
Alya dan Raikhan masih berada di tempat semula. Sepasang pengantin baru itu menghabiskan malam pertama, hanya dengan menatap langit yang bertabur bintang.
"Sayang..., yuk kita masuk..! Sudah semakin larut, udaranya juga bertambah dingin..." Ucap Raikhan dengan lembut pada sang istri.
Ternyata tidak ada jawaban atau balasan dari Alya. Hanya terdengar suara nafas halus.
Raikhan pun menoleh dan menatap wajah istrinya, yang ternyata sudah memejamkan mata, dengan kepala masih bersandar di bahu, serta telapak tangan kirinya menempel di dada sang suami.
Raikhan tersenyum melihat wajah polos istrinya, yang seolah begitu nyaman tertidur dengan posisi bersandar.
Perlahan Raikhan memindah kepala sang istri di dadanya, dan mulai membopong tubuh mungil Alya.
Pria gagah itu beranjak dari duduk dan melangkahkan kaki menuju kamar.
Rupanya Mama Shela masih belum tidur, beliau sedang duduk menonton TV di ruang keluarga. Mama Shela menoleh ketika melihat putranya berjalan dengan membopong tubuh Alya. Seketika Mama Shela berdiri dan berjalan mendekati Raikhan.
"Rai..., istrimu pingsan lagi?" Mama Shela menatap Raikhan dengan lekat. Putranya tersenyum membalas ucapan beliau.
"Tentu tidak Ma. Tadi kami duduk santai di bangku taman. Alya ketiduran Ma..."
"Hmmm..., alamat kamu menahan puasa Rai..."
"Maksud Mama...?" Raikhan tidak mengerti apa yang dimaksud Mama Shela š.
"Duhh..., putra Mama masa ngga ngerti... Kalau malam pertama, apa yang dilakukan sepasang pengantin baru..?"
"Huftt....., apaan sich Mama...? Raikhan tidak akan melakukannya sebelum Alya membuka hati untuk putra mama ini..." Balas Raikhan, ia masih membopong tubuh mungil sang istri.
"Oya....??? Ach jangan menunggu istrimu benar2 membuka hati Rai..!!"
"Mama...." Rai tampak sebal mendengar perkataan Mama Shela.
"Percaya dech Sayang, istrimu akan luluh hatinya bila kalian segera mendapatkan momongan..."
"Tetap tidak Ma... Raikhan takut kalau Alya malah ilfil dengan suaminya ini. Pelan2 Ma, pasti menantu Mama akan membuka hatinya juga...."
"Baiklah Sayang..., tapi sebagai seorang pria kamu tidak boleh pasif. Agresif sedikit putra Mama yang tampan...!!" Mama mengerlingkan mata menggoda Raikhan.
"Hmmmm, terserah Mama mau bilang apa lagi. Raikhan ke kamar dulu, kasihan Alya tidak bisa leluasa tidurnya dengan posisi seperti ini..."
"Baiklah Sayang, segera bawa masuk istrimu ke kamar. Semoga niatmu berubah Nak, ketika kalian tidur satu ranjang...., hhhhhaaha..." Mama Shela tertawa lebar menggoda putra kesayangannya.
Raikhan hanya menggelengkan kepala dan berjalan ke kamar.
__ADS_1
Pria itu membuka pintu dengan kakinya. Perlahan pintu kamar terbuka.
Dengan hati2, ia membaringkan tubuh istri tercinta, dan menutupnya dengan selimut.
"Sayang, tidur yang nyenyak ya...! Jangan bersedih lagi. Suamimu ini akan selalu menjaga dan menghibur..." Bisik Raikhan, tangannya mengusap dengan lembut pipi Alya, dan mencium kening istri tercinta penuh perasaan.
Lama Raikhan memandangi wajah Alya. Ia masih tidak percaya, gadis yang selalu memenuhi pikiran dan ia sebut dalam tiap lantunan doa, kini berada di sampingnya.., menjadi kekasih yang halal.
Raikhan merebahkan badan, di samping sang istri.
"Alya..., aku sangat bahagia menjadi pendamping hidupmu. I will always love you kekasihku..." Bisik Raikhan sembari memeluk erat tubuh istrinya.
Pria tampan itu pun tenggelam dalam tidur disertai mimpi indah.....
*****************
Di sepertiga malam, Raikhan kembali terbangun dan melakukan rutinitasnya. Ia mencoba membangunkan Alya dengan mencium kening dan pipi. Terlihat sang istri hanya mengerutkan dahi, seolah merasa tidurnya terganggu.
"Sayang..., ikut sholat malam tidak..?" Bisik Raikhan.
Alya tidak bergeming. Ia masih terlelap.
"Hmm.., baiklah istriku. Pasti dirimu kelelahan..."
