
Setelah selesai memetik dan mengumpulkan buah salak, kami berdua menaiki tangga dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Duh.., aku nggak bawa pakaian ganti Mas. Bajuku kotor..." Aku bingung, ingin sekalian membersihkan diri dengan mandi, tapi sayang tidak membawa pakaian ganti.
"Tenang Al, aku pinjamkan baju ganti milik Ibu ya..."
"Jangan Mas, nanti ngrepotin... Atau kita langsung pulang aja ya Mas..."
"Hmmm...., santai aja Al..., pokoknya tunggu sebentar di sini..!! Selepas Maghrib, aku mau ajak sayang ke Warung Kopi Merapi..." Ucap Mas Abi disertai senyuman, tanpa menunggu balasan dariku. Dengan segera ia berjalan menuju kamar Ibunya.
Aku menunggu Mas Abi, sembari memainkan ponsel di tanganku. Rupanya beberapa menit yang lalu ada kiriman chat dari Lisa.
15.30] Mb Al, Oppa mencarimu, hhehe
15.45] Mb, Oppa bawa ice cream selusin, Lisa bilang mb Al baru libur
16.00] Mb, kog gak bales pesanku?? Duh yang lagi happy ma Mas Abi πππ
Kubaca pesan dari Lisa dengan geli..
16.30] Lis, ice creamnya dihabisin aja!! Aku lagi sibuk, jangan ganggu dulu yakk!!! π
16.40] Ya ampun Mb teganya baru balas, ice creamnya dah habis.
16.48] Syukurlah klw dah habis π
16.55] Kasihan Oppa, dia kecewa. Kalau mo ngasih tau hubungan Mb Al ma Mas Abi, pelan2 aja ya!! Sepertinya si Oppa suka Mb Alya lho π
17.07] Ngaco ah, palingan kamu yang suka sama si Oppa, lanjut nanti ya, keburu Mas Abi datang π
17.13] Siaappp ππ
"Ehemmm..ehemm, chatingan sama siapa Sayang? Kog senyum2...?" Ternyata Mas Abi sudah berdiri tepat dihadapanku.
Sepertinya ia heran melihat tingkah calon istrinya ini, tersenyum sendiri sambil memainkan ponsel.
"Hhhehe, ni chatingan ma Lisa Mas.." Jawabku dengan tertawa kecil.
"Owh..... Sayang ini ada dressnya Ibu, waktu beliau muda... Kamu mau kan memakainya?" Tanya Mas Abi sambil memberikan dress panjang warna pink soft dengan hiasan renda di atasnya. Aku menerima dengan tersenyum dan menatap kekasihku itu.
"Iya Mas, aku mau kog... Dressnya cantik sekali.., Alya suka...." Ucapku dengan mata berbinar.
"Syukurlah kalau kamu suka Al... Sayang bersihkan badan di kamar mandi kamarku, aku di kamar mandi luar..."
"A..aku saja Mas yang di kamar mandi luar. Kurang sopan kalau aku masuk ke kamarnya Mas Abi..."
"Hhhaha..., nggak papa Al... Sebentar lagi kan kamu juga bakalan menjadi penghuni kamarku...."
__ADS_1
"A..aku nggak enak Mas, sama ayah dan ibu.. Dikira kita ngapa-ngapain..."
"Ya Allah Alya, ayah dan ibu nggak bakalan berpikiran negativ seperti itu. Mereka mengenal anaknya seperti apa. Aku nggak mungkin nakalin kamu Yank..., sebelum hubungan kita halal..., hhhhehe..."
Ucapan Mas Abi seketika membuatku tersipu malu. Kemudian ia mengajakku untuk memasuki kamarnya. Setelah mengambil pakaian ganti, Mas Abi keluar kamar dan mempersilahkan aku untuk mandi.
************
Usai mandi, aku mengenakan dress cantik milik Ibu Mas Abi, dan berdandan dengan make up soft.
Aku merasa sudah siap untuk keluar kamar.
Krekkkk... kubuka pintu kamar Mas Abi dengan pelan2.
Aku melangkahkan kaki menuju ruang keluarga. Di sana sudah ada ayah dan ibunya Mas Abi yang sedang bercengkrama. Melihat kehadiran calon menantunya ini, mereka berdua menatapku lekat-lekat.
"Masya Allah...., cantik dan anggunnya calon istri Bima Yah..." Ucap Ibu Mas Abi, dengan tersenyum bangga.
"Iya Bu, Alhamdulillah anak kita tidak salah pilih..."
Aku tersipu malu mendengar ucapan mereka.
"Duduklah di sebelah Ibu Nak.... Tunggu Bima di sini ya..!!" Kemudian aku duduk di sebelah beliau. Kami mulai berbincang.
