Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Makan Siang Untuk Alya


__ADS_3

Pagi ini..aku bekerja dengan perasaan yang bahagia.., sesekali aku tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi malam..., karena terngiang ucapan Mas Abi, dan terbayang wajah tampannya. Ach...ingin rasanya aku berlari menuju ke tempat kekasihku berada... Hmm..beginikah rasanya jatuh cinta?? Serasa selalu ingin bertemu.. šŸ˜šŸ˜šŸ˜


Mungkin karena asik melamun, lagi-lagi aku tidak memperhatikan, ada seseorang datang.


"Mbak Alya..., sudah donk yang melamun..!! Tuch si Oppa datang lagi..xixixi..." Ucapan Lisa membuyarkan lamunanku. Segera aku menengadahkan wajah..dan benar saja Mas Raikhan sudah berdiri di depan tempatku duduk. Dia tersenyum geli melihat ekspresi wajahku yang penuh keterkejutan...


"Hai..Alya... Kog senyum-senyum sendiri? Hmmm...pasti masih terbayang wajahku yang ganthengkan..?? Hhhehe..." Ucap Mas Raikhan dengan penuh percaya diri yang tinggi...Hufttt...


"Eng..enggaklah, mana mungkin Mas... Duh jangan ge-er ya Oppa..." Jawabku dengan muka cemberut.


"Sudahlah Al..mengaku saja..hhhhaha...!!" Mas Raikhan semakin tertawa lebar. Semua temanku ikut tertawa melihat ekspresi wajah si Alya ini. Duhhh....


"Ya Allah...beneraaaaannnn Mas..swear......." Aku memasang muka masam.


"Hhhehe..iya..iya, kalau nggak mau mengaku juga ya....tak apalah... Al, kata Pak Akhmad kemarin..kamu suka mie ayam ya?" Tanya Mas Raikhan dengan masih menahan tawa.


"Iya..Mas..., aku suka mie ayam.." Jawabku dengan menampakkan muka datar.


"Aku bawa mie ayam Al..special buat kamu, ini bikinanku sendiri lho... Mienya terbuat dari bayam, biar lebih banyak kandungan sayurnya..." Ucap Mas Raikhan dihiasi dengan senyum khasnya, sembari mengelurkan dua tempat makan dari paper bag yang ia bawa.


"Dimakan ya Al..., terus kasih koment rasanya..!" Aku menerima tempat makan dari Mas Raikhan dengan tersenyum.


"Makasih ya Mas..nanti aku makannya.."


"Loh kog nanti..?? Sekarang sudah waktunya makan siang lho Al.., kasihan perutmu teriak minta makan gimana...?? Hhhehe..."


"Akh..Mas Raikhan, nggak kog Mas... Nunggu semua temanku, mereka juga belum makan...."


"Mbak Alya..dah buruan dimakan aja menu specialnya.... Kita kan biasa makan dengan bergantian Mbak...hhhehe..." Timpal Lisa...huftt.


"Iy Al..dimakan donk, ini sumpitnya.. Aku tuangin ya kuahnya...?"


"Sudah Mas..aku bisa nuangin sendiri kog.. Mas Raikhan duduk dulu di kursi sebelah, kita makan bareng...!! Tempat makannya pasti sengaja bawa dua biar Mas Raikhan bisa makan siang juga kan...?" Ucapku, sambil mempersilahkan Mas Raikhan untuk duduk di kursi bersebelahan denganku.


"Nahhh...itu kamu tau Al....hehhhe...." Ia pun kemudian duduk, dan mulai membuka tempat makan yang ada dihadapannya.


"Mm..oiya Mas, mau minum apa? Biar aku pesenin di warung sebelah.." Tanyaku sambil mulai menikmati mie ayam buatan Mas Raikhan.


"Aku dah bawa kog Al, air putih..."


"Ok dech.... Mas..mie ayam buatan Mas Raikhan enak juga ya... Aku jadi penasaran, sebenarnya dirimu chef atau...apa sich Mas...??" Tanyaku penuh ingin tahu..

__ADS_1


"Hmmm...rahasia Al... Besok kalau sudah waktunya kamu juga akan tau...hhhehe..." Ucap Mas Raikhan sambil mengunyah makanannya.


Tak lama mie ayam buatan Mas Raikhan habis aku lahap, tanpa tersisa sedikitpun, dan itu membuatnya tersenyum puas ketika melihatku.


"Makasih ya Mas... Lain kali nggak usah merepotkan diri membawakan bekal makan siang lagi untukku...!" Ucapku dengan tersenyum. Aku berharap Mas Raikhan tidak lagi membawakan bekal makanan, karena khawatir kalau Mas Abi tahu, dan tentunya bisa membuat salah faham.


"Sama2 Alya... Aku nggak repot kog.., justru malah seneng bisa menyiapkan bekal makan siang untuk gadis yang makannya super lahap..." Ucap Mas Raikhan dengan menatapku. Duch..aku merasa tidak nyaman dengan tatapan mata pria itu.


