Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
[POV.AUTHOR] Nobar Romantis


__ADS_3

Raikhan menggendhong tubuh sang istri dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka, sedangkan kedua tangan Alya melingkar di leher suaminya.


Mata Alya terus saja memandangi wajah Raikhan yang seolah semakin tampan. Terhias senyum manis di bibir indahnya.


"Yank... Kenapa tersenyum dan melihat wajahku terus..? Terpesona ya..?" Raikhan tersenyum lebar, yang membuat ketampanannya seolah bertambah beberapa kali lipat.


"Iya.. Mungkin bawaan dedek bayi yang ada di dalam perut. Aku semakin terpesona memandang wajahmu Mas.., yang serasa bertambah tampan.."


"Hhhhahaha.... Hmmm.., benarkah Yank..?"


"Heem.."


"Kalau sama si Aldeb, tampanan siapa?"


"Tampanan suamiku lah..., tapi tetep manis si Aldeb..."


"Huffttt..., tuch kan..."


"Hhhhaha..., kan aku menjawab dengan jujur Mas..."


"Baiklah.., kalau begitu.. Aku akan menghukummu Yank.."


"Hehhhh..., apa-apaan kamu Mas..? Lohhh..., kog malah membawaku ke kamar mandi...?" Alya terlihat bingung dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Ini hukuman karena sudah membandingkan suamimu dengan pria lain..."


Dengan perlahan Raikhan menurunkan tubuh sang istri dari gendongannya. Kemudian.., pria tampan itu memutar kran...


Tubuh mereka berdua yang masih berpakaian lengkap, basah kuyup karena guyuran air yang mengalir dari shower.


Raikhan melingkarkan tangan kekarnya di pinggang sang istri. Mata mereka saling beradu.. Wajah kedua insan yang sedang mencinta, semakin berdekatan. Raikhan memberikan kecupan di bibir Alya yang ranum, dengan penuh kelembutan. Setelah mencurahi kasih sayang lewat sentuhan bibirnya, perlahan Raikhan menyudahi kecupan itu.


"Mas.., jangan melakukannya di sini..! Kasihan dedek.."


"Pppffftt...., hahhhhaha... Iya Sayang..., kita hanya mandi saja okay.." Raikhan tersenyum lebar melihat wajah sang istri yang nampak memerah...


********************


Usai mandi bersama, Alya dan Raikhan keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk.


Mereka pun segera memakai pakaian. Setelah berpakaian lengkap, sepasang kekasih itu duduk berdampingan di pinggir ranjang.


"Bagaimana hukumanku Yank...?" Raikhan menatap sang istri, nampak senyum puas yang terukir di bibirnya.


"Huffftt..., rasanya jantungku berdebar tak karuan Mas..., setiap kamu memberikan kecupan itu..." Alya menunduk.., menyembunyikan rona merah di wajah.


"Pfffttt..., hhhhhhahaa... Aku kan sering memberikannya Yank.. Masih saja Sayang malu-malu..."


"Biarin dari pada malu-maluin..."


"Tapi Sayang senangkan...?" Tangan Raikhan mengusap pipi istrinya dengan lembut.


"Heem.."

__ADS_1


"Nanti malam beneran, mau tik tok-an lagi sama Mama..??"


"Hhhhehe..., seterah Mama Mas..."


"Loh kog seterah...? Terserah Yank..."


"Seterah..."


"Ya Allah..., terserah Sayang..., yang betul. Ter-se-rah.."


"Se-te-rah.." Alya tersenyum lebar dan menampakkan wajah imutnya.


Raikhan yang gemas, menggelitik pinggang istrinya dengan pelan. Tawa Alya semakin menjadi....


"Sudah Mas..., sudah..! Geli tauuuu.. Kasihan dedek bayinya lho... Ampun ya Mas.."


Raikhan menghentikan aksinya..., dan mengusap perut sang istri dengan lembut. Pria tampan itu duduk bersimpuh, wajahnya semakin ia dekatkan di perut Alya.


"Haiiii malaikat kecilnya Mama dan Papa.. Asalamu'alaikum... Sehat terus ya Sayang.. Jangan nakal..! Kasihan Mama.."


Alya terharu dengan apa yang dilakukan oleh Raikhan. Tangannya, membelai rambut sang suami dengan penuh kasih sayang. Rasanya tidak percaya dengan apa yang dianugerahkan Tuhan kepada seorang gadis biasa. Cinta tulus dari seorang pria yang luar biasa.., setelah kedukaan menyapa. Ditambah dengan anugerah terindah, kehadiran si malaikat kecil yang kini masih di rahimnya.


"Ya Robb.., dengan apalagi rasa syukur ini akan aku persembahkan.... Sungguh tiada pernah terbayang, akan kehadiran cinta yang semula tidak hamba harapkan. Namun.., seiring bergulirnya waktu, sedetikpun hamba tidak ingin berpisah dengannya. Karena pria ini menjadikan hidup seorang wanita biasa, menjadi teramat berarti..." Bisik Alya dalam kalbu. Bibirnya mencium puncak kepala Raikhan dengan lembut...


Raikhan menengadahkan wajahnya, dan memandang wajah sang istri dengan tatapan penuh cinta. Nampak mata Alya berkaca-kaca...


"Yank... Trimakasih karena telah menyambut rasa cintaku.., dan membalasnya dengan kasih sayangmu.."


