Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Bercengkrama...


__ADS_3

Malam itu..., sinar rembulan nampak begitu cerah, rasi bintang membentuk lukisan karya yang Maha sempurna....


Alya dan Raikhan, berbaring di atas ranjang. Mereka saling berhadapan. Tangan kekar Raikhan, memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.


Alya menceritakan semua mengenai kisah hidup dan kisah kasihnya di masa lalu, pada Raikhan.


Pria itu nampak antusias mendengar semua yang diceritakan oleh istrinya.


"Hmm..., sudah kuduga Yank.. Lumayan banyak juga ya.., yang mengagumi istri cantikku ini..." Raikhan mencubit hidung sang istri dengan gemas, Alya pun tersenyum lebar karenanya.


"Hhhhhhahhhaa..., mungkin penglihatan mereka tertutup apa gitu Mas...., sehingga mempunyai perasaan terhadap Alya si gadis biasa... Termasuk suamiku ini..."


"Pasti karena Sayang mempunyai ajian pemikat..." Raikhan tertawa terkekeh-kekeh.


"Ajian pemikat...? What...? Memangnya aku kak Anandhita, yang memiliki ajian..?" Alya memonyongkan bibirnya. Raikhan tidak ingin melewatkan kesempatan itu. Ditangkapnya bibir sang istri dengan kelembutan ciuman yang menggetarkan...


Alya nampak terkejut dengan aksi suaminya. Perlahan Raikhan melepas ciuman itu. Seperti biasa...., jantung Alya berdegup kencang ketika sang suami mencium bibirnya.


Raikhan tersenyum lebar, melihat ekpresi wajah Alya.


"Yank..., wajahmu lucu dan menggemaskan... Kita sudah sering melakukannya, namun masih saja ekspresi wajah Sayang seperti itu... Rileks ya Cintaku.., jangan tegang...!" Raikhan mengusap lembut pipi halus istrinya.


"Iya Mas... Hufffttt..., aku sudah mencoba rileks tapi tetap saja tidak bisa..."


"Hmmmm..., wajar saja Yank.. Kan yang mencium seorang pria tampan..."


"Bisa jadi... Upss keceplosan..." Seketika Alya menutup mulutnya.


"Hhhhhahah... Ya Allah Sayangku, kamu tetap menjadi Alya yang polos ya... Dulu kamu adalah gadis polosku, namun sekarang sudah menjadi istriku yang polos...."


"Mas..., aku jadi merasa geli sendiri ketika pertama kali kita bertemu. Aku pikir kamu seorang turis.... Aaccchhh bodohnya aku..." Alya menutup muka dengan kedua telapak tangannya, karena merasa malu dengan tingkah konyolnya saat pertama kali bertemu Raikhan. Suami Alya tertawa terkekeh, melihat tingkah sang istri. Ia pun meraih tangan Alya, dan mencium buku-buku jari wanita yang dicintai.


"Iya Yank... Betapa gelinya aku, tiba-tiba disapa dengan bahasa Inggris, dilanjut dengan bahasa Korea..., oleh seorang gadis yang teramat sangat polos... Namun justru karena kesan pertama itu, membuatku terpesona pada si gadis polos..."


"Wajar kalau terpesona, aku kan cantikkkk..., hhhhhehe..."


"Iyaa..., karena kecantikan yang alami juga.., semakin membuat pria tampan ini terpesona...."


"Oiya Mas... Masih penasaran dengan kenakalan seorang Alya sewaktu kecil...?"


"Huum Yank.. Ceritakan lagi...!"


"Baiklah..., dengarkan ceritaku ya Suami tampan...! Dulu aku gemar meminjam komik di persewaan buku. Mulai dari komik lawas hingga modern. Komik yang paling aku suka..., berjudul Kungfu Boy... Hhhhehe..."


"Loh kamu kan perempuan Yank, suka juga komik itu..?"

__ADS_1


"Iya Mas..." Alya menampakan wajah puppy eyes... Raikhan menjadi gemas, ia pun mencium kening istrinya.


"Ceritakan jurus apa yang masih terngiang diingatan Sayang...!"


"Mmmm..., kalau tidak salah jurus setipis kertas. Waktu itu aku penasaran banget Mas... Karena penasaran, aku mencoba jurus kereeennn itu.. Pertama-tama, aku menempelkan kertas putih di almari baju yang ada kacanya. Setelah berkonsentrasi mengumpulkan tenaga dalam, aku menyentuh kertas yang tertempel itu dengan telapak tangan... Dan apa yang terjadi Mas...?" Raikhan mengerutkan keningnya, sedangkan Alya nampak tersenyum lebar.


"Apa Yankk...?"


"Krompyanggggg... Kaca di almari itu pecah, kacanya berhamburan..."


"Pffftttttt.... Hahahha... Ya Allah Yank.., kog bisa ya...? Kalau aku menjadi orang tua Sayang, otw si anak nakal dikirim ke pesantren biar tidak semakin berulah..."


"Hhhehe iya Mas... Tapi masih ada lagi..."


"Hahhhh..., masih ada lagi..? Apa Yank kenakalanmu yang lain...?" Raikhan semakin antusias dengan cerita istrinya.