"Mm...i..iya Mas, trimakasih... Tapi beneran dech lain kali jangan ya...!! Dan maaf ya Mas..jangan tersinggung..." Ucapku dengan berusaha menghindari tatapan mata Mas Raikhan.


"Baiklah Al.., mungkin masakkanku kurang enak ya..? Lain kali..aku pesenin gof** aja okay...??" Balas Mas Raikhan dengan raut muka kecewa.


"Mas..bukan itu maksudku... Masakkan Mas Raikhan enak kog..beneran dech... Aku cuma kurang nyaman Mas, apalagi dilihatin semua teman kerjaku..." Aku mencoba memberikan alasan.


"Hmmm...ya dech, aku minta maaf sudah membuat si gadis polos ini kurang nyaman... Aku janji lain kali nggak akan membawa bekal makan siang untukmu Al, tapi aku bawakan ice cream aja ya...hhhehe..."


"Terserah Mas Raikhan... Tapi jangan cuma untuk Alya aja lho Mas, semua temanku juga dikasih ice creamnya...hhhehe..."


"Iya....iya, aku akan bawakan untuk kalian semua...." Jawab Mas Raikhan dengan memberikan seulas senyum.


"Makasih ya Mas..."


"Ehhh..jangan Mas, biar aku cucinya di rumah..."


"Baiklah kalau kamu memaksa Al...hhhehe... Yasudah, aku pulang dulu ya..."


"Iya Mas..hati2 di jalan ya..." Balasku dengan tersenyum, dan mengambil tempat makan yang kotor di atas meja.


Mas Raikhan membalas ucapanku dengan anggukkan dan senyuman manis, kemudian ia melangkah ke luar toko, menyeberang jalan menuju parkiran mobil.


*********


"Cie...cie... Mbak Alya..." Lisa menggoda dengan mentowel-towel pipiku.


"Apaan sich Lis..., nanti tak bilangin Mas Abi lho..."


"Haahhh..kog jadi Mas Abi juga ikut terlibat mbak..?"


"Yaiyalah... Mas Abi kan calon suamiku Lis...hhhehe..."


"Ya ampunnnnnn.. Beneran Mbak Alya jadi sama Mas Abi...?"

__ADS_1


"Iya..Lisa sayanggg, In shaa Allah..semoga kami cepat memberimu undangan yaa..biar nggak nggodain aku terus...." Ucapku sambil mencubit pipi Lisa.


"Yach....kasihan donk si Oppa.. Kalau Lisa lihat ya mbak, tatapan mata Mas Raikhan tuch...beda lho kalau pas memandang Mbak Alya.."


"Hmmm...mulai lagikan ngaconya..."


"Beneran mbak..buktinya tadi aja bawain menu special masakannya sendiri...hayooo..." Lisa semakin gencar menggodaku.


"Sudah...sudah..., enough... please ya Lis..jangan bahas itu lagi..okay..!!"


"Yahhh Mbak Alya...kasihannya si Oppa..." Lisa berucap dengan menampakkan raut muka kecewa.


"Dah..sana gantian makan siang, biar aku yang terusin pekerjaanmu..."


"Hmmm..baiklah Mbak Al.., yang belum di display teko sama gelas ukirnya ya mb.."


"Okay Lis...selamat makan siang ya..." Aku melemparkan senyum ke arah gadis yang masih bermuka cemberut itu. Kemudian mulai mendisplay teko dan gelas yang berukiran bunga lili...di rak.


Selepas jam satu siang, suasana toko kembali ramai oleh pengunjung. Selain melayani para pembeli, aku juga bertugas menerima pesanan dan melakukan negosiasi harga dengan customer.


Tepat pukul empat sore, aku mulai bersiap untuk pulang. Rupanya di seberang jalan sudah ada kekasihku sedang berdiri menunggu. Kali ini Mas Abi menjemputku dengan sepeda motor maticnya.


Setelah berpamitan dengan semua teman, aku berlari kecil menyeberang jalan menuju ke arah Mas Abi. Ia menyambutku dengan senyumnya yang menawan. "Oh..alangkah bahagianya si gadis biasa ini mendapat cinta dari seorang Abimana yang teramat tampan..." Bisikku dalam hati.


Begitu aku sampai di depannya, Mas Abi memasangkan helm dan memberikan senyuman.


"Yuk Al..buruan naik ke motor..!! Mau pulang langsung atau..mampir makan dulu..?" Pertanyaan yang dilontarkan Mas Abi, sebelum melajukan sepeda motornya.


"Terserah Mas saja..." Jawabku dengan malu2....


"Okay..kita mampir makan dulu ya Al..."


"Huum Mas.."


Mas Abi mulai melajukan motornya, melewati jalan yang dipenuhi dengan kendaraan bermotor, becak dan ada juga satu dua andong yang melintas.


šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸ’–


Tinggalkan like..rate 5, koment kritik dan saran....untuk mendukung author agar lebih semangat yach šŸ˜ŠšŸ™


Trimakasih šŸ˜šŸ˜

__ADS_1


__ADS_2