
Malam ini aku datang ke acara reoni dengan memakai stelan blouse berwarna soft blue, dipadukan bawahan rok model lipit warna putih, sepatu dan tas yang aku pakai senada dengan warna blouse.
Aku mulai memasuki Aula Hotel Mel** setelah mengisi daftar hadir. Ku baca nama-nama yang sudah tertera di buku itu, senyumku mengembang, ketika melihat nama semua sahabatku sudah ada.
Aku melihat ke sekeliling ruangan.. "Alya..." Teriak Vita, dia berjalan ke arahku..
"Vita.., kamu tampil cantik hari ini.."
"Iyalah.., kamu juga Alya.., tuch sudah ditunggu.. Ayo kita berbaur dengan yang lain...!!" Ajak Vita, tangannya menggandheng erat tanganku.
Kami berjalan ke arah Aldi yang sedang bercengkrama dengan ke lima sahabat kami, beserta pasangan mereka masing-masing.
Mataku tertuju pada sesosok pria yang sedang tersenyum manis, kaca mata menghiasi wajahnya..., dengan penampilan rambut yang agak gondrong...
"Al.., kamu terpesona ya melihat wajahku yang tambah gantheng...?? Hhhaha.."
"Eng...enggaklah... Arif, apa kabarmu..?" Ucapku dengan menahan keharuan, dan menjabat tangannya.
"Aku baik Al.., Kamu kangen ya..????"
"Iya.., aku kangen dengan sahabatku yang satu ini, selama kuliah di Jerman.., sekalipun tidak pernah memberi kabar..." Aku berkata dengan tersenyum.
Aku menjabat tangan semua sahabatku beserta pasangannya secara bergantian. Kupeluk Vita, juga Dara dengan erat.., untuk melepas rasa rindu pada mereka.
"Nahhh kan terbukti, siapa yang datang tanpa pasangan..??" Ucap Aldi melirikku..
"Apa-apaan kamu Di, dari dulu memang nggak pernah berubah ya keusilanmu.. Ren, bilangin ke cowokmu yaa.., jangan suka usil lagi..!!"
"Hhhehe iya Alya, justru yang membuat aku jatuh hati ke Aldi.., karena keusilannya.." Jawab Renata seolah membela Aldi.., Huftt...
"Al.., makasih ya.."
"Makasih untuk apanya Rif..?" Tanyaku dengan heran.
"Makasih sudah setia menungguku..., hhahhha..." Semua sahabatku ikut tertawa mendengar ucapan Arif, mulut ini seperti terkunci, tak mampu mengeluarkan kata2 untuk membela diri.
Tanpa sadar yang keluar dari mulutku malah satu kata, yang sebenarnya membuat wajahku merona...
"Heem..."
"Hhhhaha..., akhirnya Alya mengakuinya...." Tawa Aldi semakin meledak..
"Puas kamu Di.." Ucapku sambil memelototinya..
__ADS_1
"Al.., aku ambilin minum ya, atau kamu mau makan apa?"
"Sudah nggak usah Rif.., aku ambil sendiri saja.."
"Okey dech.."
"Bentar ya, aku ambil minum dulu..."
"Aku antar Al..??"
"Nggak usah Rif, kamu di sini saja.., ngobrol dengan mereka.."
"Baiklah jangan lama-lama ya Al..!! Aku masih kangen..." Ucap Arif, aku membalasnya dengan senyuman.
Aku berjalan sendiri ke arah meja yang di atasnya sudah tertata berbagai minuman dan juga makanan. Aku memilih mengambil spri**.
"Alya.." Suara seorang pria yang sudah berdiri tepat di belakangku...
Aku terkejut melihat wajah yang tak asing itu, hampir saja minuman yang aku bawa tumpah..
"Angga.."
"Iya Al.., aku rindu.." Ucapnya lirih..
"Tidak begitu baik Al.., karena selama lima tahun aku masih merindukanmu.." Ucapnya dengan menatapku.
"Maaf Ngga, aku merasa tidak nyaman dengan ucapanmu.. Harusnya kamu setia pada pasanganmu.., Ratna.."
"Aku sudah putus dengannya.. Selama lima tahun aku mencoba berganti pacar, tapi hatiku dan tubuhku ini.. seolah hanya menginginkanmu.." Angga semakin lekat menatapku..
"Alya.." Suara Arif memanggilku, dia berjalan semakin mendekat dan menarik lenganku dengan lembut.
"A..arif.."
"Aku sudah menunggumu agak lama.., aku khawatir terjadi sesuatu padamu.."
Angga memandang kami dengan tatapannya yang tajam.
"Maaf Rif membuatmu menunggu, ayo kita pergi dari sini..!!" Ajakku.., kami berjalan meninggalkan Angga yang masih berdiri, seolah menahan amarah.
Acara berlangsung dengan sangat meriah.. Aku merasa teramat bahagia bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan semua sahabat...
"Al.., aku antar pulang ya..??"
"Iya Rif... Kamu bawa motor atau...?"
__ADS_1
"Aku bawa motor, males bawa mobil.., hhhehe..."
Sebelum kami beranjak pulang, aku kembali memeluk erat Dara dan Vita dengan bergantian, kemudian menjabat tangan semua sahabatku beserta pasangannya satu persatu.. Setelah itu kami berpisah di depan pintu hotel..
Arif mengambil motornya, kemudian kami berboncengan. Motor itu melaju dengan kecepatan sedang.. Arif tidak berubah, dia masih saja sederhana..
"Al.., aku di Jerman selain kuliah juga kerja sampingan lho.."
"Oya.. kerja apa Rif..??"
"Kerja sebagai pelayan di rumah makan.."
"Hmm.., mana mungkin seorang Tuan Muda bekerja sebagai pelayan di rumah makan..??"
"Kamu beneran nggak percaya Al..?"
"Yaiyalah Rif.., mana mungkin kan..??"
"Okey.., kapan-kapan aku tunjukkan ya seragamnya.."
"Hhhehe baiklah..., aku percaya kog Rif, tadi aku cuma bercanda.. Kamu hebat Rif, sederhana dan mandiri.."
"Hhhehe.. Al....., mungkin dua hari lagi aku akan ke Bandung.. Papa memintaku untuk mengunjungi cabang perusahaan di sana, ada hal yang urgent harus kutangani.."
"Iya Rif.., semoga diberi kemudahan dan kelancaran ya.."
"Aamiin.., semoga tidak memakan waktu lama ya Al.."
"Huum semoga Rif.. Kalau kita bisa berkumpul lagi, aku ingin ke Taman Sari atau ke Alun2 Kidul seperti lima tahun yang lalu.."
"Iya.., aku juga kangen kebersamaan kita seperti dulu lagi.."
Tak terasa kami sudah sampai di depan Masjid, dekat gang kecil menuju rumahku.
"Rif.., makasih ya.."
"Iya Al.., sama2.. Assalammu'allaikum Al.."
"Waallaikumsalam.., hati2 ya Rif...!!" Balasku dengan tersenyum.
Bisa bertemu dengan Arif hari ini, serasa seperti mimpi yang teramat manis...
šššššššššššššššš
Yukks jangan lupa tinggalkan like, koment, rate 5, dan vote ya sob... šššš
__ADS_1