Selesai berwudhu, ia berjalan ke sisi ranjang. Kemudian membentangkan sajadah. Raikhan mengganti pakaiannya dengan baju koko, dan sarung sebagai bawahannya.
Dengan khusyu suami Alya bersujud pada Robb.nya...
Usai salam, Raikhan mengucapkan segala pinta untuk kebahagiaan istri tercinta...
Kemudian ia mulai membaca kalam cinta. Lantunan yang keluar dari bibirnya terdengar sangat merdu, hingga membuat sang istri terbangun. Perlahan Alya membuka kedua matanya, seketika ia menatap asal suara merdu dari balik selimut.
"Ya Allah.., ampuni hamba yang masih mencintai Mas Abi... Ampuni hamba atas hati yang belum sanggup untuk menerima Mas Raikhan sebagai pasangan hidup.. Ampuni kekurang syukuran hamba atas anugerah terindah, yang Engkau beri setelah kedukaan menyapa... Ya Robb, bukalah pintu hati ini untuk suami yang teramat sempurna... Imam terbaik, yang Engkau pilihkan untuk hamba.." Alya berucap dalam hati, disertai isak tangis. Istri Raikhan menarik selimutnya hingga menutupi kepala. Ia tidak ingin tangisannya di dengar dan diketahui oleh suaminya.
"Maha benar Allah atas segala firmannya..." Raikhan menyudahi lantunan kalam cintanya.
Matanya menatap tubuh sang istri yang masih terbaring dan tertutup selimut. Namun ada sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya, karena tubuh Alya nampak bergetar. Setelah melipat sajadah, segera pria itu melangkah mendekati istrinya. Raikhan duduk di pinggir ranjang.
"Al.., buka selimutmu..!! Sayang sudah bangunkan..?" Tak ada balasan dari Alya. Raikhan membuka perlahan selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya.
Pria itu mendapati Alya sedang menangis terisak.
"Sayang.., mengapa menangis lagi..? Kamu masih sedih Yank...?" Suara Raikhan terdengar lembut.
__ADS_1
Alya hanya membalas dengan anggukan.
"Bangunlah Al, hapus air matamu dengan air wudhu....!!"
Raikhan membelai rambut sang istri penuh kasih sayang.
Alya mulai membalikan tubuh. Jari lentiknya menghapus tetesan air bening yang membasahi wajah. Dengan perlahan ia duduk dan menatap suaminya.
"Mas.., maafkan aku..."
"Apa yang perlu dimaafkan Sayang...?" Raikhan menatap istrinya dengan penuh cinta.
"Maaf, aku belum mampu sepenuhnya membuka hati ini... Kamu pria yang sangat sempurna dan baik Mas, seharusnya mendapatkan balasan cinta yang lebih besar..."
Tangan kekar Raikhan dengan perlahan menarik lengan sang istri hingga kepalanya tenggelam di dada yang bidang. Pria tampan itu memeluk Alya dengan penuh kasih sayang.
"Sayang..., sudahlah... Jangan berkata seperti itu, okay...!! Hanya melihatmu kembali ceria, sudah membuatku bahagia Al..., cup..cup, istriku tercinta jangan menangis lagi ya...!!"
"Huum Mas..." Alya merasa nyaman berada di pelukan Raikhan, meski saat ini hati dan pikirannya masih terukir nama Abimana.
"Mau lanjut tidur atau mau wudhu Yank?? Baca kalam cintaNya, sekalian menunggu adzan Subuh.."
"Iya Mas.., nanti aku wudhu.. Aku nyaman Mas, kamu peluk seperti ini.." Ucap Alya dengan nada malu.
"Hmmm, betulkah..? Baiklah aku akan memelukmu terus istriku.." Balas Raikhan dengan tertawa kecil.
"Kalau dipeluk terus kapan aku wudhu Mas..?"
"Hhhaha.., katanya nyaman dipeluk suamimu Yank.."
"Huum, trimakasih ya Mas.... Bersabarlah pada istrimu ini....!!"
"Iya Sayang, suamimu akan selalu bersabar. Aku akan memelukmu sampai adzan Subuh berkumandang Yank...."
"Baca kalam cintaNya kapan Mas....??"
"Hmmm, setelah menjalankan sholat Subuh, kita membacanya bersama Yank...." Raikhan mencium puncak kepala sang istri dengan lembut. Alya merasa semakin disayang, ia pun membalas pelukan suaminya.....
ššššššššššššššš
Maaf up.nya agak telat readers, othornya kecapekan kondangan di pernikahan Alya dan Raikhan kemarin...ššš
Jangan lupa pencet tombol ā¤, like, koment, bila berkenan vote..
__ADS_1
Selamat membaca š