"Istri Mas Rai ini, juga pernah meniru adegan tendangannya. Tapi karena suatu kelalaian dan kesalahan, aku malah terjungkal sendiri Mas... Huuff sakitnya panta*ku..."


"Hhahhhhhaaa... Ya Allah, semoga putri kita, nakalnya tidak sekreatif si Mama...." Tawa Raikhan semakin menjadi.


"Ehhhmm, lanjutkan ceritamu Yankkkk...!"


"Hhhhehe, baiklah. Aku pernah secara diam-diam mengambil dua tutup panci.., tanpa sepengetahuan Ibu..."


"Hmmm, untuk apa tutup panci itu Yank...?"


"Duch Yankkk.. Ulahmu kog kreatif sekali sich... Tanggung jawab ya...! Perutku sampai kram Yank, tertawa terus....."


"Hhhhhehe... Iya Mas... Dulu aku tidak bisa membeli raket. Hanya punya kok, itu pun pemberian dari salah seorang teman kecilku..."


"Masa kecil yang penuh kenangan ya Yank..."


"Iya Mas... Kalau Mas Rai, pasti tidak senakal Alya ya...?"


"Kenakalan masing2 anak kan berbeda Yank..."


"Ceritakan donk Mas..!!"


"Baiklah Sayang.... Dengarkan ya...!! Dulu waktu kecil, aku dan teman2 sering mengamen di jalanan. Raikhan kecil bertugas membawa kaleng bekas wafer, meminta uang receh kepada setiap pengendara motor atau mobil. Sedangkan teman yang lain, mereka dengan pedenya menyanyi. Uang yang terkumpul, kami belikan mie ayam atau baso Yank... Hhhhaha.... Sesampai di rumah, Mama mertuamu marah2... Tapi beliau tidak pernah menyakiti putranya ini, hanya omelannya yang membuat telingaku panas..."


"Hhhhahhha..., suamiku ini ternyata pede juga ya mengamen di jalanan..."


"Itu dulu Sayang... Kalau sekarang, suamimu ini seorang yang pemalu lho..." Raikhan mengerlingkan matanya.


"Pemalu...??? Achh.., Mas Rai bukan seorang yang pemalu menurutku.... Buktinya sukses membuat perut yang datar menjadi besar begini..." Alya terkekeh.

__ADS_1


"Hmmm..., itu hanya berlaku pada Sayang..."


"Ya jelas donk Mas, awas saja kalau dengan yang lainnya...!" Mata Alya melotot, seolah sedang mengancam suaminya.


"Hhhhhaha..., iya permaisuri... Itu tidak akan terjadi. Karena semua yang aku miliki ini, hati dan ragaku, sepenuhnya sudah dimiliki oleh Alya...."


"Hati dan ragaku juga hanya untukmu Mas..." Sepasang kekasih yang selalu sweet itu saling berpeluk. Raikhan menghujani istrinya dengan kecupan....


Drtttt....drttt.....


Suara getaran ponsel Alya. Raikhan segera meraih benda pipih yang tergeletak di atas meja, dan menjawab panggilannya.


šŸ“ž "Asalamu'alaikum... Haloo.., dengan siapa ini...."


Tidak ada jawaban dari si penelepon. Bahkan setelah mendengar suara Raikhan, panggilan itu langsung ditutup. Raikhan merasa teramat kesal.


"Siapa Mas...?"


"Lagi-lagi si penelepon misterius Yank.. Dia menyembunyikan nomornya..."


"Sudahlah Mas biarkan saja...! Tidak usah ditanggapi dengan kekesalan..."


"Mmmm..., apakah orang itu sudah berkali-kali menelepon Sayang...? Bukan hanya satu atau dua kali saja...?" Raikhan menatap istrinya lekat-lekat. Dengan ragu, Alya pun menjawab...


"I...iya Mas..."


"Kenapa Sayang tidak memberitahuku..?"


"Aku takut, Mas khawatir..."


"Sayang..., mulai saat ini jangan pergi sendirian. Ajak Mama atau Bi Ijah kalau keluar rumah, meski hanya pergi ke mini market seberang jalan...!"


"Iya Mas..."


"Aku harus menyelidikinya Yank..."


"Sudahlah Mas... Mungkin hanya orang jahil yang mengacak nomor..."


"Iya Yank... Semoga bukan orang yang akan berniat jahat..."


"In shaa Allah tidak Mas... Kalau dia berniat jahat, pastinya akan menjawab panggilan dan mengucapkan ancaman..."


"Huum Yank... Yuk tidur, sudah semakin malam...! Mimpi yang indah ya Cintaku..." Raikhan mencium kening Alya.., dan menggeser kepalanya ke bawah, tepat di depan perut sang istri.


"Putri cantik Papa, sehat selalu ya Sayang... Tidurlah bersama Mama. Kami menunggu kehadiranmu Nak..." Dengan penuh kelembutan dan rasa cinta, Raikhan mencium perut istrinya.....

__ADS_1


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Readers jangan lupa tinggalkan jejak like šŸ‘ setelah membaca karya yang apa adanya ini, beri komentar kritik atau saran, klik ā¤ untuk favorit, jangan lupa beri ⭐⭐⭐⭐⭐, dan vote jika berkenan... Trimakasih 😘


__ADS_2