Cinta Gadis Biasa "Alya"

Cinta Gadis Biasa "Alya"
Jujurlah Alya....!!!


__ADS_3

Setelah ucapan Mas Raikhan yang tanpa sengaja keluar dari bibirnya, sikap Mas Abi sedikit berbeda. Wajah ceria tak nampak lagi terlihat, seolah kekasihku menyangsikan penjelasan kami.


Usai makan malam, kami berdua berpamitan. Guratan rasa bersalah nampak di wajah Mas Raikhan. Setelah mengantar kami sampai di depan mobil, sahabat Mas Abi meminta maaf dengan ucapan yang sangat dalam.


Mas Abi hanya mengangguk dan tersenyum kecil, tanpa memeluk erat sahabatnya. Aku yang berdiri di antara mereka, merasa teramat bersalah.


"Andai saja, aku tidak hadir di antara Mas Abi dan Mas Raikhan, pasti mereka tidak akan seperti ini..." Bisikku dalam hati. Dadaku merasa sesak melihat pemandangan yang teramat menyedihkan. Dua sahabat yang semula seperti kembaran tak terpisahkan, kini terlihat berbeda.


**************


Mobil Mas Abi melaju menembus ramainya kota Jogja. Kekasihku menghentikan mobilnya di depan Temp* Gela**.


Setelah menaruh mobilnya di parkiran, Mas Abi mengajakku memasuki gerai yang bernuansa tempo dulu. Interiornya juga berkonsep unik,Β bahkan ada tiang2 lampu yang mirip dengan jalanan di Eropa.


Kami duduk berhadapan, di sudut dekat jendela. Mas Abi memesan dua mangkuk gelato rasa cokelat untuk kami.


Tanpa menunggu lama, karyawan gerai mengantarkan pesanan calon suamiku dengan disertai senyuman ramah.


"Sayang.., aku ingin tau yang sebenarnya tentang perasaanmu dan Raikhan. Jujur ya Al..!!! Sebelum kita mengikat janji suci, sungguh aku tidak ingin ada yang kita tutupi atau disembunyikan..." Mas Abi mulai membuka pembicaraan dengan menatapku sendu.


"Mas, percayalah padaku. Hati gadis ini.., sudah jatuh hanya padamu. Mas Raikhan memang pernah mengungkapkan perasaannya, namun aku menolak Mas. Ada satu hati yang ingin Alya jaga, selamanya...., yaitu hatimu.. Calon suamiku.." Ucapku dengan menatap dalam Mas Abi. Aku berhenti sejenak.


"Mas..., sahabatmu juga tidak bersalah, karena saat itu ia tidak tau tentang hubungan kita. Mas masih ingatkan, saat aku bercerita tentang Turis Korea, salah satu customer di toko Bu Martha? Dia adalah sahabatmu itu, Mas Raikhan. Sebenarnya dia juga berkeinginan tidak akan lagi menemuiku, sejak mengetahui, bahwa gadis ini sudah memiliki calon suami. Namun, pertemuan tadi sungguh tanpa kami duga. Aku teramat terkejut setelah mengetahui bahwa pria itu, sahabat karib kekasihku.."


Ucapku sambil menikmati gelato, sembari menunduk, mencoba menyembunyikan air mata yang hampir tertumpah, mataku memerah.


"Al.., aku percaya padamu. Maafkan aku yang mungkin terkesan terlalu cemburu. Andai kamu tau Al, baru pertama kali aku bisa mencintai seorang gadis sebesar ini. Sebelumnya aku tidak pernah mempunyai hubungan apa2 dengan seorang wanitapun. Satu keinginanku Al..., hanya aku yang ada di hatimu. Kecuali.., bila Allah menghendaki hal lain yang membuatku tidak berada lagi di sisimu..."


Gleg....


Ucapan Mas Abi bagai pisau yang menyayat hati. Mengapa dia bisa mengucapkan kata2 itu lagi?? Sungguh membayangkan berpisah dengannya pun, aku tak mampu.


Rasa sesak di dada, semakin mendorong ke dua mataku untuk mengeluarkan buliran air bening yang sempat tertahan.


"Hiks...hiks.., Mas.. Sebelumnya aku sudah memintamu jangan mengucapkan kata2 itu lagi. Sekali lagi Alya mendengarnya, aku akan menawar pada Tuhan, biarlah Alya saja yang pergi...." Tubuhku semakin bergetar setelah mengeluarkan isi di hati.


Mas Abi beranjak dari duduknya, dan berpindah di sebelahku. Ia memberanikan diri untuk menyentuh dan menepuk-nepuk punggungku dengan lembut, seolah berusaha menenangkan calon istrinya.


"Alya, Sayang... Maafkan ucapanku, maaf... Sungguh aku tidak bermaksud membuatmu kembali bersedih. Please Sayang, berhentilah menangis...!!! Tiap air matamu menetes, hatiku ikut merasa tersayat.."


