."


"Trimakasih Ma.., sudah memberi pencerahan pada Alya..."


"Kembali kasih Al... Sini Mama ingin memeluk putri cantik ini...!!" Mama Shela dan Alya berpelukan, seolah mereka adalah ibu dan anak yang saling menyayangi.


"Al..., menurutmu apa kekurangan dari putra Mama?"


"Sama sekali tidak ada Ma..., Mas Abi dan Mas Raikhan sama2 seorang pria yang sempurna menurut Alya. Mereka dua sahabat yang memiliki sifat dan sikap yang hampir mirip..."


"Al..., Mama sangat bahagia melihat putra Mama kembali normal..."


"Maksud Mama..?"


"Setelah diputus dan ditinggalkan oleh tunangannya, Raikhan terlihat dingin pada setiap wanita."


"Baru kemarin Mama merasa lega.., karena melihatnya teramat perhatian dan peduli pada seorang gadis.... Tatapan mata Raikhan tidak bisa menipu perasaan seorang ibu, dia sedang mencintai gadis itu dengan sangat tulus..."


Deg...


Alya terdiam mendengar semua perkataan Mama Shela. Ada perasaan tidak enak karena pernah menolak putranya.


"Al.., gadis itu kamu Sayang. Mama dan Papa berharap setelah kedukaanmu mereda, terimalah putra kami untuk menggantikan Abimana. Tidak perlu membalas cinta Raikhan saat ini, cukup hanya mengijinkan putra Mama untuk selalu berada di samping dan menjagamu, sudah membuat perasaan Mama dan Papa menjadi lega serta bahagia Al..."


Alya terdiam..., gadis itu mencoba mencerna semua perkataan Mama Shela.....


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Readers apa ya yang akan terjadi dalam kisah Alya selanjutnya...???


Jangan lupa tinggalkan jejak like, koment, vote untuk mendukung author, dan klik ❤ untuk favorit.


Trimakasih 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2