Tanpa aku sadari, Mas Abi sudah berada di ruang keluarga. Ia tampak lebih tampan dengan penampilannya saat ini, meski terbilang sederhana. Atasan kaos putih polos dilengkapi OuterwearΒ berbahan jeans warna hitam, dengan bawahan celana panjang berbahan dan berwarna senada dengan OuterwearΒ yang ia kenakan.
"Kenapa Al..., aku tampan ya..? Hhhehe..." Tanya Mas Abi menggoda, karena melihat ekspresiku yang seolah terbius dengan penampilannya kali ini.
Aku hanya tersenyum kecil membalas pertanyaan Mas Abi.
*************
Setelah menjalankan ibadah sholat Maghrib berjamaah dan berpamitan, kami berangkat menuju Warung Kopi Merapi dengan mengendarai mobil.
Mas Abi melajukan mobilnya memasuki area pemukiman warga desa Petung, kemudian menyusuri jalan beraspal sempit hingga ujung desa. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati jalan rusak dan berbatu sejauh beberapa ratus meter hingga akhirnya tiba di depan Warung Kopi Merapi.
Namun perjalanan kami tersebut, terbayarkan dengan suasana di Warung Kopi Merapi yang terasa sejuk dan terkesan romantis.
Warung Kopi Merapi terletak di daerah yang cukup tinggi di kaki Gunung Merapi.Β
Setelah menghentikan mobilnya di sisi kanan warung, Mas Abi membuka pintu mobil dan mengajakku untuk keluar.
Kami melangkah masuk ke dalam Warung Kopi Merapi. Di sana nampak ramai sekali pengunjungnya.
Mas Abi memilihkan tempat duduk di bagian pojok utara. Tempat duduk di warung itu terbuat dari kayu, ada juga yang terbuat dari bongkahan batu besar. Mejanya pun terbuat dari bahan yang sama. Warung Kopi Merapi, menggambarkan nuansa alam yang teramat memikat.
"Sayang mau pesan apa..?" Mas Abi menawariku beberapa menu yang di sajikan di Warung Kopi Merapi. Tentu saja setelah kami berdua duduk.
__ADS_1
"Aku.., pesan kopi Arabika aja Mas, gorengannya tempe mendoan, pisang goreng dan mie rebus ya... Hhhehe..."
"Siap Tuan Putri.., aku tulis dulu ya pesanannya.. Aku juga mau kopi Arabika dech..."
Mas Abi memberikan kertas yang bertuliskan pesanan kami, pada karyawan warung tersebut.
"Dingin ya Al...?" Mas Abi menatapku yang sedang menangkupkan tangan ke wajah.
"Huum Mas, lumayan dingin.."
"Pakai ini ya Sayang...." Mas Abi melepaskan Outerwear, kemudian dipakaikan padaku.
"Loh Mas..., nanti kedinginan lho..."
"Enggak Al.., kan ada kopi.., selain itu..cukup menatap senyummu membuatku hangat..."
"Mas Abi.., mulai lagi dech...." Wajahku merona mendengar ucapan kekasihku itu, sehingga membuatnya tertawa.
Karyawan warung yang membawa pesanan kami datang. Aroma kopi Arabika seketika membuatku ingin segera menyesapnya. Ditambah lagi mie rebus dan gorengan yang terlihat lezat, menjadikanku tidak sabar untuk menyantap semua.
"Hati2 Sayang minumnya..!! Masih panas.."
"Hhehe.., huum Mas.."
Kami berdua mulai menikmati semua makanan dan kopi Arabika dengan disertai canda tawa.
Malam ini adalah malam yang seakan memberi kehangatan dalam jiwa, dan terkesan romantis. Rasanya aku tidak ingin suasana seperti ini berlalu.
Aku dan Mas Abi masih bercengkrama sembari menatap langit. Rasi bintang nampak terlihat jelas dari tempat kami duduk. Bayangan Gunung Merapi yang gagah berselimut kelamnya malam.
"Mas..., kalau kita sudah menikah nanti, sering-seringlah ajak aku ke tempat ini ya....!!"
"Kenapa Al...?"
"Aku suka tempat ini Mas.., sejuk..."
"Hmmm..., dan terkesan romantis kan Sayang??"
"Huum..Mas..."
"Sudah jam sembilan malam Al, yuk kita pulang..." Ajak Mas Abi sambil beranjak dari duduknya.
"Iya Mas..." Aku pun beranjak dari duduk, dan mengikuti langkah kekasihku, menuju kasir.
"Semoga kelak malam ini akan terulang lagi..." Pintaku dalam hati... πππ
πππππππππππππππ
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, rate 5, vote, kritik serta saran...
Trimakasih πππ