
Sinobsis DERANA, diadaptasi dari kisah nyata š¹
Bagaimana rasanya jika indahnya ucapan ikrar janji suci sebuah pernikahan malah justru menjadi awal dari kisah hidup berderai air mata?
__ADS_1
"Kau hanya menantu di sini! Selesaikan semua pekerjaan, baru boleh makan!"
Bagaimana rasanya, suami yang seharusnya menjadi sandaran kokoh malah melemparnya ke jurang derita?
"Beraninya kau melawan ibuku?! Dasar istri sampah, tidak berguna!"
__ADS_1
"Anak durhaka, anak pembawa sial! Aku benar-benar menyesal sudah melahirkan anak setan sepertimu."
Takdir seolah turut mencekik dengan erat. Selimut bahagia pun seakan enggan mendekap hangat.
Namun, di saat keputusasaan datang menyapa, Tuhan pun mengulurkan tangan-Nya.
__ADS_1
Dia menghadirkan sesosok malaikat yang mampu menyeka air mata duka dan menyentuhkan bahagia ....