Alya merangkum wajah suaminya...


Raikhan meraih kedua tangan Alya, dan menciumi buku-buku jari istrinya.


"Mas, nanti malam kita nonton film ya..! Tik tok nya besok lagi saja.. Aku ingin nobar dengan suami yang tamfaaann ini.."


"Hmmm, baiklah Sayang. Setelah makan malam, kita nobar di ruang keluarga.."


Alya dan Raikhan menyatukan kening mereka. Senyum merekah terhias di bibir sepasang kekasih yang kini saling mencinta.


***********************


Setelah makan malam, Alya menyampaikan keinginannya kepada mama mertua. Mama Shela yang memahami keinginan sang menantu pun, mengabulkannya. Rencana untuk tik tok, diundur lain hari.


Saat ini Alya dan Raikhan sudah berada di ruang keluarga. Alya mempersiapkan selimut tebal, popcorn, dan jus buah. Lampu ruangan sengaja ia matikan, dan membuat suasana seolah seperti di dalam gedung bioskop.


Sedangkan Mama Shela dan Papa Abraham, tengah asik bercengkrama di taman belakang.


Alya dan Raikhan duduk berdekatan..., dan TV pun mulai dinyalakan. Alya memilih film ber genre horor, yang dibintangi oleh Susana... Seorang artis yang terkenal pada jamannya.


Setiap adegan yang menyeramkan, Alya menutupi wajahnya dengan selimut. Raikhan tertawa geli dengan tingkah istrinya.


"Yank..., kalau takut jangan lihat film horor..! Lihat film action saja atau drakor..., kasihan dedeknya..."


"Achhh.., kurang seru Mas.."

__ADS_1


"Film horor juga nggak seru Yank... Tuch buktinya Sayang selalu ngumpet.. Aku ganti ya?"


"Seterah Mas..."


"Ya Allah... Terserah Yank.., bukan seterah.."


"Iya.., iya.. Seterah.."


Raikhan menggeleng-gelengkan kepala karena ucapan Alya "Seterah". Ia pun mengganti film ber genre romantis, karena khawatir dengan keadaan dedek bayi yang ada di dalam kandungan sang istri.


Raikhan terkekeh dengan tingkah istrinya, ketika menonton film korea yang dibintangi oleh Lee Min Ho.


"Ya Allah Yank... Kamu kog lucu banget sich... Tanggung jawab ya kalau suamimu ini semakin cinta...!" Tangan Raikhan merangkul pundak Alya dengan erat dan indra penciumannya menghirup aroma wangi rambut sang istri tercinta.


"Maksudnya lucu bagaimana Mas..?" Meski sedang bertanya pada sang suami, tatapan mata Alya tetap tidak berpaling dari layar TV.


"Hhmmm..., tatapan mata Sayang ketika melihat Lee Min Ho, seperti menatap suamimu.."


"Seterah donk Mas..."


"Hmmmm..., bilang seterah lagi.. Pasti Sayang cuma modus kan..?? Nobar biar bisa berdekatan dengan suami tampanmu ini.."


"Ge-er Mas..."


"Ini buktinya.. Sayang masih nyaman saja.."


Alya mulai menengadahkan wajah, dan menatap suaminya lekat-lekat. Raikhan membalas dengan tatapan penuh cinta. Wajah mereka pun perlahan saling berdekatan.....


Ctekkk...


Suara sakelar lampu dipencet. Ruang keluarga nampak terang kembali.


"Aihhhhh..., kalian membuat mata mama tidak suci lagi..." Suara celotehan Mama Shela mengagetkan Raikhan dan Alya.


"Hufffttt Mama.., mengganggu saja.."


"Pppfffttt...., hhhhhaha... Makanya kalau mau romantis-romantisan jangan di sini Cintakuhhhh... Untung Mama dan Papa yang melihat, kalau Bi Ijah....? Kan kasihan..." Papa Abraham tersenyum lebar mendengar ucapan konyol sang istri.


"Kan tadi Alya sudah bilang ke Mama, kalau kami mau nobar di ruang keluarga. TV di kamar layarnya kurang besar Ma.." Raikhan merasa kesal dengan tingkah dan ucapan Mamanya.


"Owhh iya.. Sorry Cintakuhhh, Mama lupa.." Mama Shela tertawa terkekeh-kekeh melihat ekspresi wajah Raikhan yang menyiratkan kekesalan.


"Yukkk Yank.., kita lanjutkan nobarnya di kamar...!" Raikhan meraih tangan Alya dan mengajak sang istri, berjalan ke kamar. Alya tersenyum geli dengan tingkah Mama Shela dan putra kesayangan.


"Sana buruan, lanjut di kamar...! Mama dan Papa juga ingin nobar tauuu..."


Ctekk..


Mama Shela memencet sakelar untuk mematikan lampu.


Sepasang kekasih yang tak lagi muda itu pun, melakukan hal yang sama dengan Alya dan Raikhan. Nobar sekaligus romantis-romantisan.... šŸ˜…šŸ˜˜


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–

__ADS_1


Readers... Maaf Author merevisi episode kali ini, karena tidak tega dengan bumil šŸ˜…šŸ™


Jangan lupa tinggalkan like šŸ‘, klik ā¤ untuk favorit, rate bintang 5, dan jangan ragu untuk berkomentar. Berikan Vote jika ingin mendukung author. Trimakasih šŸ˜šŸ™


__ADS_2