
Setelah membangunkan Arif, kemudian kami menunaikan sholat Ashar berjamaah. Selesai beribadah, kami bertiga mulai menelusuri pematang sawah...
"Sobbb..., jalan ke utara aja..! Nanti ada belik di tengah sawah, airnya jernih.., seger..." Rudy mengajak kami berjalan menyusuri pematang sawah milik pak Lurah. Sawahnya sangat luas..., terlihat para petani yang sedang menunaikan tugasnya, memanen padi.
Suasana penuh keakraban dan kegembiraan tersirat di wajah-wajah polos mereka saat panen padi di sawah.
Aku dan kedua sahabatku masih saja asik berjalan, sesekali kami melemparkan senyuman pada mereka.
"Nuwun sewu.., Pakdhe.., budhe..." Ucapku pada mereka saat berjalan di depan gerombolan para petani, untuk permisi.
"Monggo.., monggo...." Serempak mereka membalas dan memberikan senyum. Nampak wajah-wajah lelah terpancar. Namun mereka tetap menghiasi dengan canda tawa.
Kami sampai di belik yang dimaksud oleh Rudy. Segera aku mengambil air di dalamnya dengan gayung yang terbuat dari tempurung kelapa. Ku guyur wajahku perlahan..., terasa sensasi dingin namun segar.
"Al.., gantian donk..." Arif mendekat dan meminta gayung itu. Aku menyerahkan padanya.
"Nich Rif..."
Arif mulai mengguyurkan air itu ke rambut, dan wajahnya.
"Segerrrrrr... Wuihhhh rasanya pingin mandi sekalian..., hhhehe..."
"Mandi aja Rif...! Hhhaha..."
"Nggak ach Rud..., ada Alya. Malu aku..., hhhhehe.."
"Hmmm...., aku pergi aja, biar kamu bisa mandi.."
"Nggak usah Al.., lagian aku juga nggak bawa ganti.., hhhhehe... Pakaian gantinya aku tinggal di rumah Rudy..."
"Kalian tetap mau di sini, atau ikut...??? Aku mau ke gubug..."
"Gubug?? Eh aku ikut Rud..." Balasku dengan mata berbinar. Terbayang masa yang telah sangat lama berlalu, masa kanak2 ceria. Ketika bermain di sawah.., jika lelah aku dan teman2 kecil merebahkan tubuh di gubug.
Arif meletakkan gayungnya, kemudian berjalan mendekat. Kami bertiga kembali melangkah menelusuri pematang sawah.
__ADS_1
Tiba2 langkahku terhenti.., ketika melihat seekor keyong. Aku berjongkok mengambilnya. Seketika wajahku menjadi murung.., sekelebat bayangan tawa Dimas menari dipikiranku. Waktu kecil kami sering bermain ke sawah dan menyusuri sungai untuk mencari keyong. Hampir saja air mataku tumpah, namun aku berusaha menahannya dengan menggigit bibir "Apa kabarmu Dim..?? Apa saat ini hatimu baik2 saja..?? Apa hidupmu bahagia Sobbbb...?" Bisikku dalam hati.
Arif dan Rudy menatapku dengan heran, aku tidak menyadarinya.
"Al.., kamu tidak apa2 kan..?" Tanya Arif, raut mukanya menampakkan kekhawatiran.
Aku melepaskan keyong itu dengan perlahan, kemudian membalas pertanyaan Arif dengan tersenyum.., dan menatapnya "Aku tidak apa2 Rif, hanya terharu mengingat masa kecilku. Aku dulu tomboy lho Rif, mainku juga dengan anak2 cow..."
"Oya..???" Balas Arif dengan mengerutkan keningnya, mungkin dia tidak terlalu percaya dengan ucapanku. Karena perilaku seorang Alya yang sekarang, sangat jauh dari kata tomboy.
"Huum.., yuk kita lanjut perjalanannya..!"
Kami bertiga kembali melangkah, dan sampailah di rumah kecil tanpa dinding, jendela, dan pintu.... Rumah kecil itu terbuat dari kayu, bambu dan atapnya dari jerami. Atau kami sebut gubug....
Kami duduk di gubug kecil, sambil menebarkan pandangan ke hamparan sawah.
"Al.., Rif..., nanti aku tidak jadi ikut ke Alun-alun Selatan ya. Badanku cafekkk, kakiku linu-linu.., maaf ya.." Ucap Rudy sambil memijit-mijit kakinya.
"Hmm.., baiklah Rud, kamu juga capek Al..?? Kalau capek, kita langsung pulang aja.."
"Hmm...., iyaya Al... Siapa tau.., setelah aku kembali, kamu sudah menikah dan menjadi istri orang lain.." Suara Arif terdengar sedikit gemetar.