"Mas..., jangan pernah tinggalkan Alya!! Bukankah Mas Abi pernah berjanji, akan selalu menjagaku...."

__ADS_1


"Iya Sayang, In shaa Allah.., aku tidak akan meninggalkanmu...."


Mas Abi mengusap lembut air mataku dengan tisu. Ia terus berusaha menenangkan gadis ini.


"Sudah semakin malam Sayang, ayo aku antar pulang...!"


Aku hanya mengangguk dan beranjak dari duduk, kemudian berjalan mengikuti langkah kekasihku.


***********


Di dalam mobil, kami masih berbincang. Mas Abi tak lagi membahas soal Mas Raikhan, itu membuatku sedikit lega.


Yang kami bincangkan saat ini, soal persiapan menuju hari H. Tak lama lagi, In shaa Allah kami akan bersanding menjadi pasangan yang halal.


Aku dan Mas Abi merangkai impian di masa depan. Saling mencintai dan menyayangi dalam ridhoNya, mempunyai buah cinta yang soleh serta solekha.


Semoga harapan dua insan ini dapat teraih, dan bukan hanya sekedar angan2.


Mobil Mas Abi mulai menyusuri jalan menuju rumahku.


"Al, aku antar sampai rumah ya..?"


"Heem Mas..."


"Assallammuallaikum..., Bu..." Salamku sembari masuk ke dalam rumah diikuti oleh Mas Abi.


"Waallaikumsalam.., Alya..., Nak Abi.."


Aku dan Mas Abi bergantian mencium punggung tangan ibu.


"Nak, dijaga kesehatannya..!! Tetap hati2 berkendara di jalan..!! Lima hari lagi kalian akan menikah, Ibu selalu berdoa untuk kelancaran dan keslamatan Nak Abi beserta Alya.." Ibu menepuk-nepuk pundak Mas Abi dengan lembut, seakan meluapkan kasih sayangnya pada calon menantu idaman.


"Inggih, matur nuwun Bu. Semoga doa kita semua diijabah, tidak ada halangan serta rintangan..." Balas Mas Abi dengan ucapan yang sopan dan penuh penghormatan pada Ibu.


"Alya..., Mas pulang dulu ya... Jangan malam2 tidurnya..!!"


"Iya Mas, hati2 di jalan ya... Salam untuk Ayah dan Ibu.."


"Iya Al..., nanti aku sampaikan.."


"Bu, Abimana pamit dulu ya... Asti, Hana... Titip jaga Mbak Alya ya dek...!!" Ucap Mas Abi dengan memberikan senyuman manis.

__ADS_1


"Iya Nak, hati2 di jalan, nggak usah ngebut...!"


"Inggih Bu.."


Mas Abi mulai melangkahkan kaki ke luar rumah, menuju mobilnya. Aku mengantarkan sampai di parkiran.


"Mas..., maaf ya apabila aku banyak salah dan kekurangan.."


"Tidak ada yang perlu dimaafkan Al... Aku yang harusnya bersikap lebih bijaksana. Ke depannya, Mas akan berusaha membuatmu bahagia, dan jangan ada lagi tetesan air mata..."


"Makasih ya Mas, Alya bersyukur bisa bertemu dengan pria sebaik dan sesempurna dirimu...."


"Kembali kasih Sayang.... Aku mencintaimu Al..., sebut namaku selalu dalam doamu...!!" Ucap Mas Abi, menatapku penuh cinta. Aku membalas tatapan kekasihku disertai seulas senyum manis untuknya.


"Iya Mas, aku juga..mencintai calon suamiku... Sebut namaku juga dalam doamu Mas Abi..!!"


"Pasti Al... Assalammuallaikum Sayang...."


"Waallaikumsalam Mas..."


Mas Abi masuk ke dalam mobil, kemudian mulai melajukanya.


Gadis ini masih berdiri di tempat yang sama, menatap mobil sang kekasih, hingga tak terlihat.


Aku berjalan dengan langkah kecil, kembali ke rumah.


Sesampai di rumah, kubasahi diri ini dengan air wudhu, kemudian berjalan ke kamar.


Klekkkk...


Pintu kamar ku buka..


Kuedarkan pandangan di setiap sudut ruangan..


"Sebentar lagi Alya akan meninggalkan kamar ini, untuk menjadi penghuni kamar Mas Abi... Mampukan hamba Ya Allah untuk menjadi wanita yang lebih baik..."


Ku kenakan mukena, dan mulai membuka kalam cintaNya..., sebagai tanda syukur atas cinta yang Dia tumbuhkan di hati dua insan ini....


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Jangan lupa tinggalkan like, kritik dan saran, rate 5, serta vote..

__ADS_1


Trimakasih 😍😍


__ADS_2