"Sudahlah Rif.., yang penting hari ini kamu bahagia, karena besok kamu harus semangat menunaikan tugas... Cemungutz..., cemungutzzz Big Boss...!!!!" Kataku menyemangati Arif, dengan mencoba untuk tertawa. Arif menatapku dengan senyuman yang dipaksakan. Sedangkan Rudy.., matanya tampak berkaca-kaca, mungkin dia juga merasakan kesedihan sahabatnya.
"Ayo.., kita kembali ke rumah Rudy...!! Tak terasa sudah hampir Maghrib ya.., nanti kita sholat dulu di Mushola.. Terus kita lanjut ke Alun-alun selatan ya Rif.." ajakku sambil beranjak dari duduk.
"Baiklah.., ayo kita jalan..!!!" Balas Arif dengan tersenyum. Kami bertiga berjalan menuju rumah Rudy.
Sesampai di rumah Rudy, kami membersihkan badan. Untung aku bawa handuk kecil dan pakaian ganti, begitu juga Arif.
Setelah melaksanakan sholat Maghrib kami berpamitan dengan Rudy, adik, dan orang tuanya. Kemudian aku dan Arif berboncengan menuju Alun-alun Selatan.
Kurang lebih setengah jam kami sudah sampai. Setelah menaruh motor di parkiran, kami berjalan beriringan menuju persewaan sepeda tandem. Arif duduk di depan.., dan aku duduk di belakangnya. Kami mengayuh sepeda itu dengan diiringi canda tawa.
Setelah merasa lelah, kami duduk lesehan, memesan wedhang rondhe dan mie rebus.
__ADS_1
"Seneng nggak Rif..??" Tanyaku, dengan mulut yang masih asik menyesap kehangatan wedhang rondhe.
"Heem.., seneng banget Al.., makasih ya Al.." Balas Arif dengan mata berbinar.
"Sama2 Sob..." Ucapku dengan melempar senyum padanya.
Karena asik mengobrol dan bercanda.., tanpa terasa wedhang rondhe dan mie rebus yang kami makan habis tak tersisa, mungkin aktivitas full hari ini cukup menyita energi... membuat kami sedikit rakus..., hhhehe.
Tepat pukul 20.30, Arif mengantarkanku pulang. Ia menghentikan laju motornya di dekat gang kecil menuju rumahku, sama seperti dulu...., saat Arif akan berangkat kuliah ke Jerman. Aku kembali merasakan dejavu.
"Rif..., semangat ya Sob, tunaikan tugasmu dengan baik, bahagiakan kedua orang tuamu dengan kinerja yang membanggakan..!! Good luck Rif.." Kataku menyemangatinya dengan mengangkat tangan kanan terkepal ke atas, bibirku mencoba mengukir senyum, namun mataku tak bisa berbohong, aliran bening itu tiba2 keluar dari kedua sudut netraku...
"Iya Al, trimakasih.., trimakasih untuk kesempatan mengukir kenangan kita di hari ini, trimakasih telah setia menjadi sahabatku, trimakasih atas semangat yang kamu berikan.. Al..., jika aku pergi nanti.., tetaplah menjadi Alya yang seperti ini, tetaplah bahagia ya Al..." Ucapan Arif yang dalam disertai tatapan sendu, dan senyum yang sedikit dipaksakan.., membuat keharuan memuncak...
"Sama2..sahabatku, jaga dirimu baik-baik.., jangan lupa menjaga kewajibanmu pada Robbi, semoga kelak kita diberikan kesempatan untuk bertemu kembali..."
"Aamiin... Bye....Al.. Assalammu'allaikum...."
"Wa'allaikumsalam Rif..." Balasan salamku mengiringi Arif yang sudah mulai melajukan motornya, dia pergi dengan senyum terhias di bibirnya.
Aku menatap punggung sahabatku hingga tak nampak lagi...
Rif.., setiap kebahagiaan yang engkau berikan kepadaku, semoga mendapat balasan yang indah dari Yang Maha Kuasa...
Semoga persahabatan kita tetap terjalin, meski kelak kita akan hidup bersanding dengan pasangan kita masing-masing...
Aku tetap bangga padamu sob, aku juga bangga dengan semua sahabat kita...
Aku menyayangi kalian... Arif, Aldi, Ardhy, Rudi, Ale, Dara, dan kamu.., Vita....
Semoga kelak kita bisa berjumpa lagi, dengan membawa pasangan dan putra-putri kita..
Terimakasih Allah telah mempertemukanku dengan mereka... ššššš
ššššššššššššššš
__ADS_1